• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Alam Adalah Kita

Ironi Kaum Liberal (2): Menolak Universalisme Sepihak

February 27, 2024
Membangun kesadaran bahwa pelipatan pahala ibadah tidak hanya di bulan Ramadan.

Kiat Menjaga Ketaqwaan Pasca Ramadan

April 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

April 2, 2026
Ketua Umum DPP Kesatuan Tour Travel Haji Umroh Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Azis Taba. (Foto: Antara)

Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ketum Kesthuri Asrul Azis Taba Diminta Pulang dari Saudi

April 1, 2026
Hilmab Latief, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) saat melaksanakan tugas di Makkah (Foto: Dok. Kemenag)

KPK Ungkap Hilman Latief Akui Terima Uang Terkait Korupsi Kuota Haji

April 1, 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (04/03/2026). (Foto BPMI Setpres)

Pemerintah Aktifkan Kembali 625 Ribu Penerima BPJS Kesehatan

April 1, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu (kiri) didampingi juru bicara KPK, Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026. (Foto Niaga.Asia/G Sitompul)

KPK Sebut Ismail Adham Berikan Uang Kepada Hilman Latief, Diduga Terkait Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur (Foto: Antara/MSN)

KPK Tetapkan Direktur Maktour dan Ketum Kesthuri Tersangka Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, April 3, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Ironi Kaum Liberal (2): Menolak Universalisme Sepihak

Oleh: Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya by Sulaiman Djaya
February 27, 2024
in Uncategorized
A A
1
Alam Adalah Kita

Sulaiman Djaya, Esais, Penyair, dan Pengurus Majelis Kebudayaan Banten

500
SHARES
1.4k
VIEWS

LIPUTAN9.ID – Kritik terhadap kaum liberalis Indonesia juga dapat kita ironikan ketika mereka secara bulat menyebarkan propaganda nilai – nilai New World Order Barat. Mereka misalnya mencoba mengkampayekan bahwa nilai nilai pandangan Barat yang merupakan produk sejarah sosial budaya Barat sesuai dengan negara kita, padahal setiap bangsa memiliki sejarah sosial budaya yang tidak sama dengan Barat, selain memiliki kearifan dan kecerdasan uniknya pula.

Setidak-tidaknya ada tiga politik besar di dunia ini, yaitu: liberalisme, komunisme, fasisme dan yang keempat adalah konsep Dasein Haidegger, semisal yang dianut Alexander Dugin.

Praktik politik sebelumnya, terutama sekali yang merupakan fondasi politik Barat, berakar dari subjek Cartesian yang membentuk manusia modern yang totalitarian dengan memaksa kebenaran versi mereka pada semua orang, waktu dan tempat. Termasuk demokrasi dan liberalisme Barat yang masih dipropagandakan kaum liberalis Indonesia hingga saat ini, sampai-sampai falsafah dan dasar negara kita pun berusaha terus menerus diubah oleh mereka, tentu dengan bantuan dana dari Amerika.

BeritaTerkait:

Dampak Globalisasi Terhadap Negara-Negara Miskin

Menolak Liberalisasi Pendidikan

Ironi Kaum Liberal (Bagian 1)

Liberalisme dan Takfirisme, Dua Sisi dari Koin yang Sama

Dalam sejarah pemikiran dan kultural Barat, Rene Descartes adalah tonggak filsafat modern Barat. Keangkuhan rasio Barat modern yang memaksakan versi universal mereka berasal dari Cartesianisme yang totaliter ini.

Sementara itu, meski komunisme menentang liberal kapitalis tapi masih memakai ego Cartesian dan mau menerapkan ideologi dan sistem komunis ke seluruh dunia, memiliki watak imperial yang sama dan juga memiliki sifat totalitarian yang tidak berbeda dengan fasisme.

Sedangkan pandangan politik dasein adalah bermula dari sebuah pemaphupman bahwa keragaman sejarah dan kultural setiap bangsa memiliki hak untuk dianut dan dipraktikkan, karena setiap bangsa dengan keunikan sejarah mereka itu juga memiliki nilai-nilai kearifan dan kecerdasan mereka.

Manusia dan masyarakat terlahir ada di dunia dengan segala kondisi yang ada meliputinya, baik secara ekologis maupun situasi sosial budaya mereka. Dalam hal itu, dasein menolak adanya metafisika Barat yang mengharuskan adanya dasar kebenaran yang universal bagi seluruh masyarakat versi sepihak mereka.

Sebab pada kenyataannya dan juga merupakan fakta yang tidak terbantahkan, tiap masyarakat yang berbeda-beda nilai dan sistem yang diterapkannya tidak dapat distandarisasi dan dihegemoni oleh Barat secara sepihak, sebagaimana Jacques Derrida menyebutnya dengan istilah mondialisasi, yaitu upaya Barat memaksa bangsa-bangsa selain mereka menjadi seperti mereka dan mengikuti mereka.

Demikianlah ada Dasein Rusia yang telah mensahkan undang-undang anti pergantian kelamin dan LGBT, ada Dasein Iran yang menerapkan sistem pemerintahan Wilayatul Faqih, ada dasein China yang ideologi dan mekanisme bernegara mereka komunis tapi menerapkan kapitalisme dalam ekonomi, dan lain-lain yang tidak bisa dihakimi dan didominasi Barat yang mewarisi Cartesianisme dan unilateralisme yang kerapkali menggunakan retorika demokrasi dan HAM, namun pada praktiknya mereka selalu menerapkan standar ganda.

Standar ganda paling sering dipraktikkan, contohnya, oleh Amerika. Dalam hal ini, kiranya penting pula untuk mengerti polah politik luar negeri Amerika.

Ada beberapa istilah kunci untuk memahami politik luar negeri suatu entitas politik, yaitu:

Pertama, ide pokok yang mendasari politik luar negeri suatu negara),

Kedua, metode baku untuk mewujudkan ideologi mereka,

Ketiga, garis politik yang meliputi grand strategy kebijakan politik, yang sifatnya dapat berubah sesuai dengan kepentingan), dan

Keempat, strategi praktis dan aplikatif untuk mengimplementasikan garis politik mereka.

Sebagai contoh: Amerika Serikat merupakan negara ideologis yang dibangun atas dasar ideologi kapitalisme, aristokrasi baru yang lahir dari korporasi. Untuk menyebarluaskan ideologinya ke seluruh dunia sebagai bentuk strategi politik luar negeri nya, Amerika dan negara kapitalisme lainnya senantiasa menggunakan metode yang tetap, yaitu penjajahan (imperialisme).

Penjajahan mereka memiliki berbagai macam jenis dan dapat berubah penerapannya mengikuti kepentingan politik (grand strategy) Amerika, seperti pemaksaan dominasi politik, militer, budaya, dan ekonomi atas bangsa-bangsa yang dikuasai untuk dieksploitasi.

Tetapi ada imperialisme yang lebih soft, yaitu imperialisme kognitif, seperti imperialisme budaya dan pemikiran. Contohnya upaya menanamkan doktrin di tubuh kaum muslimin bahwa Islam terlepas dari politik dan lebih merupakan agama yang hanya berkenaan dengan spiritualitas semata. Istilah lainnya: metode cuci otak, dan inilah yang saat ini sedang dijalankan oleh imperium agar kaum muslimin terjinakkan tanpa sadar dalam upaya memudahkan untuk dikontrol dan dikendalikan kepentingan mereka.

Strategi imperialisme budaya lainnya yang lebih halus Amerika bernama beasiswa. Colin Powell (mantan Menteri Luar Negeri AS) pernah menyatakan, “Program beasiswa kelak akan membuat para alumni menjadi ‘diplomat’ Amerika dengan sendirinya.” Jadi, tidak usah heran ketika alumnus Amerika Serikat banyak yang menjadi broker propaganda Kolonialisme Baru.

Sulaiman Djaya, esais dan penyair

Tags: LiberalLiberalisme
Share200Tweet125SendShare
Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya, lahir di Serang, Banten. Menulis esai dan fiksi. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di Koran Tempo, Majalah Sastra Horison, Indo Pos, Pikiran Rakyat, Media Indonesia, Majalah TRUST, Majalah AND, Majalah Sastra Kandaga Kantor Bahasa Banten, Rakyat Sumbar, Majalah Sastra Pusat, Jurnal Sajak, Tabloid Kaibon, Radar Banten, Kabar Banten, Banten Raya, Tangsel Pos, Majalah Banten Muda, Tabloid Cikal, Tabloid Ruang Rekonstruksi, Harian Siantar, Change Magazine, Banten Pos, Banten News, basabasi.co, biem.co, buruan.co, Dakwah NU, Satelit News, simalaba, dan lain-lain. Buku puisi tunggalnya Mazmur Musim Sunyi diterbitkan oleh Kubah Budaya pada tahun 2013. Esai dan puisinya tergabung dalam beberapa Antologi, yakni Memasak Nasi Goreng Tanpa Nasi (Antologi Esai Pemenang Sayembara Kritik Sastra DKJ 2013), Antologi Puisi Indonesia-Malaysia, Berjalan ke Utara (Antologi Puisi Mengenang Wan Anwar), Tuah Tara No Ate (Antologi Cerpen dan Puisi Temu Sastra IV di Ternate, Maluku Utara Tahun 2011), Sauk Seloko (Bunga Rampai Puisi Pertemuan Penyair Nusantara VI di Jambi Tahun 2012)), Kota, Kata, Kita: 44 Karya Para Pemenang Lomba Cipta Cerpen dan Puisi 2019, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dan Yayasan Hari Puisi, Antologi Puisi ‘NUN’ Yayasan Hari Puisi Indonesia 2015, dan lain-lain.

BeritaTerkait

Dampak Globalisasi Terhadap Negara-Negara Miskin
Opini

Dampak Globalisasi Terhadap Negara-Negara Miskin

by liputan9news
February 4, 2026
0

Pendahuluan Globalisasi memiliki banyak wajah. Ohmae (1991)mencirikan globalisasi dengan semakin menipisnya batas-batas kenegaraan. Kemajuan komunikasi membuat globalisasi tampil gemilang dan...

Read more
Sulaiman-Djaya

Menolak Liberalisasi Pendidikan

May 10, 2024
Alam Adalah Kita

Ironi Kaum Liberal (Bagian 1)

August 5, 2023
Sulaiman Djaya

Liberalisme dan Takfirisme, Dua Sisi dari Koin yang Sama

March 12, 2023
Load More

Comments 1

  1. finessa says:
    2 months ago

    **finessa**

    Finessa is a natural supplement made to support healthy digestion, improve metabolism, and help you achieve a flatter belly.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2539
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Membangun kesadaran bahwa pelipatan pahala ibadah tidak hanya di bulan Ramadan.

Kiat Menjaga Ketaqwaan Pasca Ramadan

April 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In