• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Bahaya Khawarij Melenial Dalam Kasus Pembacokan Kyai NU

Bahaya Khawarij Melenial Dalam Kasus Pembacokan Kyai NU

September 1, 2022
Membangun kesadaran bahwa pelipatan pahala ibadah tidak hanya di bulan Ramadan.

Kiat Menjaga Ketaqwaan Pasca Ramadan

April 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

April 2, 2026
Ketua Umum DPP Kesatuan Tour Travel Haji Umroh Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Azis Taba. (Foto: Antara)

Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ketum Kesthuri Asrul Azis Taba Diminta Pulang dari Saudi

April 1, 2026
Hilmab Latief, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) saat melaksanakan tugas di Makkah (Foto: Dok. Kemenag)

KPK Ungkap Hilman Latief Akui Terima Uang Terkait Korupsi Kuota Haji

April 1, 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (04/03/2026). (Foto BPMI Setpres)

Pemerintah Aktifkan Kembali 625 Ribu Penerima BPJS Kesehatan

April 1, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu (kiri) didampingi juru bicara KPK, Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026. (Foto Niaga.Asia/G Sitompul)

KPK Sebut Ismail Adham Berikan Uang Kepada Hilman Latief, Diduga Terkait Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur (Foto: Antara/MSN)

KPK Tetapkan Direktur Maktour dan Ketum Kesthuri Tersangka Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, April 3, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Bahaya Khawarij Melenial Dalam Kasus Pembacokan Kyai NU

Oleh : Khotimi Bahri, (Syuriah PCNU Kota Bogor)

liputan9news by liputan9news
September 1, 2022
in Uncategorized
A A
1
Bahaya Khawarij Melenial Dalam Kasus Pembacokan Kyai NU

Kiai Khotimi Bahri, Syuriyah PCNU Kota Bogor

496
SHARES
1.4k
VIEWS

Bogor, Liputan9.id – Masyarakat Jawa Barat dihebohkan oleh kasus pembacokan Kyai Farid Ashr Pengasuh Pesantren dan Ketua Jatman (Jam’iyah Ahlu Thoriqoh Al-Muktabaroh Nahdlatul Ulama) Indramayu Jawa Barat, 8 Maret 2022. Pelaku berinisial SRN berasal dari daerah Gus Farid sendiri. Sebelum membacok Gus Farid, SRN membacok keluarga beliau hingga menyebabkan luka serius istri Gus Farid.

Gus Farid sendiri dibacok saat melakukan dzikir dan munajat kepada Allah di Musholla Pesantren beliau yang terletak di Desa Tegalmulya Kecamatan Krangkeng, Indramayu ini.

Dari hasil penyidikan diketahui bahwa motif pembacokan ini dilatar-belakangi kebencian SRN terhadap kebiasaan Gus Farid yang istiqomah dalam amaliyah dzikirnya. SRN menganggap dzikir ini menyalahi norma keagamaan yang dianutnya. Kedangkalan pemahaman keagamaan SRN menyebakan dia mudah menuduh orang lain menyimpang, bid’ah, kafir dan stigma lainnya. Disinilah pentingnya kita membuka kembali lembaran sejarah khowarij yang sangat berbahaya bagi umat Islam.

BeritaTerkait:

Merevitalisasi Dakwah NU: Menuju Substansi, Meninggalkan Gebyar Seremonial

NU dan Tantangan Abad Kedua: Menjadikan Kesehatan Sebagai Program Prioritas

Merawat Rahim, Menjaga Aset: Mewujudkan Relasi Harmonis NU dan PKB

Setop Banggakan Nasab: Sebuah Otokritik

Bisakah menelisik ulang sejarah?
Tanggal 17 Romadlan 40 H, Jumat subuh, atas nama menegakkan hukum Allah dan menjaga syariat-Nya, salah satu sahabat utama Rosulullah, sepupu sekaligus menantunya, satu dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga, ahlu bait Rosul yang menjadi sebab turunnya ayat ‘ahlu kitsa’, sosok yang menurut Rosul adalah pintu dari gudang ilmu agama, dibunuh oleh seseorang yang bernama Abdurrahman bin Muljam.

Siapakah Abdurrahman bin Muljam?
Dia bukan orang kafir, Yahudi, Nasrani maupun Majusi dan lain-lain. Abdurrahman bin Muljam serang penghafal qur’an. Bacaannya fasih. Dan senantiasa mendorong yang lain untuk menjadi hafidz.
Dia bergelar al-Maqri’ (ada yang membaca al-Muqri’) karena keahliannya dalam baca-tulis al-Qur’an. Amirul Mukminien Umar bin Khottob mengutus Abdurrahman bin Muljam ke Mesir untuk mengajarkan penduduk Mesir belajar sekaligus menghafal al-Qur’an.

Bagaimana bisa penghafal al-Qur’an su’ul khotimah?
Rosulullah sudah memberikan sinyal dalam sabdanya :” Akan muncul suatu kaum dari umatku, yang ahli dalam membaca al-Qur’an. Bacaan kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka. Sholat kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka. Puasa kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka. Mereka membaca (dan menghafal) al-Qur’an dan mereka menyangka bahwa al-Qur’an itu hujjah bagi mereka, namun ternyata semua itu bencana bagi mereka. Bacaan al-Qur’an (qila sholat) tidak sampai melewati batas tenggorokan mereka. Mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah meluncur keluar dari busurnya.” (HR. Imam Muslim)

Dari golongan manakah Abdurrahman bin Muljam?
Abdurrahman bin Muljam merupakan pentolan kaum Khawarij yang terkonsolidasi pasca perang Shiffin.
Sebagaimana diketahui, perang Shiffin adalah peperangan yang terjadi antara kholifah Ali dengan Gubernur Syam Muawiyah bin Abi Sofyan. Peperangan ini berakhir dengan TAHKIM atau Arbitrase dimana kholifah Ali mengutus sahabat seneor yang zuhud dan sholeh Abu Musa al-Asy’ari sedangkan Muawiyah mengutus Amr bin al-Ash sebagai arbriter.

Khowarij adalah sekelompok orang yang memisahkan diri (khoroja) baik dari barisan kholifah Ali maupun gubernur Muawiyah karena kecewa dengan arbritase.

Bagi komplotan khowarij, secara sosial-politik, arbritase sangat tidak menguntungkan posisi mereka.
Namun alasan yang prinsip adalah alasan ideologi-keagamaan. Bagi khowarij arbritase adalah bid’ah dan cenderung bertentangan dengan ajaran agama, serta jauh dari hukum Allah.

Arbritase adalah praktik yang tidak berdasar dalil al-Qur’an. Tidak satupun ditemukan ayat al-Qur’an yang berbicara arbitrase (tahkim). Alasan berikutnya, praktik arbritase menyalahi sunnah Rosul. Tidak ditemukan sama sekali praktik arbritase dizaman Rosul. Jadi komplotan khowarij menyimpulkan bahwa arbritase tidak berdasar dalil al-Qur’an dan menyalahi sunnah Rosul. Produk hukumnya berarti bukan hukum yang bersumber dari syariat Allah.

Atas dasar argumen itulah komplotan khowarij menuduh kholifah Ali, gubernur Muawiyah dan sabahat-sahabat utama Rosul seperti Abu Musa al-Asy’ari, Salman Al-Farisi, Abu Dzar al-Ghifari dan lain-lain ahli bid’ah, menyelisihi sunnah dan syariat, bahkan dianggap keluar dari Islam (kafir). Oleh karena itu komplotan khowarij ini merancang pembunuhan terhadap sahabat Rosul yang dianggap aktor arbritase.

Bersepakatlah tiga tokoh komplotan khowarij, yaitu, Abdurrahman bin Muljam, Burak bin Abdullah, dan Ibnu Bakr At-Tamimi. Mereka berbagi tugas untuk membunuh Ali bin Abi Thalib, Muawiyah bin Abi Sofyan, dan Amr bin al-Ash. Dari ketiganya, hanya kholifah Ali yang berhasil dibunuh oleh Abdurrahman bin Muljam pada tanggal 17 Romadlan 40 H. Di Masjid Kufah saat mau melaksanakan ibadah sholat subuh.

Komplotan khowarij ini terus berkembang menjadi sumber fitnah dan malapetaka umat sampai akhir zaman. Inipun sesuai dengan khobar nubuwah yang Rosul sampaikan didepan tokoh leluhur khowarij pasca perang Hunain, Dzul Khuwaisiroh : ” Dari sulbi-sulbi mereka akan lahir generasi pemecah belah umat dan sumber fitnah hingga hari kiamat.” (HR. Muslim)

Apa inti doktrin khowarij?
Komplotan ini sangat dangkal, leterlek, skriptual dan tekstual dalam memahami dalil. Wajar kalau Rosul menyebut mereka kaum yang bagus bacaan dan hafalan al-Qur’annya tapi tidak masuk kelubuk hatinya, hanya sampai ditenggorokannya.

Mereka juga mudah menghakimi orang lain kafir, ahli bid’ah, menyalahi sunnah Rosul, hanya karena pemahaman sempit mereka akan definisi dalil, karakterisktik ayat suci, juga macam-macan sunnah.

Bagi mereka, semua ayat al-Qur’an mesti muhkamat atau selalu bermuatan hukum an-sich. Padahal yang muhkamat tidak lebih dari 500 ayat dari keseluruhan ayat yang berjumlah 6000 lebih. Berarti 90 persen lebih ayat al-Qur’an harus digali, dibaca secara kontekstual, diistinbath agar bisa dipahami substansi dalilnya. Para ulama sudah memberikan arahan dan aturan untuk menggali substansi hukumnya dalam bentuk qiyas, ijma’, maslahah mursalah, sad-dari’ah dan banyak perangkat keilmuan yang komplotan khawarij abaikan.

Belum lagi bicara sunnah Rosul yang terdiri dari qouliyah, fi’liyah, taqririyah, hammiyah yang kadang antar satu dengan yang lain terkesan kontradiksi bagi orang bodoh, tapi tidak bagi ahlinya. Kesalahan fatal komplotan khawarij saat mendestorsi sunnah Rosul hanya pada qouliyah (hadits) saja.

Dan yang ekstrim dari komplotan ini lahir gerakan teroris yang menghalakan darah sesama muslim.
Mereka kelompok yang selalu merasa paling benar, merasa paling nyunnah, merasa paling islami yang lain pengikut toghut. Seakan-akan kebenaran hanya milik mereka dan kelompoknya.

Apa yang harus kita cermati saat ini?
Kita harus waspada dengan personifikasi khowarij melenial. Jangan mudah terpesona dengan bacaan Qur’an, hafalannya sebab Rosul sudah mengingatkan kita. Jangan mudah terperdaya dengan gaya bicara dan penampilan mereka yang seakan-akan menjadi barometer kebenaran, merasa paling berpegang pada sunnah, merasa paling paham dalil, dan merasa paling syar’i. Sebab sahabat yang sudah dijamin masuk surgapun tidak lepas dari tuduhan anti syariat, tidak berhukum dengan hukum Allah, kafir, pelaku bid’ah sampai tingkat penghalalan darah sekelas kholifah Ali bin Abi Thalib.

Tags: KhawarijKhotimi BahriMilenialNU
Share198Tweet124SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

KH Imam Jazuli
Opini

Merevitalisasi Dakwah NU: Menuju Substansi, Meninggalkan Gebyar Seremonial

by KH. Imam Jazuli, Lc. MA.
March 2, 2026
0

CIREBON | LIPUTAN9NEWS Satu abad Nahdlatul Ulama (NU) telah berlalu. Selama kurun waktu tersebut, dakwah NU, yang bercirikan Ahlussunnah wal...

Read more
KH. Imam Jazuli, Lc., MA., Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

NU dan Tantangan Abad Kedua: Menjadikan Kesehatan Sebagai Program Prioritas

March 2, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

Merawat Rahim, Menjaga Aset: Mewujudkan Relasi Harmonis NU dan PKB

March 12, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

Setop Banggakan Nasab: Sebuah Otokritik

March 2, 2026
Load More

Comments 1

  1. finessa says:
    1 month ago

    **finessa**

    Finessa is a natural supplement made to support healthy digestion, improve metabolism, and help you achieve a flatter belly.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2539
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Membangun kesadaran bahwa pelipatan pahala ibadah tidak hanya di bulan Ramadan.

Kiat Menjaga Ketaqwaan Pasca Ramadan

April 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In