• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Bedug Digital Satu Abad NU: Fikih, Akhlak dan Dakwah Nahdlatul Ulama

Bedug Digital Satu Abad NU: Fikih, Akhlak dan Dakwah Nahdlatul Ulama

February 9, 2023
Gus Lilur

KPK Menunda Penahanan Tersangka, Gus Lilur: Segera Penjarakan Koruptor Dana Hibah Jatim

February 9, 2026
Gelar Munas Konbes PBNU, Kiai Lukman Paparkan Kesiapan Pesanten Al-Hamid sebagai Tuan Rumah

Di Balik Perubahan Nama Giri Kencana Menjadi Waduk Batu Licin Cilangkap

February 9, 2026
KH. MH. Bahaudin atau Gus Baha

Gus Baha: Indonesia Masuk BoP, Tapi Jangan Jadi Penonton Penjajahan

February 9, 2026
Prabowo: 100 Tahun Kiprah NU  Jadi Pilar Kebesaran Bangsa Indonesia

Prabowo: 100 Tahun Kiprah NU Jadi Pilar Kebesaran Bangsa Indonesia

February 8, 2026
Hermenutika Tradisi dalam Reinterpretasi Budaya

Hermenutika Tradisi dalam Reinterpretasi Budaya

February 8, 2026
Silaturrahmi Gus Yusuf Chudlari dengan KH Imam Jazuli pengasuh ponpes Bina Insan Mulia Cirebon (Foto: Dok. Kiai Imjaz)

Kiai Imam Jazuli Ungkap Gus Yusuf Chudlari Figur Kuat Bursa Ketum PBNU pada Muktamar NU ke-35

February 8, 2026
Presiden Prabowo Subianto meminta izin minum kopi di Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). (Foto: Dok. YouTube Setpres)

Prabowo Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Malang, Diwarnai Jeda Minum Kopi Saat Pidato

February 8, 2026
Peran Pemerintahan Prabowo Subianto Mengatasi Dampak Konflik dan Perang Dagang Global

Peran Pemerintahan Prabowo Subianto Mengatasi Dampak Konflik dan Perang Dagang Global

February 8, 2026
Gus Yusuf Chudlori: Sosok Santri Tulen, Magnet Massa, dan Harapan Baru PBNU di Muktamar ke-35

Gus Yusuf Chudlori: Sosok Santri Tulen, Magnet Massa, dan Harapan Baru PBNU di Muktamar ke-35

February 7, 2026
FBR Turut Amankan Pengukuhan Pengurus MUI Pusat di Masjid Istiqlal

FBR Turut Amankan Pengukuhan Pengurus MUI Pusat di Masjid Istiqlal

February 8, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 9, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Bedug Digital Satu Abad NU: Fikih, Akhlak dan Dakwah Nahdlatul Ulama

Oleh : KH. Abdul Muiz Ali

liputan9news by liputan9news
February 9, 2023
in Uncategorized
A A
0
Bedug Digital Satu Abad NU: Fikih, Akhlak dan Dakwah Nahdlatul Ulama

Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin tabuh bedug bersama Ketum PBNU/Foto:Istimewa

548
SHARES
1.6k
VIEWS

Pandangan dan perjuangan ulama NU itu selalu bermuara dan bernuansa pada fikih dan dakwah. Hampir tidak ditemukan kebijakan atau seruhan PBNU tidak mendasari pada nalar fikih.

Salah satu masterpiece dari terselenggaranya perhelatan Resepsi Puncak Resepsi Satu Abad NU, 16 Rajab 1444 H/7 Februari 2023 adalah Rekomendasi Muktamar Internasional Fikih Peradaban. Isi daripada Rekomendasi Muktamar Internasional Fikih Peradaban tidak saja menyoal dan memberikan solusi masalah keindonesiaan. Jauh lebih dalam dan luas NU memberikan tawaran pandangan dalam upaya menyeselesaikan masalah global tentang keumataan dan kemanusian. Jadi ‘style’ NU itu memang fikih banget dari dulu hingga sekarang.

Bertolak pada soal Bedug Digital Resepsi Puncak Satu Abad NU, dalam hitungan menit saya sempat tertegun, melihat denga mata, merasakan dengan hati atas peristiwa bersejarah puncak Resepsi Satu Abad NU.

BeritaTerkait:

Lembaga Dakwah PBNU dan LAZISNU Siapkan Dai Internasional untuk Bulan Ramadan

Dubes Zuhairi Misrawi Nyatakan Fikih Peradaban NU sebagai Alternatif Gagasan Global

Pembukaan Puncak Resepsi Satu Abad NU ditandai dengan selebrasi pemukulan Bedug Digital oleh presiden Indonesia, Ir. H. Joko Widodo ditemani KH. Makruf Amin, Wakil Presiden sekaligus Mustasyar PBNU, KH. Miftahul Achyar, Rais Aam PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf Ketua Umum PBNU dan disaksikan jutaan nahdliyin, dari dalam Gelora Delta Sidoarjo hingga pelosok-pelosok dunia. Subhanallah Allahu Akbar, begitulah mars lagu Satu Abad NU mengiringi peristiwa yang sangat bersejarah itu.

Bagi saya, selebrasi pemukulan bedug digital sangat menarik dan tentu penuh dengan makna tentang posisi dan perjuangan NU memasuki abad kedua.

Lalu fikih soal bedug bagaimana?
Ya, soal hukum penggunaan ‘bedug non digital’ sebagai penanda masuk waktu shalat pernah terjadi polemik yang dahsyat dan elegan antara Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari dengan KH. Faqih Maskumambang, Gresik. Keduanya sama-sama alim, dan sama-sama membersamai berdirinya Nahdlatul Ulama. Kiai Hasyim sebagai Rais Akbar kala itu, dan Kiai Faqih Maskumambang sebagai wakilnya.

Dengan nalar fikihnya, seperti yang ia tulis dalam kitabnya, Risalah Al Jasus fi Bayani Hukmi An Naqus, Kiai Hasyim Asy’ari mengatakan, menabuh bedug hukumnya tidak boleh karena ada unsur tasyabuh (menyerupai) non muslim.

Namun Kiai Faqih Maskumambang memilih pandangan dan pendapat yang berbeda dengan Kiai Hasyim. Dalam kitab risalahnya, Kiai Faqih mengatakan memukul bedug hukumya boleh-boleh saja. Tulisan dibalas dengan tulisan. Luar biasa. Tradisi saling sanggah dalam bentuk karya adalah tradisi ilmiah yang mulia dan biasa dilakukan oleh para ulama as-shalih terdahulu.

Menariknya, meski antara Kiai Hasyim dan Kiai Faqih berbeda pendapat tentang hukum bedug keduanya tetap saling hormat dan saling mencintai. Jauh dari sifat saling hasud apalagi saling membenci.

Suatu hari, ketika Kiai Hasyim ingin silaturahim ke rumah Kiai Faqih di Gresik. Kiai Faqih bergegas menyuruh santri dan masyarakat sekitar agar bedug yang terdapat di mushola atau masjid segera diturunkan untuk sementara waktu.

Hal ini Kiai Faqih lakukan sebagai bentuk penghormatan atas pandangan Kiai Hasyim Asy’ari. Konon hal yang sama dilakukan oleh Kiai Hasyim. Ketika Kiai Faqih datang ke pesantren Kiai Hasyim di Tebuireng, Kiai Hasyim menyuruh santrinya agar meletakan bedug di masjidnya. Subhanallah. Sungguh, kedua tokoh ulama ini seolah-olah sedang mengajari kita tentang kedalaman ilmu dan kemulian akhlak yang luhur.

Perbedaan pendapat antara Kiai Hasyim dan Kiai Faqih tidak mengurangi kehangatan hubungan antar pribadi keduanya, terlebih hubungan keduanya untuk kepentingan organisasi yang ia besarkan, yaitu jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Filosofi Bedug Digital Satu Abad NU
Keberadaan dan fungsi bedug di Indonesia
sudah dikenal sejak ratusan tahun. Selain berfungsi sebagai penanda masuknya waktu shalat, bedug juga bisa sebagai alat media untuk mengumpulkan masyarakat.

Bedug kemudian dikaitkan dengan Islamisasi yang mulai intensif dilakukan oleh penyebar agama Islam di Tanah Jawa, baik sejak generasi Walisongo hingga sampai sekarang.

Dalam nalar subjektif penulis, pembukaan Resepsi Puncak Satu Abad NU yang ditandai dengan pemukulan Bedug Digital tentu memiliki arti dan pesan yang sangat penting terkait posisi, peran dan fungsi perjuangan Nahdlatul Ulama kedepan.

Makna yang sederhana dan mudah saya tangkap dari selebrasi pemukulan Bedug Digital tersebut setidaknya memiliki dua makna yang sangat penting;

Pertama, posisi bedug secara digital adalah paduan media tradisional dan modern.
Makna dari paduan tersebut seperti sedang menyemangati jatidiri NU, meneguhkan posisi dan perinsip NU sebagai organisasi keagamaan yang lahir dari ulama tradisional, kiai-kiai pesantren yang teguh memegang perinsip ajaran luhurnya secara turun-temurun (al-muhafadzatu ala al-qadimi as-shalih). Namun demikian, pada saat yang sama, era digitalisasi seperti sekarang warga nahdliyin harus lebih bangkit, maju memanfaatkan platform digital sebagai sarana dakwah untuk bertujuan memperluas jangkauan amar makruf nahi mungkar (al-akhdzu biljadidi al-ashlah).

Selain merawat pola dan sistem dakwah tradisional, warga NU harus mampu mengembangkan pola dakwahnya secara dinamis, terus mengimbangi kemajuan teknologi, dan menjadi warna positif dalam sekat-sekat modernisasi.

Kedua, fungsi suara bedug yang dapat diperdengarkan kepada masyarakat, dapat memiliki arti lebih memperluas kiprah perjuangan NU secara global.

Pandangan dan sikap NU dikancah internasional sangat memiliki potensi untuk menyelesaikan persoalan keagamaan, keumataan atau kemanusiaan secara global. Baik penyelesaian yang dimaksud berhubungan dengan kemaslahatan kemanusiaan secara umum, atau terlebih secara khusus sikap dan pandangan NU dalam membela agama Islam dari segala bentuk penyimpangan akidah dan ibadah.

Refleksi ini ditulis saat dalam perjalanan pulang dari Sidoarjo menuju Jakarta selepas menghadiri acara Resepsi Puncak Satu Abad NU.

KH. Abdul Muiz Ali (Sekretaris Panitia Da’i Internasional Lembaga Dakwah PBNU)

Tags: Dai InternasionalFikih Perdaban
Share219Tweet137SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Lembaga Dakwah PBNU dan LAZISNU Siapkan Dai Internasional untuk Bulan Ramadan
Internasional

Lembaga Dakwah PBNU dan LAZISNU Siapkan Dai Internasional untuk Bulan Ramadan

by liputan9news
February 28, 2025
1

Jakarta | LIPUTAN9NEWS Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) bersama NU Care-LAZISNU kembali menggelar Pre-Departure Training Dai Ramadan...

Read more
Dubes Zuhairi Misrawi Nyatakan Fikih Peradaban NU sebagai Alternatif Gagasan Global

Dubes Zuhairi Misrawi Nyatakan Fikih Peradaban NU sebagai Alternatif Gagasan Global

October 22, 2022
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2524
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Gus Lilur

KPK Menunda Penahanan Tersangka, Gus Lilur: Segera Penjarakan Koruptor Dana Hibah Jatim

February 9, 2026
Gelar Munas Konbes PBNU, Kiai Lukman Paparkan Kesiapan Pesanten Al-Hamid sebagai Tuan Rumah

Di Balik Perubahan Nama Giri Kencana Menjadi Waduk Batu Licin Cilangkap

February 9, 2026
KH. MH. Bahaudin atau Gus Baha

Gus Baha: Indonesia Masuk BoP, Tapi Jangan Jadi Penonton Penjajahan

February 9, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In