TANGERANG | LIPUTAN9NEWS
Sholawat merupakan ibadah yang pasti diterima, walupun diucapkan oleh ahli maksiat (fajir/fasiq)
Imam As-Suyuthi rahimahullah berkata dalam kitab Al-Qaulul Badi’:
الصلاة على النبي ﷺ مقبولة قطعا لأنها مشتملة على الدعاء للنبي ﷺ وقد أمر الله بها”
“Shalawat kepada Nabi ﷺ pasti diterima, karena ia mengandung doa untuk Nabi ﷺ dan Allah telah memerintahkan dengannya”
Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr hafidzahullah, ulama kontemporer Saudi menjelaskan :
من خصائص الصلاة على النبي أنها لا تحتاج إلى طهارة ولا استقبال قبلة ولا أي شرط، ويقبلها الله حتى من العاصي”
Artinya: “Diantara kekhususan shalawat kepada Nabi adalah tidak butuh wudhu, tidak butuh menghadap kiblat, tidak butuh syarat apapun. Dan Allah subhanahu wata’aalaa menerimanya walau dari orang yang bermaksiat”
Al-Hafidz As-Sakhawi rahimahullah dalam kitab Al-Qaulul Badi’, beliau mengumpulkan 40 faedah shalawat. Di antaranya :
أنها سبب لتبشير العبد بالجنة قبل موته
Artinya: “Ia (sholawat) adalah sebab diberinya kabar gembira surga kepada seorang hamba sebelum wafatnya”
Dan beliau mengatakan :
الصلاة على النبي مقبولة من البر والفاجر
Artinya: “Shalawat kepada Nabi diterima dari orang baik maupun orang fajir/fasiq”
Ulama kaum salafi pun Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah ketika ditanya : “Apakah shalawat orang fasiq diterima?”
Beliau menjawab: “نعم، الصلاة على النبي ﷺ عبادة والله يقبلها حتى من الفاسق”
“Ya, shalawat kepada Nabi ﷺ adalah ibadah dan Allah subhanahu wata’aalaa menerimanya walaupun dari orang fasiq”
Ibnu ‘Atho Al-Askandary mengatakan :
ان الصلاه على النبي هي الذكر الذي ربنا يقبله حتى لو انت تعصى ربنا حالا وغارق في الذنوب اكراما من ربنا لوجه حبيبه
لماذا الله جعل الصلاه على النبي جزءا من صلاه الناس على المتوفي لان ربنا جعلها سبب شفاعه فيه حتى لو من العصاه طول عمره
Artinya: “Sesungguhnya shalawat kepada Nabi adalah dzikir yang pasti Allah subhanahu wata’aalaa terima, walaupun saat ini kamu sedang bermaksiat kepada Allah dan tenggelam dalam dosa. Itu sebagai bentuk pemuliaan dari Allah untuk wajah kekasih-Nya.”
“Kenapa Allah menjadikan shalawat kepada Nabi sebagai bagian dari shalat jenazah ? Karena Allah menjadikannya sebagai sebab datangnya syafaat untuk si mayit, walaupun seumur hidupnya dia termasuk orang yang ahli maksiat.”
Wallahu a’lam bisshowab
Hasan Yazid Al-Palimbangy, M.Ag., Juru Da’wah (da’i/muballigh). Khatib dan narasumber pengajian mingguan, bulanan di masjid-masjid perumahan dan kantor dan penulis buku-buku agama Islam.)
Domisili: Thali’a Clauster (Ps. Ceger) Jl. Musholla Nurul Huda No.1, blok B12Jurang Mangu Barat, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15222 HP/WA +62852-1737-0897.

























