• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
IKAP2S Desak Willy Aditya Cabut Usulan Alat Bantu Seks (sex toy) di Lapas

IKAP2S Desak Willy Aditya Cabut Usulan Alat Bantu Seks (sex toy) di Lapas

October 7, 2026
Buka Gebyar Hari Santri 2026, Arifin dorong kolaborasi NU dan pemerintah untuk memperkuat kesehatan warga, kebersihan lingkungan, serta akses pendidikan.

Wali Kota Jakpus Gandeng NU Perangi Stunting dan Sampah

October 15, 2026
KH Cholil Nafis, Wakil Ketua Umum MUI dan Rais Syuriyah PBNU

MUI Kecam Serangan Houthi, Desak Perlindungan Jamaah Umrah

October 15, 2026
PCNU Jakpus Gelar Gebyar Hari Santri 2026, Perkuat Kemajuan Umat dan Bangsa

PCNU Jakpus Gelar Gebyar Hari Santri 2026, Perkuat Kemajuan Umat dan Bangsa

October 15, 2026
Sambut Hari Santri dan Sumpah Pemuda, PNIB Salurkan 30.000 Liter Air Bersih

Sambut Hari Santri dan Sumpah Pemuda, PNIB Salurkan 30.000 Liter Air Bersih

October 15, 2026
Gebyar Hari Santri 2026, Gebyar Hari Santri 2026, PCNU Jakpus Hadirkan Pembinaan Anak Yatim hingga Inovasi Pakorlas

Gebyar Hari Santri 2026, PCNU Jakpus Hadirkan Pembinaan Anak Yatim hingga Inovasi Pakorlas

October 15, 2026
Perang Laporan Suap Muktamar NU Memanas

Perang Laporan Suap Muktamar NU Memanas

October 15, 2026
Gus Ipul Resmi Laporkan Tiga Penuduh Suap Muktamar NU

Gus Ipul Resmi Laporkan Tiga Penuduh Suap Muktamar NU

October 15, 2026
Sidang Korupsi Haji

Bos Travel Ungkap Fee Percepatan Haji 5.000-6000 Dolar

October 14, 2026
Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) kembali mengantarkan puluhan santrinya melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Sebanyak 27 santri BIMA dinyatakan lolos untuk melanjutkan studi ke Kerajaan Maroko pada 2026 melalui jalur seleksi Kementerian Agama Republik Indonesia dan program beasiswa kerja sama luar negeri.

27 Santri BIMA Lolos Studi ke Maroko 2026

October 14, 2026
“Dengan segala hormat, saya mengajak keluarga besar NU mulai sekarang harus siap-siap bertarekat

Mudir JATMAN Ali Masykur Musa Serukan Warga NU Mulai Bertarekat

October 14, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Thursday, October 15, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

IKAP2S Desak Willy Aditya Cabut Usulan Alat Bantu Seks (sex toy) di Lapas

liputan9news by liputan9news
October 7, 2026
in Nasional
A A
0
IKAP2S Desak Willy Aditya Cabut Usulan Alat Bantu Seks (sex toy) di Lapas

IKAP2S Desak Willy Aditya Cabut Usulan Alat Bantu Seks (sex toy) di Lapas (Foto: Logo IKAP2S)

512
SHARES
1.5k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya viral karena menegur seorang staf dengan ucapan yang dinilai tidak pantas dalam rapat DPR, Willy kini menuai kritik atas pernyataannya mengenai usulan penyediaan alat bantu seksual (sex toy) bagi warga binaan di lembaga pemasyarakatan (lapas).

Pernyataan mengenai fasilitas tersebut disampaikan Willy dalam pembahasan sistem pemasyarakatan pada 30 September 2026. Sejumlah media melaporkan Willy mengusulkan bilik keluarga bagi warga binaan yang telah memiliki pasangan serta alat bantu seksual bagi warga binaan yang membutuhkan.

Willy menjelaskan gagasan tersebut dikaitkan dengan konsep pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada penghukuman, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali dan berintegrasi dengan masyarakat.

Dalam keterangannya, Willy juga meminta jajaran pemasyarakatan melakukan pengawasan apabila gagasan tersebut diterapkan, termasuk memperhatikan aspek kesehatan.

BeritaTerkait:

MUI Tegaskan Sex Toy Haram, Minta DPR Cabut Usulan

JATMAN Gelar Dakwah di Lapas Kelas IIA Yogyakarta

Anggota DPRD Jatim Nyatakan Suramadu Berbayar, Ketum KPMM: Pernyataan Ngawur dan Bodoh

Pernyataan tersebut kemudian mendapat respons keras dari Ikatan Keluarga Alumni Antar Pondok Pesantren dan Simpatisan (IKAP2S).

Mellaui Ketua Umum DPP IKAP2S, Umar Faruq, menyayangkan pernyataan Willy yang disampaikan di ruang publik, terlebih karena Willy merupakan pimpinan salah satu komisi di DPR RI.

Menurut Umar Faruq, pernyataan tersebut semestinya dipertimbangkan secara matang karena menyangkut persoalan moral, sosial, dan nilai yang hidup di tengah masyarakat.

“Kami meminta kepada Willy Aditya untuk mencabut statemen tersebut, meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Madura, serta segera mencabut rencana kebijakan berupa alat bantu seks di lapas,” ujar Umar Faruq kepada media, Selasa (06/10/2026).

Umar Faruq menegaskan, tiga tuntutan tersebut menjadi sikap IKAP2S terhadap wacana yang disampaikan Willy.

IKAP2S Siapkan Langkah Lanjutan

Lebih lanjut, Umar menegaskan apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi, IKAP2S akan melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan tokoh ulama serta alumni pesantren untuk menyampaikan penolakan terhadap wacana tersebut.

Ia menyebut sejumlah langkah yang menurutnya akan ditempuh, termasuk melaporkan Willy Aditya ke Badan Kehormatan DPR RI.

Selain itu, IKAP2S menyatakan akan menyampaikan persoalan tersebut kepada Partai NasDem, partai politik yang menaungi Willy, serta mempertimbangkan aksi massa yang melibatkan komunitas pesantren, khususnya dari Madura dan Jawa Timur.

“Kami akan melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan para tokoh ulama dan tokoh alumni pesantren untuk menolak usulan tersebut,” terang praktisi hukum yang akrab disap Gus Faruq.

Gus Faruq juga mengaku yakin persoalan tersebut akan mendapat perhatian dari kalangan kiai, ulama, dan tokoh pesantren di Madura.

Soroti Rekam Jejak Pernyataan Willy

Kemudian, Gus Faruq juga mengaitkan kritiknya dengan peristiwa sebelumnya ketika Willy menjadi sorotan setelah video dirinya menegur seorang staf dalam rapat Komisi XIII DPR RI pada 28 September 2026 viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Willy terdengar mengucapkan kalimat “bacot kamu” kepada seorang staf. Peristiwa itu diberitakan sejumlah media setelah rekaman rapat beredar.

Menurut Umar, rangkaian peristiwa tersebut membuat dirinya mempertanyakan gaya komunikasi Willy sebagai seorang pimpinan komisi di DPR RI.

Gus Faruq juga menyampaikan kritik terhadap proses politik yang mengantarkan Willy menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Madura. Pernyataan tersebut merupakan pandangan dan kritik Umar Faruq, sehingga tidak dapat diposisikan sebagai fakta tanpa bukti atau data pendukung.

Minta Hormati Nilai Masyarakat Madura

Pada akhir pernyataanya, Gus Faruq berharap Willy Aditya segera memberikan respons terhadap tuntutan IKAP2S.

Ia menilai persoalan tersebut perlu disikapi dengan mempertimbangkan karakter sosial dan budaya masyarakat, khususnya masyarakat Madura yang menurutnya memiliki akar kuat dalam tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

“Kami berharap Willy Aditya segera memenuhi tuntutan IKAP2S agar bisa menghormati masyarakat, khususnya umat Islam dan masyarakat Madura yang dikenal kental dengan budaya Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” pungkasnya.

Sementara itu, usulan Willy mengenai bilik keluarga dan alat bantu seksual bagi warga binaan telah menjadi perhatian publik dan mendapat respons dari sejumlah pihak. Majelis Ulama Indonesia (MUI), misalnya, pada 4 Oktober 2026 juga menyampaikan nasihat agar Willy menarik kembali pernyataannya mengenai alat bantu seksual tersebut.

Hingga berita ini disusun, polemik tersebut memperlihatkan adanya perbedaan pandangan mengenai bagaimana kebutuhan warga binaan, prinsip reintegrasi sosial, kesehatan, serta norma agama dan kepatutan publik seharusnya ditempatkan dalam kebijakan pemasyarakatan.

(Ai/Msn)

Tags: Alat Bantu SeksGus FaruqIKAP2SLapassex toyWilly Aditya
Share205Tweet128SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Abdul Muiz Ali (Kiai AMA)
Nasional

MUI Tegaskan Sex Toy Haram, Minta DPR Cabut Usulan

by liputan9news
October 9, 2026
0

MUI Tegaskan Sex Toy Haram, Minta DPR Cabut Usulan

Read more
JATMAN Dakwah Lapas

JATMAN Gelar Dakwah di Lapas Kelas IIA Yogyakarta

November 4, 2025
Gus Faruq

Anggota DPRD Jatim Nyatakan Suramadu Berbayar, Ketum KPMM: Pernyataan Ngawur dan Bodoh

February 19, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Buka Gebyar Hari Santri 2026, Arifin dorong kolaborasi NU dan pemerintah untuk memperkuat kesehatan warga, kebersihan lingkungan, serta akses pendidikan.

Wali Kota Jakpus Gandeng NU Perangi Stunting dan Sampah

October 15, 2026
KH Cholil Nafis, Wakil Ketua Umum MUI dan Rais Syuriyah PBNU

MUI Kecam Serangan Houthi, Desak Perlindungan Jamaah Umrah

October 15, 2026
PCNU Jakpus Gelar Gebyar Hari Santri 2026, Perkuat Kemajuan Umat dan Bangsa

PCNU Jakpus Gelar Gebyar Hari Santri 2026, Perkuat Kemajuan Umat dan Bangsa

October 15, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In