JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Pusat menghadirkan gebrakan dalam Gebyar Hari Santri Nasional 2026. Tak sekadar perayaan, kegiatan ini diisi pembinaan anak yatim dan piatu, semaan Al-Qur’an 30 juz, hingga inovasi Pakorlas (Pemberantasan Korupsi dalam Salat).
Pembukaan kegiatan berlangsung di Kantor PCNU Jakarta Pusat, Jalan Percetakan Negara, Cempaka Putih Barat, Rabu (14/10/2026).
Acara tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta perwakilan badan otonom dan lembaga NU.
Ketua Tanfidziyah PCNU Jakarta Pusat, KH Yusrul Hana, menegaskan bahwa Hari Santri menjadi momentum untuk mengenang perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Hari Santri adalah hari di mana para santri berjuang membela Negara Indonesia, yang mana dengan perjuangan santri itulah bangsa ini tetap berada, bangsa ini tetap ada,” ujar KH Yusrul Hana.
Menurutnya, peringatan Hari Santri harus diisi kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus memperkuat nilai keislaman dan semangat kebangsaan.
Gebyar Hari Santri ini melibatkan berbagai unsur NU, mulai dari Muslimat NU, Fatayat NU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), hingga Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).
Salah satu program unggulan adalah pembinaan anak yatim dan piatu. Mereka diajak mengikuti pengajian setiap Sabtu sekaligus menerima santunan.
“Program ini dirancang sebagai bentuk kepedulian sosial dan pembinaan jangka panjang agar mereka tumbuh menjadi generasi penerus yang mampu melanjutkan perjuangan bangsa,” jelasnya.
Selain itu, PCNU Jakarta Pusat menggelar semaan Al-Qur’an bil-hifdzi yang melibatkan sekitar 10 hafiz dan hafizah. Kegiatan menghafal dan membaca Al-Qur’an tersebut berlangsung sehari, mulai pagi hingga sore.
Inovasi lainnya adalah Pakorlas, program edukasi yang memadukan pemberantasan korupsi dengan pembinaan salat. Melalui program ini, masyarakat diajak memperbaiki tata cara ibadah sekaligus memahami nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya.
“Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak memperbaiki tata cara ibadah sekaligus mendalami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” ungkap KH Yusrul Hana.
Gebyar Hari Santri juga dimeriahkan berbagai perlombaan, mulai dari salat Subuh berjamaah, membaca surat-surat pendek Al-Qur’an, selawat, hingga peragaan busana atau fashion show.
“Kolaborasi ini menjadi upaya bersama untuk memfasilitasi kreativitas warga Nahdliyin sekaligus memperluas syiar Islam di tengah masyarakat,” katanya.
KH Yusrul Hana berharap rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi warga Nahdliyin dan masyarakat Jakarta Pusat.
“Berbagai program yang dilaksanakan diharapkan dapat memperkuat kepedulian sosial, meningkatkan kualitas ibadah, serta meneruskan semangat perjuangan santri dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” pungkasnya.

























