JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Persoalan stunting dan sampah menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Jakarta Pusat. Wali Kota Arifin pun mengajak Nahdlatul Ulama (NU) turun tangan bersama pemerintah untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat perkotaan.
Ajakan tersebut disampaikan Arifin saat membuka Gebyar Pekan Hari Santri Nasional 2026 tingkat Kota Administrasi Jakarta Pusat di Kantor PCNU Jakarta Pusat, Jalan Percetakan Negara, Cempaka Putih Barat, Rabu (14/10/2026).
Arifin mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang berlangsung selama sepekan dengan beragam agenda keagamaan, sosial, dan edukatif. Menurutnya, momentum Hari Santri harus menjadi ruang memperkuat kontribusi santri dan organisasi NU dalam menjawab persoalan masyarakat.
Salah satu yang disorot adalah pengelolaan sampah di lingkungan perkotaan. Ia berharap keterlibatan warga NU dapat memperluas edukasi pemilahan sampah sekaligus mendukung upaya menekan angka stunting.
“Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah di lingkungan perkotaan. Melalui kolaborasi dengan warga NU, pemerintah berharap edukasi mengenai pemilahan sampah dapat semakin luas menjangkau masyarakat. Selain itu, keterlibatan NU juga diharapkan dapat mendukung upaya penanganan stunting,” ujar Arifin dalam sambutannya.
Selain mengajak NU memperkuat gerakan sosial, Arifin menyampaikan komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
Dukungan tersebut antara lain melalui program Kartu Jakarta Pintar (KJP), peningkatan anggaran makanan tambahan bagi balita dan lansia di posyandu, serta program beasiswa pendidikan melalui Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
“Berbagai program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, dan membuka kesempatan bagi generasi muda untuk berprestasi serta bersaing di tingkat global,” harap Arifin.
Menurutnya, sinergi pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan seperti NU penting agar berbagai program dapat menjangkau masyarakat lebih luas dan memberikan manfaat nyata.
Pembukaan Gebyar Pekan Hari Santri Nasional 2026 turut dihadiri jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, Ketua PCNU Jakarta Pusat KH Yusrul Hana, Ketua MUI Jakarta Pusat KH Robi, Rais Syuriyah PCNU Jakarta Pusat KH Mashuri, serta perwakilan badan otonom dan lembaga NU.
Rangkaian kegiatan dimeriahkan dengan semaan Al-Qur’an 30 juz oleh para hafiz dan hafizah, lomba salat Subuh berjemaah, pelatihan Pakorlas (Pemberantasan Korupsi dalam Salat), serta pembinaan dan santunan anak yatim.
Berbagai agenda tersebut menjadi bagian dari upaya PCNU Jakarta Pusat memperkuat syiar Islam sekaligus memperluas pelayanan sosial kepada masyarakat.
Pelibatan badan otonom dan lembaga NU juga diharapkan mempererat kebersamaan warga Nahdliyin serta mendorong keterlibatan mereka dalam menjawab tantangan sosial di Jakarta Pusat.
Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026, kolaborasi NU dan pemerintah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas kesehatan, menjaga kebersihan lingkungan, dan memperluas kesempatan pendidikan bagi masyarakat.

























