• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Yusuf mars

Islah PBNU dan Muktamar Bersama: Siapa Pemenangnya?

December 26, 2025
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

September 24, 2026
Sulaiman Djaya

Tentang Penulisan Puisi – Robert Frost dan Walt Whitman

September 24, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Daya Pesona Perpustakaan

September 24, 2026
Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

September 23, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, September 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Islah PBNU dan Muktamar Bersama: Siapa Pemenangnya?

Oleh: Yusuf Mars

liputan9news by liputan9news
December 26, 2025
in Opini
A A
0
Yusuf mars

Yusuf Mars, Founder & Editor In Chief Padasuka TV Youtube Channel/Foto: Liputan9news

550
SHARES
1.6k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Setelah berbulan-bulan memanas, konflik elit di tubuh PBNU akhirnya sampai pada satu kata yang lama ditunggu: islah. Kedua kubu sepakat menghentikan pertarungan terbuka dan memilih jalan tengah: menggelar muktamar bersama. Bagi sebagian orang, ini kabar melegakan. Bagi yang lain, ini baru jeda sebelum babak berikutnya dimulai.

Podcast @Padasukatv semalam menjadi ruang penting untuk membaca apa yang sebenarnya terjadi di balik layar islah ini—siapa yang berperan, apa maknanya, dan sejauh mana perdamaian ini benar-benar menyentuh akar persoalan.

Pembicara pertama, Gus Muid, perwakilan Pesantren Lirboyo, membuka satu fakta penting: islah ini tidak lahir dari meja rapat formal atau mekanisme struktural organisasi. Ia tumbuh dari jalur sunyi otoritas moral. Ada tokoh yang tidak tampil ke publik, tidak berpidato, tidak mengeluarkan pernyataan keras, namun memiliki daya tekan kultural yang cukup kuat untuk membuat kedua kubu duduk bersama dan menurunkan ego.

Dalam tradisi NU, penyelesaian konflik memang kerap berjalan seperti ini. Struktur bisa buntu, forum resmi bisa macet, tetapi pesantren—dengan kewibawaan sejarah dan moralnya—masih sanggup menjadi penengah ketika ego organisasi sudah terlalu tinggi.

BeritaTerkait:

NU dan Kepemimpinan Gus Kikin: Kompas Moral dan Visi Tranformatif Abad Kedua

PBNU 2026-2031 Harus Bersih dari Praktik Korupsi

Ber-NU Tanpa Ber-PBNU, Gus Lilur Kembali Lempar Kritik Usai Muktamar NU ke-35

Isu “PKB Come Back” Mencuat, Gus Lilur Bela Gus Kikin: PBNU Bukan PWNU Jawa Timur

Pembicara berikutnya, A.S. Hikam, pengamat politik sekaligus Menristek era Presiden Abdurrahman Wahid, sejak awal tidak pernah ragu bahwa konflik PBNU akan berujung pada islah. Bukan karena konflik ini ringan, melainkan justru karena NU memiliki tradisi panjang menyelesaikan persoalan dengan cara beradab.

Menurut Hikam, kunci islah bukan mencari siapa yang paling benar, melainkan siapa yang lebih dulu berani menurunkan ego. Islah adalah bentuk kedewasaan politik: berhenti memaksakan kehendak ketika kerusakan yang ditimbulkan jauh lebih besar daripada keuntungan yang diperebutkan.

Nada berbeda datang dari Cak Rofi, Leader Nahdliyin United. Ia tidak berhenti pada damai elite, tetapi mendorong langkah yang lebih tegas: dua tokoh utama yang selama ini berseteru sebaiknya tidak mencalonkan kembali dalam muktamar mendatang.

Pesannya sederhana namun tajam. Jika aktor konflik tetap maju, muktamar berpotensi hanya menjadi pengulangan pertarungan lama dengan kemasan baru. Islah, bagi Cak Rofi, seharusnya menjadi momentum regenerasi, bukan sekadar tombol reset konflik.

Dari sisi hukum organisasi, Taufik CH, praktisi hukum, mengingatkan bahwa islah tidak cukup dengan salaman dan pernyataan damai. Islah harus melahirkan produk hukum bersama. Tanpa itu, perdamaian hanya akan bergantung pada niat baik, yang sewaktu-waktu bisa berubah arah.

Peringatan ini dipertegas oleh Prof. Hanief Sahaghafur, mantan Ketua PBNU dan Guru Besar Universitas Indonesia. Ia menegaskan bahwa seluruh keputusan yang lahir dari konflik harus dicabut. Mulai dari surat pleno yang memberhentikan Gus Yahya dan mengangkat PJ Ketua Umum, hingga pergantian Sekjen Saifullah Yusuf dan Bendahara Umum Gus Waf yang dilakukan sepihak. Tanpa pencabutan ini, islah hanya akan berhenti di permukaan.

Siapa Pemenangnya?

Dalam konflik PBNU ini, pertanyaan siapa menang dan siapa kalah sebenarnya keliru sejak awal. Tidak ada kemenangan mutlak, dan tidak ada kekalahan total. Yang terjadi adalah kedua kubu sama-sama mundur satu langkah agar organisasi tidak jatuh ke jurang yang lebih dalam.

Yang “menang” adalah NU sebagai jam’iyah. Yang “kalah” adalah ego, gengsi, dan politik saling sandera. Islah ini bukan penobatan pemenang, melainkan kesepakatan kolektif untuk menunda kehancuran dan membuka ruang penyelesaian yang lebih bermartabat.

Islah Substansial atau Sekadar Formalitas?

Inilah pertanyaan paling menentukan. Islah formalitas hanya menutup konflik di level elite. Damai diumumkan, tetapi keputusan bermasalah tetap hidup, aktor konflik tetap dominan, dan kegelisahan warga NU tidak benar-benar dijawab.

Sebaliknya, islah substansial menuntut lebih: pencabutan keputusan sepihak, penataan ulang struktur, kepastian hukum organisasi, serta muktamar yang benar-benar adil dan inklusif. Jika islah berhenti sebelum titik ini, maka ia hanya menjadi jeda, bukan solusi.

Islah PBNU hari ini bukan garis finis. Ia adalah tanda start baru. Pertarungan tidak lagi dilakukan lewat surat, pleno, atau saling delegitimasi, melainkan dikembalikan ke arena yang sah: muktamar.

Dan di sanalah NU akan diuji—apakah benar belajar dari konflik, atau sekadar pandai menundanya.

Yusuf Mars, adalah Direktur Lembaga Kajian Strategis Islam Nusantara (LKSIN), Mahasiswa Doktoral Sejarah Peradaban Islam UNUSIA, dan Founder @Padasukatv.

Tags: IslahKetum PBNUPadasukaTVPBNURais Aam PBNUYusuf Mars
Share220Tweet138SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

NU dan Kepemimpinan Gus Kikin: Kompas Moral dan Visi Tranformatif Abad Kedua
Opini

NU dan Kepemimpinan Gus Kikin: Kompas Moral dan Visi Tranformatif Abad Kedua

by KH. Imam Jazuli, Lc. MA.
September 16, 2026
0

NU dan Kepemimpinan Gus Kikin: Kompas Moral dan Visi Tranformatif Abad Kedua

Read more
Ada satu prinsip yang semestinya tidak boleh ditawar dalam penyusunan kepengurusan PBNU hasil Muktamar ke-35 NU: integritas.

PBNU 2026-2031 Harus Bersih dari Praktik Korupsi

September 15, 2026
Gus Lilur

Ber-NU Tanpa Ber-PBNU, Gus Lilur Kembali Lempar Kritik Usai Muktamar NU ke-35

September 14, 2026
Gus Lilur

Isu “PKB Come Back” Mencuat, Gus Lilur Bela Gus Kikin: PBNU Bukan PWNU Jawa Timur

September 10, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In