• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Intelektual Muslim

Ketabahan dan Kesabaran

May 10, 2023
KH Imam Jazuli

Menembus Tembok Marginalitas: Transformasi Pendidikan Pesantren di Abad Kedua NU

February 12, 2026
Sulaiman Djaya

Pengetahuan dan Kekuasaan

February 12, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

NU dan Tantangan Abad Kedua, Antara Tradisi dan Transformasi

February 12, 2026
Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI) mengecam keras insiden penembakan pesawat sipil Cessna PK-SNR milik Smart Air yang terjadi saat proses pendaratan di Bandara Koroway Batu

BEM KSI Kecam Penembakan Pesawat Sipil di Boven Digoel

February 12, 2026
Bahar Smith

Bahar Smith Minta Maaf kepada Rida dan GP Ansor

February 12, 2026
Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin

Kemenag Upayakan Guru Madrasah Swasta Diangkat PPPK

February 12, 2026
Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas di Gedung KPK, Saat memberikan keterangan terkait kasus kuota haji 2024 yang sedang disidik KPK.

Yaqut Cholil Coumas Datangi BPK, Jelaskan Persoalan Kausus Kuota Haji Tambahan 2024

February 11, 2026
Gus Yaqut

Lawan KPK Melalui Praperadilan, Yaqut Gugat Batalkan Status Tersangkanya

February 11, 2026
Kiai Imam Jazuli: NU Harus Melahirkan Ulama Digital, Hadapi Realitas Zaman

Kiai Imam Jazuli: NU Harus Melahirkan Ulama Digital, Hadapi Realitas Zaman

February 11, 2026
Formula Kabupaten Bekasi Hadir di Tengah Bencana, Salurkan Bantuan untuk Warga Pesisir dan Babelan

Formula Kabupaten Bekasi Hadir di Tengah Bencana, Salurkan Bantuan untuk Warga Pesisir dan Babelan

February 11, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Thursday, February 12, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Dunia Islam Syiar Islam

Ketabahan dan Kesabaran

Oleh: Dr. KH. Zakky Mubarak Syamrakh, MA

liputan9news by liputan9news
May 10, 2023
in Syiar Islam
A A
0
Intelektual Muslim

Dr KH Zakky Mubarok, MA, Dewan Pakar Lajnah Dakwah Islam Nusantara (LADISNU)/Foto: Liputan9news

496
SHARES
1.4k
VIEWS

Ada seorang anak muda yang melakukan perjalanan yang panjang dan melelahkan. Tujuan dari perjalanan itu tiada lain bermaksud untuk menjumpai orang yang paling dicintainya, yaitu Nabi Muhammad s.a.w.. Setelah ia berjumpa dengannya, dalam perasaan yang haru dan bahagia, sebagai wujud dari perasaan rindunya yang sangat mendalam, ia berkata kepada Nabi s.a.w.: “Berikan wasiat kepadaku”. Dengan wasiat atau nasehat itu, ia akan meraih kesuksesan duniawi dan ukhrawi. Di luar dugaan, Nabi s.a.w. menjawab dengan kalimat yang sangat singkat: “Laa Taghdab”, kamu jangan marah, jangan bersikap emosional.

Pria itu tampak kurang puas, ia datang dari tempat yang jauh, hanya mendapat nasehat yang sangat singkat. Pemuda itu selanjutnya mohon kepada Nabi s.a.w. agar diberikan nasehat atau fatwa yang cukup banyak yang dijadikan sebagai bekal agar memproleh kebahagiaan pada masa kini dan pada masa yang akan datang. Nabi s.a.w. tetap hanya menyampaikan fatwa berupa kalimat yang singkat itu. Hal ini terus berlangsung sampai tiga kali. (HR. Bukhari, 5651). Setelah pemuda itu memperoleh jawaban yang disampaikan berkali-kali, barulah ia menyadari bahwa kalimat yang singkat itu sebetulnya mengandung pelajaran yang tinggi dan nasehat yang sangat luhur.

Bila kita memperhatikan dialog di atas, dan mencermatinya secara teliti, maka kita jumpai bahwa sabda Nabi yang sangat singkat itu cukup menjadi bekal bagi setiap orang yang ingin meraih kesuksesan yang maksimal. Kalimat yang simpel itu memiliki jangkauan makna yang luas dan mendalam. Kalimat seperti itu diistilahkan para ahli dengan sebutan “jawaa’mi’ul kalim”, salah satu kelebihan yang dimiliki Nabi s.a.w. yang tidak dimiliki nabi-nabi lain atau manusia lainnya. Arti istilah itu adalah perkataan yang amat singkat, namun jangkauan maknanya luas dan mendalam, serta kalimatnya sangat menarik.

BeritaTerkait:

Masjidil Haram Semakin Padat, Apa yang Harus Kita Lakukan?

Puasa Membina Kesabaran dan Ketabahan

Totalitas Cinta Kasih

Melanggengkan Nikmat dan Karunia

Kita bisa memperhatikan lebih jauh dari nasehat Nabi s.a.w. di atas, bahwa segala sesuatu tidak mungkin dapat diselesaikan dengan marah atau bersikap emosional. Bayangkan, pekerjaan apa yang bisa dilakukan dengan amarah? Pasti tidak ada!. Segala aktivitas atau kegiatan seperti ibadah, pekerjaan kantor, kegiatan bisnis, kegiatan ilmiah, semuanya akan gagal apabila dikerjakan dengan kemarahan, bahkan bisa rusak secara total.

Sukses atau gagalnya usaha seseorang, tergantung pada kemampuan orang itu untuk mengendalikan emosi atau nafsunya. Bila ia mampu mengendalikan nafsu dan emosinya, maka kesuksesan telah berada di tangannya. Sebaliknya, bila ia tidak dapat mengendalikan nafsunya, maka kegagalan telah membelenggu dirinya. Apabila manusia mampu mengendalikan nafsu dan emosinya, ia pasti menjadi manusia yang memiliki ketabahan, kesabaran, dan ketenangan.

Dengan sikap yang terpuji itu, ia akan meraih sukses dan menggapai kebahagiaan dalam segala kehidupan. Kesuksesan demi kesuksesan yang kita raih, semuanya tanpa keculali, harus ditempuh dengan ketabahan dan kesabaran. Hanya untuk meraih ijazah SD saja, kita harus berjuang dengan sungguh-sungguh selama enam tahun. Kita harus pulang pergi ke sekolah setiap hari, mengikuti ulangan dan ujian. Ijazah SD pun tidak mungkin kita raih, bila tidak ditempuh dengan kesabaran dan ketabahan. Demikian juga ijazah SMP, SMA, perguruan tinggi, dan seterusnya.

Sikap tabah, sabar, dan ketenangan merupakan sikap yang sangat terpuji. Ibnu Abbas r.a. meriwatkan suatu hadits bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda pada salah seorang sahabatnya bernama al-Asyja’i r.a.: “Sesungguhnya pada dirimu, terdapat dua sifat yang terpuji, yang keduanya dicintai oleh Allah s.w.t., yaitu (1) sikap penyantun dan (2) kesabaran dan ketenangan”. (HR. Bukhari, 4020 dan Muslim, 24).

Dua sifat tersebut merupakan perhiasan yang sangat indah yang apabila telah dimiliki seseorang, ia telah meniti jalan kesuksesan lahir dan batin, di dunia maupun di akhirat. Dengan kesabaran dan ketabahan, manusia akan meraih segala apa yang dicita-citakannya. Bersama ketenangan, ia dapat menyelesaikan permasalahannya dengan baik. Dengan demikian, orang tersebut akan memperoleh way out dari segala kesulitan dan akan menuju pada kesuksesan yang maksimal yang menjadi dambaan setiap individu.

Dr. KH. Zakky Mubarok Syakrakh, MA., Dewan Pakar Lajnah Dakwah Islam Nusantara (LADISNU) dan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

Tags: Dr. KH. Zakky Mubarak SyamrakhSabarTabah
Share198Tweet124SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Hjai 2024
Seputar Haji

Masjidil Haram Semakin Padat, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by liputan9news
June 4, 2024
1

Makkah, LIPUTAN 9 NEWS Tiga kata kunci, Jika kita bisa, insyaallah haji kita sukses, yaitu: Sabar, istighfar, dan ikhlas. (KH....

Read more
KH Zakky Mubarok

Puasa Membina Kesabaran dan Ketabahan

March 27, 2024
Berlomba dalam Kebaikan

Totalitas Cinta Kasih

June 13, 2023
Berlomba dalam Kebaikan

Melanggengkan Nikmat dan Karunia

June 8, 2023
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2525
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH Imam Jazuli

Menembus Tembok Marginalitas: Transformasi Pendidikan Pesantren di Abad Kedua NU

February 12, 2026
Sulaiman Djaya

Pengetahuan dan Kekuasaan

February 12, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

NU dan Tantangan Abad Kedua, Antara Tradisi dan Transformasi

February 12, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In