khutbah Jumat:Muhasabah dan Perbaikan Diri (Menyambut Tahun Baru 202)
Oleh : KH. Malkan Almasqo, S.IP., MA.
6 Rajab 1447 H. / 26 Desember 2025 M
Khutbah Pertama
اَلسَّلَامُ عَليْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُه
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللّٰهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَاَشْهَدُ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَ مَنْ تَبِعَهُ وَ وَالاَهُ وَ سَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
اَمَّا بَعْدُ :فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللَّهُ تَعَالٰى : اَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ : وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا
“Dan Dialah yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi siapa yang ingin mengambil pelajaran atau ingin bersyukur.” (QS. Al-Furqan: 62)
Hadirin jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala,
Marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena hanya dengan rahmat dan kasih sayang-Nya kita masih diberi kesempatan hidup, beribadah, dan memperbaiki diri hingga saat ini. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.
Dalam kesempatan ini khatib berwasiat kepada hadirin sekalian wabilkhusus bagi diri sendiri marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan senantiasa melaksanakan semua yang diperintahkan oleh Allah SWT dan menjauhkan diri kita dari semua yang dilarang oleh-Nya. Dengan demikian mudah-mudahan kita sampai kepada derajat yang dijanjikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya
….. اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti. “ (QS. Al Hujuraat [ 49 ] ayat 13)
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Hari demi hari, bulan demi bulan, dan kini kita telah sampai di penghujung tahun 2025. Tidak lama lagi kita akan memasuki tahun baru 2026, sebuah momentum yang patut kita sambut bukan dengan pesta dan hura-hura, tetapi dengan muhasabah, introspeksi diri, dan tekad untuk memperbaiki amal serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena sesungguhnya pergantian waktu adalah tanda kekuasaan Allah dan pengingat bahwa umur kita semakin berkurang. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا
“Dan Dialah yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi siapa yang ingin mengambil pelajaran atau ingin bersyukur.” (QS. Al-Furqan: 62)
Setiap kali tahun berganti, sejatinya kita sedang mendekat kepada akhir kehidupan, bukan menjauh darinya. sejatinya bukan usia kita yang bertambah, tetapi berkurang. Bertambahnya tahun berarti berkurangnya jatah hidup di dunia. Maka, tahun baru seharusnya menjadi waktu merenungi amal, bukan bersenang-senang tanpa arah. Setiap kali tahun berganti, Maka, yang paling bijak adalah menjadikan pergantian tahun sebagai pengingat untuk memperbanyak amal saleh dan meninggalkan dosa.
Rasulullah saw bersabda:
اَلكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ المَوْتِ، وَالعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللّٰهِ الأَمَانِيَّ
“Orang yang cerdas adalah yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati. Sedangkan orang yang lemah adalah yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)
Jamaah yang dirahmati Allah,
Mari kita jadikan momen pergantian tahun sebagai waktu untuk muhasabah. Sudahkah shalat kita lebih khusyuk? Sudahkah kita lebih jujur dalam bekerja? Sudahkah kita lebih taat kepada orang tua dan lebih banyak menolong sesama?
Pergantian tahun seharusnya juga menjadi momentum muhasabah — introspeksi diri atas perjalanan hidup yang telah kita lalui, sekaligus kesempatan untuk menyiapkan bekal bagi perjalanan panjang menuju akhirat.
Allah SWT mengingatkan dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللّٰهَ إِنَّ اللّٰهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)
Ayat ini menegaskan bahwa seorang mukmin yang cerdas adalah yang selalu memperhatikan amalnya, menimbang apa yang telah ia persiapkan untuk kehidupan setelah kematian. Sebab dunia ini hanyalah tempat singgah sementara, sedangkan akhirat adalah tempat tinggal yang kekal.
Jika tahun 2025 yang akan kita lalui masih banyak kesalahan dan kelalaian, maka tahun 2026 yang akan datang harus kita isi dengan tekad dan amal saleh yang lebih baik. Sebab, Allah mencintai orang-orang yang senantiasa memperbaiki diri.
….. اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)
Oleh karena itu, kaum Muslimin yang berbahagia,
Mari kita sambut tahun baru ini dengan taubat, niat yang ikhlas, dan semangat memperbaiki amal. Jangan sia-siakan waktu yang Allah berikan. Waktu adalah amanah, dan setiap detiknya akan dimintai pertanggungjawaban.
Rasulullah saw pernah bersabdayang artinya :
“Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang empat perkara: umurnya untuk apa dihabiskan, ilmunya untuk apa diamalkan, hartanya dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan, serta tubuhnya untuk apa digunakan.” (HR. Tirmidzi)
Hadits ini mengajarkan kita agar tidak terlena oleh kesenangan dunia.
Jangan sampai pergantian tahun hanya diisi dengan pesta, hura-hura, dan kemaksiatan. Sebaliknya, jadikanlah ia sebagai malam renungan dan taubat, malam untuk memohon ampun atas dosa-dosa yang telah lalu.
kaum Muslimin yang berbahagia,
Lalu, apa saja bekal yang seharusnya kita siapkan di pergantian tahun ini?
1. Bekal Iman dan Takwa
Inilah bekal utama yang paling berharga. Allah SWT berfirman:
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
“Berbekallah kalian, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah: 197)
Takwa adalah menjaga diri dari murka Allah dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
2. Bekal Amal Saleh
Setiap amal yang kita lakukan, sekecil apapun, akan kembali kepada kita.
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ، وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
“Barang siapa berbuat kebaikan seberat zarrah pun, niscaya ia akan melihat (balasannya); dan barang siapa berbuat kejahatan seberat zarrah pun, niscaya ia akan melihat (balasannya).” (QS. Az-Zalzalah: 7–8)
3. Bekal Taubat dan Istighfar
Tidak ada manusia yang luput dari dosa, tetapi Allah Maha Pengampun bagi mereka yang bertaubat.
Rasulullah saw bersabda:
كُلُّ بَنِيْ آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ
“Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi)
Maka, jadikan pergantian tahun sebagai saat terbaik untuk memohon ampun dan memulai lembaran baru dengan hati yang bersih.
Jamaah rahimakumullah,
Waktu adalah amanah yang sangat berharga. Setiap detik yang berlalu tidak akan pernah kembali. Rasulullah saw bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ
“Ada dua nikmat yang sering dilalaikan oleh banyak manusia: nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari)
Maka, sebelum tahun ini berakhir, marilah kita gunakan sisa waktu untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, menolong sesama, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Semoga tahun yang akan datang menjadi tahun penuh keberkahan, ketakwaan, dan kebaikan bagi kita semua.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

























