• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Yusuf mars

Lonceng Demokrasi Itu Tersentak, Ketika Purnawirawan Mengetuk Nurani

June 23, 2025
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Muhammad Ikhsanurrizqi, Ketua BEM PTNU Se-Nusantara.

Ketua BEM PTNU Sentil Pernyataan Presiden soal Rupiah: Rakyat Kecil Tetap Jadi Korban

May 18, 2026
Kongkalikong Tender Gedung BTN Sulampua? Logis 08 Desak BTN dan Danantara Buka-bukaan

Logis 08 Soroti Danantara, Proyek Perkampungan Haji di Mekkah Belum Tunjukkan Progres Nyata

May 16, 2026
Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

May 16, 2026
DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

May 16, 2026
KH. Cholil Nafis, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah

Jamaah Haji 2026 Diizinkan Kemenhaj Bayar Dam di Tanah Air, Inilah Respon Kiai Cholil Nafis

May 16, 2026
SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

May 16, 2026
Gus Rosikh : KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

Gus Rosikh: KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

May 15, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, May 19, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Lonceng Demokrasi Itu Tersentak, Ketika Purnawirawan Mengetuk Nurani

Oleh: Yusuf Mars

liputan9news by liputan9news
June 23, 2025
in Opini
A A
1
Yusuf mars

Yusuf Mars, Founder & Editor In Chief Padasuka TV Youtube Channel/Foto: Liputan9news

615
SHARES
1.8k
VIEWS

Jakarta | LIPUTAN9NEWS

Sudah lebih dari enam bulan, Mas Wapres Gibran Rakabuming Raka menjalani tugasnya sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Namun, angin di sekitar istana rupanya tak selamanya membawa kesejukan. Beberapa waktu lalu, sejumlah purnawirawan TNI—termasuk mantan Wakil Presiden Jenderal (Purn) Try Sutrisno—melangkah pelan namun pasti. Mereka tidak datang dengan senjata, melainkan membawa delapan butir kegelisahan. Salah satunya: usulan pemakzulan sang wakil presiden.

Sebagai warga biasa yang menyaksikan jalannya demokrasi dari pinggir layar, dan dari serpihan berita, saya bertanya-tanya: apa yang membuat para penjaga lama republik ini turun gunung? Apa yang mereka lihat dari kejauhan hingga merasa perlu datang dan mengetuk pintu kekuasaan, seperti hendak berbisik: “Ada yang tak semestinya di dalam.”

Secara hukum, usulan pemakzulan ini tentu bisa ditepis. Konstitusi kita mensyaratkan pelanggaran berat dan proses politik yang rumit untuk mencopot seorang wakil presiden. Tapi kegelisahan yang mencuat dari masyarakat—dan tampaknya juga dari para purnawirawan itu—bukan semata soal hukum. Ini tentang etika. Tentang rasa keadilan yang terasa tergelincir.

BeritaTerkait:

Beratnya Beban Kerja Panitia Pilkada, Ali Mochtar Ngabalin: E-Voting sebagai Solusi Bijak

Diskusi Ngaji Regulasi Bedah Aturan Baru KUHAP, Soroti Ancaman Demokrasi

Penguat Demokrasi Lokal

Demokrasi yang Disempitkan: Dominasi UKM LDK dan Matinya Partisipasi Mahasiswa

Saya pribadi tidak punya perkara dengan Mas Wapres. Ia muda, energik, dan mungkin sungguh ingin bekerja. Tapi ini bukan soal siapa dia, melainkan bagaimana ia sampai di sana.

Max Weber pernah mengingatkan bahwa kekuasaan yang sah tidak hanya ditentukan oleh prosedur hukum, tapi juga oleh legitimasi moral. Bila jalan menuju tampuk kekuasaan dipenuhi privilese keluarga, dibungkus tafsir hukum yang lentur, dan dilindungi oleh diamnya para elite, maka sekuat apapun payung legalitasnya, akan tetap ada ruang hampa dalam kepercayaan publik—seperti rumah megah yang dibangun di atas tanah yang retak.

Jika dibaca secara kasat mata, langkah para purnawirawan ini tampak bukan sebagai ekspresi ambisi politik. Mereka tidak membawa calon pengganti, tidak pula mendirikan partai. Mereka hanya datang—dengan gaya khas generasi sepuh—menyampaikan teguran secara sopan, tertib, tanpa gaduh.

Saya teringat pada teori sosiolog Italia, Vilfredo Pareto, tentang sirkulasi elite. Bahwa setiap zaman melahirkan elite baru dan memundurkan yang lama. Namun dalam situasi luar biasa—ketika elite baru mulai kehilangan arah—elite lama kadang perlu kembali bersuara. Bukan untuk merebut, melainkan untuk mengingatkan.

Mungkin mereka tidak ingin bangsa ini terus melaju seolah-olah semuanya baik-baik saja. Mungkin mereka datang bukan untuk mengganggu, melainkan untuk mengatur nafas dan ritme politik. Dan dalam demokrasi, kadang sebuah jeda dibutuhkan—bukan untuk menghambat laju, tetapi untuk menyelamatkan arah.

Tentu, kita sadar bahwa pemakzulan bukan perkara ringan. Konstitusi menjaga pintu itu dengan sangat ketat. Tapi usulan ini saya lihat bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai simbol. Sebuah isyarat bahwa demokrasi kita mungkin sedang “demam”, dan nadinya perlu “diperiksa”.

Antonio Gramsci pernah berkata, kekuasaan menjadi hegemonik ketika tak lagi ada yang berani menentangnya. Ketika ruang publik semakin sunyi, ketika narasi tunggal terus diulang dan dijadikan satu-satunya kebenaran, maka suara berbeda—betapapun kecilnya—menjadi sangat berharga. Suara para purnawirawan itu, menurut saya, ibarat lonceng kecil yang berdenting di tengah malam: tak membangunkan seluruh kota, tapi cukup untuk membuat kita membuka mata dan bertanya, “Benarkah semuanya baik-baik saja?”.

Michel Foucault juga pernah memperingatkan: kekuasaan modern tidak lagi menindas dengan kekerasan, tapi melalui produksi wacana. Ia membentuk apa yang boleh dikatakan, apa yang dianggap masuk akal, apa yang layak dipercaya. Ketika satu wacana mendominasi, perlahan pilihan kita menyempit, kebebasan menyusut, dan suara berbeda dianggap sebagai gangguan—bukan penyeimbang.

Saya tak tahu apakah surat para purnawirawan itu akan mengguncang tatanan politik atau tidak. Tapi saya percaya, dalam demokrasi, suara yang paling pelan kadang justru yang paling jujur. Dan ketika mereka yang pernah berdiri di garis depan republik kini datang menyampaikan peringatan, kita sebaiknya tidak buru-buru menuding, apalagi menutup telinga.

Sebab demokrasi tak pernah mati oleh satu keputusan besar. Ia memudar perlahan—saat keberanian untuk berbeda menghilang, saat suara minor disamakan dengan ancaman, dan saat jeda dianggap sebagai kelemahan.

Dalam momen seperti ini, saya teringat pada pemikiran Hannah Arendt—bahwa kejahatan terbesar dalam politik sering kali tidak lahir dari niat jahat, melainkan dari ketidakpedulian; dari kebiasaan membiarkan segalanya berjalan begitu saja, tanpa tanya, tanpa jeda. Socrates mengingatkan kita bahwa “hidup yang tidak diperiksa adalah hidup yang tidak layak dijalani.”

Di tengah dunia yang ramai dan cepat, barangkali yang kita butuhkan justru adalah keberanian untuk berhenti sejenak—untuk membuka pintu ketika ada yang mengetuk, dan mendengarkan.

Karena sejatinya, demokrasi bukan soal siapa yang menang, tapi siapa yang masih mau mendengar. Dan barangkali, sesekali, ia memang perlu disela—agar tidak tersesat dalam diam yang terlalu panjang.

Tentang Penulis: Yusuf Mars adalah Lulusan Magister Ilmu Komunukasi Politik Universitas Paramadina, Founder @PadasukaTV, Channel Youtube Sosial Politik dan Keagamaan. Pemerhati Komunikasi politik dan kebijakan publik

Tags: DemokrasiGibranNuraniPamkzulan GibranPoitikPurnawirawanTry Sutrisno
Share246Tweet154SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Prof. Ali Mochtar Ngabalin
Nasional

Beratnya Beban Kerja Panitia Pilkada, Ali Mochtar Ngabalin: E-Voting sebagai Solusi Bijak

by Moh. Faisal Asadi
January 20, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Beban kerja berat yang dialami panitia pemilihan kepala daerah (pilkada) kembali menjadi perhatian. Pengalaman di lapangan menunjukkan...

Read more
Diskusi Ngaji Regulasi Bedah Aturan Baru KUHAP, Soroti Ancaman Demokrasi

Diskusi Ngaji Regulasi Bedah Aturan Baru KUHAP, Soroti Ancaman Demokrasi

January 15, 2026
Foto: Ilustrasi

Penguat Demokrasi Lokal

January 9, 2026
Demokrasi yang Disempitkan: Dominasi UKM LDK dan Matinya Partisipasi Mahasiswa

Demokrasi yang Disempitkan: Dominasi UKM LDK dan Matinya Partisipasi Mahasiswa

December 23, 2025
Load More

Comments 1

  1. herpafend says:
    3 months ago

    **herpafend**

    herpafend is a natural wellness formula developed for individuals experiencing symptoms related to the herpes simplex virus.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2561
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In