• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Imam Jazuli

Menarik! Fakta Pernyataan Cak Imin tentang Tingkat Pengaruh Politik PBNU terhadap PKB

March 2, 2026
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Muhammad Ikhsanurrizqi, Ketua BEM PTNU Se-Nusantara.

Ketua BEM PTNU Sentil Pernyataan Presiden soal Rupiah: Rakyat Kecil Tetap Jadi Korban

May 18, 2026
Kongkalikong Tender Gedung BTN Sulampua? Logis 08 Desak BTN dan Danantara Buka-bukaan

Logis 08 Soroti Danantara, Proyek Perkampungan Haji di Mekkah Belum Tunjukkan Progres Nyata

May 16, 2026
Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

May 16, 2026
DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

May 16, 2026
KH. Cholil Nafis, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah

Jamaah Haji 2026 Diizinkan Kemenhaj Bayar Dam di Tanah Air, Inilah Respon Kiai Cholil Nafis

May 16, 2026
SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

May 16, 2026
Gus Rosikh : KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

Gus Rosikh: KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

May 15, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, May 19, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Menarik! Fakta Pernyataan Cak Imin tentang Tingkat Pengaruh Politik PBNU terhadap PKB

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc. MA

KH. Imam Jazuli, Lc. MA. by KH. Imam Jazuli, Lc. MA.
March 2, 2026
in Opini
A A
2
Imam Jazuli

KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

523
SHARES
1.5k
VIEWS

CIREBON | LIPUTAN9NEWS

Hubungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kembali memanas dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Itu bermula ketika Ketua Umum (Ketum) PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyebut sikap politik apa pun dari Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) tidak berpengaruh pada suara PKB.

Dalam program “Ngabuburit Bersama Tokoh” CNN Indonesia TV, Minggu (1/5), Cak Imin mengatakan “Semua lembaga survei (menyebut) pemilih PKB adalah loyal, solid sekali sampai ke bawah. Bahkan, Yahya Cholil, ketum PBNU ngomong apa aja terhadap PKB, enggak ngaruh sama sekali.”

Loyalitas pendukung PKB adalah fakta politik yang tidak banyak disadari orang. Di sisi lain, tidak besarnya pengaruh seorang ketua umum PBNU juga fakta politik yang tidak saja mungkin terjadi pada era kepemimpinan Gus Yahya, tetapi juga bisa dilihat dalam sejarah, setidaknya sejak Pilpres 2014 yang lalu. Pernyataan Cak Imin lebih kepada pemaparan fakta historis daripada opini belaka.

Namun begitu, pernyataan Cak Imin dinilai arogan oleh Ketua PBNU Ishfah Abidal Aziz. Menurutnya, Cak Imin telah kehilangan akhlak komunikasi dan terlihat arogansi Muhaimin sebagai ketum PKB. Ishfah menambahkan bahwa PBNU berkontribusi pada kemenangan PKB, walaupun di bawah kepemimpinan Cak Imin, PKB tidak memberikan timbal balik yang sebanding bagi PBNU (CNN, 2 Mei 2022).

BeritaTerkait:

Sinyal Kuat Regenerasi PBNU: Gus Yusuf, KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid dan Gus Miftah ‘Satu Shaf’ di PMKNU Cirebon

Gus Kikin Beri Sinyal Siap Pimpin NU, Serukan Kembalinya Soliditas Nahdliyin Jelang Muktamar ke-3

Kasus Kardus Durian, Nama Cak Imin Kembali Disorot

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35

Dua sudut pandang di atas, PKB dan PBNU, perlu dibaca dari hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 kemarin. Menurut data Komisi Pemilihan Umum (KPU), PKB berhasil mendulang suara sebesar 13.570.097 (9,69 persen) mendapat 58 kursi dari jumlah total suara sah nasional pada pemilu anggota DPR yang sebesar 139.970.810 suara.

Sementara di sisi lain yang berbeda, ormas Islam Nahdlatul Ulama (NU) memiliki anggota mencapai 91,2 juta per 2019. Menurut hasil Survei LSI mencatat bahwa populasi anggota NU mencapai 35,5 persen dari total 249,9 juta penduduk Indonesia.

Sampai di sini sudah bisa ditimbang secara garis besar. Dengan mengasumsikan 13,5 juta suara PKB berasal dari 91,2 juta warga NU, maka di sana ada sisa suara NU sebesar 77,7 juta yang tidak diperuntukkan untuk PKB. Dengan kata lain, PKB hanya mendapatkan 15 persen (13,5 juta) dari NU. Ke mana sisa suara NU yang 85 persen (77,7 juta) itu?

Pandangan Ketua PBNU Ishfah Abidal Aziz tidak dapat ditelan mentah-mentah. Walaupun di ruang publik sepintas membela citra positif kontribusi NU pada PKB, tetapi sudut pandangnya melahirkan konsekuensi logis lain yang kontraproduktif. PBNU akan dinilai hanya berkontribusi 15 persen pada PKB, dan 85 persen sisanya untuk parpol lain.

Menurut hemat penulis, ada fenomena politik yang bisa dijadikan sudut pandang dalam membaca kontribusi NU pada PKB. Hal itu bisa dimulai dari Pemilu 2014 dan 2019. Pada Pilpres 2014, KH. Said Aqil Siradj sebagai ketum PBNU kala itu secara pribadi mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Baru pada Pilpres 2019, Kiai Said Aqil mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Faktanya, sekalipun Kiai Said sebagai ketum PBNU mendukung Prabowo, warga NU tetap mendukung Jokowi-Jusuf Kalla (JK). Baru pada 2019, Kiai Said dan warga NU sama-sama mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Sementara di sisi lain, PKB sejak 2014-2019 konsisten mendukung Jokowi. Di sini memang ada persinggungan antara dukungan PKB pada Jokowi dan kontribusi NU pada PKB khususnya dan Jokowi umumnya.

Hanya saja, Ishfah Abidal Aziz tidak sadar bahwa PBNU dan warga NU adalah dua entitas politik yang berbeda. Karenanya, walaupun Kiai Said Aqil Siradj sebagai ketum PBNU mendukung Prabowo, warga NU lebih mendukung Jokowi. Begitupun seandainya kali ini Gus Yahya mendukung pilihan lain di luar pilihan PKB maka itu tidak berarti mewakili seluruh suara warga NU.

Andaikan ketum PBNU mewakili suara warga NU maka dukungan NU pada Pilpres 2014 akan mengalir ke Prabowo-Hatta Rajasa. Ini tidak terjadi sama sekali. Baru tatkala PBNU dan NU satu suara seperti saat Pilpres 2019, memilih Jokowi-Ma’ruf Amin, maka terjadilah semua suara NU mengalir pada hilir yang sama.

Dalam konteks fenomena semacam ini, pernyataan politis Cak Imin bahwa sikap apapun dari Gus Yahya tidak akan memengaruhi soliditas 13,5 juta pemilih PKB. Sebab, Gus Yahya adalah representasi elite PBNU, sedangkan Cak Imin memaksudkan entitas warga NU. Sementara relasi PBNU dan warga NU merupakan dimensi lain yang tidak sederhana, bahkan bisa berseberangan satu sama lain seperti pada Pilpres 2014.

Warga NU adalah entitas politik yang berdaulat, bahkan tidak bisa dikendalikan sepenuhnya oleh PBNU. Elite-elite pengurus PBNU bukan kiai-kiai kultural NU. Sekalipun elite-elite PBNU memiliki jumlah massa fanatik mereka masing-masing, namun faktanya kiai-kiai kultural NU jauh lebih besar basis massa mereka. Atau sebaliknya dengan asumsi aman dan paling minimalis, jika elite PBNU menguasai 77,7 juta suara, kiai-kiai kultural NU mampu menggalang 13,5 juta suara.

Realitasnya adalah adanya Gerakan Nahdliyin Bersatu di Jawa Timur. Gerakan kultural politik ini merupakan representasi batas pengaruh elite struktural PBNU dan kedaulatan warga NU. Gerakan ini dideklarasikan di Bangkalan, Madura. Pengamat politik yang juga Direktur Surabaya Survey Center (SSC) Mochtar W Oetomo menilai keyakinan didukung kalangan Nahdliyin tersebut cukup masuk akal. Itu lantaran jaringan figur Gus Muhaimin serta PKB yang selama ini dikenal memiliki irisan kuat dengan kalangan Nahdliyin. Di kalangan kiai muda yang populer adalah Gus Kautsar Kediri.

Akhir kata, menurut penulis, pernyataan kontroversial Cak Imin dalam membaca manuver politik Gus Yahya bukan sebuah arogansi dalam komunikasi, melainkan pemetaan yang akurat tentang besaran suara PKB yang solid dari atas hingga bawah. Hal itu mungkin terjadi karena jumlah warga NU yang mendukung PKB hanya 15 persen dari total warga NU yang 91,2 juta atau 35,5 persen dari populasi Indonesia. Wallahu a’lam bis shawab.

Artikel ini tayang juga di Disway.id dengan judul Fakta Pernyataan Cak Imin tentang Tingkat Pengaruh Politik PBNU terhadap PKB, pada hari Senin, 09 Mei 2022.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA, Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: Cak IminPBNUPKB
Share209Tweet131SendShare
KH. Imam Jazuli, Lc. MA.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA.

Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

BeritaTerkait

Sinyal Kuat Regenerasi PBNU: Gus Yusuf, KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid dan Gus Miftah ‘Satu Shaf’ di PMKNU Cirebon
Nasional

Sinyal Kuat Regenerasi PBNU: Gus Yusuf, KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid dan Gus Miftah ‘Satu Shaf’ di PMKNU Cirebon

by liputan9news
May 14, 2026
0

CIREBON | LIPUTAN9NEWS – Ballroom Hotel Aston Cirebon mendadak menjadi pusat perhatian warga Nahdliyin. Bukan sekadar pertemuan biasa, tiga tokoh besar...

Read more
Gus Kikin Beri Sinyal Siap Pimpin NU, Serukan Kembalinya Soliditas Nahdliyin Jelang Muktamar ke-3

Gus Kikin Beri Sinyal Siap Pimpin NU, Serukan Kembalinya Soliditas Nahdliyin Jelang Muktamar ke-3

May 8, 2026
Kasus Kardus Durian, Nama Cak Imin Kembali Disorot

Kasus Kardus Durian, Nama Cak Imin Kembali Disorot

May 4, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy", "Warga NU, Kiai Kampung, Pengusaha Rokok

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35

April 28, 2026
Load More

Comments 2

  1. Pingback: Ibnu Athaillah, Nasihat Sufistik untuk Umat dan Penguasa - Liputan 9
  2. finessa says:
    3 months ago

    **finessa**

    Finessa is a natural supplement made to support healthy digestion, improve metabolism, and help you achieve a flatter belly.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2561
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In