• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Pesantren, Pseudo Pesantren dan Tantangannya.

Pesantren, Pseudo Pesantren dan Tantangannya.

November 3, 2022
Relawan Emak-Emak Prabowo Apresiasi Pengangkatan Ibu Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN, Dorong Program Gizi Tepat Sasaran

Relawan Emak-Emak Prabowo Apresiasi Pengangkatan Ibu Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN

June 8, 2026
Soliditas NU Bengkulu, Gus Salam; Teladan Khidmah Demi Kemashlahatan Umat

Soliditas NU Bengkulu, Gus Salam: Teladan Khidmah Demi Kemaslahatan Umat

June 8, 2026
Kiai Imam Jazuli Ingatkan Respons terhadap Disrupsi, Gus Yahya Tekankan Kekuatan Ruhani Pesantren

Kiai Imam Jazuli Ingatkan Respons terhadap Disrupsi, Gus Yahya Tekankan Kekuatan Ruhani Pesantren

June 8, 2026
Prabowo Mania 08 Apresiasi Penunjukan Kepala BGN Baru Naniek S. Deyang

Prabowo Mania 08 Apresiasi Penunjukan Kepala BGN Baru Naniek S. Deyang

June 7, 2026
Warga Negara Yaman dideportasi imigrasi Lampung, ini masalahnya

Warga Negara Yaman dideportasi imigrasi Lampung, ini masalahnya

June 7, 2026
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan KH. Imam Jazuli, Lc., MA Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon.

Kiai Imam Jazuli Soroti Ego Sektoral Menuju Harmoni Kolektif

June 7, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc., MA Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) bersama Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf

Nahnu NU: Dari Ego Sektoral Menuju Harmoni Kolektif

June 7, 2026
KH. Khotimi Bahri, Katib Syuriah PCNU Kota Bogor dan Sedang Menyelesaikan Program Doktoral di SPI UNUSIA

Salafi-Wahabi Dalam Sejarah Gerakan Radikalisme Islam

June 6, 2026
Gus Salam; Inovasi Khidmah NU Sulsel Berbasis Potensi Dan Kearifan Lokal

Gus Salam: Inovasi Khidmah NU Sulsel Berbasis Potensi Dan Kearifan Lokal

June 6, 2026
Robikin Emhas, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama 2015-2021

Dari Rais Akbar ke Rais ’Aam: Relevansi Kepemimpinan Ulama NU di Era Modern

June 7, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, June 8, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Pesantren, Pseudo Pesantren dan Tantangannya.

Oleh: KH. Jamaluddin F Hasyim

liputan9news by liputan9news
November 3, 2022
in Uncategorized
A A
1
Pesantren, Pseudo Pesantren dan Tantangannya.
510
SHARES
1.5k
VIEWS

Dunia pesantren sedang mengalami tantangan yang makin berat. Tahun ini beberapa kejadian di pesantren menyita perhatian masyarakat, terlebih di era dimana ruang tertutup nyaris tidak ada. Kita bagaikan berada dalam gelas kaca yang semua orang dapat melihat dan mengetahui tanpa mampu kita kendalikan.

Kasus besar terjadi di awal tahun di sebuah boarding school (sekolah berasrama) yang kemudian secara serampangan disebut sebagai pesantren di wilayah Bandung Jawa Barat. Seorang pimpinan lembaga (saya tidak mau menyebutnya pesantren) tersebut mencabuli bahkan menghamili murid wanitanya. Bukan hanya satu korbannya, namun beberapa orang, bahkan hingga melahirkan. Alhamdulilah pelakunya sudah dijatuhi hukuman.

Kejadian hampir serupa di sebuah pesantren (kalau ini memang pesantren) di Jombang Jawa Timur. Seorang putra kyai juga mencabuli beberapa santri putrinya dengan tekanan. Sempat tegang karena beberapa kali aparat dihalangi untuk menangkap sang “Gus” oleh pengikut tarekat pimpinan ayahnya. Akhirnya, proses hukum berhasil dijalankan.

BeritaTerkait:

Kiai Imam Jazuli Ingatkan Respons terhadap Disrupsi, Gus Yahya Tekankan Kekuatan Ruhani Pesantren

Kiai Imjaz Bina Insan Mulia: Ketika Pesantren Berani Bertransformasi, PTN dan Beasiswa Global bukan Lagi Mimpi

Tingkatkan Wawasan Global, Pesantren Bina Insan Mulia Berangkatkan 17 Santri ke New Zealand

KH Imam Jazuli Siapkan Revolusi Tranformatif 5.000 Pesantren, Pengasuh dari 34 Provinsi Digembleng Sepanjang 2026

Kasus terakhir menimpa Pondok Moderen Gontor Ponorogo Jawa Timur. Seorang santri meninggal dunia konon akibat kekerasan dalam proses pelatihan di pondok tersebut. Betapa pilu hati orang tua santri yang kehilangan putra harapan masa depannya.

Beberapa kejadian diatas memang tidak bisa dipakai untuk menilai pesantren secara keseluruhan yang jumlahnya tidak kurang dari 27.000 di seantero negeri. Meskipun tidak bisa kita pungkiri setiap pesantren pasti menyimpan masalahnya sendiri namun kurang terekspos keluar dinding pesantren.

Biasanya, kawasan pondok santri putri berada satu komplek dengan kediaman kyai pondok. Pertimbangannya tentu soal keamanan. Berada disisi kyai lebih terjamin keamanannya. Namun perkembangan jaman perlu diantisipasi.

Rumah kyai berarti rumah bagi putra-putra sang kyai yang masih muda dan naluriahnya memiliki ketertarikan dengan perempuan di sekitarnya. Sementara akses teknologi kepada konten pornografi bisa terjadi pada para Gus ini.

Disinilah kerawanan terjadi, padahal santri putri berada dalam posisi lemah yang sulit melawan keinginan keluarga kyai.

Dalam pesantren “asli” yang mewarisi tradisi turun temurun saja kerawanan itu bisa terjadi, apalagi pesantren jadi-jadian (pseudo pesantren) dimana tidak ada kyai melainkan hanya pimpinan lembaga yang tentu berbeda jauh kualitas kelimuan dan apalagi spiritualnya.

Pseudo pesantren ini kini makin marak dan memprihatinkan. Padahal perbedaannya dengan pesantren yang “asli” sangat jauh.

Satu, tidak ada figur kyai yang menjadi sentral aktivitas pesantren. Kyai bukan hanya pemimpin dalam keilmuan dan manajemen pondok, namun juga panutan dalam akhlak dan rujukan dalam spiritual. Di boarding school yang ada hanya pimpinan lembaga, tidak harus menjadi panutan dan apalagi rujukan spiritual.

Dua, pesantren dibangun dengan semangat bertumbuh, dari sedikit santri hingga menjadi banyak, bahkan banyak santri yang mendirikan asramanya sendiri. Dalam boarding school, gedung dibangun lebih dahulu, sarana dilengkapi, baru cari murid. Bahkan pimpinan bisa direkrut kemudian. Dan digaji pula.

Tiga, kurikulum pesantren biasanya mengikuti kurikulum pondok tempat sang kyai mengaji dahulu. Maka muncul istilah “pondok cabang” atau “pondok anak” dari sebuah pesantren besar. Dalam boarding school, kurikulum tidak mengacu ke masa lalu namun baru disusun sesuai kajian pendirinya

Empat, pesantren biasanya tidak mematok biaya mondok yang tinggi, berbeda dengan boarding school yang biasanya biayanya fantastis

Itulah beberapa perbedaan pesantren yang kini terdapat rujukan undang-undannya dengan pseudo pesantren yang banyak bermunculan kini. Semoga tulisan sederhana ini bisa membaw kita merenungkan lebih jauh posisi dan peran pesantren di era 4.0 ini.

Oleh: KH. Jamaluddin F Hasyim, Ketua KODI DKI Jakarta

Tags: KH. Jamaluddin F. HasyimPesantrenPseudo
Share204Tweet128SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Kiai Imam Jazuli Ingatkan Respons terhadap Disrupsi, Gus Yahya Tekankan Kekuatan Ruhani Pesantren
Nasional

Kiai Imam Jazuli Ingatkan Respons terhadap Disrupsi, Gus Yahya Tekankan Kekuatan Ruhani Pesantren

by liputan9news
June 8, 2026
0

CIREBON | LIPUTAN9NEWS Di era ketika perubahan datang tanpa mengetuk pintu, pesantren tampaknya tidak cukup hanya bertahan. Pesantren dituntut untuk...

Read more
Kiai Imjaz Bina Insan Mulia: Ketika Pesantren Berani Bertransformasi, PTN dan Beasiswa Global bukan Lagi Mimpi

Kiai Imjaz Bina Insan Mulia: Ketika Pesantren Berani Bertransformasi, PTN dan Beasiswa Global bukan Lagi Mimpi

June 1, 2026
Tingkatkan Wawasan Global, Pesantren Bina Insan Mulia Berangkatkan 17 Santri ke New Zealand

Tingkatkan Wawasan Global, Pesantren Bina Insan Mulia Berangkatkan 17 Santri ke New Zealand

May 30, 2026
KH Imam Jazuli Siapkan Revolusi Tranformatif 5.000 Pesantren, Pengasuh dari 34 Provinsi Digembleng Sepanjang 2026

KH Imam Jazuli Siapkan Revolusi Tranformatif 5.000 Pesantren, Pengasuh dari 34 Provinsi Digembleng Sepanjang 2026

May 25, 2026
Load More

Comments 1

  1. finessa says:
    3 months ago

    **finessa**

    Finessa is a natural supplement made to support healthy digestion, improve metabolism, and help you achieve a flatter belly.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2580
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Relawan Emak-Emak Prabowo Apresiasi Pengangkatan Ibu Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN, Dorong Program Gizi Tepat Sasaran

Relawan Emak-Emak Prabowo Apresiasi Pengangkatan Ibu Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN

June 8, 2026
Soliditas NU Bengkulu, Gus Salam; Teladan Khidmah Demi Kemashlahatan Umat

Soliditas NU Bengkulu, Gus Salam: Teladan Khidmah Demi Kemaslahatan Umat

June 8, 2026
Kiai Imam Jazuli Ingatkan Respons terhadap Disrupsi, Gus Yahya Tekankan Kekuatan Ruhani Pesantren

Kiai Imam Jazuli Ingatkan Respons terhadap Disrupsi, Gus Yahya Tekankan Kekuatan Ruhani Pesantren

June 8, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In