• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Abd. Aziz

Presiden Prabowo Copot Kapolri di Momentum G30S/PKI dan Kesaktian Pancasila

October 1, 2026
Perang Laporan Suap Muktamar NU Memanas

Perang Laporan Suap Muktamar NU Memanas

October 15, 2026
Gus Ipul Resmi Laporkan Tiga Penuduh Suap Muktamar NU

Gus Ipul Resmi Laporkan Tiga Penuduh Suap Muktamar NU

October 15, 2026
Sidang Korupsi Haji

Bos Travel Ungkap Fee Percepatan Haji 5.000-6000 Dolar

October 14, 2026
Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) kembali mengantarkan puluhan santrinya melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Sebanyak 27 santri BIMA dinyatakan lolos untuk melanjutkan studi ke Kerajaan Maroko pada 2026 melalui jalur seleksi Kementerian Agama Republik Indonesia dan program beasiswa kerja sama luar negeri.

27 Santri BIMA Lolos Studi ke Maroko 2026

October 14, 2026
“Dengan segala hormat, saya mengajak keluarga besar NU mulai sekarang harus siap-siap bertarekat

Mudir JATMAN Ali Masykur Musa Serukan Warga NU Mulai Bertarekat

October 14, 2026
Abd. Aziz

Abd. Aziz Bedah Peluang Pemakzulan Gibran, Konstitusi Jadi Penentu

October 14, 2026
Harlah ke-69 JATMAN, Ali Masykur Musa Sebut Negara Butuh Kekuatan Spiritual

Harlah ke-69 JATMAN, Ali Masykur Musa Sebut Negara Butuh Kekuatan Spiritual

October 14, 2026
KPK

KPK Sita Land Cruiser Orang Kepercayaan Nusron Wahid

October 14, 2026
Bongkar Dugaan Suap Pemilihan Rais Aam PBNU, Gus Lilur Lapor KPK

Bongkar Dugaan Suap Pemilihan Rais Aam PBNU, Gus Lilur Lapor KPK

October 13, 2026
https://liputan9.id/trans-wibawamukti-makin-praktis-dishub-bekasi-andalkan-aplikasi-si-bestie/

Trans Wibawamukti Makin Praktis, Dishub Bekasi Andalkan Aplikasi Si Besti

October 14, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Thursday, October 15, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Presiden Prabowo Copot Kapolri di Momentum G30S/PKI dan Kesaktian Pancasila

Oleh: Abd. Aziz

liputan9news by liputan9news
October 1, 2026
in Opini
A A
0
Abd. Aziz

Abd. Aziz, Ketua Umum DPP Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) dan Founder dan Senior Managing Partner Firma Hukum PROGRESIF LAW Jakarta.

502
SHARES
1.4k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026, memiliki makna filosofis bahwa Pancasila bukan sekadar simbol sejarah, melainkan kompas moral bagi setiap perubahan dalam kehidupan bernegara. Karena itu, momentum ketika Presiden Prabowo mengganti Kapolri dapat dimaknai sebagai penegasan bahwa regenerasi kepemimpinan institusi negara harus diarahkan pada penguatan hukum, keadilan, persatuan, dan pengabdian kepada rakyat—nilai yang sejalan dengan semangat Pancasila.

Pergantian kepemimpinan Polri pada hari yang sarat makna sejarah ini hendaknya tidak berhenti sebagai pergantian figur, tetapi menjadi titik balik untuk memperkuat institusi, memulihkan kepercayaan publik, dan memastikan Polri semakin profesional, berintegritas, serta berdiri di atas kepentingan negara dan rakyat.

Nah, pada Kamis, 1 Oktober 2026 sore, Sekjen GMPK, Bakri K. Manda yang mem-bersamai penulis saat meneguk kopi hitam di kawasan Kramat Raya, Jakarta Pusat bertanya dengan nada penasaran. “Apa makna Pak Prabowo mencopot Kapolri di hari Kesaktian Pancasila?” Dengan nada pelan, saya menjawab pelan. “Dalam perspektif politik, Presiden Prabowo, “sakti!” Bagaimana tidak, waktu publik mendesak pergantian Kapolri karena wajah Polri yang tak ideal, Presiden bergeming. Kini, publik tercengang. Tiba-tiba sang kepala negara mencopotnya dalam 2 momentum yang begitu sakral”. Seketika ruang diskusi pun pecah.

Jujur, sudah lama publik menanti pergantian pucuk pimpinan Polri, yang menjadi momentum dalam menakar kembali arah, keberanian, profesionalitas, dan masa depan institusi pengayom, pelindung, dan penjaga keamanan negeri. Pergantian nahkoda anyar Kepolisian Negara Republik Indonesia kini memasuki babak baru. Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai pengganti Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

BeritaTerkait:

Kapolri Baru, PNIB Dorong Polisi Merakyat

Kampung Bahari Jadi Kampung Santri, KH Misbahul Munir Siap Merawat Legasi Jenderal Suyudi

Kiai Misbahul Munir Doakan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto

Listyo Sigit Berganti di Hari Kesaktian Pancasila: Sinyal Penguatan Kedaulatan Ideologi Negara

Usulan itu disampaikan melalui Surat Presiden Nomor R57/Pres/09/2026 tertanggal 30 September 2026, di mana tanggal tersebut merupakan peringatan atas peristiwa kelam G-30S/PKI. Sedangkan pada 1 Oktober 2026, Komisi III DPR menyetujui Suyudi sebagai calon Kapolri setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan. Presiden Prabowo pun melantik Kapolri anyar di istana negara. Dua momentum sekaligus diambil oleh Prabowo. Bagi GMPK, penyegaran ini tidak semestinya dimaknai sekadar sebagai pergantian nama di pucuk Tribrata. Ia harus dibaca sebagai kesempatan untuk memperbarui arah, memperkuat integritas, dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Komjen Suyudi—biasa disapa—bukan figur yang datang tanpa pengalaman. Sebelum diusulkan menjadi Kapolri, ia menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Di bawah kepemimpinannya, BNN melaporkan pengungkapan 773 kasus narkotika pada 2025 dengan 1.214 tersangka, penyitaan 4,01 ton sabu, 2,19 ton ganja, 1,2 ton ketamin, serta pengungkapan enam perkara TPPU narkotika dengan aset sekitar Rp144,19 miliar. Pengalaman tersebut memberi modal penting: memahami kejahatan terorganisasi, jaringan narkotika, pencucian uang, kerja lintas lembaga, sekaligus kebutuhan penegakan hukum yang tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi mengejar aktor intelektual dan aliran uangnya.

Namun, menjadi Kapolri tentu jauh lebih kompleks daripada memimpin pemberantasan narkotika. Polri merupakan institusi dengan kewenangan luas, mulai dari keamanan, penegakan hukum, pelayanan publik, hingga pemeliharaan ketertiban masyarakat. Karena itu, tantangan pertama Suyudi adalah memastikan bahwa hukum tidak hanya keras terhadap masyarakat kecil, tetapi juga tegas terhadap siapa pun yang memiliki kekuasaan, jabatan, jaringan, ataupun modal. Ukuran keberhasilan Polri ke depan bukan semata banyaknya perkara yang diungkap, melainkan apakah masyarakat memperoleh rasa aman, kepastian hukum, keadilan, dan perlakuan yang setara di hadapan hukum.

Era Listyo Sigit tentu meninggalkan sejumlah capaian yang perlu diteruskan, termasuk transformasi digital pelayanan kepolisian. Polri menyatakan berbagai layanan seperti SIM, SKCK, laporan polisi, surat kehilangan, pembayaran digital, dan ETLE terus dikembangkan. Tetapi pada saat yang sama, terdapat agenda reformasi yang belum boleh berhenti sebagai dokumen kebijakan. Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) telah menghasilkan rekomendasi yang antara lain menyangkut penguatan Kompolnas, revisi regulasi, tata kelola kelembagaan, serta pengaturan penempatan personel Polri di luar struktur.  Inilah pekerjaan rumah yang harus dikonversi dari rekomendasi menjadi tindakan nyata dan terukur.

Korps Lalu Lintas Polri

Persoalan lain adalah jarak antara prosedur hukum dan rasa keadilan masyarakat. Kritik publik terhadap Polri dalam beberapa tahun terakhir—termasuk persoalan profesionalitas, akuntabilitas, penanganan laporan masyarakat, dan sejumlah perkara yang menjadi perhatian luas—menunjukkan bahwa reformasi kultural belum boleh dianggap selesai. Bahkan pada September 2026, Listyo Sigit sendiri menegaskan bahwa setiap keluhan masyarakat harus ditindaklanjuti dan dianalisis sebagai early warning system. Pesan ini penting diteruskan Suyudi: keluhan masyarakat bukan gangguan bagi Polri, melainkan bahan bakar untuk memperbaiki institusi. Satu hal yang harus dipahami oleh Komjen Suyudi, bahwa “kritik memang sakit, tapi lebih sakit jika kritik tak didengarkan!”.

Karena itu, agenda pertama Kapolri baru semestinya adalah membangun Polri yang bersih, profesional, presisi, dan tidak diskriminatif dalam penegakan hukum. Setiap dugaan pelanggaran anggota harus diperiksa secara objektif, tanpa budaya melindungi korps secara berlebihan. Pengawasan internal harus diperkuat, tetapi pengawasan eksternal juga harus memperoleh ruang yang bermakna. KPRP sendiri telah merekomendasikan penguatan Kompolnas sebagai bagian dari tata kelola dan pengawasan institusi.

GMPK berpandangan bahwa, pengawasan bukan ancaman terhadap kewibawaan Polri; justru pengawasan yang kredibel adalah fondasi kewibawaan itu sendiri. Kelemahan dan problem utama Polri saat ini menyangkut persoalan kepercayaan publik, profesionalisme, integritas, akuntabilitas, dan kultur kelembagaan yang masih harus diperkuat. Tantangan tersebut terlihat dari kebutuhan untuk memastikan setiap anggota bertindak sesuai hukum, memperketat pengawasan terhadap penyalahgunaan kewenangan, membangun penegakan hukum yang transparan dan tidak diskriminatif.

Tantangan berikutnya adalah pemberantasan korupsi. Kapolri baru harus memastikan bahwa perang terhadap korupsi tidak berhenti pada operasi tangkap tangan atau penindakan terhadap pelaku individual. Polisi harus semakin kuat dalam membongkar korupsi yang berjejaring: suap, pemerasan, perdagangan pengaruh, pencucian uang, mafia proyek, kejahatan pertanahan, kejahatan sumber daya alam, hingga kejahatan ekonomi digital. Pengalaman Suyudi di BNN dalam pengungkapan TPPU narkotika dapat menjadi modal untuk memperluas pendekatan follow the money dalam pemberantasan kejahatan. Di sinilah sinergi Polri dengan KPK, Kejaksaan, PPATK, BPK, dan lembaga pengawasan lainnya harus dibangun secara substantif, bukan sekadar seremoni.

GMPK juga merekomendasikan agar Kapolri baru menjadikan meritokrasi dan integritas sebagai dasar utama pembinaan karier anggota Polri. Promosi jabatan harus dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan kompetensi, rekam jejak, integritas, prestasi, dan kebutuhan organisasi—bukan karena kedekatan, patronase, atau kekuatan jaringan. Di saat yang sama, sistem pengaduan masyarakat harus dibuat semakin terbuka, mudah dilacak, berbasis digital, dan memiliki batas waktu penyelesaian yang jelas. Kompolnas sendiri pada 2026 menargetkan digitalisasi pengaduan melalui E-SKM untuk mempercepat tindak lanjut laporan masyarakat. Polisi modern harus mampu menjawab laporan masyarakat secepat masyarakat mampu menyampaikan laporan tersebut.

Tantangan Suyudi juga berada pada wilayah yang semakin kompleks: narkotika, judi online, kejahatan siber, perdagangan manusia, penyelundupan, mafia tanah, kejahatan lingkungan, kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta kejahatan lintas negara. Pengalamannya di BNN relevan, terutama karena ancaman narkotika terus berubah; BNN pada 2026 bahkan melaporkan tingginya temuan zat narkotika/NPS dalam sampel cairan vape yang diperiksa. Tetapi pendekatan ke depan harus lebih luas: menggabungkan penindakan, pencegahan, teknologi, edukasi, rehabilitasi, intelijen, dan pemutusan jaringan finansial kejahatan. Dengan demikian, Polri tidak hanya menjadi pemadam kebakaran, tetapi mampu menjadi institusi yang mencegah kebakaran sebelum terjadi.

Pada akhirnya, GMPK memandang pergantian Kapolri sebagai momentum institusional, bukan sekadar momentum personal. Suyudi Ario Seto memiliki kesempatan membangun babak baru dengan melanjutkan capaian yang baik dari era Listyo Sigit sekaligus menuntaskan agenda reformasi yang masih berjalan. KPRP telah menyediakan peta jalan reformasi hingga 2029; tugas kepemimpinan baru adalah memastikan peta itu tidak berhenti di atas meja. Harapan masyarakat sederhana tetapi fundamental: polisi harus hadir ketika rakyat membutuhkan, tegas ketika hukum dilanggar, adil ketika berhadapan dengan siapa pun, dan bersih ketika berhadapan dengan kekuasaan maupun uang.

GMPK menilai, jika Suyudi mampu menjadikan integritas, transparansi, meritokrasi, profesionalitas, dan keberpihakan kepada keadilan sebagai watak institusional, maka pergantian Kapolri tidak sekadar melahirkan pemimpin baru—tetapi dapat menjadi pintu masuk bagi lahirnya kepercayaan baru terhadap Polri. Hal tersebut selaras dengan penegasan Presiden Afrika Selatan (1994-1999) Nelson Mandela, yang menyebutkan pergantian Kapolri pada akhirnya harus menjadi pergantian arah menuju institusi yang lebih profesional, transparan, akuntabel, dan dipercaya rakyat. Kapolri baru tidak hanya menerima tongkat komando, tetapi juga menerima harapan publik yang besar.

Sebagaimana semangat perubahan yang diperjuangkan Nelson Mandela, sebuah institusi negara harus mampu bertransformasi mengikuti tuntutan zaman. Karena itu, tantangan Kapolri baru bukan sekadar menjaga Polri tetap berjalan, melainkan memastikan Polri berjalan semakin dekat dengan rakyat, semakin tunduk pada hukum, dan semakin jauh dari penyalahgunaan kekuasaan. Kapolri boleh berganti. Zaman juga berubah. Tetapi satu hal tidak boleh berubah: polisi harus tetap menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat serta penegak hukum yang berintegritas.

ABD. AZIZ, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK); Founder dan Senior Managing Partner Firma Hukum PROGRESIF LAW Jakarta; Ketua Umum Kaukus Intelektual Nahdlatul Ulama (KALAM NU)

Tags: GMPKKapolriKetua Umum GMPKLystio Sigit PrabowoPolriPresiden Prabowo
Share201Tweet126SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Kapolri Baru, PNIB Dorong Polisi Merakyat, Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) AR Waluyo Wasisi Nugroho alias Gus Wal
Nasional

Kapolri Baru, PNIB Dorong Polisi Merakyat

by liputan9news
October 6, 2026
0

Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) AR Waluyo Wasisi Nugroho alias Gus Wal

Read more
KH Misbahul Munir

Kampung Bahari Jadi Kampung Santri, KH Misbahul Munir Siap Merawat Legasi Jenderal Suyudi

October 6, 2026
Jenderal Suyudi Ario Seto, Kapolri dan KH Misbahul Munir,Pimpinan Majelis Dzikir Nurul Waton (MDNW)

Kiai Misbahul Munir Doakan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto

October 6, 2026
Listyo Sigit Berganti di Hari Kesaktian Pancasila: Sinyal Penguatan Kedaulatan Ideologi Negara

Listyo Sigit Berganti di Hari Kesaktian Pancasila: Sinyal Penguatan Kedaulatan Ideologi Negara

October 1, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Perang Laporan Suap Muktamar NU Memanas

Perang Laporan Suap Muktamar NU Memanas

October 15, 2026
Gus Ipul Resmi Laporkan Tiga Penuduh Suap Muktamar NU

Gus Ipul Resmi Laporkan Tiga Penuduh Suap Muktamar NU

October 15, 2026
Sidang Korupsi Haji

Bos Travel Ungkap Fee Percepatan Haji 5.000-6000 Dolar

October 14, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In