• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Dr. Muhammad Saeful Kurniawan, MA

Rekonsiliasi Ala Nabi Atasi Konflik PKB Versus PBNU

September 16, 2024
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

September 24, 2026
Sulaiman Djaya

Tentang Penulisan Puisi – Robert Frost dan Walt Whitman

September 24, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Daya Pesona Perpustakaan

September 24, 2026
Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

September 23, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, September 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Rekonsiliasi Ala Nabi Atasi Konflik PKB Versus PBNU

Oleh: Dr. KH. Muhammad Saeful Kurniawan, MA.

liputan9news by liputan9news
September 16, 2024
in Opini
A A
0
Dr. Muhammad Saeful Kurniawan, MA

Dr. Muhammad Saeful Kurniawan, MA, Penulis buku Desain Penelitian Kualitatif Paradigma Baru Teori dan Praktik Penelitian

534
SHARES
1.5k
VIEWS

Bondowoso | LIPUTAN9NEWS
Saat ini rakyat Indonesia terutama warga NU setiap hari diberi suguhan tontonan yang menyesakkan hati dimana organisasi Islam PBNU dan partai politik yang lahir dari rahim PBNU saat ini berseteru saling sikut sikutan dan sikat sikatan menggunakan instrumen muktamar tandingan.

Kemarin PKB menggelar muktamar di pulau Dewata Bali digeruduk oleh Banser dan pagar nusa tapi untuk diamankan oleh pihak keamanan. Namun demikian, PBNU masih berencana menggelar muktamar PKB tandingan. Seolah tidak mau kalah, orang orang yang kecewa dengan kepengurusan PBNU saat ini rencana mau menggelar muktamar luar biasa (MLB) yang rencana akan digelar di Jawa Barat.

Tentu hal tersebut memantik kemarahan dari pihak PBNU sendiri dengan menggerakkan semua elemen dibawah naungan NU seperti Banser, pagarnusa dan lain sebagainya yang siap membubarkan MLB tersebut.

BeritaTerkait:

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Dinamika Demokrasi Indonesia; Dari Politik Ideologi ke Oligarki

Serahkan LPJ sebagai Ketua DPAC, Kini Sekcab PKB Fokus Benahi Administrasi hingga Ranting se-Jakarta Utara

Ketua DPC PKB Jakarta Utara Fokuskan Kepedulian dan Pelayanan Kader kepada Masyarakat

Fenomena itu bukan tanpa sebab. Penulisan berkeyakinan ada kepentingan pribadi dan kepentingan keluarga didalamnya yang menyulut konflik tersebut semakin melebar dan semakin vulgar ditengah tengah ketesahah masyarakat.

Melalui tulisan sederhanana ini penulis mengajak kedua belah pihak untuk belajar Rekonsiliasi dari Nabi Muhammad Saw.

Sejarah mencatat bahwa Nabi Muhammad SAW tidak jarang melakukan kesepakatan-kesepakatan dengan berbagai pihak dalam menyikapi konflik dan perang bersenjata, di antaranya dengan kaum kafir Quraisy di Kota Makkah. Upaya mencegah dan memulihkan konflik atau rekonsiliasi dilakukan Nabi semata untuk kepentingan kaum Muslimin secara luas dan jangka panjang meskipun dipandang merugikan menurut sebagian sahabat.

Salah satu upaya rekonsiliasi yang dilakukan oleh Nabi Muhammad ialah ketika melakukan Perjanjian Hudaibiyah pada bulan Dzulqa’dah tahun ke-6 hijriah atau sekitar tahun 628 masehi. Hudaibiyah merupakan sebuah sumur yang berjarak sekitar 22 kilometer dari arah barat daya Kota Makkah.

Peristiwa ini terjadi ketika Rasulullah beserta rombongan kaum Muslimin hendak melaksanakan umroh. Ibadah tersebut tetap dilakukan Rasulullah beserta kaumnya walaupun beliau tahu bahwa orang-orang kafir Quraisy akan menghalanginya dan berpotensi terjadi kontak senjata.

Dalam perjanjian dengan Kafir Quraisy tersebut, keputusan yang dilakukan Rasulullah dipandang tidak populis oleh para sahabatnya. Bahkan Umar bin Khattab tidak mau menuliskan perjanjian itu, karena bukan hanya tidak adil, tetapi juga dianggap melecehkan simbol-simbol akidah Islam waktu itu. Karena saat itu, akidah Islam harus terus diperkuat di tengah kekejaman orang-orang kafir Quraisy pada fase dakwah Islam di Makkah.

Guru Besar bidang Tafsir KH Nasaruddin Umar dalam Khutbah-khutbah Imam Besar (2018) mencatat bahwa ketika dilakukan perundingan gencatan senjata antara umat Islam dan kaum kafir Quraisy tersebut, Rasulullah memimpin langsung delegasinya dan dari pihak kafir Quraisy dipimpin oleh seorang diplomat ulung bernama Suhail.

Sebagai preambul (pembukaan) naskah perjanjian tersebut, Rasulullah meminta diawali dengan kata bismillahirrahmanirrahim, tetapi ditolak oleh Suhail karena kalimat itu dianggapnya asing. Lalu Suhail mengusulkan kalimat bismika allahumma, kalimat yang populer di tengah masyarakat Arab kala itu.

Sebagai penutup, perjanjian itu diusulkan dengan kata hadza ma qadha ‘alaihi Muhammad Rasulullah (perjanjian ini ditetapkan oleh Muhammad Rasulullah). Akan tetapi Suhail kembali menolak kalimat tersebut dan mengusulkan kalimat hadza ma qudhiya ‘alaihi Muhammad ibn Abdullah (perjanjian ini ditetapkan oleh Muhammad putra Abdullah).

Akibat pencoretan basmalah dan kata Rasulullah itu, para sahabat Nabi tersinggung dan menolak perjanjian tersebut. Namun, Rasulullah meminta para sahabatnya untuk menyetujui naskah perjanjian itu. Konon, Rasulullah mengambil sendiri penulisan naskah itu karena para sahabat tidak ada yang tega mencoret kata Rasulullah, yang dianggapnya sebagai salah satu prinsip dalam menegakkan akidah Islam ketika itu.

Kelemahan lain dari sisi substansi, menurut para sahabat, terdapat materi yang tidak adil karena apabila orang kafir Quraisy yang menyeberang batas wilayah Muslim di Madinah, maka segera dibebaskan. Sedangkan jika yang melanggar batas adalah umat Islam, maka orangnya ditahan di Makkah. Namun, materi perjanjian tersebut secara bijak disetujui oleh Nabi Muhammad dengan keyakinan dan pertimbangan matang.

Soal pencoretan kata basmalah dan Rasulullah, Nabi menilai hal itu sebagai batas maksimum yang dapat dilakukan, terutama untuk mengatasi jumlah korban jiwa akibat peperangan jika tak dilakukan gencatan senjata. Nabi mengetahui akibat yang akan dialami umat Islam jika gencatan senjata tak dilakukan. Namun, beliau paham langkah-langkah yang akan dilakukan selanjutnya. Tentu saja Rasulullah meyakini akidah di dada umat Islam akan semakin kuat. Teladan dan ajaran Rasulullah pun tidak akan luntur di hati para pengikutnya.

Pada akhirnya, apa yang ditetapkan oleh Nabi ternyata benar. Sekiranya para pelintas batas kaum kafir Quraisy harus ditahan di Madinah, maka akan memberikan beban ekonomi tambahan bagi masyarakat Madinah yang sudah kebanjiran pengungsi dari Makkah. Sebaliknya, para pelintas dari Madinah yang ditahan di Makkah pada akhirnya akan dibiarkan tidak memasuki Makkah. Karena orang-orang kafir Quraisy mempunyai kekhawatiran bahwa mereka adalah para kader yang dapat mempengaruhi suku-suku yang ada di dalam masyarakat Quraisy.

Dalam diplomasi Hudaibiyah, Nabi menuai kesuksesan luar biasa di kemudian hari. Semua lahir dari kemampuan menahan diri dari meraih keuntungan jangka pendek hari ini, demi keuntungan yang lebih besar di masa depan. Dengan kata lain, dalam menghadapi situasi yang sulit sekali pun hendaknya kita mencontoh sikap dan perilaku Rasulullah yang tidak mudah terbawa emosi, seraya meletakkan pandangan jauh ke depan untuk kepentingan umat secara luas.

Ditarik dari konflik yang terjadi diantara PKB dan PBNU saat ini, perlu kiranya masing masing pihak menahan diri terutama para ketuanya untuk mengedepankan kepentingan umat bukan kepentingan keluarga agar tidak menjadi preseden buruk dalam sejarah NU dimasa yang akan datang.

Salam akal sehat, Kalimantan Barat, 16 September 2024
Dr. KH. Muhammad Saeful Kurniawan, MA, Penulis buku Desain Penelitian Kualitatif Paradigma Baru Teori dan Praktik Penelitian

Tags: Ala NabiKonflikPBNUPKBPolitikRekonsiliasiSejarahSejarah Nabi MuhammadVersus
Share214Tweet134SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 
Agenda

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

by liputan9news
September 25, 2026
0

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Read more
Amsar A. Dulmanan, NU dan Politik Transaksional: Telaah Kritis atas Relasi Ulama dan Negara

Dinamika Demokrasi Indonesia; Dari Politik Ideologi ke Oligarki

September 23, 2026
Serahkan LPJ sebagai Ketua DPAC, Kini Sekcab PKB Fokus Benahi Administrasi hingga Ranting se-Jakarta Utara

Serahkan LPJ sebagai Ketua DPAC, Kini Sekcab PKB Fokus Benahi Administrasi hingga Ranting se-Jakarta Utara

September 21, 2026
Ketua DPC PKB Jakarta Utara Fokuskan Kepedulian dan Pelayanan Kader kepada Masyarakat

Ketua DPC PKB Jakarta Utara Fokuskan Kepedulian dan Pelayanan Kader kepada Masyarakat

September 21, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In