• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Suriah

Suriah, Diperebutkan Sejak Dulu Kala

December 10, 2024
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Muhammad Ikhsanurrizqi, Ketua BEM PTNU Se-Nusantara.

Ketua BEM PTNU Sentil Pernyataan Presiden soal Rupiah: Rakyat Kecil Tetap Jadi Korban

May 18, 2026
Kongkalikong Tender Gedung BTN Sulampua? Logis 08 Desak BTN dan Danantara Buka-bukaan

Logis 08 Soroti Danantara, Proyek Perkampungan Haji di Mekkah Belum Tunjukkan Progres Nyata

May 16, 2026
Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

May 16, 2026
DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

May 16, 2026
KH. Cholil Nafis, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah

Jamaah Haji 2026 Diizinkan Kemenhaj Bayar Dam di Tanah Air, Inilah Respon Kiai Cholil Nafis

May 16, 2026
SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

May 16, 2026
Gus Rosikh : KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

Gus Rosikh: KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

May 15, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, May 19, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Suriah, Diperebutkan Sejak Dulu Kala

Oleh: Sulaiman Djaya

liputan9news by liputan9news
December 10, 2024
in Opini
A A
0
Suriah

ejuang antipemerintah mengacungkan senjata mereka saat mengendarai kendaraan di Kota Aleppo di utara Suriah pada tanggal 30 November 2024. - Pasukan pemberontak Suriah dengan cepat mendekati Kota Homs yang berjarak 9 km dari Ibu Kota Damaskus. Dengan pergerakan para pemberontak itu, Hizbullah langsung mengirimkan pasukan pengintai di Kota Homs.

517
SHARES
1.5k
VIEWS

Banten | LIPUTAN9NEWS

Suriah mengingatkan saya pada puisinya Nizar Qabbani, penyair legendaris Arab dari Suriah: Dengan mata yang cemas dia duduk merenungi gelas yang terbuka, kemudian berkata, “tak usah bersedih, anakku, kau telah ditakdirkan untuk jatuh cinta.” Anakku, siapa pun yang mengorbankan dirinya untuk kekasihnya, adalah seorang martir.

Puisi itu kini tetap relevan dan aktual, ketika di awal bulan Desember 2024 ini, Suriah kembali bergolak. Kelompok pemberontak, HTS, yang didukung Barat dan Turki, berhasil menggulingkan Bashar Al-Assad yang tak lagi mendapatkan bantuan Iran. Mungkin karena Iran sudah tersedot dengan perang lain, mungkin juga karena keterbatasan sumberdaya, selain kekecewaan mutakhir Iran pada Bashar Al-Assad yang menolak permintaan Iran untuk melawan Israel di fron Dataran Tinggi Golan.

Sementara Rusia juga masih disibukkan dengan Ukraina dan NATO. Barangkali juga Rusia dan Iran tak menginginkan terjadinya perang saudara kembali di Suriah, yang pada 2011 silam membara hingga bertahun-tahun selanjutnya. Dan lagi pula, menurut sejumlah pemberitaan, Bashar Al-Assad sendiri sudah tidak populer di mata rakyat Suriah di saat militer Suriah pun kehilangan semangat untuk mempertahankan Negara mereka. Mungkin karena kelelahan akibat bertempur selama bertahun-tahun, atau bisa jadi karena lemahnya ideologi.

BeritaTerkait:

Saif Al-Islam Putra Qadafi Dibunuh, Pelaku Matikan Kamera Keamanan

PNIB Minta Waspadai Kudeta Berdarah di Sudan dan Nigeria, Jangan Biarkan Merembet ke Indonesia

Thalabun Nushrah dan Kekerasan Laten Hizbut Tahrir

Metode Amerika Membantu Al-Joulani

Di sisi lain, menurut sejumlah analis, kelompok-kelompok teroris yang didukung Barat dan Turki, termasuk HTS, paska 2011, mengubah strategi mereka untuk mendapatkan simpati dan dukungan rakyat Suriah, seperti mengurangi praktik ekstrim dan kekerasan mereka hingga tampil dan berkomunikasi lebih santun dan ramah dengan warga Suriah.

Suriah, atau yang dalam literatur kuno juga disebut Aramia, berada di salah satu persimpangan jalan di dunia kuno, tempat bertemunya jalur kafilah dari kawasan Laut Tengah menuju ke Cina dan dari Mesir menuju ke Anatolia. Dahulu kala, di jaman-jaman sebelum pentarikhan Masehi, bala tentara Akkadia, Babilonia, Mesir, Persia, Yunani, dan Romawi pernah melintasinya.

Dan berabad-abad kemudian, orang-orang Turki dan para ksatria Perang Salib melintasinya. Sementara itu, pada zaman modern, bala tentara Prancis dan Inggris saling berperang untuk menguasainya.

Saat ini, sebagian kawasan itu dikenal dengan sebutan yang digunakan di masa-masa ribuan tahun yang lampau—Syria (di mana orang-orang Indonesia menyebutnya Suriah). Meskipun Suriah telah banyak berubah, apalagi akibat perang saat ini, gema sejarahnya masih tetap bergaung dan bergema di sana.

Sebagai contohnya adalah Damaskus, yang juga jadi ibukota Suriah. Konon, kota itu adalah salah satu kota tertua di dunia yang senantiasa berpenghuni sejak didirikan. Damaskus, yang terletak di kaki Pegunungan Libanon dan dilalui aliran Sungai Barada ini, telah berabad-abad lamanya menjadi oasis yang dinanti-nantikan di tepi Gurun Suriah yang luas.

Kemungkinan besar, dahulu kala, Ibrahim as melintasi kota ini dalam perjalanannya ke selatan menuju Kanaan (Funisia atau Fenisia). Dan, di sana pula ia mengambil Eliezer, ”yang orang Damaskus (Damsyik)”, menjadi anggota rumah tangganya sebagaimana dinarasikan Kitab Kejadian 15:2.

Meski mayoritas warga Suriah saat ini adalah muslim Sunni, namun di Suriah terdapat ‘kota suci’ ummat Kristiani Suriah (dan bahkan dunia), yaitu Antioch, yang tentulah sudah tidak asing lagi bagi Ummat Kristiani Orthodoks di Dunia (seperti bagi Ummat Kristiani Rusia dan Ummat Kristiani keturunan Suriah di Kerala, India).

Demikian pula, Gereja Antioch Purba dikisahkan dalam Kitab Kisah Para Rasul. Maka tak heran, bila Bashar Al-Assad sebagai Presiden, yang kebetulan muslim Sunni itu, pernah melontarkan pernyataan: “Hanya Vladimir Putin-lah yang membela ummat Kristiani”

Dalam Kitab Kisah Para Rasul itu disebutkan, misalnya, sepeninggal Isa Al-Masih putra Maryam yang disucikan, Rasul Petrus bertugas sebagai patriark yang pertama di Anthiokia. Selama tujuh tahun Rasul Petrus menjalani misi sucinya, sebelum bertugas ke Roma. “Sejak saat itu ajaran Kristen mengalami proses Helenisasi, diikuti dengan Westernisasi”.

Demikian pula kecantikan perempuan-perempuan Suriah bukanlah dongeng semata, termasuk kecantikan perempuan-perempuan Kristiani dari etnik (bangsa) Armenia dan Assyria itu, yang barangkali pula juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para mujahilin ISIS.

Terkait gejolak saat ini di Suriah, ada rumor bahwa kepentingan Barat mendukung para pemberontak Suriah, selain dalam rangka melemahkan ancaman potensial bagi Israel, juga punya motif untuk membangun pipa gas sebagai alternatif gas dari Rusia untuk Eropa, yang sejak perang Ukraina, Rusia memutus suplai gasnya ke Eropa karena kekecewaan Vladimir Putin atas sangsi Eropa dan Amerika kepada Rusia. Proyek pipa gas yang melintasi Suriah itu, konon, nantinya akan melibatkan Eropa, Turki dan Qatar.

Sementara, di sisi lain, Turki, selain punya kepentingan ekonomi, juga punya agenda geopolitiknya sendiri, semisal melemahkan ancaman dari orang-orang Kurdi di Suriah dan kalau bisa ‘menentukan’ penguasa Suriah yang nantinya akan bersahabat dengan Turki. Tetapi, kini Suriah sepertinya hanya menghadapi kemungkinan-kemungkinan saja, bahkan bukan tidak mungkin pula malah bernasib seperti Libya paska dikudetanya Muammar Qaddafi oleh Barat dengan menggunakan kelompok Islam pula sebagai proksi mereka.

Paska tergulingnya Bashar Al-Assad, Israel malah gencar melakukan pemboman. Bahkan sebagaimana yang disebarkan akun-akun media sosial, terbilang Israel membom fasilitas-fasilitas vital Suriah, terutama fasilitas militer. Sebuah tindakan yang jelas memiliki motif untuk menghabisi kekuatan militer dan sumberdaya Suriah. Paska tergulingnya Bashar Al-Assad, Suriah justru menghadapi ‘ketidakpastian’: apakah negeri itu akan bangkit lagi atau malah hancur terpuruk.

Semoga kekuatan-kekuatan global yang memiliki kepentingan di sana tidak melampiaskan kekejian seperti Israel, Amerika dan Barat yang hanya memperalat kelompok-kelompok Islam justru untuk menghancurkan dan melemahkan tanah-tanah dan perlindungan-perlindungan kaum muslimin.

Sulaiman Djaya, Pemerhati Kebudayaan

Tags: KudetaPemberontakSuriah
Share207Tweet129SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Putra dan pewaris takhta diktator Libya Muammar Gaddafi, Seif al-Islam pada 2011 (Foto: ©Reuters)
Internasional

Saif Al-Islam Putra Qadafi Dibunuh, Pelaku Matikan Kamera Keamanan

by liputan9news
February 4, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Saif al-Islam Qadafi, putra ternama dari mendiang pemimpin Libya Moammar Gaddafi (Muamar Qadafi) tewas dalam serangan yang...

Read more
PNIB

PNIB Minta Waspadai Kudeta Berdarah di Sudan dan Nigeria, Jangan Biarkan Merembet ke Indonesia

November 6, 2025
Thalabun Nushrah dan Kekerasan Laten Hizbut Tahrir

Thalabun Nushrah dan Kekerasan Laten Hizbut Tahrir

October 1, 2025
Sulaiman Djaya

Metode Amerika Membantu Al-Joulani

December 23, 2024
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2561
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In