• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Dr. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag.

Tradisi Pesantren: “Rengkuh kepada Kiai”, Bukan Feodalisme

October 15, 2025
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

September 24, 2026
Sulaiman Djaya

Tentang Penulisan Puisi – Robert Frost dan Walt Whitman

September 24, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Daya Pesona Perpustakaan

September 24, 2026
Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

September 23, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, September 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Tradisi Pesantren: “Rengkuh kepada Kiai”, Bukan Feodalisme

Oleh: Dr. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag.

liputan9news by liputan9news
October 15, 2025
in Opini
A A
1
Dr. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag.

Dr. H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag, Wakil Dekan 1 Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung.

578
SHARES
1.7k
VIEWS

BANDUNG | LIPUTAN9NEWS
Pesantren lahir dari rahim tradisi keilmuan Islam yang memuliakan guru dan menjunjung tinggi adab. Dalam sistem nilai pesantren, hubungan antara kiai dan santri bukan sekadar relasi pengajar dan pelajar, tetapi pertautan ruhani antara pemberi dan penerima cahaya ilmu. Kitab “Ta’lim al-Muta’allim” karya Syekh Az-Zarnuji, salah satu rujukan yang menjadi pedoman moral di dunia pesantren salaf tradisional., Kitab ini menegaskan bahwa keberkahan ilmu hanya akan hadir jika disertai adab kepada guru, menghormati, mendengarkan, dan merendahkan hati di hadapannya.

Dari nilai inilah lahir tradisi yang disebut “rengkuh kepada kiai”, sebuah sikap batin dan lahir yang memadukan hormat, kasih, dan kerendahan hati. “Rengkuh” bukan tunduk pada kekuasaan, tetapi bentuk penghormatan spiritual kepada sosok yang menjadi perantara ilmu dan hidayah. Santri mencium tangan kiai, menunduk saat lewat di hadapannya, dan mendengarkan nasihatnya dengan hati yang lapang, bukan karena takut atau terpaksa, melainkan karena keyakinan bahwa adab adalah pintu bagi kemuliaan ilmu.

Sayangnya, dalam pandangan luar, sikap “rengkuh” ini kerap disalahpahami sebagai feodalisme, seolah pesantren menumbuhkan hierarki yang mengekang kebebasan berpikir. Padahal, nilai-nilai yang diajarkan Ta’lim al-Muta’allim justru menegaskan sebaliknya: bahwa adab kepada guru bukanlah bentuk perbudakan, melainkan penghormatan kepada sumber cahaya pengetahuan. Feodalisme menempatkan manusia berdasarkan kekuasaan dan keturunan, sementara adab menempatkan manusia berdasarkan ilmu dan ketulusan.

Dalam bingkai pesantren, kiai bukan penguasa, melainkan teladan moral dan penjaga tradisi keilmuan. Santri pun bukan rakyat, melainkan murid yang sedang berproses menemukan makna ilmu dan kehidupan. Hubungan mereka adalah relasi kasih yang berlandaskan spiritualitas, bukan kekuasaan.

BeritaTerkait:

NU Butuh Generasi Baru yang Memadukan Tradisi Pesantren dengan Profesionalisme Organisasi dan Kemandirian Ekonomi

Kiai Said Sebut Syiar Islam Semakin Banyak, Tetapi Korupsi dan Kedzaliman Masih Terus Terjadi

Menghormati Kiai, Menolak Feodalisme: Kebenaran Lebih Tinggi dari Nasab

MUI Gelar Seminar Akhlak Bangsa di Bekasi, Tekankan Peran Pesantren Cetak Pemimpin Berkarakter

Oleh karena itu, “rengkuh kepada kiai” harus dipahami sebagai bagian dari ekosistem pendidikan ruhani, bukan struktur sosial yang feodal. Ia adalah warisan adab yang menanamkan kesadaran: bahwa ilmu bukan sekadar hafalan, melainkan keberkahan yang lahir dari hati yang bersih dan rendah diri di hadapan sang guru. Pesantren menjaga tradisi ini bukan untuk mempertahankan hierarki, melainkan untuk memelihara adab al-‘ilm, bahwa kemuliaan ilmu hanya tumbuh dalam jiwa yang tahu berterima kasih dan menghormati sumbernya.

Belakangan ini, muncul tayangan di salah satu stasiun televisi nasional, Trans7, yang menggambarkan praktik penghormatan kepada kiai secara sepihak dan viral di media sosial. Tayangan tersebut memicu perdebatan publik, bahkan ada yang menilai bahwa tradisi di pesantren sarat feodalisme dan ketimpangan relasi kuasa. Padahal, penilaian semacam itu mengandung kesesatan logika, dalam bentuk “hasty generalization”, yakni menarik kesimpulan universal hanya dari satu atau dua kasus yang kasuistik.

Dalam logika berpikir yang sehat, satu dua kasus tidak bisa mewakili realitas kompleks dunia pesantren yang sangat beragam dan dinamis. Pesantren memiliki ribuan wajah, dengan kultur dan sistem pembelajaran yang berbeda. Mengambil satu potongan fenomena lalu menyimpulkannya sebagai cerminan seluruh pesantren bukan saja tidak adil, tetapi juga menyesatkan secara epistemologis.

Tradisi “rengkuh kepada kiai” yang disorot dalam tayangan tersebut sejatinya bukanlah praktik feodalisme, melainkan pengejawantahan dari nilai adab sebagaimana telah diajarkan dalam kitab-kitab klasik karya ulama besar masa lalu, bahwa keberkahan ilmu bergantung pada penghormatan kepada guru. Bukan karena guru dianggap berkuasa, melainkan karena ia menjadi perantara sampainya cahaya ilmu dari Allah kepada manusia. Adab inilah yang membedakan antara lembaga pendidikan sekuler dengan pesantren. Di pesantren, ilmu tidak hanya dihafal, tetapi dihayati melalui sikap hormat dan kesungguhan batin.

Adapun, feodalisme lahir dari ketakutan dan ketundukan terhadap kekuasaan, sementara “rengkuh” lahir dari cinta dan kerendahan hati terhadap pembimbing ruhani. Feodalisme mengekang kebebasan berpikir, sedangkan adab kepada kiai justru menumbuhkan kemerdekaan batin dan kedewasaan moral. Santri yang beradab bukan santri yang tunduk secara buta, tetapi santri yang sadar bahwa ilmu menuntut kesabaran, kesopanan, dan penghargaan kepada sumbernya.

Sebagai penutup, pesantren tetaplah taman tempat ilmu bersemi, akhlak berbuah, dan kemanusiaan tumbuh. Rengkuh kepada kiai bukanlah rantai feodalisme, melainkan bunga adab yang mekar di ladang spiritualitas Islam. Dalam dunia yang semakin kehilangan makna hormat dan ketulusan, tradisi pesantren justru menjadi oase nilai dalam menyapa akal dengan hikmah dan menuntun hati menuju keberkahan.

Dr. H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag, Wakil Dekan 1 Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung.

Tags: Akhlaka’lim al-Muta’allimCahaya IlmuEtikaFeodalismeKiaiRengkuhTradisi Pesantren
Share231Tweet145SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Achmad Baha’ur Rifqi, Intelektual Muda NU, Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara
Opini

NU Butuh Generasi Baru yang Memadukan Tradisi Pesantren dengan Profesionalisme Organisasi dan Kemandirian Ekonomi

by liputan9news
July 7, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Memasuki abad kedua perjalanan pengabdiannya, Nahdlatul Ulama (NU) berada pada sebuah persimpangan sejarah yang menentukan. Sebagai organisasi...

Read more
KH Said Aqil Siroj

Kiai Said Sebut Syiar Islam Semakin Banyak, Tetapi Korupsi dan Kedzaliman Masih Terus Terjadi

July 6, 2026
Menghormati Kiai, Menolak Feodalisme: Kebenaran Lebih Tinggi dari Nasab

Menghormati Kiai, Menolak Feodalisme: Kebenaran Lebih Tinggi dari Nasab

June 19, 2026
MUI Gelar Seminar Akhlak Bangsa di Bekasi, Tekankan Peran Pesantren Cetak Pemimpin Berkarakter

MUI Gelar Seminar Akhlak Bangsa di Bekasi, Tekankan Peran Pesantren Cetak Pemimpin Berkarakter

April 23, 2026
Load More

Comments 1

  1. herpafend says:
    8 months ago

    **herpafend**

    herpafend is a natural wellness formula developed for individuals experiencing symptoms related to the herpes simplex virus.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In