• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
"Sex Education" untuk Perjuangan Pesantren, Kenapa Itu Penting?

“Sex Education” untuk Perjuangan Pesantren, Kenapa Itu Penting?

September 14, 2026
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

September 24, 2026
Sulaiman Djaya

Tentang Penulisan Puisi – Robert Frost dan Walt Whitman

September 24, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Daya Pesona Perpustakaan

September 24, 2026
Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

September 23, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, September 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

“Sex Education” untuk Perjuangan Pesantren, Kenapa Itu Penting?

KH. Imam Jazuli, Lc. MA. by KH. Imam Jazuli, Lc. MA.
September 14, 2026
in Opini
A A
0
"Sex Education" untuk Perjuangan Pesantren, Kenapa Itu Penting?

"Sex Education" untuk Perjuangan Pesantren, Kenapa Itu Penting? (Foto: Dok. Ponpes BIMA)

504
SHARES
1.4k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS

WORKSHOP Bu Nyai Nusantara hadir bukan hasil dari pemikiran yang ujug-ujug dan reaktif. Tema besar yang kami pilih adalah edukasi seks, kesehatan mental, dan keharmonisan rumah tangga.

Bertahun-tahun saya membuka open house setiap Jum’at. Saya menerima banyak keluhan dan pengaduan terkait keharmonisan hubungan pak kiai dan bu nyai yang berdampak pada kelangsungan pesantren.

Ada yang pisah ranjang, cerai, bahkan ada yang berdampak pada praktik pencabulan. Puncaknya adalah ketika berita mengenai pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum pengasuh pesantren, panti asuhan, atau majelis taklim meledak dan viral.

Setelah saya telaah, sumber masalahnya adalah hubungan yang tidak harmonis di rumah tangga. Ketidakharmonisan memicu berbagai persoalan.

BeritaTerkait:

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Imjaz Pacu 680 Pesantren Rintisan

Kiai Miftah dan Tantangan NU Memasuki Abad Kedua

Dari Nol Menuju 10 Ribu Pesantren Rintisan yang Adaptif

Pemahaman ini semakin menguat setalah mendapatkan tambahan bukti-bukti empiris dari peserta workshop berseri yang dilaksanakan Imam Jazuli Foundation dari bulan Juni hingga Agustus 2026.

Ada 5.000 lebih peserta workshop dari seluruh Indonesia, khususnya para kiai yang telah mengasuh pesantren dengan santri minimal 100 sampai 3.000. Saya ajak mereka untuk melakukan transformasi pesantren bareng-bareng sebagai respons terhadap perubahan disruptif hari ini. Dari ruang ini, muncul juga persoalan yang terkait hubungan rumah tangga.

Di sisi lain, panggilan kiai dari masyarakat, selain sebagai penghormatan, juga amanah yang besar. Sehingga seorang kiai tidak memiliki ruang kebebasan sosial sebagaimana orang lain.

Ketika hubungan rumah tangga bermasalah, termasuk urusan seks, dan pada saat yang sama kebebasan sosialnya terbatas, maka pelampiasannya adalah kepada orang-orang terdekat.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang kita khawatirkan itu terjadi dan untuk meningkatkan kualitas keharmonisan pak kiai dan bu nyai, terutama urusan seks, maka workshop ini akhirnya kami adakan. Di workshop perdana ini kami adakan di Joglo Agung Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 pada Minggu (13/09/26). Hadir sebagai peserta 500 bu nyai dari Jawa Barat. Selanjutnya, kami menargetkan untuk 5.000 bu nyai di seluruh Indonesia.

Workshop ini bukan membahas soal teknis hubungan seksual. Itu terlalu sempit. Justru yang terpenting adalah memahami sejumlah faktor yang sangat menentukan kualitas keharmonisan hubungan suami-istri, mulai dari komunikasi, kesehatan mental, dan edukasi seks secara lebih luas.

Karena itu, untuk memperkuat dan memperkaya bekal ilmu yang saya sampaikan, Imam Jazuli Foundation mendatangkan dua narasumber nasional, yaitu Ketua Kesehatan Mental Indonesia, Hena Rustiana SPsi CFP dan dokter H Boyke Dian Nugraha, dokter sekaligus pakar seksolog Indonesia.

Kualitas Komunikasi dan Keharmonisan Hubungan

Kualitas komunikasi menentukan kualitas keharmonisan hubungan suami-istri. Komunikasi yang bagus memperkuat keintiman emosi dan ini akan terkait dengan rasa dihargai, diterima, dan terhubung (silaturrahim atau connecting). Bagi banyak orang, pengalaman hubungan seksual yang memuaskan bukan semata respons biologis, tetapi juga pengalaman hubungan interpersonal yang bagus.

Ketika pasangan suami-istri dapat mengungkapkan kebutuhan, preferensi, kekhawatiran, dan batasan tanpa rasa takut atau dihakimi, maka kecemasan akan menurun. Kondisi ini mendukung respons seksual yang lebih bagus karena perhatian tidak terserap oleh rasa takut, konflik, atau malu.

Meski konflik tidak bisa dihindari dalam rumah tangga, tapi konflik yang ukurannya berlebihan, apalagi sudah dibarengi permusuhan, maka hal ini dapat mengaktifkan sistem stress dalam tubuh sehingga dapat menghambat gairah seks kepada pasangan. Tapi konflik yang masih bisa dikelola dengan sadar dan baik, termasuk konflik yang tidak berdampak signifikan terhadap menurunnya hubungan seks.

Kesehatan Mental dan Kualitas Hubungan

Suami-Istri Hubungan seksual yang sehat membutuhkan tubuh yang berfungsi baik, tetapi juga pikiran dan hati yang cukup tenang, emosi yang terkontrol, dan hubungan yang aman secara psikologis.

Karen itu, untuk memperbaiki kualitas hubungan seksual tidak selalu dimulai dari persoalan teknik seksual. Kadang masalah yang tampak sebagai “masalah seks” sebenarnya berakar pada stres, konflik, kecemasan, kelelahan emosional, rendahnya rasa aman, atau buruknya komunikasi.

Depresi dan gangguan kecemasan dapat menurunkan gairah dan kemampuan mencapai orgasme. Stres kronis yang berkepanjangan dapat mengganggu keadaan yang diperlukan untuk gairah seksual. Dengan kata lain, tubuh yang terus berada dalam kondisi “terancam” lebih sulit memasuki keadaan relaksasi dan respons seksual.

Karena itu, masalah seksual dalam perkawinan sebaiknya tidak selalu dipandang sebagai persoalan teknik seksual, tetapi sebagai bagian dari sistem kesehatan psikologis dan kualitas relasi pasangan.

Edukasi Seks bagi Pasangan Suami Istri

Edukasi seks bagi suami-istri penting karena fungsi seksual merupakan hasil interaksi antara faktor biologis, psikologis, dan relasional, bukan semata-mata persoalan teknik hubungan seksual.

Pengetahuan yang memadai mengenai anatomi, fisiologi respons seksual, kesuburan, perubahan hormonal, serta variasi normal respons seksual membantu pasangan membangun ekspektasi yang realistis dan mengurangi miskonsepsi.

Seseorang yang memahami bahwa respons seksual tidak selalu berlangsung dengan pola yang sama cenderung tidak mudah menginterpretasikan variasi seksual sebagai kegagalan atau kelainan.

Edukasi juga meningkatkan kemampuan membicarakan kebutuhan, preferensi, kenyamanan, batasan, dan persoalan seksual secara terbuka. Komunikasi semacam ini berperan penting dalam kepuasan seksual dan hubungan secara umum.

Dengan demikian, edukasi seks dalam perkawinan sebenarnya adalah pendidikan tentang integrasi tubuh, otak, emosi, komunikasi, dan relasi. Tujuannya bukan sekadar meningkatkan performa seksual, tetapi menciptakan kehidupan seksual yang sehat, aman, saling memuaskan, dan memperkuat kualitas perkawinan. (*)

KH. Imam Jazuli, Lc., MA, Penulis adalah alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: Dr BoykeHena RustianaImam JazuliPesantrenPsikologSantriSex Educiation
Share202Tweet126SendShare
KH. Imam Jazuli, Lc. MA.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA.

Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

BeritaTerkait

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?
Pendidikan

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

by KH. Imam Jazuli, Lc. MA.
September 24, 2026
0

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Read more
Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Imjaz Pacu 680 Pesantren Rintisan

Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Imjaz Pacu 680 Pesantren Rintisan

September 23, 2026
Kiai Miftah dan Tantangan NU Memasuki Abad Kedua

Kiai Miftah dan Tantangan NU Memasuki Abad Kedua

September 22, 2026
Dari Nol Menuju 10 Ribu Pesantren Rintisan yang Adaptif

Dari Nol Menuju 10 Ribu Pesantren Rintisan yang Adaptif

September 19, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In