• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Yusuf mars

Sawit Bukan Musuh Lingkungan: Perspektif Islam Nusantara tentang Ekologi dan Ekonomi Rakyat

February 5, 2026
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto saat memberikan keterangan kepada awak media (Foto: Dok: Istimewa).

Mangkir, KPK Akan Panggil Ulang Haji Her Terkait Kasus Mafia Cukai Rokok

April 8, 2026
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo. (Foto: Antara)

KPK Usut Keuntungan Ilegal Rp 40,8 Miliar dari Kuota Haji Khusus, Penyidik Cecar 3 Bos Travel

April 7, 2026
Alumni Lemhabas 98 David Pajung: Ajakan Tumbangkan Prabowo adalah Provokasi dan Opini Jalanan 

Alumni Lemhannas 98 David Pajung: Ajakan Tumbangkan Prabowo adalah Provokasi dan Opini Jalanan 

April 7, 2026
Dr. KH. Zakky Mubarok, MA, Dewan Pakar Lajnah Dakwah Islam Nusantara (LADISNU)

Jaminan Bagi Manusia yang Bertakwa

April 7, 2026
Ra Mamak dan Inayah

Inayah Wahid Putri Gus Dur Menikah dengan Ra Mamak Guluk-Guluk Sumenep

April 7, 2026
Dr. KH. Shalahuddin A Warits Ilyas Pengasuh Ponpes Anuuqayah

Ra Mamak Pengasuh Ponpes Annuqayah Nikahi Inayah Wahid Putri Gus Dur

April 7, 2026
Komandan Quds IRGC Warning Bakal Datangnya Kejutan Baru untuk Elite Epstein

Komandan Quds IRGC Warning Bakal Datangnya Kejutan Baru untuk Elite Epstein

April 7, 2026
Operasi Penyelamatan Pilot AS di Isfahan Gagal, Iran Hancurkan C-130 dan Black Hawk (Foto: MKPS/MSN)

Iran Gagalkan Operasi Penyelamatan Pilot AS di Isfahan, IRGC Hancurkan C-130 dan Black Hawk

April 7, 2026
Peringati Hari Penyiaran Nasional, Resonara Gelar Diskusi Publik Tantangan Era Digital

Peringati Hari Penyiaran Nasional, Resonara Gelar Diskusi Publik Tantangan Era Digital

April 7, 2026
Jusuf Kalla -Rismon Sianipar

Jusuf Kalla Polisikan Rismon Sianipar Terkait Kisruh Ijazah Jokowi

April 6, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Wednesday, April 8, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Sawit Bukan Musuh Lingkungan: Perspektif Islam Nusantara tentang Ekologi dan Ekonomi Rakyat

Oleh: Yusuf Mars

liputan9news by liputan9news
February 5, 2026
in Opini
A A
0
Yusuf mars

Yusuf Mars, Founder & Editor In Chief Padasuka TV Youtube Channel/Foto: Liputan9news

503
SHARES
1.4k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Kelapa sawit hampir selalu menjadi sasaran utama setiap kali isu kerusakan lingkungan mencuat. Banjir, kebakaran hutan, hingga krisis iklim kerap dikaitkan dengan keberadaan perkebunan sawit.

Dalam banyak perbincangan publik, sawit bahkan diposisikan sebagai penyebab utama persoalan ekologis di Indonesia. Narasi ini berulang, menguat, dan perlahan membentuk kesan seolah-olah masalah lingkungan hidup di Tanah Air berawal dan berakhir pada satu komoditas: sawit.

Pendekatan semacam itu menyederhanakan persoalan yang sejatinya jauh lebih kompleks. Sawit sering dipukul rata tanpa pembedaan antara praktik ilegal dan pengelolaan yang sah, antara perusahaan besar dan petani kecil, serta antara ekspansi liar dan kebun rakyat yang telah lama menopang kehidupan desa. Akibatnya, dimensi keadilan sosial dan realitas ekonomi masyarakat kerap terpinggirkan dalam debat lingkungan.

Belakangan, pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut sawit sebagai “tanaman ajaib” kembali memantik diskusi publik. Pernyataan tersebut dapat dibaca sebagai penegasan bahwa negara memandang sawit sebagai komoditas strategis bagi ekonomi nasional, pangan, energi, dan industri. Namun, di luar pernyataan politik tersebut, sawit tetap perlu dibaca secara lebih jernih dan proporsional—tidak terjebak pada pujian berlebihan, tetapi juga tidak terperangkap dalam stigma ekologis yang menyeluruh.

BeritaTerkait:

Pelaku UMKM: Iklim Usaha, Generasi Muda, dan Investasi Penentu Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Simpanan sebagai Titipan atau Investasi? Memahami Prinsip Simpanan dalam Perbankan Syariah

Eksportir Rokok Madura Tembus Pasar Eropa

Ekoteologi dan Falsafah Perennial Ekologi Masyarakat Kanekes Banten

Data resmi pemerintah menunjukkan bahwa sekitar 40 persen dari total perkebunan kelapa sawit nasional dikelola oleh petani rakyat. Berdasarkan Statistik Perkebunan Indonesia yang diterbitkan Direktorat Jenderal Perkebunan dan Badan Pusat Statistik, dari total luas kebun sawit nasional sekitar 16,8–17 juta hektare, kurang lebih 6,7–7 juta hektare merupakan kebun rakyat.

Artinya, sawit bukan semata-mata milik korporasi besar, melainkan juga menjadi tulang punggung ekonomi jutaan keluarga petani di pedesaan.

Bagi petani kecil, sawit bukan sekadar komoditas ekspor, melainkan sumber penghidupan utama. Dari hasil sawit, keluarga membiayai pendidikan anak, memenuhi kebutuhan kesehatan, serta menggerakkan ekonomi desa. Di banyak wilayah luar Jawa, sawit bahkan menjadi fondasi ekonomi lokal ketika sektor lain belum berkembang secara memadai.

Dalam konteks yang lebih luas, peran pengusaha sawit nasional juga tidak dapat diabaikan. Industri sawit telah membangun ekosistem ekonomi dari hulu hingga hilir: membuka lapangan kerja, menggerakkan sektor pendukung dan UMKM, membangun infrastruktur wilayah, serta menjadi salah satu sumber devisa negara.

Data Kementerian dan lembaga lintas sektor menunjukkan bahwa industri sawit berkontribusi signifikan terhadap penerimaan negara, stabilitas ekonomi daerah, dan daya tahan ekonomi nasional, khususnya di wilayah-wilayah yang sebelumnya tertinggal.

Masalah muncul ketika sawit diperlakukan semata-mata sebagai persoalan lingkungan, tanpa melihat konteks tata kelola. Beban moral kerusakan ekologis sering kali ditimpakan kepada petani kecil dan pelaku usaha yang taat regulasi, sementara persoalan utama seperti pembukaan lahan ilegal, pelanggaran tata ruang, dan lemahnya penegakan hukum justru luput dari perhatian. Dalam perspektif keadilan sosial Islam, pendekatan seperti ini jelas tidak seimbang.

Di sinilah ekologi Islam Nusantara menawarkan kerangka etis yang lebih moderat dan kontekstual. Islam Nusantara tumbuh dari pengalaman masyarakat agraris-maritim yang hidup berdampingan dengan alam. Alam tidak dipandang sebagai objek eksploitasi tanpa batas, tetapi juga tidak dipisahkan dari kebutuhan hidup manusia dan aktivitas ekonomi yang sah.

Prinsip mīzān (keseimbangan), amanah, dan maṣlaḥah menjadi dasar etika hubungan manusia dengan lingkungan. Dalam kerangka maqāṣid al-syarī‘ah, perlindungan jiwa (ḥifẓ al-nafs) dan perlindungan penghidupan (ḥifẓ al-māl) sama-sama menempati posisi sentral. Dengan kerangka ini, menjaga lingkungan dan menguatkan ekonomi rakyat—termasuk iklim usaha yang sehat—tidak boleh dipertentangkan, melainkan harus saling menopang.

Dalam beberapa tahun terakhir, sektor sawit Indonesia juga menunjukkan pergeseran menuju praktik bisnis berkelanjutan. Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit dirancang justru karena besarnya porsi kebun rakyat dalam struktur sawit nasional. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas kebun petani tanpa perluasan lahan, sekaligus menekan tekanan ekologis.

Dengan demikian persoalan utama sawit, bukan pada tanamannya, melainkan pada tata kelola. Pembukaan lahan ilegal, pengabaian kawasan lindung, ketimpangan akses teknologi antara petani dan korporasi, serta lemahnya pengawasan negara menjadi faktor penentu kerusakan lingkungan. Menyederhanakan persoalan menjadi “sawit versus lingkungan” justru menjauhkan publik dari solusi yang substansial sekaligus merugikan iklim investasi jangka panjang.

Dalam perspektif Islam Nusantara, merusak alam merupakan bentuk fasād. Namun perlu ditegaskan, mematikan kegiatan usaha yang sah, bertanggung jawab, dan taat regulasi atas nama lingkungan juga merupakan fasād dalam bentuk lain. Islam Nusantara tidak membenarkan eksploitasi alam tanpa batas, tetapi juga tidak membenarkan delegitimasi usaha produktif yang menopang kehidupan jutaan rakyat.

Karena itu, sawit perlu ditempatkan secara proporsional dalam kebijakan publik. Sawit bukan penyelamat tunggal, tetapi juga tidak layak diperlakukan sebagai musuh ekologis. Komoditas ini merupakan realitas ekonomi strategis yang membutuhkan tata kelola adil, kepastian hukum, dan dukungan kebijakan yang mendorong praktik bisnis berkelanjutan.

Di titik inilah, pembelaan terhadap petani dan pengusaha sawit yang berintegritas menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kemaslahatan bersama.

Yusuf Mars, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Sunan Gresik (USG), Founder Lembaga Kajian Ekologi Sawit Nusantara (LESAN), Founder Lembaga Kajian Strategis Islam Nusantara & Asia Tenggara (LKS – INTARA), LKS–INTARA adalah lembaga kajian strategis yang berfokus pada riset, analisis kebijakan, dan komunikasi publik mengenai Islam Nusantara dan dinamika Islam di Asia Tenggara. Lembaga ini mengkaji Islam sebagai kekuatan kultural, sosial, dan politik yang berkontribusi pada demokrasi, kebudayaan, dan perdamaian kawasan. Dan Mahasiswa Doktoral Sejarah Peradaban Islam Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA).

Tags: EkologiEkonomiIslam NusantaraLingkunganSawitYusuf Mars
Share201Tweet126SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Pelaku UMKM: Iklim Usaha, Generasi Muda, dan Investasi Penentu Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Nasional

Pelaku UMKM: Iklim Usaha, Generasi Muda, dan Investasi Penentu Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

by liputan9news
March 13, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Pelaku usaha UMKM, Robby Hablil Huda, menilai sektor swasta memiliki peran vital sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi...

Read more
Simpanan sebagai Titipan atau Investasi? Memahami Prinsip Simpanan dalam Perbankan Syariah

Simpanan sebagai Titipan atau Investasi? Memahami Prinsip Simpanan dalam Perbankan Syariah

March 9, 2026
Eksportir Rokok Madura Tembus Pasar Eropa

Eksportir Rokok Madura Tembus Pasar Eropa

March 1, 2026
Sulaiman-Djaya

Ekoteologi dan Falsafah Perennial Ekologi Masyarakat Kanekes Banten

March 15, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2543
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto saat memberikan keterangan kepada awak media (Foto: Dok: Istimewa).

Mangkir, KPK Akan Panggil Ulang Haji Her Terkait Kasus Mafia Cukai Rokok

April 8, 2026
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo. (Foto: Antara)

KPK Usut Keuntungan Ilegal Rp 40,8 Miliar dari Kuota Haji Khusus, Penyidik Cecar 3 Bos Travel

April 7, 2026
Alumni Lemhabas 98 David Pajung: Ajakan Tumbangkan Prabowo adalah Provokasi dan Opini Jalanan 

Alumni Lemhannas 98 David Pajung: Ajakan Tumbangkan Prabowo adalah Provokasi dan Opini Jalanan 

April 7, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In