KABUPATEN BENKASI |LIPUTAN9NEWS
Semangat membangun ekonomi berbasis kerakyatan dan nilai-nilai syariah ditunjukkan oleh mahasiswa STISNU Tangerang melalui kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi.
Kehadiran para mahasiswa ini tidak sekadar menjadi bagian dari proses akademik, melainkan turut berkontribusi dalam mendukung program strategis pemerintah daerah, khususnya pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang kini menjadi salah satu model penguatan ekonomi desa di tingkat nasional.
Program Koperasi Merah Putih sendiri merupakan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat dari akar rumput. Bahkan, dua koperasi di Kabupaten Bekasi telah ditetapkan sebagai percontohan nasional, yakni di Desa Kedungwaringin dan Desa Lambangsari.
Dalam perkembangannya, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi mencatat bahwa seluruh desa dan kelurahan telah memiliki koperasi berbadan hukum. Totalnya mencapai ratusan unit koperasi yang tersebar di 187 desa dan kelurahan, sebagai fondasi penguatan ekonomi lokal.
Mahasiswa STISNU Tangerang yang terjun langsung ke lapangan melalui PPL mendapatkan pengalaman nyata dalam memahami tata kelola koperasi, mulai dari aspek kelembagaan, pemberdayaan anggota, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Hal ini sejalan dengan tahap pengembangan koperasi yang saat ini difokuskan pada pelatihan dan peningkatan kualitas pengelola koperasi.
Selain itu, para mahasiswa juga mempelajari bagaimana koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang mendorong kesejahteraan masyarakat. Koperasi Merah Putih di Kabupaten Bekasi bahkan dirancang memiliki berbagai unit usaha strategis seperti logistik, cold storage, pupuk, energi, hingga layanan kesehatan dan farmasi.
Melalui keterlibatan ini, mahasiswa turut memahami bahwa koperasi dapat menjadi sarana implementasi ekonomi syariah yang berorientasi pada keadilan, kebersamaan, dan kebermanfaatan. Nilai-nilai tersebut selaras dengan prinsip koperasi yang menekankan gotong royong dan kesejahteraan bersama.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bekasi terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pembangunan dan penguatan koperasi, baik dari sisi legalitas, pembangunan fisik, maupun operasional. Beberapa koperasi bahkan telah memasuki tahap implementasi pembangunan dan pengembangan unit usaha sebagai bagian dari program nasional.
Kegiatan PPL ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa STISNU Tangerang untuk mengintegrasikan teori dengan praktik. Mereka tidak hanya belajar, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan sosial-ekonomi yang lebih luas.
Dengan sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah, diharapkan Koperasi Merah Putih mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus membuka jalan bagi tumbuhnya ekosistem ekonomi syariah di Kabupaten Bekasi.
(MFK/RDN)

























