• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Aguk Irawan

Napas Panjang Kemanusiaan: Dari Fatwa Mbah Hasyim hingga Sumud Flotilla

May 21, 2026
Karakteristik Dasar Bank Syariah: Konsep, Penerapan, dan Perbandingan dengan Perbankan Konvensional

Karakteristik Dasar Bank Syariah: Konsep, Penerapan, dan Perbandingan dengan Perbankan Konvensional

May 21, 2026
Foto: Ilustrasi Hasan Yazid

Khutbah Jumat: Ketika Cinta Butuh Pengorbanan

May 21, 2026
PNIB: Momentum Hari Kebangkitan Nasional, Teguhkan Indonesia Negeri Pancasila Pusat Kesetaraan dan Toleransi Dunia

PNIB: Momentum Hari Kebangkitan Nasional, Teguhkan Indonesia Negeri Pancasila Pusat Kesetaraan dan Toleransi Dunia

May 21, 2026
KH Achmad Rosikh Roghibi atau Gus Rosikh, Pengasuh Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi As-Syar’iyati (MIS) Sarang Rembang.

Gus Rosikh Ajak Muktamar NU Ke-35 Kembalikan PBNU Sesuai Khittoh 1926, Bukan Menjadi Stempel Agenda Global

May 21, 2026
Wanita Islam Alkhairaat Bersama Dinkes Palu Gelar Sunatan Massal untuk Keluarga Kurang Mampu

Wanita Islam Alkhairaat Bersama Dinkes Palu Gelar Sunatan Massal untuk Keluarga Kurang Mampu

May 21, 2026
Ramai Kekerasan Seksual di Pesantren Pati, PNIB: Pentingnya Deteksi Dini Potensi Ajaran Sesat Sebelum Kejadian

Ramai Kekerasan Seksual di Pesantren Pati, PNIB: Pentingnya Deteksi Dini Potensi Ajaran Sesat Sebelum Kejadian

May 21, 2026
HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Warga NU, Kiai Kampung

Muktamar NU: Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

May 21, 2026
Kiai Said

Marak Pengasuh Ponpes Jadi Pelaku Pelecehan, Kiai Said: Kekerasan Seksual Khianati Marwah Pesantren

May 20, 2026
Tegar Pradana, Koordinator Wilayah BEM PTNU DIY.

Rupiah Melemah dan Rakyat Menjerit, BEM PTNU DIY: Jangan Anggap Krisis Ekonomi Sekadar Angka

May 20, 2026
Kiai Said Aqil Siroj

Kiai Said Tegaskan Melaporkan Kekerasan Seksual di Pesantren Bukan Durhaka

May 20, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Thursday, May 21, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Napas Panjang Kemanusiaan: Dari Fatwa Mbah Hasyim hingga Sumud Flotilla

Oleh: Aguk Irawan MN

liputan9news by liputan9news
May 21, 2026
in Opini
A A
0
Aguk Irawan

Dr. KH. Aguk Irawan MN, Lc, MA, Pengasuh Pesantren Baitul Kilmah Yogyakarta, Santri Alumni Darul Ulum, Langitan. Pernah kuliah jurusan Aqidah-Filsafat di Al-Azhar University Cairo dan Sekolah Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga. Pengajar Antropologi-budaya di STIPRAM Yogyakarta, serta di Ma’had Aly KH. Ali Maksum Krapyak dan STAI Pandanaran Yogyakarta. Buku terbarunya terbit di penerbit Mizan Group; Genealogi Etika Pesantren, Kajian Intertekstual (2018) dan Sosrokartono, Sebuah Biografi Novel (2018).

500
SHARES
1.4k
VIEWS

YOGYAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Kemanusiaan, pada hakikatnya, adalah bahasa tanpa batas. Ketika sembilan warga kita—Andi Angga, Asad Aras, Hendro Prasetyo, Herman Budianto, Ronggo Wirasanu, Bambang Noroyono, Thoudy Badai, Andre Prasetyo, dan Rahendro Herubowo—berlayar membawa misi Sumud Flotilla, mereka sejatinya tengah mengeja ulang ayat-ayat kemanusiaan.

Mereka adalah relawan dan jurnalis yang melangkah bukan dengan senjata, melainkan dengan nurani. Namun, nurani seringkali menjadi musuh utama bagi mereka yang pongah dengan kekuatan senjata. Penyergapan dan penahanan yang dilakukan oleh Israel Occupation Forces (IOF) adalah tamparan keras bagi peradaban dunia, sebuah penistaan terang-terangan terhadap prinsip universal Hak Asasi Manusia.

Dalam situasi semacam ini, negara tidak boleh terjebak dalam kebisuan birokrasi. Desakan agar pemerintah bergerak cepat, terukur, dan tegas, adalah suara “kenabian” yang menagih kehadiran negara. Keselamatan warga negara adalah mandat tertinggi konstitusi.

Pemerintah Indonesia seyogyanya segera menggunakan seluruh instrumen diplomasi internasional, termasuk posisi strategis Indonesia di berbagai forum dunia, untuk memberikan tekanan global dan memastikan pembebasan tanpa syarat bagi seluruh WNI yang disekap.

BeritaTerkait:

Menjelang Muktamar NU dan Harapan Lahirnya Energi Baru

Relawan Prabowo Gibran: UU PPRT Payung Hukum Khususnya Pekerja Perempuan

Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, PNIB: Teroris Bayaran Menebar Ketakutan Kita yang Berpikir Kritis Cinta Tanah Air

Gelar Bahtsul Masail, Kiai dan Ulama Yogyakarta Tegaskan Otoritas Fatwa Syuriah dan Komitmen Islah NU

Di tengah situasi genting ini, kita terkadang dihadapkan pada realitas yang memprihatinkan: ketika jajaran petinggi PBNU secara struktural tampak alpa, mingkin bersikap terlalu berhati-hati, atau lambat dalam menyuarakan keprihatinan yang tegas atas tragedi penangkapan ini. Kebisuan di tingkat elite struktural ini tentu memantik kekecewaan.

Namun, di sinilah letak kekuatan sejati Nahdlatul Ulama. Nahdliyin akar rumput—para santri, kiai kampung, dan aktivis kemanusiaan—tidak membutuhkan stempel birokrasi atau surat instruksi resmi untuk menyuarakan pembelaan. Bagi kaum nahdliyin kultural, membela saudara sebangsa dan menyuarakan anti-kolonialisme adalah panggilan nurani yang tak bisa diinterupsi oleh rapat-rapat pengurus. Keprihatinan akar rumput ini adalah antitesis dari kelambanan birokrasi organisasi.

Sikap Nahdliyin akar rumput yang mengecam insiden ini bukanlah gema retorika yang lahir kemarin sore. Ia adalah kesinambungan dari sejarah panjang, sebuah “napas panjang” solidaritas yang dihembuskan sejak sebelum republik ini berdiri.

Jauh sebelum Indonesia berdaulat, pada tahun 1938—ketika tanah Palestina mulai dirundung derita penjajahan—Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari telah mengonsolidasikan umat Islam melalui Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) untuk mengirimkan dukungan moral, spiritual, dan finansial.

Para kiai pesantren secara lantang menolak pembagian tanah Palestina. Fatwa Kiai Hasyim pada masa itu bukan sekadar catatan tinta di atas kertas usang, melainkan seruan kemanusiaan universal yang membela hak bangsa Palestina. Bahkan, pada Muktamar NU ke-14 di Magelang pada tahun 1939, K.H. Hasyim Asy’ari secara resmi menetapkan peringatan Isra Miraj sebagai Hari Palestina.

Tidak hanya berhenti pada mimbar-mimbar doa dan Qunut Nazilah—yang juga diamanatkan dalam Muktamar ke-13 NU di Banten tahun 1938—NU juga mewajibkan setiap cabangnya untuk berinfak demi membantu perjuangan rakyat Palestina. Bagi Nahdlatul Ulama, membela Palestina adalah sebuah utang sejarah dari bangsa yang justru menjadi salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945.

Menjaga Ukhuwah Insaniyah

Bagi seorang nahdliyin, membela Palestina bukan semata soal kedekatan teologis, melainkan tentang prinsip dasar ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia). Setiap tetes darah warga sipil yang tertumpah, setiap hak kemerdekaan yang dirampas oleh kolonialisme, adalah luka bagi kemanusiaan itu sendiri.

Kolonialisme, di manapun ia berpijak, adalah bentuk pengingkaran terhadap harkat dan martabat manusia. Penyergapan relawan Sumud Flotilla sekali lagi membuktikan bahwa penjajahan tidak pernah melahirkan keadilan; ia selalu melahirkan kesewenang-wenangan.

Dunia internasional tidak boleh memalingkan wajah dan berpura-pura tuli. Sikap cepat dan tegas dari akar rumput NU dalam merespons penyergapan ini merupakan panggilan jiwa untuk terus merawat lentera kemanusiaan agar tak padam dihembus badai arogansi.

Kini, di tengah kecemasan yang menyelimuti sanubari keluarga korban dan seluruh rakyat Indonesia, ikhtiar kemanusiaan yang cepat dari pemerintah dan iringan doa dari segenap warga Nahdliyin kultural adalah ikhtiar terbaik kita.

Kita perlu merapatkan barisan, memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar para relawan dan jurnalis kita segera dibebaskan, kembali dalam keadaan selamat, dan terus diberi kekuatan untuk menyuarakan kebenaran. Sebab sejatinya, membela Palestina—dan membela mereka yang berjuang untuknya—adalah cara kita memanusiakan manusia. Wallahu alam.

Dr. KH. Aguk Irawan MN, Lc., MA., Pengasuh Pesantren Baitul Kilmah Yogyakarta, Santri Alumni Darul Ulum, Langitan. Pernah kuliah jurusan Aqidah-Filsafat di Al-Azhar University Cairo dan Sekolah Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga. Pengajar Antropologi-budaya di STIPRAM Yogyakarta, serta di Ma’had Aly KH. Ali Maksum Krapyak dan STAI Pandanaran Yogyakarta. Buku terbarunya terbit di penerbit Mizan Group; Genealogi Etika Pesantren, Kajian Intertekstual (2018) dan Sosrokartono, Sebuah Biografi Novel (2018).

Tags: Aguk Irawan MNAktivisFatwaKemanusiaanKH. Hasyim Asy'ari
Share200Tweet125SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Menjelang Muktamar NU dan Harapan Lahirnya Energi Baru. Menjelang Muktamar NU dan Harapan Lahirnya Energi Baru
Opini

Menjelang Muktamar NU dan Harapan Lahirnya Energi Baru

by liputan9news
May 19, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama, publik dikejutkan oleh hadirnya sejumlah kiai muda berpengaruh dalam kegiatan Pendidikan Menengah Kepemimpinan...

Read more
Relawan Prabowo Gibran: UU PPRT Payung Hukum Khususnya Pekerja Perempuan

Relawan Prabowo Gibran: UU PPRT Payung Hukum Khususnya Pekerja Perempuan

May 15, 2026
Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, PNIB: Teroris Bayaran Menebar Ketakutan Kita yang Berpikir Kritis Cinta Tanah Air

Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, PNIB: Teroris Bayaran Menebar Ketakutan Kita yang Berpikir Kritis Cinta Tanah Air

March 18, 2026
Gelar Bahtsul Masail, Kiai dan Ulama Yogyakarta Tegaskan Otoritas Fatwa Syuriah dan Komitmen Islah NU

Gelar Bahtsul Masail, Kiai dan Ulama Yogyakarta Tegaskan Otoritas Fatwa Syuriah dan Komitmen Islah NU

January 28, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2563
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Karakteristik Dasar Bank Syariah: Konsep, Penerapan, dan Perbandingan dengan Perbankan Konvensional

Karakteristik Dasar Bank Syariah: Konsep, Penerapan, dan Perbandingan dengan Perbankan Konvensional

May 21, 2026
Foto: Ilustrasi Hasan Yazid

Khutbah Jumat: Ketika Cinta Butuh Pengorbanan

May 21, 2026
PNIB: Momentum Hari Kebangkitan Nasional, Teguhkan Indonesia Negeri Pancasila Pusat Kesetaraan dan Toleransi Dunia

PNIB: Momentum Hari Kebangkitan Nasional, Teguhkan Indonesia Negeri Pancasila Pusat Kesetaraan dan Toleransi Dunia

May 21, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In