• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Menjelang Muktamar NU dan Harapan Lahirnya Energi Baru. Menjelang Muktamar NU dan Harapan Lahirnya Energi Baru

Menjelang Muktamar NU dan Harapan Lahirnya Energi Baru

May 19, 2026
KH. Khotimi Bahri, Katib Syuriah PCNU Kota Bogor dan Sedang Menyelesaikan Program Doktoral di SPI UNUSIA

Salafi-Wahabi Dalam Sejarah Gerakan Radikalisme Islam

June 6, 2026
Gus Salam; Inovasi Khidmah NU Sulsel Berbasis Potensi Dan Kearifan Lokal

Gus Salam: Inovasi Khidmah NU Sulsel Berbasis Potensi Dan Kearifan Lokal

June 6, 2026
Robikin Emhas, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama 2015-2021

Dari Rais Akbar ke Rais ’Aam: Relevansi Kepemimpinan Ulama NU di Era Modern

June 6, 2026
SIG III dan Aksi Tanam Pohon, PMII IAI Ngawi Perkuat Kaderisasi dan Kepedulian Lingkungan

SIG III dan Aksi Tanam Pohon, PMII IAI Ngawi Perkuat Kaderisasi dan Kepedulian Lingkungan

June 6, 2026
Membangun Pondasi Dan Struktur Gerakan Dari Arus Bawah (Catatan Khidmah Gus Salam di PWNU Jawa Timur). Oleh: Ahmad Samsul Rijal

Membangun Pondasi Dan Struktur Gerakan Dari Arus Bawah (Catatan Khidmah Gus Salam di PWNU Jawa Timur)

June 6, 2026
BGN Jadi Ladang Korupsi, PNIB Ngamuk

BGN Jadi Ladang Korupsi, PNIB Ngamuk

June 6, 2026
Mantan Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), di Surabaya, Rabu (03/06/2026).(Foto: kompas.com/Adhi Dwi)

Gus Salam Sebut pada Muktamar NU Ke-35 PC dan PWNU Ingin Perubahan di PBNU

June 5, 2026
KH Achmad Rosikh Roghibi atau Gus Rosikh, Pengasuh Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi As-Syar’iyati (MIS) Sarang Rembang.

Gus Rosikh: NU Jangan Dibuat Mainan, Jangan Jadi Alat Kepentingan Antar Kelompok, NU Ora Didol, Reformasi PBNU

June 5, 2026
Prabowo Mania 08 Apresiasi Pergantian Kepala BGN Baru Naniek S. Deyang

Prabowo Mania 08 Apresiasi Pergantian Kepala BGN Baru Naniek S. Deyang

June 4, 2026
Pemberantasan Korupsi di BGN, Bukti Nyata dan Komitmen Prabowo Sesuai Amanat Reformasi 98

Pemberantasan Korupsi di BGN, Bukti Nyata dan Komitmen Prabowo Sesuai Amanat Reformasi 98

June 4, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Sunday, June 7, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Menjelang Muktamar NU dan Harapan Lahirnya Energi Baru

Oleh: Mukti Ali Qusyairi

liputan9news by liputan9news
May 19, 2026
in Opini
A A
0
Menjelang Muktamar NU dan Harapan Lahirnya Energi Baru. Menjelang Muktamar NU dan Harapan Lahirnya Energi Baru

Menjelang Muktamar NU dan Harapan Lahirnya Energi Baru. Menjelang Muktamar NU dan Harapan Lahirnya Energi Baru (Foto: Ist./MSN)

515
SHARES
1.5k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama, publik dikejutkan oleh hadirnya sejumlah kiai muda berpengaruh dalam kegiatan Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMK-NU) di Cirebon.

Nama-nama, seperti KH Imam Jazuli, Gus Yusuf Khudhori, Gus Miftah, Gus Ipang, Gus Machasin, KH Imam Baehaqi, KH Dr Aguk Irawan MN, hingga Gus Rosikh, bukan sosok biasa dalam dinamika NU.

Mereka, selama ini dikenal sebagai tokoh muda dengan pengaruh kuat di ruang kultural, dekat dengan masyarakat, aktif membangun diskusi publik, dan memiliki keberanian menyampaikan pandangan kritis demi kemajuan organisasi maupun bangsa.

Fenomena ini memunculkan perhatian luas karena terjadi di tengah momentum penting menuju Muktamar ke-35 NU. Banyak yang membaca langkah para tokoh muda tersebut sebagai sinyal bahwa NU sedang memasuki fase regenerasi yang menarik.

BeritaTerkait:

Dari Rais Akbar ke Rais ’Aam: Relevansi Kepemimpinan Ulama NU di Era Modern

Membangun Pondasi Dan Struktur Gerakan Dari Arus Bawah (Catatan Khidmah Gus Salam di PWNU Jawa Timur)

Gus Salam Sebut pada Muktamar NU Ke-35 PC dan PWNU Ingin Perubahan di PBNU

Gus Rosikh: NU Jangan Dibuat Mainan, Jangan Jadi Alat Kepentingan Antar Kelompok, NU Ora Didol, Reformasi PBNU

Sebuah fase ketika jalur kultural dan struktural mulai menemukan titik temu baru demi menghadirkan kontribusi yang lebih nyata bagi organisasi.

Selama ini, NU dikenal memiliki kekuatan besar pada aspek kultural. Pengaruh para kiai, pesantren, majelis taklim, tradisi keilmuan, hingga kedekatan emosional dengan masyarakat menjadi fondasi utama yang membuat NU tetap kokoh di tengah perubahan zaman.

Di sisi lain, NU juga memiliki struktur organisasi besar yang menjalankan berbagai fungsi strategis dalam kehidupan sosial, pendidikan, keagamaan, hingga kebangsaan.

Kehadiran para kiai muda dalam pengaderan formal memperlihatkan adanya kesadaran baru bahwa perubahan tidak cukup hanya dibangun melalui pengaruh kultural semata, tetapi juga membutuhkan keterlibatan langsung dalam sistem organisasi.

Ini bukan semata-mata tentang posisi atau jabatan, melainkan tentang bagaimana gagasan, kritik, dan energi pembaruan dapat dihadirkan secara lebih efektif melalui jalur konstitusional.

Dalam beberapa tahun terakhir, dinamika internal NU memang menjadi perhatian publik. Perbedaan pandangan dalam organisasi besar merupakan hal yang wajar.

Justru dari perbedaan itulah lahir ruang dialog, evaluasi, dan proses pendewasaan bersama. Sejumlah tokoh muda NU dikenal aktif menyampaikan kritik terhadap berbagai persoalan organisasi, mulai dari arah kebijakan, komunikasi publik, hingga sikap terhadap isu-isu internasional.

Namun, yang menarik, kritik tersebut sebagian besar lahir dari rasa cinta terhadap NU. Kritik hadir bukan untuk menjatuhkan organisasi, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab moral agar NU tetap berada pada jalur yang sesuai dengan cita-cita para pendiri.

Kedewasaan

Dalam tradisi NU sendiri, perbedaan pendapat bukan sesuatu yang asing. Sejarah NU dibangun melalui forum-forum musyawarah yang kaya argumentasi, diskusi, dan keberanian menyampaikan pandangan secara terbuka.

Karena itu, langkah para kiai muda mengikuti PMK-NU dapat dibaca sebagai bentuk kedewasaan baru dalam berorganisasi.

Mereka tidak berhenti pada kritik dari luar, tetapi mulai masuk ke ruang kaderisasi dan mekanisme formal organisasi. Ini menunjukkan adanya semangat untuk membangun perubahan melalui cara-cara yang konstitusional, santun, dan bermartabat.

Fenomena ini sesungguhnya membawa harapan positif bagi masa depan NU. Organisasi massa sebesar NU membutuhkan regenerasi yang sehat agar tetap relevan menghadapi tantangan zaman.

Dunia terus berubah dengan sangat cepat. Generasi muda hidup di tengah arus digitalisasi, perubahan sosial, polarisasi politik, hingga tantangan global yang semakin kompleks.

Dalam situasi seperti itu, NU membutuhkan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya memahami tradisi keilmuan pesantren, tetapi juga mampu membaca perkembangan zaman secara cerdas dan bijaksana.

Para kiai muda yang kini aktif mengikuti kaderisasi formal memiliki modal sosial yang besar. Mereka dekat dengan generasi muda, aktif di media sosial, mampu membangun komunikasi publik yang kuat, dan memiliki keberanian menyampaikan gagasan baru.

Kehadiran mereka dalam ruang struktural berpotensi memperkaya dinamika organisasi dengan perspektif yang lebih segar dan adaptif.

Di sisi lain, fenomena ini juga menunjukkan bahwa kaderisasi di NU masih memiliki daya tarik kuat. Dalam banyak organisasi, generasi muda sering memilih menjaga jarak dari struktur formal. Namun, di NU, justru muncul kecenderungan sebaliknya.

Tokoh-tokoh muda tetap melihat organisasi sebagai ruang penting untuk berkontribusi bagi umat dan bangsa. Ini menjadi modal sosial yang sangat berharga bagi keberlanjutan NU di masa depan.

Konsolidasi gagasan

Muktamar NU sendiri pada hakikatnya bukan sekadar agenda memilih ketua umum. Muktamar adalah ruang konsolidasi gagasan besar tentang arah masa depan organisasi dan kontribusinya bagi Indonesia.

Karena itu, hadirnya energi baru dari generasi muda seharusnya dipandang sebagai kekuatan positif yang memperkaya proses demokrasi internal NU.

Tradisi NU sejak dulu selalu memperlihatkan kemampuan luar biasa dalam menjaga keseimbangan antara tradisi dan perubahan. NU mampu tetap menjaga akar keislaman, kebangsaan, dan budaya lokal, sambil terus beradaptasi menghadapi tantangan zaman.

Kemampuan inilah yang membuat NU tetap bertahan sebagai salah satu organisasi Islam terbesar dan paling berpengaruh di dunia.

Dalam konteks tersebut, keterlibatan para kiai muda di PMK-NU menjadi simbol penting bahwa regenerasi di tubuh NU sedang bergerak.

Ini bukan tentang perebutan semata, melainkan tentang munculnya kesadaran kolektif untuk ikut bertanggung jawab terhadap masa depan organisasi.

Kritik yang dulu berada di ruang kultural, kini mulai diterjemahkan menjadi partisipasi yang lebih konkret melalui jalur struktural.

Masyarakat tentu berharap Muktamar NU nanti tidak hanya melahirkan kepemimpinan baru, tetapi juga menghadirkan suasana yang lebih teduh, inklusif, dan penuh semangat persatuan.

NU memiliki peran besar dalam menjaga harmoni sosial dan kebangsaan Indonesia. Karena itu, proses regenerasi di tubuh NU akan selalu menjadi perhatian publik.

Fenomena para kiai muda mengikuti PMK-NU memberikan satu pelajaran penting bahwa organisasi besar akan tetap hidup ketika ruang kaderisasi, kritik, dan partisipasi tetap terbuka.

Dari ruang-ruang seperti itulah harapan baru sering kali lahir. Dan di tengah berbagai tantangan bangsa hari ini, lahirnya energi baru di tubuh NU tentu menjadi kabar yang patut disambut dengan optimisme.

Mukti Ali Qusyairi, Penasehat Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU DKI Jakarta

Tags: Aguk Irawan MNGus Ipang WahidGus MiftahGus RosikhGus Yusuf ChudlariImam Jazulikader NUNahdlatul UlamaPBNUPMKNU Cirebon
Share206Tweet129SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Robikin Emhas, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama 2015-2021
Opini

Dari Rais Akbar ke Rais ’Aam: Relevansi Kepemimpinan Ulama NU di Era Modern

by liputan9news
June 6, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Perubahan nomenklatur dari Rais Akbar menjadi Rais ’Aam Syuriyah dalam tubuh Nahdlatul Ulama (NU) sering kali dipahami...

Read more
Membangun Pondasi Dan Struktur Gerakan Dari Arus Bawah (Catatan Khidmah Gus Salam di PWNU Jawa Timur). Oleh: Ahmad Samsul Rijal

Membangun Pondasi Dan Struktur Gerakan Dari Arus Bawah (Catatan Khidmah Gus Salam di PWNU Jawa Timur)

June 6, 2026
Mantan Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), di Surabaya, Rabu (03/06/2026).(Foto: kompas.com/Adhi Dwi)

Gus Salam Sebut pada Muktamar NU Ke-35 PC dan PWNU Ingin Perubahan di PBNU

June 5, 2026
KH Achmad Rosikh Roghibi atau Gus Rosikh, Pengasuh Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi As-Syar’iyati (MIS) Sarang Rembang.

Gus Rosikh: NU Jangan Dibuat Mainan, Jangan Jadi Alat Kepentingan Antar Kelompok, NU Ora Didol, Reformasi PBNU

June 5, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2579
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH. Khotimi Bahri, Katib Syuriah PCNU Kota Bogor dan Sedang Menyelesaikan Program Doktoral di SPI UNUSIA

Salafi-Wahabi Dalam Sejarah Gerakan Radikalisme Islam

June 6, 2026
Gus Salam; Inovasi Khidmah NU Sulsel Berbasis Potensi Dan Kearifan Lokal

Gus Salam: Inovasi Khidmah NU Sulsel Berbasis Potensi Dan Kearifan Lokal

June 6, 2026
Robikin Emhas, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama 2015-2021

Dari Rais Akbar ke Rais ’Aam: Relevansi Kepemimpinan Ulama NU di Era Modern

June 6, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In