• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Menjelang Muktamar NU dan Harapan Lahirnya Energi Baru. Menjelang Muktamar NU dan Harapan Lahirnya Energi Baru

Menjelang Muktamar NU dan Harapan Lahirnya Energi Baru

May 19, 2026
Kiai Said

Marak Pengasuh Ponpes Jadi Pelaku Pelecehan, Kiai Said: Kekerasan Seksual Khianati Marwah Pesantren

May 20, 2026
Tegar Pradana, Koordinator Wilayah BEM PTNU DIY.

Rupiah Melemah dan Rakyat Menjerit, BEM PTNU DIY: Jangan Anggap Krisis Ekonomi Sekadar Angka

May 20, 2026
Kiai Said Aqil Siroj

Kiai Said Tegaskan Melaporkan Kekerasan Seksual di Pesantren Bukan Durhaka

May 20, 2026
Hasan Yazid Al-Palimbangy, M.Ag., Juru Da’wah (da’i/muballigh). Khatib dan narasumber pengajian mingguan, bulanan di masjid-masjid perumahan dan kantor dan penulis buku-buku agama Islam.)

Umur Biologis dan Umur Hakiki

May 20, 2026
Muhadjir Effendy, Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji, Menteri Agama Ad Interim Tahun 2022.

Muhadjir Effendy Dipaggil KPK Terkait Korupsi Kuota Haji

May 19, 2026
Rupiah Terjun Bebas, PNIB Nilai Alarm Keras Kegagalan Pemerintah menjaga Stabilitas Ekonomi, Korbanya Rakyat Desa dan Kota

Rupiah Terjun Bebas, PNIB Nilai Alarm Keras Kegagalan Pemerintah menjaga Stabilitas Ekonomi, Korbanya Rakyat Desa dan Kota

May 19, 2026
Keterangan Gambar : Ilustrasi AI simulasi rekaman CCTV (Night Vision/Noise), yang direkonstruksi berdasarkan Laporan Polisi, dimana menunjukkan mobil Daihatsu Rocky merah di bahu jalan tol Tol Jakarta-Tangerang (Kebon Jeruk) dini hari. Terdapat label 'PELAKU MENDEKATI MOBIL' dan 'KORBAN DI SEMAK-SEMAK.

Pelaku Pencurian Mobil Sigra Di Tol Km 3,8 Diburu Polisi, Korban Berharap Bisa Tertangkap

May 19, 2026
Yudhie Haryon (CEO Nusantara Centre) dan Agus Rizal (Ekonom Universitas MH Thamrin)

Rupiah Lemah itu Taktis

May 19, 2026
Kritik Pertumbuhan Ekonomi 2026 Kepada Prabowo, Lebih Beresensi Pujian dan Dukungan

Kritik Pertumbuhan Ekonomi 2026 Kepada Prabowo, Lebih Beresensi Pujian dan Dukungan

May 19, 2026
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Wednesday, May 20, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Menjelang Muktamar NU dan Harapan Lahirnya Energi Baru

Oleh: Mukti Ali Qusyairi

liputan9news by liputan9news
May 19, 2026
in Opini
A A
0
Menjelang Muktamar NU dan Harapan Lahirnya Energi Baru. Menjelang Muktamar NU dan Harapan Lahirnya Energi Baru

Menjelang Muktamar NU dan Harapan Lahirnya Energi Baru. Menjelang Muktamar NU dan Harapan Lahirnya Energi Baru (Foto: Ist./MSN)

511
SHARES
1.5k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama, publik dikejutkan oleh hadirnya sejumlah kiai muda berpengaruh dalam kegiatan Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMK-NU) di Cirebon.

Nama-nama, seperti KH Imam Jazuli, Gus Yusuf Khudhori, Gus Miftah, Gus Ipang, Gus Machasin, KH Imam Baehaqi, KH Dr Aguk Irawan MN, hingga Gus Rosikh, bukan sosok biasa dalam dinamika NU.

Mereka, selama ini dikenal sebagai tokoh muda dengan pengaruh kuat di ruang kultural, dekat dengan masyarakat, aktif membangun diskusi publik, dan memiliki keberanian menyampaikan pandangan kritis demi kemajuan organisasi maupun bangsa.

Fenomena ini memunculkan perhatian luas karena terjadi di tengah momentum penting menuju Muktamar ke-35 NU. Banyak yang membaca langkah para tokoh muda tersebut sebagai sinyal bahwa NU sedang memasuki fase regenerasi yang menarik.

BeritaTerkait:

Gus Rosikh: KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

Sinyal Kuat Regenerasi PBNU: Gus Yusuf, KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid dan Gus Miftah ‘Satu Shaf’ di PMKNU Cirebon

Lirboyo, dari “Sarang Penyamun” Menjelma Benteng Nusantara

Gus Kikin Beri Sinyal Siap Pimpin NU, Serukan Kembalinya Soliditas Nahdliyin Jelang Muktamar ke-3

Sebuah fase ketika jalur kultural dan struktural mulai menemukan titik temu baru demi menghadirkan kontribusi yang lebih nyata bagi organisasi.

Selama ini, NU dikenal memiliki kekuatan besar pada aspek kultural. Pengaruh para kiai, pesantren, majelis taklim, tradisi keilmuan, hingga kedekatan emosional dengan masyarakat menjadi fondasi utama yang membuat NU tetap kokoh di tengah perubahan zaman.

Di sisi lain, NU juga memiliki struktur organisasi besar yang menjalankan berbagai fungsi strategis dalam kehidupan sosial, pendidikan, keagamaan, hingga kebangsaan.

Kehadiran para kiai muda dalam pengaderan formal memperlihatkan adanya kesadaran baru bahwa perubahan tidak cukup hanya dibangun melalui pengaruh kultural semata, tetapi juga membutuhkan keterlibatan langsung dalam sistem organisasi.

Ini bukan semata-mata tentang posisi atau jabatan, melainkan tentang bagaimana gagasan, kritik, dan energi pembaruan dapat dihadirkan secara lebih efektif melalui jalur konstitusional.

Dalam beberapa tahun terakhir, dinamika internal NU memang menjadi perhatian publik. Perbedaan pandangan dalam organisasi besar merupakan hal yang wajar.

Justru dari perbedaan itulah lahir ruang dialog, evaluasi, dan proses pendewasaan bersama. Sejumlah tokoh muda NU dikenal aktif menyampaikan kritik terhadap berbagai persoalan organisasi, mulai dari arah kebijakan, komunikasi publik, hingga sikap terhadap isu-isu internasional.

Namun, yang menarik, kritik tersebut sebagian besar lahir dari rasa cinta terhadap NU. Kritik hadir bukan untuk menjatuhkan organisasi, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab moral agar NU tetap berada pada jalur yang sesuai dengan cita-cita para pendiri.

Kedewasaan

Dalam tradisi NU sendiri, perbedaan pendapat bukan sesuatu yang asing. Sejarah NU dibangun melalui forum-forum musyawarah yang kaya argumentasi, diskusi, dan keberanian menyampaikan pandangan secara terbuka.

Karena itu, langkah para kiai muda mengikuti PMK-NU dapat dibaca sebagai bentuk kedewasaan baru dalam berorganisasi.

Mereka tidak berhenti pada kritik dari luar, tetapi mulai masuk ke ruang kaderisasi dan mekanisme formal organisasi. Ini menunjukkan adanya semangat untuk membangun perubahan melalui cara-cara yang konstitusional, santun, dan bermartabat.

Fenomena ini sesungguhnya membawa harapan positif bagi masa depan NU. Organisasi massa sebesar NU membutuhkan regenerasi yang sehat agar tetap relevan menghadapi tantangan zaman.

Dunia terus berubah dengan sangat cepat. Generasi muda hidup di tengah arus digitalisasi, perubahan sosial, polarisasi politik, hingga tantangan global yang semakin kompleks.

Dalam situasi seperti itu, NU membutuhkan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya memahami tradisi keilmuan pesantren, tetapi juga mampu membaca perkembangan zaman secara cerdas dan bijaksana.

Para kiai muda yang kini aktif mengikuti kaderisasi formal memiliki modal sosial yang besar. Mereka dekat dengan generasi muda, aktif di media sosial, mampu membangun komunikasi publik yang kuat, dan memiliki keberanian menyampaikan gagasan baru.

Kehadiran mereka dalam ruang struktural berpotensi memperkaya dinamika organisasi dengan perspektif yang lebih segar dan adaptif.

Di sisi lain, fenomena ini juga menunjukkan bahwa kaderisasi di NU masih memiliki daya tarik kuat. Dalam banyak organisasi, generasi muda sering memilih menjaga jarak dari struktur formal. Namun, di NU, justru muncul kecenderungan sebaliknya.

Tokoh-tokoh muda tetap melihat organisasi sebagai ruang penting untuk berkontribusi bagi umat dan bangsa. Ini menjadi modal sosial yang sangat berharga bagi keberlanjutan NU di masa depan.

Konsolidasi gagasan

Muktamar NU sendiri pada hakikatnya bukan sekadar agenda memilih ketua umum. Muktamar adalah ruang konsolidasi gagasan besar tentang arah masa depan organisasi dan kontribusinya bagi Indonesia.

Karena itu, hadirnya energi baru dari generasi muda seharusnya dipandang sebagai kekuatan positif yang memperkaya proses demokrasi internal NU.

Tradisi NU sejak dulu selalu memperlihatkan kemampuan luar biasa dalam menjaga keseimbangan antara tradisi dan perubahan. NU mampu tetap menjaga akar keislaman, kebangsaan, dan budaya lokal, sambil terus beradaptasi menghadapi tantangan zaman.

Kemampuan inilah yang membuat NU tetap bertahan sebagai salah satu organisasi Islam terbesar dan paling berpengaruh di dunia.

Dalam konteks tersebut, keterlibatan para kiai muda di PMK-NU menjadi simbol penting bahwa regenerasi di tubuh NU sedang bergerak.

Ini bukan tentang perebutan semata, melainkan tentang munculnya kesadaran kolektif untuk ikut bertanggung jawab terhadap masa depan organisasi.

Kritik yang dulu berada di ruang kultural, kini mulai diterjemahkan menjadi partisipasi yang lebih konkret melalui jalur struktural.

Masyarakat tentu berharap Muktamar NU nanti tidak hanya melahirkan kepemimpinan baru, tetapi juga menghadirkan suasana yang lebih teduh, inklusif, dan penuh semangat persatuan.

NU memiliki peran besar dalam menjaga harmoni sosial dan kebangsaan Indonesia. Karena itu, proses regenerasi di tubuh NU akan selalu menjadi perhatian publik.

Fenomena para kiai muda mengikuti PMK-NU memberikan satu pelajaran penting bahwa organisasi besar akan tetap hidup ketika ruang kaderisasi, kritik, dan partisipasi tetap terbuka.

Dari ruang-ruang seperti itulah harapan baru sering kali lahir. Dan di tengah berbagai tantangan bangsa hari ini, lahirnya energi baru di tubuh NU tentu menjadi kabar yang patut disambut dengan optimisme.

Mukti Ali Qusyairi, Penasehat Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU DKI Jakarta

Tags: Aguk Irawan MNGus Ipang WahidGus MiftahGus RosikhGus Yusuf ChudlariImam Jazulikader NUNahdlatul UlamaPBNUPMKNU Cirebon
Share204Tweet128SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Gus Rosikh : KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat
Nasional

Gus Rosikh: KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

by liputan9news
May 15, 2026
0

CIREBON | LIPUTAN9NEWS Acara Kaderisasi Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) Yang digelar di Hotel Aston Cirebon 13-17 Mei 2026...

Read more
Sinyal Kuat Regenerasi PBNU: Gus Yusuf, KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid dan Gus Miftah ‘Satu Shaf’ di PMKNU Cirebon

Sinyal Kuat Regenerasi PBNU: Gus Yusuf, KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid dan Gus Miftah ‘Satu Shaf’ di PMKNU Cirebon

May 14, 2026
Foto: Pintu gerbang Ponpes Lirboyo

Lirboyo, dari “Sarang Penyamun” Menjelma Benteng Nusantara

May 11, 2026
Gus Kikin Beri Sinyal Siap Pimpin NU, Serukan Kembalinya Soliditas Nahdliyin Jelang Muktamar ke-3

Gus Kikin Beri Sinyal Siap Pimpin NU, Serukan Kembalinya Soliditas Nahdliyin Jelang Muktamar ke-3

May 8, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2561
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Kiai Said

Marak Pengasuh Ponpes Jadi Pelaku Pelecehan, Kiai Said: Kekerasan Seksual Khianati Marwah Pesantren

May 20, 2026
Tegar Pradana, Koordinator Wilayah BEM PTNU DIY.

Rupiah Melemah dan Rakyat Menjerit, BEM PTNU DIY: Jangan Anggap Krisis Ekonomi Sekadar Angka

May 20, 2026
Kiai Said Aqil Siroj

Kiai Said Tegaskan Melaporkan Kekerasan Seksual di Pesantren Bukan Durhaka

May 20, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In