• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Aguk Irawan

Napas Panjang Kemanusiaan: Dari Fatwa Mbah Hasyim hingga Sumud Flotilla

May 21, 2026
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 24, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

September 24, 2026
Sulaiman Djaya

Tentang Penulisan Puisi – Robert Frost dan Walt Whitman

September 24, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Daya Pesona Perpustakaan

September 24, 2026
Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

September 23, 2026
Amsar A. Dulmanan, NU dan Politik Transaksional: Telaah Kritis atas Relasi Ulama dan Negara

Dinamika Demokrasi Indonesia; Dari Politik Ideologi ke Oligarki

September 23, 2026
Anggota Komisi III DPR Slamet Ariyadi Menembus Batas Dapil: Peduli Sesama, Jenguk Warga Sakit di Kota Malang

Anggota Komisi III DPR Slamet Ariyadi Menembus Batas Dapil: Peduli Sesama, Jenguk Warga Sakit di Kota Malang

September 23, 2026
Gus Lilur

Viral! Gus Lilur Ungkap Dugaan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Nama Nusron Wahid Disebut

September 23, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, September 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Napas Panjang Kemanusiaan: Dari Fatwa Mbah Hasyim hingga Sumud Flotilla

Oleh: Aguk Irawan MN

liputan9news by liputan9news
May 21, 2026
in Opini
A A
0
Aguk Irawan

Dr. KH. Aguk Irawan MN, Lc, MA, Pengasuh Pesantren Baitul Kilmah Yogyakarta, Santri Alumni Darul Ulum, Langitan. Pernah kuliah jurusan Aqidah-Filsafat di Al-Azhar University Cairo dan Sekolah Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga. Pengajar Antropologi-budaya di STIPRAM Yogyakarta, serta di Ma’had Aly KH. Ali Maksum Krapyak dan STAI Pandanaran Yogyakarta. Buku terbarunya terbit di penerbit Mizan Group; Genealogi Etika Pesantren, Kajian Intertekstual (2018) dan Sosrokartono, Sebuah Biografi Novel (2018).

506
SHARES
1.4k
VIEWS

YOGYAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Kemanusiaan, pada hakikatnya, adalah bahasa tanpa batas. Ketika sembilan warga kita—Andi Angga, Asad Aras, Hendro Prasetyo, Herman Budianto, Ronggo Wirasanu, Bambang Noroyono, Thoudy Badai, Andre Prasetyo, dan Rahendro Herubowo—berlayar membawa misi Sumud Flotilla, mereka sejatinya tengah mengeja ulang ayat-ayat kemanusiaan.

Mereka adalah relawan dan jurnalis yang melangkah bukan dengan senjata, melainkan dengan nurani. Namun, nurani seringkali menjadi musuh utama bagi mereka yang pongah dengan kekuatan senjata. Penyergapan dan penahanan yang dilakukan oleh Israel Occupation Forces (IOF) adalah tamparan keras bagi peradaban dunia, sebuah penistaan terang-terangan terhadap prinsip universal Hak Asasi Manusia.

Dalam situasi semacam ini, negara tidak boleh terjebak dalam kebisuan birokrasi. Desakan agar pemerintah bergerak cepat, terukur, dan tegas, adalah suara “kenabian” yang menagih kehadiran negara. Keselamatan warga negara adalah mandat tertinggi konstitusi.

Pemerintah Indonesia seyogyanya segera menggunakan seluruh instrumen diplomasi internasional, termasuk posisi strategis Indonesia di berbagai forum dunia, untuk memberikan tekanan global dan memastikan pembebasan tanpa syarat bagi seluruh WNI yang disekap.

BeritaTerkait:

Gus Mus dan Kursi yang Tak Diperebutkan: Ketika Tidak Hadir Justru Menjadi Kehadiran Paling Terang

Gus Kikin Buka Warisan Yang Hilang: Qanun Asasi Mbah Hasyim Asy’ari Kembali Jadi Kompas NU di Abad Kedua

Artefak Huruf di Tambak Beras, NU dan Amanah Konstitusi

Warisan Para Muassis adalah Adab bukan Kubu (Belajar dari Hadratussyekh dan KH. Faqih Mas Kumambang Merawat Persaudaraan dalam Perbedaan)

Di tengah situasi genting ini, kita terkadang dihadapkan pada realitas yang memprihatinkan: ketika jajaran petinggi PBNU secara struktural tampak alpa, mingkin bersikap terlalu berhati-hati, atau lambat dalam menyuarakan keprihatinan yang tegas atas tragedi penangkapan ini. Kebisuan di tingkat elite struktural ini tentu memantik kekecewaan.

Namun, di sinilah letak kekuatan sejati Nahdlatul Ulama. Nahdliyin akar rumput—para santri, kiai kampung, dan aktivis kemanusiaan—tidak membutuhkan stempel birokrasi atau surat instruksi resmi untuk menyuarakan pembelaan. Bagi kaum nahdliyin kultural, membela saudara sebangsa dan menyuarakan anti-kolonialisme adalah panggilan nurani yang tak bisa diinterupsi oleh rapat-rapat pengurus. Keprihatinan akar rumput ini adalah antitesis dari kelambanan birokrasi organisasi.

Sikap Nahdliyin akar rumput yang mengecam insiden ini bukanlah gema retorika yang lahir kemarin sore. Ia adalah kesinambungan dari sejarah panjang, sebuah “napas panjang” solidaritas yang dihembuskan sejak sebelum republik ini berdiri.

Jauh sebelum Indonesia berdaulat, pada tahun 1938—ketika tanah Palestina mulai dirundung derita penjajahan—Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari telah mengonsolidasikan umat Islam melalui Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) untuk mengirimkan dukungan moral, spiritual, dan finansial.

Para kiai pesantren secara lantang menolak pembagian tanah Palestina. Fatwa Kiai Hasyim pada masa itu bukan sekadar catatan tinta di atas kertas usang, melainkan seruan kemanusiaan universal yang membela hak bangsa Palestina. Bahkan, pada Muktamar NU ke-14 di Magelang pada tahun 1939, K.H. Hasyim Asy’ari secara resmi menetapkan peringatan Isra Miraj sebagai Hari Palestina.

Tidak hanya berhenti pada mimbar-mimbar doa dan Qunut Nazilah—yang juga diamanatkan dalam Muktamar ke-13 NU di Banten tahun 1938—NU juga mewajibkan setiap cabangnya untuk berinfak demi membantu perjuangan rakyat Palestina. Bagi Nahdlatul Ulama, membela Palestina adalah sebuah utang sejarah dari bangsa yang justru menjadi salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945.

Menjaga Ukhuwah Insaniyah

Bagi seorang nahdliyin, membela Palestina bukan semata soal kedekatan teologis, melainkan tentang prinsip dasar ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia). Setiap tetes darah warga sipil yang tertumpah, setiap hak kemerdekaan yang dirampas oleh kolonialisme, adalah luka bagi kemanusiaan itu sendiri.

Kolonialisme, di manapun ia berpijak, adalah bentuk pengingkaran terhadap harkat dan martabat manusia. Penyergapan relawan Sumud Flotilla sekali lagi membuktikan bahwa penjajahan tidak pernah melahirkan keadilan; ia selalu melahirkan kesewenang-wenangan.

Dunia internasional tidak boleh memalingkan wajah dan berpura-pura tuli. Sikap cepat dan tegas dari akar rumput NU dalam merespons penyergapan ini merupakan panggilan jiwa untuk terus merawat lentera kemanusiaan agar tak padam dihembus badai arogansi.

Kini, di tengah kecemasan yang menyelimuti sanubari keluarga korban dan seluruh rakyat Indonesia, ikhtiar kemanusiaan yang cepat dari pemerintah dan iringan doa dari segenap warga Nahdliyin kultural adalah ikhtiar terbaik kita.

Kita perlu merapatkan barisan, memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar para relawan dan jurnalis kita segera dibebaskan, kembali dalam keadaan selamat, dan terus diberi kekuatan untuk menyuarakan kebenaran. Sebab sejatinya, membela Palestina—dan membela mereka yang berjuang untuknya—adalah cara kita memanusiakan manusia. Wallahu alam.

Dr. KH. Aguk Irawan MN, Lc., MA., Pengasuh Pesantren Baitul Kilmah Yogyakarta, Santri Alumni Darul Ulum, Langitan. Pernah kuliah jurusan Aqidah-Filsafat di Al-Azhar University Cairo dan Sekolah Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga. Pengajar Antropologi-budaya di STIPRAM Yogyakarta, serta di Ma’had Aly KH. Ali Maksum Krapyak dan STAI Pandanaran Yogyakarta. Buku terbarunya terbit di penerbit Mizan Group; Genealogi Etika Pesantren, Kajian Intertekstual (2018) dan Sosrokartono, Sebuah Biografi Novel (2018).

Tags: Aguk Irawan MNAktivisFatwaKemanusiaanKH. Hasyim Asy'ari
Share202Tweet127SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Gus Mus dan Kursi yang Tak Diperebutkan: Ketika Tidak Hadir Justru Menjadi Kehadiran Paling Terang
Nasional

Gus Mus dan Kursi yang Tak Diperebutkan: Ketika Tidak Hadir Justru Menjadi Kehadiran Paling Terang

by Moh. Faisal Asadi
September 2, 2026
0

Gus Mus dan Kursi yang Tak Diperebutkan: Ketika Tidak Hadir Justru Menjadi Kehadiran Paling Terang

Read more
Gus Kikin

Gus Kikin Buka Warisan Yang Hilang: Qanun Asasi Mbah Hasyim Asy’ari Kembali Jadi Kompas NU di Abad Kedua

August 31, 2026
Artefak Huruf di Tambak Beras, NU dan Amanah Konstitusi

Artefak Huruf di Tambak Beras, NU dan Amanah Konstitusi

July 28, 2026
Warisan Para Muassis adalah Adab bukan Kubu (Belajar dari Hadratus Syekh dan KH. Faqih Mas Kumambang Merawat Persaudaraan dalam Perbedaan)

Warisan Para Muassis adalah Adab bukan Kubu (Belajar dari Hadratussyekh dan KH. Faqih Mas Kumambang Merawat Persaudaraan dalam Perbedaan)

July 2, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 24, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In