• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Surat Terbuka PNIB kepada Presiden Prabowo : NKRI Milik Bersama, Para Elite Jangan Makan Sendiri dan Tunduk Kepada Oligarki

Surat Terbuka PNIB kepada Presiden Prabowo: NKRI Milik Bersama, Para Elite Jangan Makan Sendiri dan Tunduk Kepada Oligarki

June 23, 2026
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

September 24, 2026
Sulaiman Djaya

Tentang Penulisan Puisi – Robert Frost dan Walt Whitman

September 24, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Daya Pesona Perpustakaan

September 24, 2026
Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

September 23, 2026
Amsar A. Dulmanan, NU dan Politik Transaksional: Telaah Kritis atas Relasi Ulama dan Negara

Dinamika Demokrasi Indonesia; Dari Politik Ideologi ke Oligarki

September 23, 2026
Anggota Komisi III DPR Slamet Ariyadi Menembus Batas Dapil: Peduli Sesama, Jenguk Warga Sakit di Kota Malang

Anggota Komisi III DPR Slamet Ariyadi Menembus Batas Dapil: Peduli Sesama, Jenguk Warga Sakit di Kota Malang

September 23, 2026
Gus Lilur

Viral! Gus Lilur Ungkap Dugaan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Nama Nusron Wahid Disebut

September 23, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, September 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Surat Terbuka PNIB kepada Presiden Prabowo: NKRI Milik Bersama, Para Elite Jangan Makan Sendiri dan Tunduk Kepada Oligarki

liputan9news by liputan9news
June 23, 2026
in Nasional
A A
0
Surat Terbuka PNIB kepada Presiden Prabowo : NKRI Milik Bersama, Para Elite Jangan Makan Sendiri dan Tunduk Kepada Oligarki

Surat Terbuka PNIB kepada Presiden Prabowo : NKRI Milik Bersama, Para Elite Jangan Makan Sendiri dan Tunduk Kepada Oligarki

622
SHARES
1.8k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Salam sejahtera bagi kita semua yang masih diberi kesehatan dalam krisis multidimensi yang melanda bangsa. Kepada Presiden RI ke 8 Bapak Prabowo Subianto yang kami hormati. Pemegang kedaulatan tertinggi amanah bangsa dan negara Indonesia yang kami banggakan.

Mengingat situasi sosial, politik dan ekonomi di akar rumput yang semakin bergejolak senyap.
Menimbang kepentingan bangsa dari potensi disintegrasi dalam berbagai bentuk, demi menjaga keutuhan NKRI Dan membaca situasi ekonomi yang semakin tidak kondusif.

Kami ormas kebhinekaan lintas Agama, Budaya, tradisi yang anti intoleransi, khilafah radikalisme dan terorisme, Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) menyampaikan surat terbuka sebagai bentuk partisipasi aktif kami kepada bangsa dan negara yang kami cintai ini.

Penolakan program MBG yang terjadi di berbagai daerah oleh elemen masyarakat menjadi indikasi sebuah kebijakan yang tidak berpijak pada keadilan. Pengurangan anggaran pendidikan nasional untuk mendanai proyek MBG berdampak sistemik pada dunia pendidikan.

BeritaTerkait:

PNIB Desak 16 November Jadi Hari Toleransi Nasional

Jangan Lindungi Dapur, Utamakan Penerima Manfaat MBG

PNIB Desak Polri Usut Pernyataan Abu Janda

150 Ribu Liter Air Guyur Boyolali, PNIB Serukan Persatuan

Ratusan triliun dana pendidikan yang berkurang, berdampak pada guru dan tenaga pengajar. Siswa masih bisa bersekolah, namun tenaga pengajar terbatas karena guru honorer dan PPPK kehilangan alokasi dana.

Para pemangku kebijakan lebih mengutamakan pemberian MBG daripada meningkatkan proses belajar mengajar. Siswa yang kenyang namun tidak mendapatkan pendidikan yang layak ibarat padi di sawah yang diberi pupuk namun tanpa air dan irigasi yang berakibat terganggu pertumbuhannya.

Di tengah kemelut realita dunia pendidikan terdampak MBG, di dalam gedung ber-AC, sekelompok orang sedang berpesta pora menikmati fee proyek BGN. Menghitung insentif dan keuntungan mark-up pengadaan proyek MBG. Dan petinggi BGN menjadi pelaku korupsi uang kami, uang rakyat para pembayar pajak, sumber terbesar yang membiayai APBN.

Keadilan kepada kami telah mereka khianati. Tidak hanya satu korupsi, namun aparat penegak hukum seolah sedang berlomba mengungkap penjarah uang rakyat. Berita penangkapan korupsi mengepung kami, mereka para pejabat dengan bekal kekuasaan melakukannya seakan menjadi tradisi dan kewajaran yang seakan dinormalisasi.

Mereka tertangkap, namun tidak dengan kerugian dana yang ditimbulkannya. Raib diamankan mereka yang belum tertangkap, seolah menjadi skema kecanggihan korupsi sistemik.

Sementara di meja para pengambil kebijakan ekonomi, gejolak moneter senantiasa dijawab dengan menambah hutang luar negeri. Hutang ribuan triliun menjadikan kami sebagai pembayarnya melalui skema pajak.

Negara yang kaya SDA namun 80 persen sumber APBN berasal dari pajak menjadi tanda tanya besar. Kemana larinya hasil penjualan SDA yang begitu besar namun hanya menyumbang 15 persen devisa negara?

Kami hanya diwarisi kerusakan alam sementara keuntungan masuk ke kantong para Oligarki kapitalis dan birokrasi. Mereka yang sudah kaya semakin kaya di atas penderitaan kami dan bumi Indonesia tercinta yang semakin rusak.

Kami yang hanya bisa berteriak, mengeluh dan sesekali protes. Namun kami harus berhadapan dengan tembok represif aparat keamanan. Mahasiswa yang mewakili kegelisahan kami diadu domba, elemen masyarakat dikotak-kotakkan menjadi kubu mendukung pemerintah dan pengkritik pemerintah.

Narasi tentang negara yang sedang tidak baik-baik saja adalah nyata. Bukan sebuah upaya melawan kekuasaan, namun mengingatkan pada realita yang ada. Kenyataan sesungguhnya yang berada di luar tembok tebal Istana.

Pendidikan, kesehatan dan hak hidup layak adalah amanat konstitusi. Tidak boleh dimanipulasi dengan alasan apapun. Karena dengan itulah kelangsungan hidup bangsa tetap terjaga tiap generasi.

Mereka yang berbisnis dan berdagang demi mengeruk keuntungan besar dilindungi undang-undang. Kami yang terhimpit berusaha berkeluh kesah dihajar aturan melawan kebijakan negara.

Efisiensi hanya berlaku untuk kami, bukan untuk para elite, politikus dan pejabat yang menghamburkan anggaran atas nama biaya operasional. Suara oligarki didengar, suara rakyat ditulikan.

Rakyat jelata dibunuh pelan-pelan oleh sistem yang mamatikan harapan hidup dan masa depannya. Kami yang hanya dianggap hidup hanya untuk makan. Keadilan hanya merata dibagikan pada mereka yang terdekat, bukan kepada kami yang terjauh dan ditinggalkan.

Atas dasar kondisi yang kami rasakan tersebut maka kami dari ormas PNIB yang masih mencintai dan menjadi bagian dari NKRI memohon kepada Presiden Prabowo untuk mengambil langkah dan kebijakan luar biasa demi penyelamatan bangsa, yaitu :

  1. Batalkan anggaran BGN untuk MBG yang mengambil dana Pendidikan dan Kesehatan
  2. Evaluasi besar-besaran pada kabinet, jauhkan Pemerintahan dari oknum politikus penjilat yang menjerumuskan bangsa ke dalam jurang disintegrasi.
  3. Hukum mati koruptor dan kembalikan kerugian uang rakyat yang disembunyikan dimanapun.
  4. Memberi kebebasan mahasiswa dan elemen masyarakat lainya untuk menyampaikan gagasan dan kritik sebagai bentuk partisipasi aktif anak bangsa.
  5. Berhentilah berbisnis dengan pengusaha kotor, mafia rente dan investor nakal yang merusak lingkungan.
  6. Kembalikan hak-hak subsidi warga miskin yang tepat sasaran tanpa intervensi kepentingan kelompok politik tertentu.
  7. Kelola SDA dengan kemandirian anak bangsa untuk keadilan dan pemerataan hasilnya, segera amalkan Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 menegaskan bahwa “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.
  8. Tidak memberikan ruang sekecil apapun untuk berkembangnya Khilafah dan wahabi yang merupakan bibit Tunas lahirnya Intoleransi, Radikalisme Anarkisme Terorisme.

Surat terbuka ini bukan sebuah bentuk perlawanan kepada kekuasaan pemerintahan, namun sebagai wujud kritik kebijakan yang belum tepat di negara yang menganut asas Demokrasi.

Jika surat terbuka ini dianggap sebagai upaya mendiskreditkan Pemerintahan, maka benar kata mahasiswa, bahwa negara ini sudah dikelola secara otoriter.

Sejarah dunia mencatat, negara yang otoriter akan akan hancur di tangan rakyatnya sendiri. Pemerintahan yang arogan akan berhadapan dengan kekuatan rakyat yang tidak tertandingi.

Demikian surat terbuka ini kami sampaikan dengan semangat memperbaiki kondisi bangsa dan menjaga persatuan kesatuan Indonesia yang selalu kami cintai melebihi cinta terhadap nyawa kami sendiri.

Bangsa yang berdaulat harus terus berpikir merdeka. Sedetik berhenti kita sudah kalah dan terjajah.

Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu, AR Waluyo Wasisi Nugroho (Gus Wal)

(WLY)

PNIB Minta Negara Bubarkan FJI

Tags: BGNMBGPNIBSurat terbuka
Share249Tweet156SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

PNIB Desak 16 November Jadi Hari Toleransi Nasional
Nasional

PNIB Desak 16 November Jadi Hari Toleransi Nasional

by liputan9news
September 23, 2026
0

PNIB Desak 16 November Jadi Hari Toleransi Nasional

Read more
Jangan Lindungi Dapur, Utamakan Penerima Manfaat MBG Gus Syafak Soroti Tata Kelola, Pendanaan hingga Penambahan Titik Dapur

Jangan Lindungi Dapur, Utamakan Penerima Manfaat MBG

September 21, 2026
PNIB Desak Polri Usut Pernyataan Abu Janda

PNIB Desak Polri Usut Pernyataan Abu Janda

September 21, 2026
150 Ribu Liter Air Guyur Boyolali, PNIB Serukan Persatuan

150 Ribu Liter Air Guyur Boyolali, PNIB Serukan Persatuan

September 20, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In