• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
KH Imam Jazuli

Gus Miftah: KH Imam Jazuli Punya Modal Paling Lengkap Pimpin PBNU di Abad Kedua

July 20, 2026
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

September 24, 2026
Sulaiman Djaya

Tentang Penulisan Puisi – Robert Frost dan Walt Whitman

September 24, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Daya Pesona Perpustakaan

September 24, 2026
Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

September 23, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, September 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Gus Miftah: KH Imam Jazuli Punya Modal Paling Lengkap Pimpin PBNU di Abad Kedua

liputan9news by liputan9news
July 20, 2026
in Nasional
A A
0
KH Imam Jazuli

KH. Imam Jazuli, Lc., MA., adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon (Foto: Dokpri/Kiai Imjaz)

527
SHARES
1.5k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35 NU pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, kian menghangat. Di tengah munculnya sejumlah nama, Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Yogyakarta, KH Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah, secara terbuka menilai KH Imam Jazuli sebagai figur yang paling memenuhi kebutuhan kepemimpinan NU di abad kedua.

Menurut Gus Miftah, tantangan yang dihadapi NU saat ini jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya. Organisasi Islam terbesar di Indonesia itu dituntut tidak hanya menjaga tradisi pesantren, tetapi juga mampu menjawab tantangan globalisasi, transformasi digital, penguatan ekonomi umat, hingga diplomasi internasional.

“NU hari ini adalah organisasi besar yang sedang berada di persimpangan peradaban. Dibutuhkan nakhoda yang memiliki akar kuat pada tradisi pesantren sekaligus mampu membawa NU berperan di tingkat global,” ujar Gus Miftah dalam keterangan, Ahad (19/07/2026).

Dari sejumlah nama yang beredar, Kiai pendakwah ini menilai KH Imam Jazuli memiliki kombinasi kapasitas yang paling lengkap. Selain menjadi pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA), Kiai Imjaz, sapaan akrabnya, juga memiliki latar belakang pendidikan internasional di bidang filsafat, politik, pertahanan, dan strategi, serta pengalaman sebagai entrepreneur.

BeritaTerkait:

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Imjaz Pacu 680 Pesantren Rintisan

Kiai Miftah dan Tantangan NU Memasuki Abad Kedua

“Di titik inilah, figur seperti Kiai Imjaz bukan lagi sekadar alternatif. Beliau adalah kebutuhan mutlak. Jika NU ingin berlari mengejar zaman, lokomotifnya haruslah orang yang selesai dengan dirinya sendiri dan punya isi kepala yang melompat jauh ke depan,” urainya.

Enam Alasan Gus Miftah Sebut KH Imam Jazuli layak memimpin PBNU

Pertama, Kiai Imjaz dinilai tetap berakar kuat pada tradisi pesantren sekaligus membawa gagasan transformasi pendidikan. Kiai Imjaz adalah arsitek pesantren transformatif, melalui gerakan nasional transformasi pesantren yang menghimpun sekitar 5.000 pengasuh pesantren, ia mendorong lahirnya pesantren yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan sumber daya manusia di era digital. Program tersebut disebut dibiayai secara mandiri melalui Imam Jazuli Foundation (IJF).

Kedua, Kiai Imjaz disebut memiliki kemampuan merangkul berbagai kalangan di internal NU. Menurut Gus Miftah, karakter pemersatu itu penting agar energi organisasi tidak lagi tersita oleh konflik internal, melainkan difokuskan untuk pelayanan kepada umat.

Ketiga, Gus Miftah menilai kemandirian ekonomi menjadi nilai lebih yang dimiliki Kiai Imjaz. Menurutnya, pemimpin yang tidak bergantung pada kepentingan politik maupun donor akan lebih leluasa menjalankan khidmah organisasi. Beliau adalah sosok kiai pengusaha dan pengusaha yang kiai.

Keempat, Kiai Imjaz dinilai memiliki cara berpikir progresif dan berorientasi pada masa depan. Gus Miftah menyebut NU membutuhkan pemimpin yang tidak hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga menyiapkan organisasi menghadapi tantangan puluhan tahun ke depan.

Kelima, jejaring global yang dimiliki Kiai Imjaz, terutama di bidang pendidikan, dinilai menjadi modal penting untuk memperluas akses kader-kader NU ke tingkat dunia, termasuk melalui peluang beasiswa dan kerja sama stratejik di kancah internasional.

Keenam, kemampuan manajerial Kiai Imjaz disebut telah terbukti melalui pengembangan Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA). Dalam waktu relatif singkat, pesantren tersebut berkembang menjadi lembaga pendidikan berskala besar dengan ribuan santri serta alumni yang tersebar di berbagai negara.

“Jika keenam kriteria tersebut dijadikan alat ukur, maka KH Imam Jazuli menjadi satu figur utama yang paling layak diperhitungkan. Beliau memiliki akar pesantren yang kuat, pengalaman internasional, serta rekam jejak membangun lembaga pendidikan yang mandiri dan berkembang,” ujarnya.

Lebih dari itu, Gus Miftah juga menjelaskan bahwa KH Imam Jazuli merupakan alumnus Pondok Pesantren Lirboyo Kediri sebelum melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, serta memperdalam kajian politik, pertahanan, dan strategi di Malaysia.

“Beliau memahami tradisi pesantren sekaligus memiliki wawasan global. Kombinasi seperti ini menjadi kebutuhan penting bagi NU yang sedang memasuki abad kedua,” papar Gus Miftah.

Merayakan Kepemimpinan Visioner dan Kolaboratif Abad kedua NU

Menjelang Muktamar ke-35, Gus Miftah menegaskan bahwa NU membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjaga warisan para muassis sekaligus melakukan transformasi organisasi agar tetap relevan menghadapi perubahan zaman.

“NU membutuhkan pemimpin yang mampu menjaga tradisi dan nilai Aswaja sekaligus menghadirkan inovasi. Sosok yang memahami pesantren, memiliki kemandirian, mampu mengelola organisasi secara profesional, serta memiliki jejaring nasional dan internasional yang kuat,” utaranya.

Ia menilai, abad kedua NU menjadi momentum penting menentukan arah organisasi ke depan. Menurutnya NU tidak boleh terhadap romantika sejarah, butuh terobosan untuk menjawab tantangan zaman.

“Abad kedua NU telah tiba. Pilihannya hanya dua: menjadi raksasa tua yang lamban dan hanya bangga pada romantika sejarah, atau menjelma menjadi kekuatan peradaban modern yang lincah, mandiri, dan memimpin dunia. Saya meyakini, dengan modal spiritualitas yang kuat dan transformasi manajemen yang tepat, NU akan memilih jalan yang kedua,” tuturnya.

kemudian, Gus Miftah menegaskan ke depan pemimpin harus mampu menjadikan NU tidak hanya besar secara jumlah, tetapi juga besar dalam pengaruh, kualitas, dan kontribusinya bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

“Mari kita bersatu mendorong Kiai Imjaz memimpin PBNU ke depan,” pungkas pengasuh ponpes Oraj Aji ini.

(WLY/MSN)

Tags: Calon Ketua Umum PBNUGus MiftahImam JazuliKiai ImjazMuktamar NU Ke-35
Share211Tweet132SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 
Agenda

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

by liputan9news
September 25, 2026
0

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Read more
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Imjaz Pacu 680 Pesantren Rintisan

Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Imjaz Pacu 680 Pesantren Rintisan

September 23, 2026
Kiai Miftah dan Tantangan NU Memasuki Abad Kedua

Kiai Miftah dan Tantangan NU Memasuki Abad Kedua

September 22, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In