• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Artefak Huruf di Tambak Beras, NU dan Amanah Konstitusi

Artefak Huruf di Tambak Beras, NU dan Amanah Konstitusi

July 28, 2026
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

September 24, 2026
Sulaiman Djaya

Tentang Penulisan Puisi – Robert Frost dan Walt Whitman

September 24, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Daya Pesona Perpustakaan

September 24, 2026
Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

September 23, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, September 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Artefak Huruf di Tambak Beras, NU dan Amanah Konstitusi

Oleh: Aguk Irawan MN

liputan9news by liputan9news
July 28, 2026
in Opini
A A
0
Artefak Huruf di Tambak Beras, NU dan Amanah Konstitusi

Artefak Huruf di Tambak Beras, NU dan Amanah Konstitusi (Foto: Ist./Aguk Irawan MN)

501
SHARES
1.4k
VIEWS

YOGYAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Ada yang unik, sekaligus menggetarkan, ketika sejarah dipahat bukan pada lembaran kertas yang ringkih, melainkan pada tubuh sebuah menara. Di Masjid Induk Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, batu dan semen tidak sekadar menjadi penyangga azan. Mereka memikul teka-teki. Empat huruf hijaiyah—kha, ra, ta, mim—berdiri di sana seperti baris puisi yang menolak selesai dibaca.

Kiai Hasbullah Said memahatnya setelah sebuah tirakat yang panjang. Ia menabung rahasia itu, melarangnya dibuka sebelum tahun 1948. Dan ketika waktu itu tiba, sang anak, Kiai Abdul Wahab Hasbullah, membaca fragmen purba itu sebagai sebuah akronim yang menggetarkan: Hurriyah Taammatan. Kemerdekaan yang sempurna.

Tetapi apa sebenarnya “kemerdekaan yang sempurna” bagi sekelompok manusia yang terbiasa bersujud menatap bumi? Bagi para ulama, kemerdekaan bukanlah sekadar proklamasi yang dibacakan di bawah mikrofon yang mendengung di Jakarta, atau penyerahan kedaulatan di atas meja marmer bundar di Den Haag.

Kemerdekaan adalah sebuah laku spiritual sekaligus tindakan politik yang radikal. Ia adalah pembebasan manusia dari segala bentuk penghambaan kepada sesama makhluk, untuk tegak lurus hanya kepada Al-Khaliq.

BeritaTerkait:

Paradoks Kiai Imjaz dan Buku NU Abad Kedua

NU Abad Kedua: Otokritik yang Belum Selesai

Melanjutkan Amanah Nahdliyyin Betawi: Dari Muktamar 1933 Batavia Menuju Jakarta Kota Global

Gus Kikin dan Ujian Besar Membenahi “Konstitusi” NU: Sebuah Kontribusi Pemikiran

Sebab itu, ketika Menara Tambakberas kini diangkat menjadi logo Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, kita sejatinya sedang diajak untuk tidak sekadar nostalgia pada masa lalu dengan romantika yang cengeng. Menara itu adalah sebuah manifesto visual. Sebuah pengingat bahwa iman dan nasionalisme pernah melebur dalam tungku yang sama tanpa perlu saling meniadakan.

Namun, sejarah selalu punya cara untuk menguji keteguhan bangunan batu. Jika kita melangkah mundur pada Qanun Asasi, dokumen fundamental yang digagas Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari, kita akan menemukan pagar-pagar pembatas yang dipasang dengan penuh kecemasan yang profetik.

Ada tiga pesan besar di sana: kewaspadaan terhadap penetrasi puritanisme berwajah Wahabisme yang kerap mencabut akar tradisi Islam kultural, kebutuhan mendesak untuk membentengi akidah Ahlussunnah wal Jama’ah, dan sebuah komitmen purba untuk menjaga kedaulatan negara, melawan kolonialisme dalam segala manifestasinya.

Di titik inilah, bait-bait sejarah di Tambakberas mendadak terasa relevan—sekaligus menyakitkan—bila kita benturkan dengan realitas hari ini.

Mari kita tengok wajah Republik sekilas saja. Konstitusi kita, pada Pasal 33 UUD 1945, menuliskan sebuah janji yang luhur: bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Sebuah kalimat yang berdegup dengan semangat anti-kolonialisme yang sama dengan yang ditiupkan para kiai.

Namun, apa yang kita saksikan di luar jendela pesantren hari ini? Kemerdekaan yang sempurna (hurriyah taammatan) itu tampak robek di sana-sini. Negara, yang semestinya bertindak sebagai tameng bagi si miskin, kerap kali tampak tak berdaya—atau sengaja menyerahkan diri—ke dalam pelukan kapitalisme global.

Gurita industri ekstraktif mengeduk isi bumi, sementara masyarakat adat dan petani lokal terusir dari tanah warisan leluhur mereka. Kekayaan alam tidak lagi bermuara pada kemakmuran rakyat, melainkan menumpuk di pundi-pundi segelintir oligarki. Kolonialisme belum mati; ia hanya berganti pakaian, berganti istilah menjadi investasi, regulasi yang berpihak, dan konsesi-konsesi rahasia di balik pintu hotel mewah.

Maka, Muktamar ke-35 NU bukan lagi sekadar ritual lima tahunan untuk memilih jajaran syuriyah dan tanfidziyah. Ia harus menjadi momen interupsi atas kenyamanan kekuasaan. NU tidak boleh terjebak menjadi sekadar stempel legitimasi bagi kebijakan negara yang abai pada keadilan sosial.

Organisasi ini didirikan sebagai sebuah gerakan civil society—sebuah kekuatan sipil yang mandiri, yang lahir dari rahim keresahan rakyat jelata, dari mereka yang sarungnya kusam dan kakinya bersentuhan langsung dengan lumpur sawah.

Empat huruf di Menara Tambakberas itu hari ini seperti sedang berbisik dari ketinggian Jombang. Kemerdekaan yang sejati belum selesai diperjuangkan selama kedaulatan ekonomi bangsa masih digadaikan kepada modal asing, dan selama keadilan sosial masih menjadi barang mewah yang hanya bisa dibeli oleh mereka yang berkuasa.

Umat tidak butuh menara yang hanya megah mencakar langit, tetapi abai pada jeritan di bawahnya. NU harus kembali ke khitah-nya sebagai benteng bagi yang lemah, pengingat bagi yang lalai, dan penyambung lidah bagi mereka yang dibungkam.

Di sela-sela dinamika hajatan muktamar nanti, mari kita tengok kembali bersama-sama ukiran dan amanah dari artefak huruf kha, ra, ta, mim itu sebagai amanah bersama. Sebab ia bukan sekadar hiasan arsitektur; ia adalah sebuah utang sejarah yang harus kita lunasi setiap hari. Wallahu’alam.

Dr. KH. Aguk Irawan MN, Lc., MA., Pengasuh Pesantren Baitul Kilmah Yogyakarta, Santri Alumni Darul Ulum, Langitan. Pernah kuliah jurusan Aqidah-Filsafat di Al-Azhar University Cairo dan Sekolah Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga. Pengajar Antropologi-budaya di STIPRAM Yogyakarta, serta di Ma’had Aly KH. Ali Maksum Krapyak dan STAI Pandanaran Yogyakarta. Buku terbarunya terbit di penerbit Mizan Group; Genealogi Etika Pesantren, Kajian Intertekstual (2018) dan Sosrokartono, Sebuah Biografi Novel (2018).

Tegalrejo, Sebuah Harapan Baru yang Menggema

Tags: Aguk Irawan MNAmanahArtefakHurufkonstitusiNahdlatul UlamaNUTambakberas
Share200Tweet125SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Paradoks Kiai Imjaz dan Buku NU Abad Kedua
Opini

Paradoks Kiai Imjaz dan Buku NU Abad Kedua

by liputan9news
September 13, 2026
0

Paradoks Kiai Imjaz dan Buku NU Abad Kedua

Read more
KH. Taufik Damas, Lc. MA., Aktiivis Muda NU & Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta.

NU Abad Kedua: Otokritik yang Belum Selesai

September 22, 2026
Melanjutkan Amanah Nahdliyyin Betawi: Dari Muktamar 1933 Batavia Menuju Jakarta Kota Global

Melanjutkan Amanah Nahdliyyin Betawi: Dari Muktamar 1933 Batavia Menuju Jakarta Kota Global

September 10, 2026
Ketua Umum Kaukus Intelektual Nahdlatul Ulama (KALAM NU) Abd. Aziz bersama Kiai Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Kantor PWNU Jatim, Selasa, 8 September 2026 sore.

Gus Kikin dan Ujian Besar Membenahi “Konstitusi” NU: Sebuah Kontribusi Pemikiran

September 9, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In