• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Guas Yahya

Gus Yahya Bantah Surat Tabayun Kiai Miftachul Akhyar Terkait AKN-NU, Zionisme, dan TPPU

December 25, 2025
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Muhammad Ikhsanurrizqi, Ketua BEM PTNU Se-Nusantara.

Ketua BEM PTNU Sentil Pernyataan Presiden soal Rupiah: Rakyat Kecil Tetap Jadi Korban

May 18, 2026
Kongkalikong Tender Gedung BTN Sulampua? Logis 08 Desak BTN dan Danantara Buka-bukaan

Logis 08 Soroti Danantara, Proyek Perkampungan Haji di Mekkah Belum Tunjukkan Progres Nyata

May 16, 2026
Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

May 16, 2026
DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

May 16, 2026
KH. Cholil Nafis, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah

Jamaah Haji 2026 Diizinkan Kemenhaj Bayar Dam di Tanah Air, Inilah Respon Kiai Cholil Nafis

May 16, 2026
SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

May 16, 2026
Gus Rosikh : KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

Gus Rosikh: KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

May 15, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, May 18, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Gus Yahya Bantah Surat Tabayun Kiai Miftachul Akhyar Terkait AKN-NU, Zionisme, dan TPPU

liputan9news by liputan9news
December 25, 2025
in Nasional
A A
0
Guas Yahya

KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat (2022-2027)

513
SHARES
1.5k
VIEWS

JAKARTA  | LIPUTAN9NEWS
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menanggapi pernyataan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, yang sebelumnya menerbitkan Surat Tabayun, tentang polemik Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN-NU), Peter Berkowitz, hingga dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Seperti dilansir NU Online tentang keterangan panjang Gus Yahya yang menanggapi Kiai Miftachul Akhyar, pada Selasa (23/12/2025) malam.

“Dengan segala hormat dan permohonan maaf apabila ada kata-kata yang menyebabkan tidak berkenan, saya perlu menanggapi apa yang disampaikan oleh Rais Aam,” uajr Gus Yahya.

Gus Yahya menegaskan, tidak benar bahwa sebelum dimulainya AKN-NU dirinya belum berhasil mendapatkan tambahan narasumber dari Timur Tengah.  Kala itu, ia sudah memiliki tambahan narasumber yakni Mahmud Killic dari Turki, Direktur Jenderal Pusat Penelitian Sejarah, Seni, dan Budaya Islam (IRCICA), sebuah lembaga kebudayaan di bawah Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

BeritaTerkait:

Titik Terang! Kiai Tajul Mafakhir Ungkap Rais Aam dan Ketum PBNU Sepakat Muktamar ke-35 Digelar Awal Agustus 2026

Dubes Iran Terima Cinderamata Keris dari Kiai Said, Simbol Solidaritas 14 Ormas Islam Lawan Zionis

Rais Aam PBNU Ungkap Gelaran Muktamar ke-35 NU pada 1-5 Agustus, Tempat Belum Pasti!

Gus Yahya Sebut Kiai Nurul Huda Djazuli Usulkan Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Lirboyo

Lalu ada Pemred Surat Kabar Mesir Al Ahram Muhammad Abu Al Fadl, Intelektual Publik dan Penulis Mesir Mustofa Zahran. Kemudian ada Syekh Ali Jum’ah yang telah menyatakan bersedia tetapi untuk penjadwalannya menunggu sesudah awal November 2025 karena masih dalam pengawasan dokter.

“Semua sudah saya laporkan kepada Rais Aam sebelum dimulainya AKN-NU, bahkan sebelum Rapat Gabungan Syuriyah Tanfidziyah yang kemudian memutuskan bahwa AKN-NU dilaksanakan sesuai rencana,” terang Gus Yahya.

Gus Yahya juga menanggapi soal narasumber AKN-NU Peter Berkowitz yang diduga terafiliasi dengan gerakan Zionisme. Gus Yahya menegaskan bahwa pandangan Peter Berkowitz yang mendukung Zionisme tidak terdapat dalam informasi publik mengenai profilnya. Gus Yahya menyertakan tautan Wikipedia tentang Peter Berkowitz.

Gus Yahya mengaku pernah dua kali bertemu dengan Peter Berkowitz. Ia juga menjelaskan berbagai alasan dan pertimbangan untuk mendatangkan Peter Berkowitz.

“Saya memang bertemu dengannya dua kali, sekitar pertengahan 2021 dan akhir 2023. Saya mempertimbangkannya berdasarkan catatan kariernya di bidang akademik (sebagai profesor hukum di Universitas Stanford) dan di pemerintahan,” katanya.

“Saya telah menyatakan permohonan maaf secara terbuka mengenai ketidaktahuan saya tentang pandangan yang bersangkutan soal Zionisme,” sambung nya.

Selanjutnya, Gus Yahya merespons soal Charles Holland Taylor atau Haji Muhammad Kholil, CEO Center for Shared Civilizational Values (CSCV), yang telah bertemu dan bekerja sama dengan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sejak 2003, kemudian berlanjut ke Gus Mus.

“Haji Muhammad Kholil bekerja untuk Gus Dur sejak 2003, kemudian mulai 2008 Gus Dur meminta Kiai Mustofa Bisri meneruskan kegiatan-kegiatan internasionalnya dengan didampingi Haji Muh (waktu itu Holland Taylor) dan Hodri Ariev (sekarang Ketua RMI),” papar Gus Yahya.

Kemudian sejak sejak 2011, Gus Mus melimpahkan aktivitas-aktivitas internasional itu kepada Gus Yahya, tetap dengan dampingan Haji Muh (sapaan Gus Yahya kepada Charles Holland Taylor).

Gus Yahya menegaskan bahwa Charles Holland Taylor tidak pernah bertindak atau melakukan apa pun kecuali atas permintaan dan/atau persetujuannya. Cara kerja seperti itu juga yang dilakukan Charles Holland Taylor saat mendampingi Gus Dur dan Gus Mus.

“Maka semua yang dilakukannya yang berhubungan dengan NU sepenuhnya merupakan tanggung jawab saya, sedangkan semua hubungan kerja kelembagaan berikut rangkaiannya dilakukan berdasarkan kesepakatan-kesepakatan tertulis dengan dokumen-dokumen yang sah secara hukum,” jelasnya.

Gus Yahya juga mengaku telah menawarkan semua narasumber AKN-NU kepada berbagai lembaga untuk dapat ikut memanfaatkan kehadiran para narasumber itu di Indonesia, termasuk Universitas Indonesia.

“Kepada UI juga saya tawarkan narasumber-narasumber lainnya tapi yang kebetulan jadwalnya bersesuaian adalah Peter Berkowitz,” ungkapnya.

Gus Yahya menanggapi soal tuduhan bahwa Rektor UI merupakan bawahan dari Majelis Wali Amanat UI yang diketuainya.

“Rektor bukan bawahan MWA dan tidak terikat perintah pribadi Ketua MWA. Saya tidak pernah memberi perintah kepada Rektor melainkan hanya menawarkan sedangkan keputusan sepenuhnya di tangan Rektor,” terang Gus Yahya.

Dalam AKN-NU, kata Gus Yahya, Peter Berkowitz diminta bicara tentang Hak Asasi Manusia Universal dan Demokrasi dan sama sekali tidak menyinggung masalah Palestina-Israel, baik di AKN-NU maupun UI. Rekaman kuliahnya tersimpan rapi dan dapat diperiksa ulang.

“Di pihak lain, posisi saya dalam membela dan memperjuangkan Palestina dengan cara apa pun yang mungkin di setiap kesempatan, semuanya terdokumentasikan dan tersiar dengan jelas dan terbuka,” ulas Gus Yahya.

“Sedangkan masyarakat luas pun telah semakin memahami duduk masalah terkait insiden Peter Berkowitz, terbukti pembicaraan publik yang bernada negatif mengenai hal itu pun telah pupus,” imbuhnya.

Gus Yahya membantah soal isu pemindahan AKN-NU ke Rembang. Namun yang terjadi adalah mengagendakan pembicara dari Italia dan Mesir yang terlanjur dibelikan tiket, sedangkan AKN-NU sudah dihentikan, untuk menghadiri Haul Masyayikh di Rembang.

“Saat Rais Aam memerintahkan penghentian AKN-NU, dua orang narasumber, yaitu Imam Yahya Pallavicini dari Italia dan Mustofa Zahran dari Mesir sudah terlanjur dibelikan tiket. Maka agar perjalanan mereka tidak sia-sia, saya atur agar mereka menghadiri Haul di Rembang dan ada sejumlah teman PBNU, baik peserta AKN-NU atau bukan, juga ikut hadir dalam Haul di Rembang itu, seperti pada Haul tahun-tahun sebelumnya,” tutur Gus Yahya.

Ia juga mengaku sudah menjelaskan secara rinci kepada Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan kepada Rapat Gabungan Syuriyah-Tanfidziyah mengenai nalar dan tujuan dari kurikulum AKN-NU.

“Intinya adalah memberikan wawasan kepada peserta mengenai realitas yang akan dihadapi saat memasuki arena percaturan internasional, dan sama sekali tidak ada elemen apa pun yang dapat berdampak indoktrinatif terhadap peserta, apalagi para peserta adalah kader-kader lanjut bahkan sebagian adalah orang-orang ‘alim yang telah sempurna wawasan dan kemantapan aqidahnya terkait Aswaja,” terangnya.

Jawaban atas tuduhan TPPU

Gus Yahya memberikan penjelasan tentang TPPU yang diduga melibatkan Eks Bendum PBNU Mardani Maming. Hal ini telah berulang kali diklarifikasi dan dijelaskan Gus Yahya dalam berbagai kesempatan.

“Mengenai dana yang oleh Mardani Maming (pada waktu itu bendahara umum) dimasukkan ke dalam rekening PBNU, telah saya jelaskan dengan menyertakan paparan dari ahli hukum bahwa dugaan TPPU dalam hal itu amat sangat lemah, untuk tidak mengatakan mustahil,” jelasnya.

“Lebih mustahil lagi adalah mengaitkan PBNU atau NU, karena sama sekali tidak ada tindakan organisasional kelembagaan (melalui pembuatan keputusan oraganisasi) dalam hal ini. ’Alaa kulli haal, dugaan apa pun mengenai hal ini harus melalui proses pembuktian yang sah sebelum ditetapkan kesimpulan apa pun,” sambungnya.

Soal menghadap Rais Aam

Gus Yahya juga meluruskan soal peristiwa dirinya yang menghadap atau sowan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar pada pertengahan November 2025.

“Tidak benar bahwa Kamis, 13 November 2025, saya menghadap Rais Aam dua jam lebih. Kami hanya berbicara tidak lebih dari setengah jam karena tidak mungkin saya memberi jawaban rinci tanpa data,” kata Gus Yahya.

Melalui pesan singkat WhatsApp, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar hanya menyampaikan agar Gus Yahya menghadap sendirian dan bertemu empat mata tanpa memberi tahu topik pembicaraan. Hal itu membuat Gus Yahya datang menghadap tanpa mempersiapkan apa pun.

“Saya hanya memberikan jawaban umum dan mohon waktu menyiapkan datanya. Ketika saya sampaikan bahwa dalam pertemuan berikutnya saya berharap dapat mengajak Saudara Sumantri Suwarno sebagai pemegang pembukuan keuangan, Rais Aam menolak dan tetap meminta pertemuan empat mata,” jelas Gus Yahya.

Lalu pada Senin, 17 November 2025, Gus Yahya menghadap Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dengan membawa penjelasan tertulis tentang keuangan yang disusun oleh Bendahara Sumantri. Selain itu, ia membawa alasan hukum mengenai TPPU yang disusun oleh Wasekjen Abdul Qodir bin Aqil untuk diserahkan kepada Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

“Pertemuan berlangsung hampir dua jam dan saya menjawab semua pertanyaan dari apa yang saya ketahui. Saya pamit karena waktu itu saya belum sempat melaksanakan shalat dhuhur sedangkan waktu sudah menunjukkan jam 14.00 lebih. Saya juga berpikir bahwa Rais Aam membutuhkan waktu untuk mempelajari dokumen-dokumen tertulis yang saya serahkan,” jelas Gus Yahya.

Ia kemudian menunggu panggilan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar selanjutnya, tapi tidak kunjung diterima panggilan tersebut.  “Sampai tiba-tiba dilaksanakan Rapat Harian Syuriyah yang berujung dokumen Risalah berisi tuduhan-tuduhan terhadap saya hingga pemberhentian saya dari jabatan Ketua Umum PBNU,” kata Gus Yahya.

Gus Yahya kemudian menjelaskan soal data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Ia menegaskan tidak akan membocorkan data PPATK.

“Saya tidak akan mengatakan apa pun karena saya tahu bahwa data PPATK adalah rahasia negara dan membocorkannya kepada pihak yang tidak berhak adalah pidana berat,” jelas Gus Yahya.

Terakhir, Gus Yahya mengaku hanya menginginkan islah atau rekonsiliasi dalam hal kebaikan organisasi, sebagaimana yang ia sampaikan dalam Musyawarah Kubro di Pesantren Lirboyo, pada 21 Desember 2025. Ia enggan memperluas pembicaraan di luar konteks.

“Saya tidak ingin memperluas pembicaraan di luar apa yang disampaikan oleh Rais Aam. Sebagaimana saya nyatakan di Lirboyo, saya memohon ishlah binaa-an ‘alal haq bukan ‘alal bathil. Ishlah yang memulihkan nidham jam’iyah, bukannya merusaknya lebih jauh lagi,” pungkasnya.

Editor: Yuzep Ahmad

Sumber: NU Online

 

Tags: AKN NUBantahGus YahyaJawabKH Miftachul AkhyarRais Aam PBNUSurat TabayunTPPUZionisme
Share205Tweet128SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Pertemuan Sesepuh Syuriyah PBNU di Kediaman Rais Aam (05/05/2026)
Nasional

Titik Terang! Kiai Tajul Mafakhir Ungkap Rais Aam dan Ketum PBNU Sepakat Muktamar ke-35 Digelar Awal Agustus 2026

by Moh. Faisal Asadi
May 7, 2026
0

SURABAYA | LIPUTAN9NEWS Sejumlah kiai sepuh dari jajaran Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan sowan ke kediaman Rais Aam...

Read more
Dubes Iran Terima Cinderamata Keris dari Kiai Said, Simbol Solidaritas 14 Ormas Islam Lawan Zionis

Dubes Iran Terima Cinderamata Keris dari Kiai Said, Simbol Solidaritas 14 Ormas Islam Lawan Zionis

April 18, 2026
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftahul Achyar, saat menghadiri Muskerwil PWNU Jawa Timur di Sunan Bejagung 2, Tuban, Jaw Timur, Minggu (12/4/2026) (Foto: ANTARA/HO-PWNU Jawa Timur)

Rais Aam PBNU Ungkap Gelaran Muktamar ke-35 NU pada 1-5 Agustus, Tempat Belum Pasti!

April 14, 2026
Ketum PBNU Gus Yahya saat sowan ke ndalem KH Anwar Manshur di Pesantren Lirboyo, Kediri, Sabtu (28/3/2026). (Foto: dok PBNU)

Gus Yahya Sebut Kiai Nurul Huda Djazuli Usulkan Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Lirboyo

March 30, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2561
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In