• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Isyarat Menguat, Nama KH Nurul Huda Djazuli Rais Amm PBNU Mengemuka Jelang Muktamar ke-35 NU

Isyarat Menguat, Nama KH Nurul Huda Djazuli Rais Aam PBNU Mengemuka Jelang Muktamar ke-35 NU

August 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 24, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

September 24, 2026
Sulaiman Djaya

Tentang Penulisan Puisi – Robert Frost dan Walt Whitman

September 24, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Daya Pesona Perpustakaan

September 24, 2026
Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

September 23, 2026
Amsar A. Dulmanan, NU dan Politik Transaksional: Telaah Kritis atas Relasi Ulama dan Negara

Dinamika Demokrasi Indonesia; Dari Politik Ideologi ke Oligarki

September 23, 2026
Anggota Komisi III DPR Slamet Ariyadi Menembus Batas Dapil: Peduli Sesama, Jenguk Warga Sakit di Kota Malang

Anggota Komisi III DPR Slamet Ariyadi Menembus Batas Dapil: Peduli Sesama, Jenguk Warga Sakit di Kota Malang

September 23, 2026
Gus Lilur

Viral! Gus Lilur Ungkap Dugaan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Nama Nusron Wahid Disebut

September 23, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, September 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Isyarat Menguat, Nama KH Nurul Huda Djazuli Rais Aam PBNU Mengemuka Jelang Muktamar ke-35 NU

liputan9news by liputan9news
August 25, 2026
in Nasional
A A
0
Isyarat Menguat, Nama KH Nurul Huda Djazuli Rais Amm PBNU Mengemuka Jelang Muktamar ke-35 NU

Isyarat Menguat, Nama KH Nurul Huda Djazuli Rais Amm PBNU Mengemuka Jelang Muktamar ke-35 NU (Foto: Ist./MSN)

641
SHARES
1.8k
VIEWS

JOMBANG | LIPUTAN9NEWS
Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), dinamika mengenai kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin menjadi perhatian. Di tengah menghangatnya kontestasi, nama KH Nurul Huda Djazuli, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, disebut mendapat dorongan dari sejumlah kiai sepuh untuk menerima amanah sebagai Rais Aam PBNU.

Dorongan tersebut muncul seiring keprihatinan sejumlah ulama terhadap dinamika internal NU yang belakangan dinilai semakin terbuka. Bahkan, beredar berbagai tudingan mengenai praktik transaksional dalam proses perebutan kepemimpinan organisasi.

Pemerhati enam kali Muktamar NU, Wahab Hasyim, menilai Muktamar ke-35 semestinya tidak berhenti pada persoalan siapa yang menduduki posisi strategis di tubuh PBNU. Lebih jauh, Muktamar harus menjadi momentum konsolidasi dan rekonsiliasi untuk mengakhiri ketegangan internal.

BeritaTerkait:

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Viral! Gus Lilur Ungkap Dugaan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Nama Nusron Wahid Disebut

Gus Ipul Bantah Dana Kasus ATR/BPN Mengalir untuk Biayai Muktamar NU

Gus Mus dan Kursi yang Tak Diperebutkan: Ketika Tidak Hadir Justru Menjadi Kehadiran Paling Terang

“NU membutuhkan figur pemimpin spiritual jam’iyyah ulama yang mampu menjadi titik temu berbagai kelompok dan menjadi payung teduh umat,” kata Wahab.

Menurutnya, seorang Rais Aam tidak cukup hanya memiliki kapasitas keilmuan. Sosok tersebut juga dituntut memiliki keteladanan, kewaraian, kewibawaan atau haibah, independensi dari berbagai kepentingan, serta kemampuan menjaga persatuan warga NU.

“Rais Aam PBNU bukan sekadar jabatan struktural. Ia merupakan simbol otoritas keulamaan dan penjaga moral jam’iyyah. Karena itu, kriterianya harus alim, faqih, zahid dan memiliki keteladanan,” ujarnya.

KH Nurul Huda Dinilai Bisa Menjadi Titik Temu

Dalam pandangan Wahab, KH Nurul Huda Djazuli memiliki sejumlah modal moral dan keulamaan yang dinilai sesuai dengan karakter kepemimpinan tersebut.

Sebagai ulama sepuh sekaligus pengasuh pesantren, Kiai Huda disebut memiliki posisi yang memungkinkan dirinya menjadi titik temu berbagai kelompok di tubuh NU.

Dorongan agar Kiai Huda menerima amanah Rais Aam juga disebut tidak terlepas dari keprihatinan terhadap konflik terbuka yang terjadi di lingkungan PBNU.

Wahab menyampaikan bahwa KH Nurul Huda berharap seluruh jajaran NU kembali mengedepankan persatuan, kerukunan, kekompakan dan keikhlasan dalam menjalankan amanah organisasi.

“NU memiliki posisi penting sebagai panutan masyarakat. Karena itu, konflik internal yang terbuka di ruang publik tentu sangat disayangkan karena bisa berdampak terhadap kepercayaan warga Nahdliyin dan masyarakat luas,” katanya.

Kiai Huda, lanjut Wahab, juga disebut terus mendoakan agar NU tetap berjalan sesuai asas dan khittahnya, dikelola secara tertib, serta mampu menjadi pelindung bagi seluruh warga.

“Harapannya NU tetap menjadi rumah bersama, membawa keberkahan bagi syiar Islam serta perkembangan pesantren dan lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia,” imbuhnya.

Tak Langsung Menjawab, Kiai Huda Pilih Istikharah

Menariknya, aspirasi agar KH Nurul Huda Djazuli bersedia menjadi Rais Aam disebut belum langsung mendapatkan jawaban ketika sejumlah kiai sepuh menyampaikan permintaan tersebut.

Kiai Huda dikabarkan hanya tersenyum dan tidak memberikan pernyataan terbuka.

Namun, setelah para tamu berpamitan, ia disebut meminta salah seorang kepercayaannya untuk menemui salah satu kiai sepuh guna melakukan istikharah.

Menurut Wahab, berdasarkan informasi yang diterimanya dari lingkungan Pesantren Ploso, hasil istikharah tersebut dinilai baik. Meski demikian, KH Nurul Huda tetap memilih untuk tidak memberikan jawaban secara terbuka.

Bahkan, menurut informasi yang disampaikan Wahab, Kiai Huda tampak merunduk dan berkaca-kaca ketika pembicaraan mengenai amanah Rais Aam disampaikan kepadanya.

“Sikap Kiai Huda itu justru menunjukkan bahwa amanah ini tidak dipandang sebagai jabatan yang harus dikejar. Ada beban moral dan tanggung jawab besar yang dipertimbangkan,” ungkap Wahab.

Bukan Sekadar Memenangi Kontestasi

Bagi Wahab, persoalan utama Muktamar ke-35 bukan semata-mata mengenai siapa yang berhasil memenangkan kontestasi kepemimpinan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana NU dapat menemukan sosok yang mampu menyatukan kembali berbagai kelompok setelah Muktamar selesai.

“Ini bukan soal siapa yang menang dalam kontestasi. Yang lebih penting adalah siapa yang mampu mengakhiri kontestasi dan menyatukan NU setelah Muktamar,” tegasnya.

Dalam konteks tersebut, munculnya aspirasi terhadap KH Nurul Huda dinilai bukan semata-mata sebagai upaya memenangkan perebutan jabatan. Sebaliknya, para kiai disebut sedang mencari figur yang dapat mengembalikan marwah jam’iyyah, sekaligus membawa NU kembali kepada semangat *khidmah* dan garis perjuangan para ulama pendiri.

“Harapannya bukan hanya lahir pemimpin yang kuat secara struktur, tetapi pemimpin yang mampu menjadi payung bagi semua kelompok dan mengembalikan NU sebagai rumah bersama,” pungkasnya.

Menanti Sikap Kiai Huda

Hingga kini, apakah KH Nurul Huda Djazuli akan menerima amanah sebagai Rais Aam PBNU masih menjadi tanda tanya.

Namun, dorongan sejumlah kiai sepuh, sikap hati-hati Kiai Huda, serta informasi mengenai istikharah yang disebut memberikan isyarat baik membuat nama Pengasuh Pesantren Al-Falah Ploso tersebut semakin mengemuka menjelang Muktamar ke-35 NU.

Jika benar mendapat amanah, tantangan terbesar bukan sekadar memimpin secara struktural, melainkan menjadi **penjaga moral, pemersatu, sekaligus payung bagi seluruh warga NU** di tengah dinamika organisasi yang sedang berlangsung.

Muktamar ke-35 pun bukan hanya akan menentukan siapa yang memegang tampuk kepemimpinan NU, tetapi juga akan menjadi ujian bagi kemampuan jam’iyyah terbesar tersebut untuk kembali merajut persatuan, memperkuat tradisi keulamaan, dan menjaga NU sebagai rumah bersama.

(ABD)

Tags: IsyaratKH. Nurul Huda DjazuliMuktamar Ke-35 NURais Aam PBNU
Share256Tweet160SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU
Nasional

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

by liputan9news
September 23, 2026
0

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Read more
Gus Lilur

Viral! Gus Lilur Ungkap Dugaan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Nama Nusron Wahid Disebut

September 23, 2026
Gus Ipul

Gus Ipul Bantah Dana Kasus ATR/BPN Mengalir untuk Biayai Muktamar NU

September 20, 2026
Gus Mus dan Kursi yang Tak Diperebutkan: Ketika Tidak Hadir Justru Menjadi Kehadiran Paling Terang

Gus Mus dan Kursi yang Tak Diperebutkan: Ketika Tidak Hadir Justru Menjadi Kehadiran Paling Terang

September 2, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 24, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In