• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Jalan Terjal Islah PBNU: Antara Euforia dan Fakta Organisasi, Islah Kaffah PBNU Belum Tercapai

Jalan Terjal Islah PBNU: Antara Euforia dan Fakta Organisasi, Islah Kaffah PBNU Belum Tercapai

December 27, 2025
BGN Jadi Ladang Korupsi, PNIB Ngamuk

BGN Jadi Ladang Korupsi, PNIB Ngamuk

June 6, 2026
Mantan Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), di Surabaya, Rabu (03/06/2026).(Foto: kompas.com/Adhi Dwi)

Gus Salam Sebut pada Muktamar NU Ke-35 PC dan PWNU Ingin Perubahan di PBNU

June 5, 2026
KH Achmad Rosikh Roghibi atau Gus Rosikh, Pengasuh Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi As-Syar’iyati (MIS) Sarang Rembang.

Gus Rosikh: NU Jangan Dibuat Mainan, Jangan Jadi Alat Kepentingan Antar Kelompok, NU Ora Didol, Reformasi PBNU

June 5, 2026
Prabowo Mania 08 Apresiasi Pergantian Kepala BGN Baru Naniek S. Deyang

Prabowo Mania 08 Apresiasi Pergantian Kepala BGN Baru Naniek S. Deyang

June 4, 2026
Pemberantasan Korupsi di BGN, Bukti Nyata dan Komitmen Prabowo Sesuai Amanat Reformasi 98

Pemberantasan Korupsi di BGN, Bukti Nyata dan Komitmen Prabowo Sesuai Amanat Reformasi 98

June 4, 2026
PNIB Tuntut Negara Wajib Bubarkan FJI, Jangan Tunduk dan Kalah Pada Intoleransi Terorisme, Pelaku Penghalangan Ibadah dan Pendirian Rumah Ibadah Wajib Ditindak Tegas

PNIB Minta Negara Bubarkan FJI

June 4, 2026
M Nadhim Ardiansyah, Dir Pertanian dan Energi BEM PTNU Se Nusantara

Dir BEM PTNU soroti MBG: Antara Harapan Besar dan Krisis Tata Kelola

June 4, 2026
PNIB Nilai Deforestasi di Papua Adalah Bentuk Intoleransi Kepada Alam, Tolak Neo VOC, Kekayaan SDA untuk kesejahteraan rakyat dan kemakmuran Bangsa Harga Mati!

PNIB Nilai Deforestasi di Papua adalah Bentuk Intoleransi Kepada Alam, Tolak Neo VOC, Kekayaan SDA untuk Kesejahteraan Rakyat

June 4, 2026
Gus Rozin: Pendanaan Pesantren Merupakan Kewajiban Negara, Bukan Sekadar Bantuan

Gus Rozin: Pendanaan Pesantren Merupakan Kewajiban Negara, Bukan Sekadar Bantuan

June 4, 2026
Kiai Taufik Damas Nilai Kritik Dino Patti Djalal soal Lawatan Luar Negeri Sangat Diperlukan

Kiai Taufik Damas Nilai Kritik Dino Patti Djalal soal Lawatan Luar Negeri Sangat Diperlukan

June 3, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Saturday, June 6, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Jalan Terjal Islah PBNU: Antara Euforia dan Fakta Organisasi, Islah Kaffah PBNU Belum Tercapai

Oleh: Yusuf Mars

liputan9news by liputan9news
December 27, 2025
in Opini
A A
0
Jalan Terjal Islah PBNU: Antara Euforia dan Fakta Organisasi, Islah Kaffah PBNU Belum Tercapai

Jalan Terjal Islah PBNU: Antara Euforia dan Fakta Organisasi, Islah Kaffah PBNU Belum Tercapai (Foto: Yuzep Ahmad/MSN)

542
SHARES
1.5k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Forum Konsultasi Syuriah dan Mustasyar yang menghadirkan Ketua Umum PBNU, Rais Aam, serta para kiai sepuh melahirkan kesepakatan untuk mempercepat pelaksanaan muktamar. Risalah forum ini segera disambut euforia di ruang publik: islah diklaim telah tercapai, konflik dianggap selesai.

Namun pembacaan yang cermat atas dokumen tersebut justru menunjukkan hal sebaliknya.

Dalam risalah itu, tidak terdapat satu kata pun tentang “islah”. Tidak ada pernyataan rekonsiliasi organisasi. Tidak ada kesepakatan pencabutan hasil rapat pleno. Tidak ada pakta integritas yang menegaskan bahwa konflik struktural telah disudahi. Yang ada hanyalah satu kesepakatan prosedural: muktamar dipercepat.

Lebih jauh, dalam wawancara terpisah dengan media, termasuk penampilan di Kompas TV, Rais Aam PBNU secara terbuka menyatakan bahwa produk pleno belum dicabut. Artinya, penunjukan Penjabat Ketua Umum PBNU tetap berlaku dan kebijakan pleno masih berjalan. Secara organisatoris, konflik belum berakhir.

BeritaTerkait:

Lirboyo, “Pabrik” Pencetak Ulama yang Mengubah Indonesia

Lirboyo, dari “Sarang Penyamun” Menjelma Benteng Nusantara

Gus Yahya Sebut Kiai Nurul Huda Djazuli Usulkan Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Lirboyo

Sawit Bukan Musuh Lingkungan: Perspektif Islam Nusantara tentang Ekologi dan Ekonomi Rakyat

Di titik ini, euforia islah menjadi problematik. Sebab ia melampaui fakta organisasi yang sebenarnya masih menyimpan ketegangan.

Kemungkinan besar, yang terjadi adalah islah pada level personal, bukan islah jam’iyyah. Rekonsiliasi antarindividu—antara Rais Aam dan Ketua Umum PBNU—sangat mungkin terjadi dan patut diapresiasi. Dalam tradisi NU, menjaga ukhuwah antar kiai adalah kewajiban moral.

Namun, islah personal tidak otomatis menyelesaikan konflik organisasi. Dalam tata kelola NU, konflik struktural hanya dapat dinyatakan selesai jika ada kejelasan status keputusan organisasi, kesepakatan mekanisme penyelesaian, serta kepastian hukum jam’iyyah yang mengikat semua pihak.

Tanpa itu, yang terjadi bukan resolusi konflik, melainkan penundaan konflik. Penundaan semacam ini justru berisiko lebih berbahaya. Konflik tidak diselesaikan, tetapi disimpan, menunggu momentum untuk kembali muncul dengan daya rusak yang lebih besar.

Muktamar sebagai Jalan Keluar atau Jalan Darurat?

Percepatan muktamar memang merupakan mekanisme sah dalam konstitusi NU. Namun muktamar idealnya menjadi jalan keluar terakhir, bukan jalan pintas untuk menghindari penyelesaian konflik secara tuntas. Jika muktamar digelar tanpa kejelasan posisi dan legitimasi keputusan sebelumnya, ia berpotensi menjadi arena legalisasi konflik, bukan penyelesai konflik.

Dalam kaidah fiqh yang hidup dalam tradisi NU, dar’ul mafasid muqaddam ‘ala jalbil mashalih—mencegah kerusakan harus didahulukan daripada menarik kemaslahatan. Kerusakan terbesar dari konflik PBNU yang berlarut bukan hanya pada elite, melainkan pada kepercayaan warga Nahdliyin. Jamaah bisa lelah menyaksikan konflik yang seolah selesai di permukaan, tetapi terus berdenyut di balik layar.

NU tidak akan runtuh karena perbedaan pandangan. Tetapi NU dapat melemah jika perbedaan itu dikelola tanpa kejujuran dan kejernihan.

Islah yang Masih Terjal

Karena itu, penting untuk mengatakan secara jujur: islah kaffah PBNU belum tercapai. Yang ada baru ikhtiar awal, kesepakatan prosedural terbatas, dan rekonsiliasi personal yang belum menjangkau ranah struktural.
Islah sejati menuntut keberanian lebih jauh: membuka seluruh persoalan secara transparan, menata ulang relasi syuriah dan tanfidziyah secara proporsional, serta menempatkan maslahat jam’iyyah di atas kepentingan kelompok. Selama fakta-fakta organisasi belum diselesaikan secara terang, menyebut situasi ini sebagai islah adalah klaim yang terlalu dini.

Jalan islah PBNU masih panjang dan terjal. Namun justru di sanalah ujian kedewasaan NU diuji: apakah berani jujur pada masalah, atau memilih nyaman dalam euforia yang menenangkan sesaat, tetapi menyisakan bara di kemudian hari.

Yusuf Mars, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Islam Nusantara (LKSIN)
Mahasiswa Program Doktor Sejarah Peradaban Islam UNUSIA

Tags: EuforiaFakta OrganisasiIslahIslah KaffahJalan Terjal Islah PBNULirboyoYusuf Mars
Share217Tweet136SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Lirboyo, "Pabrik" Pencetak Ulama yang Mengubah Indonesia
Nasional

Lirboyo, “Pabrik” Pencetak Ulama yang Mengubah Indonesia

by liputan9news
May 12, 2026
0

CIREBON | LIPUTAN9NEWS Kalau Anda mencari tempat yang paling "keras" dalam mencetak pengasuh pesantren, jawabannya satu: Lirboyo. Kediri, Jawa Timur....

Read more
Foto: Pintu gerbang Ponpes Lirboyo

Lirboyo, dari “Sarang Penyamun” Menjelma Benteng Nusantara

May 11, 2026
Ketum PBNU Gus Yahya saat sowan ke ndalem KH Anwar Manshur di Pesantren Lirboyo, Kediri, Sabtu (28/3/2026). (Foto: dok PBNU)

Gus Yahya Sebut Kiai Nurul Huda Djazuli Usulkan Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Lirboyo

March 30, 2026
Yusuf mars

Sawit Bukan Musuh Lingkungan: Perspektif Islam Nusantara tentang Ekologi dan Ekonomi Rakyat

February 5, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2579
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
BGN Jadi Ladang Korupsi, PNIB Ngamuk

BGN Jadi Ladang Korupsi, PNIB Ngamuk

June 6, 2026
Mantan Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), di Surabaya, Rabu (03/06/2026).(Foto: kompas.com/Adhi Dwi)

Gus Salam Sebut pada Muktamar NU Ke-35 PC dan PWNU Ingin Perubahan di PBNU

June 5, 2026
KH Achmad Rosikh Roghibi atau Gus Rosikh, Pengasuh Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi As-Syar’iyati (MIS) Sarang Rembang.

Gus Rosikh: NU Jangan Dibuat Mainan, Jangan Jadi Alat Kepentingan Antar Kelompok, NU Ora Didol, Reformasi PBNU

June 5, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In