• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Berlomba dalam Kebaikan

Kaum Cendikiawan dan Ilmu

September 14, 2022
KH Imam Jazuli

Menembus Tembok Marginalitas: Transformasi Pendidikan Pesantren di Abad Kedua NU

February 12, 2026
Sulaiman Djaya

Pengetahuan dan Kekuasaan

February 12, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

NU dan Tantangan Abad Kedua, Antara Tradisi dan Transformasi

February 12, 2026
Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI) mengecam keras insiden penembakan pesawat sipil Cessna PK-SNR milik Smart Air yang terjadi saat proses pendaratan di Bandara Koroway Batu

BEM KSI Kecam Penembakan Pesawat Sipil di Boven Digoel

February 12, 2026
Bahar Smith

Bahar Smith Minta Maaf kepada Rida dan GP Ansor

February 12, 2026
Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin

Kemenag Upayakan Guru Madrasah Swasta Diangkat PPPK

February 12, 2026
Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas di Gedung KPK, Saat memberikan keterangan terkait kasus kuota haji 2024 yang sedang disidik KPK.

Yaqut Cholil Coumas Datangi BPK, Jelaskan Persoalan Kausus Kuota Haji Tambahan 2024

February 11, 2026
Gus Yaqut

Lawan KPK Melalui Praperadilan, Yaqut Gugat Batalkan Status Tersangkanya

February 11, 2026
Kiai Imam Jazuli: NU Harus Melahirkan Ulama Digital, Hadapi Realitas Zaman

Kiai Imam Jazuli: NU Harus Melahirkan Ulama Digital, Hadapi Realitas Zaman

February 11, 2026
Formula Kabupaten Bekasi Hadir di Tengah Bencana, Salurkan Bantuan untuk Warga Pesisir dan Babelan

Formula Kabupaten Bekasi Hadir di Tengah Bencana, Salurkan Bantuan untuk Warga Pesisir dan Babelan

February 11, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Thursday, February 12, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Dunia Islam Syiar Islam

Kaum Cendikiawan dan Ilmu

liputan9news by liputan9news
September 14, 2022
in Syiar Islam
A A
0
Berlomba dalam Kebaikan

Dr. KH. Zakky Mubarok, MA, Dewan Pakar Lajnah Dakwah Islam Nusantara (LADISNU) dan Mustasyar PBNU

491
SHARES
1.4k
VIEWS

Memasuki abad ilmu pengetahuan modern dan teknologi, perkembangan dunia, akan diwarnai dengan perubahan-perubahan dalam berbagi aspek kehidupan. Peradaban dunia akan semakin bebas dan terbuka, sehingga pertukaran peradaban dan budaya antar bangsa akan berjalan tanpa mengenal batas wilayah ataupun negara. Peradaban antar bangsa akan terjadi proses saling mempengaruhi satu sama lain, yang terkadang bisa menimbulkan bentrokan dan persaingan yang tidak sehat. Akibat benturan antar peradaban dunia itu, langsung ataupun tidak langsung, akan menimbulkan perubahan norma dan nilai masyarakat kita, yang sering berbeda dengan ajaran agama.

Menyadari kenyataan sebagaimana disebutkan di atas, maka peran cendekiawan Muslim sangat menentukan dalam mengantiasipasi berbagai perkembangan dan benturan peradaban antar bangsa di dunia. Kaum cendekiawan akan menjadi penggagas dalam pembentukan masyarakat masa depan. Para cendekiawan selayaknya mengarahkan pengembangan ilmu pengetahuan dan pendayagunaan fungsinya untuk membangun suatu peradaban umat yang kokoh sesuai dengan pesan-pesan Islam. Dengan ilmu yang dimiliki dan kemampuan yang terus berkembang, kaum cendekiawan akan selalu menjadi peletak dasar bagi pembentukan perilaku umat manusia pada masa yang akan datang.

Al-Qur’an banyak mengisyaratkan mengenai pentingnya peran kaum cendekiawan, terletak dalam berbagai ayat-Nya. Sebagai contoh bisa dikemukan:

BeritaTerkait:

Berbakti Kepada Orang Tua yang Telah Meningal

Rendah Hati: Wujud Keagungan Akhlak

Keutamaan Ilmu Bernalar Sahih

Kisah Imam Al-Ghazali Menyapu Lantai Rumah Gurunya dengan Tangan Sendiri

إِنَّ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَٰفِ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ لَأٓيَٰتٖ لِّأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ ٱلَّذِينَ يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمٗا وَقُعُودٗا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمۡ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هَٰذَا بَٰطِلٗا سُبۡحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (Q.S. Ali Imran, 3: 190-191).

Apabila kita memperhatikan ayat tersebut, dapat dipahami bahwa cendekiawan yang islami tidaklah semata-mata melakukan pengembangan secara maksimal terhadap nalarnya belaka, tetapi juga harus melakukan penamajamn kalbu dan pengembangan rohaniah. Dengan keseimbangan yang serasi antara pengembangan nalar dan penajaman kalbu, nisaya dapat dilahirkan kaum cendekiawan yang menyadari status dirinya, tidak termasuk kelompok ilmuwan yang lalai. Mereka akan mengembangkan ilmu yang dimilkinya, mengajarkannya kepada orang lain, menghayati dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Cendekiawan seperti ini, akan menjadi panutan yang berwibawa bagi anggota masyarakatnya.

Mengenai hubungan ilmuwan atau cendekiawan dan orang-orang awam diklasifikasikan oleh Imam al-Ghazali dalam empat bagian, yaitu: (1) kaum ilmuwan yang menyadari status dirinya sebagai ilmuwan, karena itu ia selalu mengembangkan ilmu yang dimilikinya, berusaha memahami dam menghayati secara maksimal, diajarkan kepada orang lain dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Al-Ghazali mengomentari kepada kelompok pertama ini, merupakan kelompok yang terbaik, yang umat manusia diperintahkan untuk mengikuti mereka. Kelompok ilmuwan seperti in digambarkan sebagai lampu yang bersinar terang, yang menyinari kegelapan disekitarnya.

Kelompok (2) adalah ilmuwan yang tidak menyadari status dirinya bahwa mereka adalah kelompok cendekiawan. Mereka tidak mengembangkan ilmunya secara maksimal, tidak mengajarkan kepada orang lain dan tidak banyak mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Ilmuan dalam kelompok in disebut ilmuan yang lalai akan tugas-tugasnya dan tidak menyadari kedudukannya di tengah-tengah masyarakat. Kepada kelompok ini, kita diperintahkan agar mengingatkan mereka, sehingga dapat menyadari status dirinya dengan baik, mengembangkan dan menghayati ilmunya dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kelompok ini harus diingatkan mengenai peran dominan mereka dalam membentuk masa depan suatu umat.

Bagian (3) adalah kelompok orang-orang awam atau orang-orang bodoh yang menyadari akan kebodohan dan ketidak mengertianya, karena itu mereka akan berusaha meningkatkan dirinya dengan belajar dan meminta petunjuk kepada kelompok cendekiawan yang dapat membimbing mereka. Kelompok ini masih dianggap bagus, karena dengan usaha yang sungguh-sungguh dan belajar yang giat, sedikit demi sedikit kebodohannya akan sirna. Dengan demikian masa depan mereka masih memiliki harapan dan kemajuan-kemajuan di bidang peradaban. Adalah kewajiban bagi setiap diri kaum cendekiawan untuk membimbing mereka dan mentransfer ilmu yang dibutuhkan secar maksimal. Tranfer ilmu itu diharapkan, dilakukan seefesien dan sebijaksana mungkin, sehingga tidak menyulitkan dan tidak memberatkan. Hal ini dilakukan karena orang awam biasanya mudah tersinggung dan merasa berat untuk meningkatkan kemampuan nalarnya secara drastis.

Kelompok (4) adalah kelompok yang paling parah, yaitu kelompok orang-orang awam atau orang-orang bodoh yang tidak menyadari kebodohannya. Mereka ini disebut al-Ghazali sebagai Jahil Murakkab atau kebodohan yang bertumpuk-tumpuk. Mereka merupakan suatu kelompok yang meracuni masyarakat di sekelilingnya, sehingga sering menimbulkan kerusakan da kekacauan. Karena kebodohan yang tidak diasadarinya, membuat mereka demikian dungu untuk memahami sesuatu, sehingga tidak segan-segannya untuk menyebarkan fitnah dan permusuhan. Mengenai kelompok ini, al-Qur’an menjelaskan :

وَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ لَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ قَالُوٓاْ إِنَّمَا نَحۡنُ مُصۡلِحُونَ

“Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. (Q.S. Al-Baqarah, 2: 11).

Demikian ucapan mereka bila diingatkan supaya tidak berbuat kerusakan dan kegoncangan di tengah-tengah masyarakat, mereka tidak menyadari perbuatan buruknya malah mengaku senatiasa berbuat baik. Al-Qur’an selanjutnya menjelaskan hakikat dan kenyataan mereka dalam ayat berikutnya:

أَلَآ إِنَّهُمۡ هُمُ ٱلۡمُفۡسِدُونَ وَلَٰكِن لَّا يَشۡعُرُونَ

“Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari”. (Q.S. Al-Baqarah, 2: 12).

Mengenai ketidaksadaraan orang bodoh akan kebodohan sendiri, disebutkan dalam ayat selanjutnya:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ ءَامِنُواْ كَمَآ ءَامَنَ ٱلنَّاسُ قَالُوٓاْ أَنُؤۡمِنُ كَمَآ ءَامَنَ ٱلسُّفَهَآءُۗ أَلَآ إِنَّهُمۡ هُمُ ٱلسُّفَهَآءُ وَلَٰكِن لَّا يَعۡلَمُونَ

“Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman”. Mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak mengetahui”. (Q.S. Al-Baqarah, 2: 13).

Peran cendekiawan muslim sangat penting dalam membangun peradaban masa depan sesuai dengan pesan-pesan Islam. Pada hakikatnya mereka itu adalah pemimpin yang berwibawa dan berpengaruh di lingkungan masyarakatnya.

Oleh: Dr. KH. Zakky Mubarak, MA., Mustasyar PBNU

Tags: Dr. KH. Zakky MubarakIlmu
Share196Tweet123SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Zakky Mubarok
Syiar Islam

Berbakti Kepada Orang Tua yang Telah Meningal

by liputan9news
January 27, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Berbakti kepada kedua orang tua merupakan kewajiban yang paling tinggi setelah kita berbakti kepada Allah dan rasul-Nya....

Read more
Dr. KH. Zakky Mubarok, MA, Dewan Pakar Lajnah Dakwah Islam Nusantara (LADISNU)

Rendah Hati: Wujud Keagungan Akhlak

January 13, 2026
Sulaiman-Djaya

Keutamaan Ilmu Bernalar Sahih

December 24, 2025
Ilustrasi Imam Al-Ghazali

Kisah Imam Al-Ghazali Menyapu Lantai Rumah Gurunya dengan Tangan Sendiri

October 18, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2525
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH Imam Jazuli

Menembus Tembok Marginalitas: Transformasi Pendidikan Pesantren di Abad Kedua NU

February 12, 2026
Sulaiman Djaya

Pengetahuan dan Kekuasaan

February 12, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

NU dan Tantangan Abad Kedua, Antara Tradisi dan Transformasi

February 12, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In