• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Sulaiman Djaya

Ketika Manusia Diubah Zaman, Sebuah Esai Otobiografis

January 19, 2023
Rupiah Terjun Bebas, PNIB Nilai Alarm Keras Kegagalan Pemerintah menjaga Stabilitas Ekonomi, Korbanya Rakyat Desa dan Kota

Rupiah Terjun Bebas, PNIB Nilai Alarm Keras Kegagalan Pemerintah menjaga Stabilitas Ekonomi, Korbanya Rakyat Desa dan Kota

May 19, 2026
Keterangan Gambar : Ilustrasi AI simulasi rekaman CCTV (Night Vision/Noise), yang direkonstruksi berdasarkan Laporan Polisi, dimana menunjukkan mobil Daihatsu Rocky merah di bahu jalan tol Tol Jakarta-Tangerang (Kebon Jeruk) dini hari. Terdapat label 'PELAKU MENDEKATI MOBIL' dan 'KORBAN DI SEMAK-SEMAK.

Pelaku Pencurian Mobil Sigra Di Tol Km 3,8 Diburu Polisi, Korban Berharap Bisa Tertangkap

May 19, 2026
Yudhie Haryon (CEO Nusantara Centre) dan Agus Rizal (Ekonom Universitas MH Thamrin)

Rupiah Lemah itu Taktis

May 19, 2026
Kritik Pertumbuhan Ekonomi 2026 Kepada Prabowo, Lebih Beresensi Pujian dan Dukungan

Kritik Pertumbuhan Ekonomi 2026 Kepada Prabowo, Lebih Beresensi Pujian dan Dukungan

May 19, 2026
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Muhammad Ikhsanurrizqi, Ketua BEM PTNU Se-Nusantara.

Ketua BEM PTNU Sentil Pernyataan Presiden soal Rupiah: Rakyat Kecil Tetap Jadi Korban

May 18, 2026
Kongkalikong Tender Gedung BTN Sulampua? Logis 08 Desak BTN dan Danantara Buka-bukaan

Logis 08 Soroti Danantara, Proyek Perkampungan Haji di Mekkah Belum Tunjukkan Progres Nyata

May 16, 2026
Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

May 16, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, May 19, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Ketika Manusia Diubah Zaman, Sebuah Esai Otobiografis

Oleh: Sulaiman Djaya,

liputan9news by liputan9news
January 19, 2023
in Uncategorized
A A
1
Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya, Ketua Bidang Perfilman Majelis Kebudayaan Banten/Foto: Liputan9News

506
SHARES
1.4k
VIEWS

Benggalih. Itulah nama kampung di mana saya dilahirkan, menjalani masa kanak, masa remaja, dan yang kini saya tinggali –sebuah nama yang terdengar berbau Hindustan dan Sanskrit. Sebuah kampung yang terletak di antara dua sungai: Sungai Ciujung yang mengalir dari pegunungan di Lebak, Banten Selatan dan Sungai Irigasi yang mengalir dari Pamarayan, Serang, Banten Utara.

Di masa-masa saya masih kanak-kanak hingga remaja, saya harus menempuh jalan yang belum diaspal bila hendak menuju ke tempat di mana sekolah menengah pertama saya berada. Bersama Sungai Irigasi, jalan yang saya tempuh itu, hanya dipisahkan oleh rumput, ilalang, pohon-pohon kecil dan besar yang tumbuh subur di tepi jalan yang sekaligus tentu saja tepi Sungai Irigasi tersebut.

Sebelum saya memiliki sepeda sendiri, saya harus berjalan kaki menempuh perjalanan sejauh lima kilometer itu, dan kadang-kadang menumpang mobil truck pengangkut gabah dan pasir yang kebetulan lewat atau melintas ketika hendak berangkat sekolah atau ketika pulang sekolah. Tentu saja, keadaan dan kondisinya tidak sama ketika musim hujan.

BeritaTerkait:

Belajar dari Einstein

Seni yang Menyadarkan

Pemimpin Harus Mengafirmasi Aspirasi Masyarakat

Ekoteologi dan Falsafah Perennial Ekologi Masyarakat Kanekes Banten

Di masa-masa itu, kami akrab dengan beberapa hal yang kini telah hilang. Contohnya kunang-kunang, yang cahaya-cahaya mungil tubuh mereka, merupakan keindahan dan keajaiban tersendiri di waktu malam yang hening dan sepi. Persis ketika saya memandangi mereka yang tengah mengambang di atas jalan, di halaman, atau di antara petak-petak sawah di belakang rumah.

Rupa-rupanya, kehadiran dunia yang baru, pada akhirnya memang menyingkirkan dunia yang lama, baik secara ekonomis dan sosiologis, atau pun secara antropologis dan ekologis.

Ketakhadiran kunang-kunang itu sendiri untuk saat ini, yang dulu ada dan menjadi tamu-tamu malam kami, tak lain karena tempat di mana saya dilahirkan dan saya tinggali telah berubah secara ekologis dan ekonomis, sebagai contohnya. Persis ketika sawah-sawah telah menjadi raungan mesin-mesin pabrik dan infrastruktur-infrastruktur industri yang mengepulkan asap dan memproduksi limbah dan racun setiap hari. Dan pada saat bersamaan, secara antropologis, juga telah merubah sikap dan prilaku masyarakat, merubah pandangan dan gaya hidup mereka saat ini, yang kontras berbeda di masa-masa ketika infrastruktur-infrastruktur industri dan teknosains belum hadir.

Yang ingin saya katakan adalah bahwa, kehadiran industri turut pula memberikan perubahan yang ternyata tidak kecil dan memiliki dampak multidimensi: material dan spiritual, meski jarak industri tersebut beberapa kilometer dari kampung saya. Contohnya, kini banyak orang kampung saya yang terpacu menyekolahkan anak-anak mereka, karena bila anak-anak mereka tidak memiliki ijazah dari sekolah, maka mereka tak bisa melamar pekerjaan. Hal itu sangat berbeda ketika dulu orang-orang tua di kampung saya menganggap remeh pendidikan formal. Sekedar tambahan, di kampung saya yang pertama-kali mengenyam pendidikan perguruan tinggi adalah paman saya (adik-nya almarhumah ibu saya).

Dengan contoh-contoh yang saya katakan itu, saya hanya ingin mengatakan bahwa perubahan yang dihadirkan oleh keberadaan infrastruktur-infrastruktur industri dan tekno sains, tak hanya memberi dampak perubahan ekonomis semata, namun turut pula merubah aspek sosial-budaya masyarakat, selain tentu saja, kehadiran infrastruktur-infrastruktur industri juga berdampak pada kerusakan ekosistem alami alias berdampak secara ekologis, yang terbilang “berbahaya”.

Singkatnya, acapkali kemajuan dalam beberapa hal harus “dibayar” dengan kerusakan hal-hal lain. Bahkan, kerusakan-kerusakan yang merupakan dampak kehadiran infrastruktur-infrastruktur industri itu tidak sepadan dengan kebaikan “ekonomis” yang telah diberikannya. Misalnya, limbah beracun yang “membunuh” sungai yang dulu asri dan merupakan jiwa kehidupan bagi tanah dan makhluk-makhluk hidup yang dihidupi olehnya.

Sedangkan secara kultural, atau katakanlah secara antropologis, kehadiran televisi dan tekno sains lainnya, semisal internet, selain telah memberi manfaat positif dan kecerdasan bagi anak-anak muda, juga telah melakukan impor “kultural” dan pandangan hidup yang akhirnya merubah pandangan dan perilaku masyarakat, terutama generasi muda, bahkan menyangkut hal-hal yang dulu dianggap tabu dan “dosa besar”.

Sulaiman Djaya, Ketua Bidang Perfilman Majelis Kebudayaan Banten

Tags: ManusiaOtobiografisSulaiman Djaya
Share202Tweet127SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Sulaiman-Djaya
Opini

Belajar dari Einstein

by Sulaiman Djaya
March 10, 2026
0

BANTEN | LIPUTAN9NEWS “Saya bukan jenius, saya hanya selalu ingin tahu,” demikian ujar Einstein tentang betapa bakat dan kecerdasan saja...

Read more
Sulaiman Djaya

Seni yang Menyadarkan

February 27, 2026
Sulaiman Djaya

Pemimpin Harus Mengafirmasi Aspirasi Masyarakat

February 25, 2026
Sulaiman-Djaya

Ekoteologi dan Falsafah Perennial Ekologi Masyarakat Kanekes Banten

March 15, 2026
Load More

Comments 1

  1. finessa says:
    3 months ago

    **finessa**

    Finessa is a natural supplement made to support healthy digestion, improve metabolism, and help you achieve a flatter belly.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2561
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Rupiah Terjun Bebas, PNIB Nilai Alarm Keras Kegagalan Pemerintah menjaga Stabilitas Ekonomi, Korbanya Rakyat Desa dan Kota

Rupiah Terjun Bebas, PNIB Nilai Alarm Keras Kegagalan Pemerintah menjaga Stabilitas Ekonomi, Korbanya Rakyat Desa dan Kota

May 19, 2026
Keterangan Gambar : Ilustrasi AI simulasi rekaman CCTV (Night Vision/Noise), yang direkonstruksi berdasarkan Laporan Polisi, dimana menunjukkan mobil Daihatsu Rocky merah di bahu jalan tol Tol Jakarta-Tangerang (Kebon Jeruk) dini hari. Terdapat label 'PELAKU MENDEKATI MOBIL' dan 'KORBAN DI SEMAK-SEMAK.

Pelaku Pencurian Mobil Sigra Di Tol Km 3,8 Diburu Polisi, Korban Berharap Bisa Tertangkap

May 19, 2026
Yudhie Haryon (CEO Nusantara Centre) dan Agus Rizal (Ekonom Universitas MH Thamrin)

Rupiah Lemah itu Taktis

May 19, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In