• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Masjid Ali-Iraq

Khutbah Jumat: Iman Kepada Allah Barometer Kebaikan (Amal Soleh)

April 25, 2025
Foto: Ilustrasi

Kaffah Tanpa Khilafah: Kritik Atas Imajinasi HTI

June 11, 2026
Foto: KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam)

Lima Pilar Kembalikan Wibawa dan Kehormatan PBNU

June 10, 2026
PNIB Minta Pemerintah Usut Tuntas Mega Skandal BGN

PNIB Minta Pemerintah Usut Tuntas Mega Skandal BGN

June 10, 2026
Pesan Spiritual dan Estafet Pusaka Kabudhanan dari KH. Imam Jazuli untuk Gus Yahya

Pesan Spiritual dan Estafet Pusaka Kabudhanan dari KH. Imam Jazuli untuk Gus Yahya

June 10, 2026
Zakky Mubarok

Gundah dan Gelisah

June 10, 2026
Syafrudin Budiman SIP, Ketua Umum DPP Perhimpunan UKM Indonesia.

Pengaruh Perspektif dan Kepercayaan Terhadap Valuasi Investasi

June 10, 2026
Daniel E. Lunesi Kepala BPN Labuan Bajo Manggarai Barat Diduga Bermain Kotor, Putusan MA Dilawan

Daniel E. Lunesi Kepala BPN Labuan Bajo Manggarai Barat Diduga Bermain Kotor, Putusan MA Dilawan

June 10, 2026
BEM PTNU DIY Desak Evaluasi Total MBG, Dorong Transparansi dan Pengawasan Publik

BEM PTNU DIY Desak Evaluasi Total MBG, Dorong Transparansi dan Pengawasan Publik

June 10, 2026
KPK Nyatakan Nama Raffi Ahmad Muncul dalam Perkara Uuap impor Barang KW

KPK Nyatakan Nama Raffi Ahmad Muncul dalam Perkara Suap Impor Barang KW

June 9, 2026
Relawan Emak-Emak Prabowo Apresiasi Pengangkatan Ibu Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN, Dorong Program Gizi Tepat Sasaran

Relawan Emak-Emak Prabowo Apresiasi Pengangkatan Ibu Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN

June 8, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Thursday, June 11, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Dunia Islam Khutbah

Khutbah Jumat: Iman Kepada Allah Barometer Kebaikan (Amal Soleh)

Khatib: Hasan Yazid Al-Palimbangy, M.Ag.

liputan9news by liputan9news
April 25, 2025
in Khutbah
A A
1
Masjid Ali-Iraq

Foto: Masjid Ali Iraq

515
SHARES
1.5k
VIEWS

Naskah Shalat Jum’at dengan Khutbah Jumat: Iman Kepada Allah Barometer Kebaikan (Amal Soleh) disampaikan pada sidang shalat Jumat di Masjid Attaqwa Kantor KPP Pajak Pratama Setiabudi Kuningan Jakarta Selatan
26 Syawwal 1446 H/25 April 2025 M

 

Khutbah pertama

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَركَاتُهُ.

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِالِلّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا¸ مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ الِلّٰهِ¸ أُوْصِيْنِيِ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللّٰهِ¸ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. وَقَالَ تَعَالَى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللّٰهُ الْعَظِيمْ.

Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah Subhanahu wata’aalaa
Diantara perkara yang menyebabkan amal ibadah tidak diterima alias sia-sia karena tidak didasari/dilandasi iman kepada Allah Subhanahu wata’aalaa

BeritaTerkait:

Khutbah Jumat: Ketika Cinta Butuh Pengorbanan

Khutbah Jumat: Berkorban Karena Cinta Butuh Pengorbanan

Khutbah Jumat: Amaliah Terbaik Pasca Ramadan

Khutbah Jumat: Mewaspadai Virus Takabur

“Iman merupakan barometer diterima/benar tidaknya amal seseorang. Bahkan tidak bisa disebut sebuah kebaikan (amal shalih) kecuali disertai dengan keimanan.” (Ahli tafsir Asaya’dy)

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا * الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

“Katakanlah: ‘Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya ?Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya.” (QS. 18 : 103 &104)

Dalam menafsirkan ayat di atas, Imam Ibnu Katsir mengatakan: “Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini,”) yakni orang-orang yang mengerjakan perbuatan yang sesat dan tidak berdasarkan iman kepada Allah Subhanahu wata’aalaa dan yang ditetapkan syari’at dan telah dicontohkan Rasulullah Saw), diridhai dan diterima oleh Allah.

Menurut Imam Ibnu Katsir ayat di atas dipertegas lagi dalam surat al-Ghosyiah ayat 3 عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ (Bekerja keras lagi kepayahan tapi sia-sia). Dahulu mereka berlelah-lelah dalam ibadah, namun mereka tidak mendapat pahala dari ibadah itu akibat kekafiran dan kesesatan mereka.

Imam Ibnu Katsir rohimahullah mengutip hadits riwayat Imam Bukhari bahwa Ibnu Abbas berkata tentang firmanNya: (bekerja keras lagi kepayahan (al-ghosyiah :3) mereka adalah orang-orang Nasrani.

Suatu ketika Khalifah Umar bin khattab Radhiallahu anhu melewati suatu perkumpulan yang didalamnya ada seorang rahib (pemimpin agama Nasrani), kemudian beliau berhenti dan berkata kepada rahib : “wahai rahib ini adalah pemimpin kaum muslimin” , tatkala Umar melihat kepada sang rahib diapun menangis, dan seseorang berkata kepadanya : wahai amirul mukminin dia adalah seorang nasrani, mengapa engkau menangis atasnya ?, kemudian beliau menjawab, ya saya tahu akan hal itu, akan tetapi saya merasa kasihan kepadanya tatkala aku mengingat firman Allah : { عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌ .تَصْلَى نَارًا حَامِيَةً . } , aku kasihan dengan kedudukan dan kerja kerasnya yang akhirnya hanya menjerumuskannya kedalam neraka.

Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah Subhanahu wata’aalaa

Ayat lainnya yang menjelaskan bahwa Iman merupakan barometer diterima/benar tidaknya amal seseorang

وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا

“Dan Kami hadapi (perlihatkan) segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” [Al Furqan/25:23].

التفسير الميسر

وقَدِمْنا إلى ما عملوه مِن مظاهر الخير والبر، فجعلناه باطلا مضمحلا لا ينفعهم كالهباء المنثور، وذلك أن العمل لا ينفع في الآخرة إلا إذا توفر في صاحبه: الإيمان بالله، والإخلاص له، والمتابعة لرسوله محمد، صلى الله عليه وسلم

Dalam kitab tafsir Al-muyassar, Aidhy al-Qarni menjelaskan maksud ayat di atas bahwa amal ibadah akan sia-sia apabila tidak didasari iman kepada Allah Subhanahu wata’aalaa

Iman adalah salah satu penentu diterima tidaknya amal ibadah. Sebesar apapun amal orang kafir tidak ada artinya sia-sia bak PATAMORGANA dan tertolak di sisi Allah Subhanahu wata’aalaa. Maka itu jangan terpesona dan tertipu dengan “kebaikan” orang kafir saat datang ke pesantren dengan kessing sorban dan menyerahkan “bantuan”. Ujung-ujungnya tujuan utama mereka akan menghancurkan Islam. [Surat Al-Isra’: 19]

{ وَمَنۡ أَرَادَ ٱلۡـَٔاخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعۡیَهَا وَهُوَ مُؤۡمِنࣱ فَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ كَانَ سَعۡیُهُم مَّشۡكُورࣰا }

Perhatikan sifat-sifat ini yang dengannya Allah menjelaskan kriteria orang-orang yang menyampaikan kebenaran dalam mengejar akhirat : { وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ } “Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat” harus ada kemauan, namun tidak cukup hanya kemauan saja melainkan ada usaha dan kerja keras untuk menggapainya : { وَسَعَىٰ لَهَا سَعْيَهَا } tetapi kemauan dan usaha berbuah hasil yang pasti dengan keimanan, dan inilah yang menjadi penentu dari dua kriteria tadi : { وَهُوَ مُؤْمِنٌ }. (sedangkan ia adalah mukmin) yaitu hatinya beriman dan membenarkan pahala dan pembalasan (maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik)

Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah Subhanahu wata’aalaa
Jangan sampai kekaguman/kecintaan kita kepada seseorang mengalahkan kekaguman/kecintaan kita kepada Baginda Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam.

Suatu keanehan jika umat Islam bahkan tokoh Islam mengagung-agungkan tokoh non muslim dengan sebutan seorang juru damai, pahlawan kemanusiaan, dekat dengan kaum lemah, menyerukan gencatan senjata di Gaza dll.

Hallo… Ingat dan sadarilah ! Para ulama , habaib, pemimpin muslim dan seluruh ummat Islam dunia sejak zaman alif sudah menyerukan perdamaian (gencatan senjata) di Gaza. Cukuplah Rasulullah Shalallahu alaihi yang menjadi suri tauladan serta panutan kita. Seluruh ucapan, sikap dan perbuatan orang kafir sia-sia di sisi Allah Subhanahu wata’aalaa. Hanya nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam manusia paling sempurna yang diciptakan Allah Subhanahu wata’aalaa. Kecintaan serta kekaguman kita kepada Rasulullah Shalallahu alaihi haruslah kita letakkan di atas manusia lainnya setelah kecintaan kita kepada Allah Subhanahu wata’aalaa.

Kewajiban Mencintai Allah Subhanahu wata’aalaa dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Di atas SelainNya. Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ إِنْ كَانَ آَبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

“Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. At Taubah: 24).

Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Jika semua hal-hal tadi lebih dicintai daripada Allah dan Rasul-Nya, serta berjihad di jalan Allah, maka tunggulah musibah dan malapetaka yang akan menimpa kalian.”[1] Ancaman keras inilah yang menunjukkan bahwa mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari makhluk lainnya adalah wajib.

Bahkan tidak boleh seseorang mencintai dirinya hingga melebihi kecintaan pada nabinya. Allah Ta’ala berfirman,

النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ

“Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri.” (QS. Al Ahzab: 6).

Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri) Yakni Nabi lebih utama bagi mereka adalah urusan agama dan duniawi, dan bahkan lebih utama daripada diri mereka sandiri, maka tentu saja beliau lebih utama dari selain diri mereka. Oleh sebab itu wajib bagi mereka untuk mentaatinya di atas ketaatan mereka terhadap diri mereka sendiri, dan lebih mengutamakan ketaatannya daripada keinginan hati dan fikiran mereka.

‘Abdullah bin Hisyam berkata, “Kami pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau memegang tangan Umar bin Khaththab radhiyallahu ’anhu. Lalu Umar berkata, ”Wahai Rasulullah, sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali terhadap diriku sendiri.” Kemudian Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam berkata,

لاَ وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِنْ نَفْسِكَ

”Tidak, demi yang jiwaku berada di tangan-Nya (imanmu belum sempurna). Tetapi aku harus lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.” Kemudian ’Umar berkata, ”Sekarang, demi Allah. Engkau (Rasulullah) lebih aku cintai daripada diriku sendiri.” Kemudian Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam berkata, ”Saat ini pula wahai Umar, (imanmu telah sempurna).”[3]

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Seseorang tidaklah beriman (dengan sempurna) hingga aku lebih dicintainya dari anak dan orang tuanya serta manusia seluruhnya.”[HR. Muslim]

Jika kecintaan kepada diri sendiri, orang tua, istri-istri, saudara, kaum mukminin tidak boleh melebihi cinta kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam, apalagi cinta dan kagum kepada orang kafir (non muslim).

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

 

Khutbah kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ.

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ

اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Hasan Yazid Al-Palimbangy, M.Ag., Juru Da’wah (da’i/muballigh). Khatib dan narasumber pengajian mingguan, bulanan di masjid-masjid perumahan dan kantor dan penulis buku-buku agama Islam.)

Domisili : Thali’a Clauster (Ps. Ceger) Jl. Musholla Nurul Huda No.1, blok B12Jurang Mangu Barat, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15222 HP/WA +62852-1737-0897.

Tags: Khutbah
Share206Tweet129SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Foto: Ilustrasi Hasan Yazid
Khutbah

Khutbah Jumat: Ketika Cinta Butuh Pengorbanan

by liputan9news
May 21, 2026
0

TAENGERANG | LIPUTAN9NEWS Naskah Khutbah Jum'at dengan Judul Khutbah Jumat: Ketika Cinta Butuh Pengorbanan ini disampaikan dalam sidang shalat Jumat...

Read more
Khutbah Jumat: Berkorban Karena Cinta Butuh Pengorbanan

Khutbah Jumat: Berkorban Karena Cinta Butuh Pengorbanan

May 15, 2026
Khutbah Jumat: Amaliah Terbaik Pasca Ramadan (Foto: Pinterest)

Khutbah Jumat: Amaliah Terbaik Pasca Ramadan

April 16, 2026
Masjid

Khutbah Jumat: Mewaspadai Virus Takabur

April 10, 2026
Load More

Comments 1

  1. herpafend says:
    4 months ago

    **herpafend**

    herpafend is a natural wellness formula developed for individuals experiencing symptoms related to the herpes simplex virus.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2587
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Foto: Ilustrasi

Kaffah Tanpa Khilafah: Kritik Atas Imajinasi HTI

June 11, 2026
Foto: KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam)

Lima Pilar Kembalikan Wibawa dan Kehormatan PBNU

June 10, 2026
PNIB Minta Pemerintah Usut Tuntas Mega Skandal BGN

PNIB Minta Pemerintah Usut Tuntas Mega Skandal BGN

June 10, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In