• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Gus Ipang Wahid (paling kanan), Gus Miftah dan KH Imam Jazuli (dua dari kiri).(Foto: Dok Gus Ipang)

Kiai Imam Jazuli, Tokoh Transformatif Pesantren

August 16, 2026
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

September 24, 2026
Sulaiman Djaya

Tentang Penulisan Puisi – Robert Frost dan Walt Whitman

September 24, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Daya Pesona Perpustakaan

September 24, 2026
Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

September 23, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, September 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Kiai Imam Jazuli, Tokoh Transformatif Pesantren

Oleh: Gus Ipang Wahid

liputan9news by liputan9news
August 16, 2026
in Opini
A A
0
Gus Ipang Wahid (paling kanan), Gus Miftah dan KH Imam Jazuli (dua dari kiri).(Foto: Dok Gus Ipang)

Gus Ipang Wahid (paling kanan), Gus Miftah dan KH Imam Jazuli (dua dari kiri).(Foto: Dok Gus Ipang)

517
SHARES
1.5k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Saya selalu terpukau oleh orang yang memulai sesuatu dari angka nol. Bukan dari satu. Apalagi dari fasilitas warisan.Membangun pesantren dari bawah, di tengah persaingan zaman digital, itu seperti mendaki Everest tanpa tabung oksigen. Sulit. Berdarah-darah. Tapi KH Imam Jazuli—yang akrab dipanggil Kiai Imjaz—membuktikan itu bukan kemustahilan. Dalam 13 tahun santrinya lebih dari 5000, lahan pesantren 92 Hektar dan alumninya 70% beasiswa kampus top dunia dan 30% sisanya diterima di PTN.

Lewat Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA), ia tidak hanya mendirikan bangunan fisik, tapi sedang meruntuhkan tembok stagnasi tradisi. Sebab itu, ia sangat layak menyandang gelar Tokoh Transformatif Pesantren. Kenapa? Setidaknya ada beberapa alasan.

Pertama, radikalisme kurikulum: Keluar dari Zona Nyaman, banyak orang terjebak romantisasi masa lalu. Kiai Imjaz tidak. Di BIMA, ia melakukan gebrakan luar biasa. Ia menyadari dunia berubah secepat kedipan mata. Kurikulum, visi, dan misi pesantren dirombak total. Mengapa? Karena tuntutan zaman tidak bisa dilawan dengan sekadar meratap.

Santri hari ini tidak boleh hanya fasih membaca kitab kuning. Mereka harus menguasai teknologi, paham komunikasi global, dan mandiri secara ekonomi. Kiai Imjaz memadukan keikhlasan pesantren dengan profesionalisme modern. Ini bukan sekadar kompromi, ini adalah revolusi dari dalam.

BeritaTerkait:

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Imjaz Pacu 680 Pesantren Rintisan

Kiai Miftah dan Tantangan NU Memasuki Abad Kedua

Dari Nol Menuju 10 Ribu Pesantren Rintisan yang Adaptif

Kedua, bukan egoisme, tapi gerakan massal: Banyak kiai hebat di Indonesia. Pesantrennya maju, santrinya puluhan ribu. Tapi kehebatan itu sering kali berhenti di pagar pesantrennya sendiri. Mereka maju sendirian. Kiai Imjaz berbeda. Sifat aslinya keluar di sini: ia tidak ingin maju sendiri. Ia tidak ingin selamat sendiri menghadapi ombak zaman.

Sejak tahun 2024, ia memulai langkah gila. Mengadakan workshop gratis untuk para pengasuh pesantren. Gerakan ini konsisten menggelinding. Sampai tahun 2026 ini, angkanya hampir menyentuh 5.000 pengasuh pesantren yang sudah ikut.

Semua itu dibiayai sendiri dari A-Z, tanpa ada sponsor dan mitra. Kiai Imjaz membuat modul dan memberi materi sekitar 14 jam non stop. Bayangkan dampaknya. Satu pengasuh membawa pulang virus transformasi ke daerahnya. Jika ada 5.000 pengasuh, maka ada 5.000 episentrum perubahan baru di seluruh penjuru negeri. Ini bukan lagi sekadar program kerja, ini adalah gerakan nasional pembaharuan berbasis kultural.

Ketiga, ia prototipe Pemimpin masa depan NU. Nahdlatul Ulama (NU) adalah kapal tanker yang sangat besar. Untuk menggerakkannya, butuh nakhoda yang punya otot keberanian dan otak inovasi.Karakter Kiai Imjaz adalah cetak biru pemimpin masa depan NU.

Ia memiliki akar tradisi yang kuat, namun kepalanya mendongak menatap masa depan. Ia tidak alergi pada perubahan, justru ia yang mendikte perubahan itu. Pemimpin NU masa depan tidak boleh lagi hanya sibuk dengan urusan domestik organisasi, melainkan harus menjadi arsitek sosial yang mampu mengubah wajah pendidikan umat secara massal.

Kiai Imjaz telah menyalakan lilinnya dari Cirebon. Kini, lilin-lilin itu telah menyebar ke ribuan pesantren lain. Pesantren tidak lagi menjadi tempat pelarian, melainkan menjadi pabrik masa depan. Begitulah seharusnya transformasi bekerja. Tidak berisik di media, tapi berdampak nyata di dunia nyata.

Di balik setiap lompatan besar, selalu ada keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Kiai Imjaz paham betul risiko itu. Ketika tradisi ratusan tahun disandingkan dengan inovasi modern, skeptisisme tentu berdatangan. Namun, ia memilih terus bergerak, membungkam keraguan dengan hasil kerja nyata.

Ia mengajarkan satu pelajaran krusial: keikhlasan tidak pernah berseteru dengan profesionalisme. Keduanya adalah sepasang sayap. Tanpa keikhlasan, sebuah gerakan akan kehilangan roh. Tanpa profesionalisme, niat mulia hanya akan berakhir menjadi impian yang lumpuh.

Dampaknya kini menjalar langsung ke dalam jiwa para santri. Mereka tak lagi memandang kemajuan zaman dengan rasa minder atau asing. Dengan kedalaman spiritual di dada dan penguasaan teknologi di jemari, para santri kini melangkah percaya diri menantang dunia.

Ini adalah narasi baru pendidikan Islam yang sudah lama kita rindukan. Sebuah pembaharuan yang tidak membebankan harapan pada janji manis pejabat, melainkan merajut kekuatan mandiri secara nyata dari akar rumput.

Perjalanan Kiai Imjaz adalah pengingat bahwa masa depan tidak ditunggu, melainkan diciptakan. Dari Cirebon, sebuah kompas baru telah diarahkan. Dan di tangan para pembaharu seperti dialah, wajah peradaban pesantren Indonesia sedang dilukis ulang. Wallahu’alam.

Gus Ipang Wahid, Pimpinan Pesantren, Wakil Pengasuh Pesantren Trensains Jombang dan Komisaris Telkomsel.

Tags: Gus Ipang WahidImam JazuliPengasuh Pesantren BIMAPesantren BIMATokoh PesantrenTokoh Transformatif Pesantren
Share207Tweet129SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?
Pendidikan

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

by KH. Imam Jazuli, Lc. MA.
September 24, 2026
0

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Read more
Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Imjaz Pacu 680 Pesantren Rintisan

Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Imjaz Pacu 680 Pesantren Rintisan

September 23, 2026
Kiai Miftah dan Tantangan NU Memasuki Abad Kedua

Kiai Miftah dan Tantangan NU Memasuki Abad Kedua

September 22, 2026
Dari Nol Menuju 10 Ribu Pesantren Rintisan yang Adaptif

Dari Nol Menuju 10 Ribu Pesantren Rintisan yang Adaptif

September 19, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In