• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Kitab Kuning: Peninggalan Khilafah yang Menjadi Rujukan

Kitab Kuning: Peninggalan Khilafah yang Menjadi Rujukan

March 3, 2023
KH Imam Jazuli

Menembus Tembok Marginalitas: Transformasi Pendidikan Pesantren di Abad Kedua NU

February 12, 2026
Sulaiman Djaya

Pengetahuan dan Kekuasaan

February 12, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

NU dan Tantangan Abad Kedua, Antara Tradisi dan Transformasi

February 12, 2026
Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI) mengecam keras insiden penembakan pesawat sipil Cessna PK-SNR milik Smart Air yang terjadi saat proses pendaratan di Bandara Koroway Batu

BEM KSI Kecam Penembakan Pesawat Sipil di Boven Digoel

February 12, 2026
Bahar Smith

Bahar Smith Minta Maaf kepada Rida dan GP Ansor

February 12, 2026
Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin

Kemenag Upayakan Guru Madrasah Swasta Diangkat PPPK

February 12, 2026
Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas di Gedung KPK, Saat memberikan keterangan terkait kasus kuota haji 2024 yang sedang disidik KPK.

Yaqut Cholil Coumas Datangi BPK, Jelaskan Persoalan Kausus Kuota Haji Tambahan 2024

February 11, 2026
Gus Yaqut

Lawan KPK Melalui Praperadilan, Yaqut Gugat Batalkan Status Tersangkanya

February 11, 2026
Kiai Imam Jazuli: NU Harus Melahirkan Ulama Digital, Hadapi Realitas Zaman

Kiai Imam Jazuli: NU Harus Melahirkan Ulama Digital, Hadapi Realitas Zaman

February 11, 2026
Formula Kabupaten Bekasi Hadir di Tengah Bencana, Salurkan Bantuan untuk Warga Pesisir dan Babelan

Formula Kabupaten Bekasi Hadir di Tengah Bencana, Salurkan Bantuan untuk Warga Pesisir dan Babelan

February 11, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Thursday, February 12, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Kitab Kuning: Peninggalan Khilafah yang Menjadi Rujukan

Oleh: Ayik Heriansyah

liputan9news by liputan9news
March 3, 2023
in Uncategorized
A A
0
Kitab Kuning: Peninggalan Khilafah yang Menjadi Rujukan

Ilustrasi Kitab Kuning

513
SHARES
1.5k
VIEWS

Kitab kuning istilah populer yang digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk menyebut kitab-kitab turats yang ditulis oleh ulama sebelum era modern. Disebut kitab kuning karena kertasnya berwarna kuning.

Kitab kuning membahas semua tsaqafah islamiyah sebagai penjelasan dari kitab induk yakni al-Quran dan hadis, termasuk bahasa Arab, sirah dan tarikh. Namun, yang banyak dikaji adalah tentang tafsir, syarah hadis, aqaid, ushul fiqih, fiqih dan tasawuf. Jumlah kitab kuning yang membahas bidang-bidang tersebut lebih banyak dibandingkan bidang lainnya.

Kitab kuning tentang politik, pemerintahan, kenegaraan, dan politik luar negeri terhitung sedikit. Pembahasan tentang topik-topik politik pada umumnya menjadi salah satu bab di dalam kitab fiqih.

BeritaTerkait:

Take Down Wahabi dari Muka Bumi

PNIB Minta Waspadai HTI Pengusung Khilafah, Sasar Medsos sebagai Alat Propaganda Generasi Muda

Halal Haram Hubbul Wathan

PNIB: Rakyat Indonesia Patut Bersyukur Punya Densus 88, Selalu Jaga Keamanan dari Ancaman Terorisme seluruh Indonesia dari Aceh Hingga Papua

Mengapa ulama jaman dulu tidak banyak menghasilkan kitab kuning tentang politik, pemerintahan, kenegaraan dan politik luar negeri?

Peran-peran ulama pada masa khilafah ada yang menjadi penguasa (khalifah/sultan). Ulama sekaligus penguasa merasa tidak perlu menuangkan pengetahuannya dalam sebuah kitab, sebab, pengetahuannya menjadi kebijakan pemerintah dan hukum positif negara.

Ulama yang berperan sebagai mitra penasehat penguasa (Syaikhul Islam). Ulama ini memberi arahan, bimbingan, dan saran kepada penguasa secara lisan dan tulisan, atas permintaan penguasa atau inisiatif sendiri. Yang berbentuk tulisan lalu menjadi sebuah kitab.

Ulama yang berperan sebagai rakyat biasa. Mungkin bagi mereka menulis tentang pemerintahan dan negara tidak terlalu urgen, karena masalah-masalah tersebut lebih bersifat maqashid ketimbang i’tiqad dan kaifiyat. Jadi, cukup dibahas prinsip-prinsip dasarnya saja. Tidak perlu dirinci serinci-rincinya. Tidak perlu ditulis masalah teknis pemerintahan seteknis-teknisnya.

Ditambah situasi dan kondisi khilafah di mana ulama tersebut hidup sedang berada di puncak kejayaannya. Atau meskipun belum sampai pada puncak kejayaan, khilafah dalam kondisi aman, makmur, dan stabil. Sehingga persoalan-persoalan kekhilafahan tidak perlu dibahas secara mendalam.

Peran ulama sebagai oposisi. Ulama oposisi berhadapan dengan khalifah bersifat otoriter, anti kritik dan kejam, yang membuatnya enggan kalau tidak mau dikatakan takut untuk membahas masalah pemerintahan dan kenegaraan. Barangkali mirip-mirip dengan kondisi ulama di Arab Saudi sekarang.

Dengan demikian tidak tersedia kitab kuning yang banyak bagi generasi selanjutnya untuk mengkaji masalah politik, pemerintahan, kenegaraan dan politik luar negeri.

Sedangkan kitab kuning merupakan karya ulama di masa khilafah. Kitab kuning bukan ditulis pada masa NKRI harga mati.

Lalu bagaimana? Apakah kitab kuning tetap relevan dijadikan maraji’? Ya, untuk kitab-kitab tafsir, syarah hadis, aqaid, ushul fiqih, fiqih, tasawuf, bahasa Arab, sirah dan tarikh.

Kitab-kitab bidang tersebut bersifat ilmu murni, non politis, berbasis pada periwayatan dan bersandar pada sanad.

Kitab kuning bidang-bidang ini ditulis bukan berdasarkan dari hasil observasi dan eksperimen. Bidang-bidang ini sulit diintervensi oleh penguasa. Teori Foucault tentang kekuasaan membentuk pengetahuan tidak berlaku. Artinya, sistem pemerintahan dan bentuk negara tidak berpengaruh.

Lain halnya dengan kitab kuning tentang politik, pemerintahan, kenegaraan dan politik luar negeri. Di luar pembahasan tentang maqashid dan prinsip-prinsip dasar, kitab-kitab kuning bidang ini sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi sosial politik saat itu. Tidak dipungkiri apabila kepentingan penguasa (khalifah/sultan) mengintervensi penulisan kitab tersebut. Teori Foucault bahwa kekuasaan membentuk pengetahuan berlaku.

Di samping itu, situasi dan kondisi masyarakat pada masa kekhilafahan di Arab, Afrika Utara dan Turki, jauh berbeda dengan keadaan masyarakat, pemerintahan dan dunia internasional pada masa NKRI HARGA MATI

Untungnya, kitab kuning tentang politik, pemerintahan, kenegaraan dan politik luar negeri jumlahnya tidak banyak, sehingga ulama jaman kini tidak “manja” dan punya alasan untuk berijtihad sendiri, berkarya dan menulis kitab-kitab di bidang ini.

KH. Ayik Heriansyah, M.Si, Mahasiswa Kajian Terorisme SKSG UI, dan Direktur Eksekutif CNRCT, Penulis artikel produktif yang sering dijadikan rujukan di berbagai media massa, pemerhati pergerakkan Islam transnasional, khususnya HTI yang sempat bergabung dengannya sebelum kembali ke harakah Nahdlatul Ulama. Kini aktif sebagai anggota LTN di PCNU Kota Bandung dan LDNU PWNU Jawa Barat. Pernah menjadi Ketua HTI Bangka Belitung.

Tags: Ayik HeriansyahKhilafahKitab Kuning
Share205Tweet128SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Ibnu Saud di Arab saudi pada 1911.(Getty Images)
Opini

Take Down Wahabi dari Muka Bumi

by liputan9news
October 18, 2025
0

BANDUNG | LIPUTAN9NEWS Apa yang disarankan oleh Kiai Said Aqil Siraj agar pemerintah menghapus media online dan akun-akun media yang...

Read more
PNIB

PNIB Minta Waspadai HTI Pengusung Khilafah, Sasar Medsos sebagai Alat Propaganda Generasi Muda

October 8, 2025
Ayik Heriansyah: Doktrin al Wala wal Bara Sebabkan Prasangka Buruk Terhadap Umat Islam

Halal Haram Hubbul Wathan

August 16, 2025
PNIB: Rakyat Indonesia Patut Bersyukur Punya Densus 88, Selalu Jaga Keamanan dari Ancaman Terorisme seluruh Indonesia dari Aceh Hingga Papua

PNIB: Rakyat Indonesia Patut Bersyukur Punya Densus 88, Selalu Jaga Keamanan dari Ancaman Terorisme seluruh Indonesia dari Aceh Hingga Papua

August 7, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2525
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH Imam Jazuli

Menembus Tembok Marginalitas: Transformasi Pendidikan Pesantren di Abad Kedua NU

February 12, 2026
Sulaiman Djaya

Pengetahuan dan Kekuasaan

February 12, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

NU dan Tantangan Abad Kedua, Antara Tradisi dan Transformasi

February 12, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In