• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Sulaman Djaya

Menyoal Ekosistem Kebudayaan

March 2, 2024
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Muhammad Ikhsanurrizqi, Ketua BEM PTNU Se-Nusantara.

Ketua BEM PTNU Sentil Pernyataan Presiden soal Rupiah: Rakyat Kecil Tetap Jadi Korban

May 18, 2026
Kongkalikong Tender Gedung BTN Sulampua? Logis 08 Desak BTN dan Danantara Buka-bukaan

Logis 08 Soroti Danantara, Proyek Perkampungan Haji di Mekkah Belum Tunjukkan Progres Nyata

May 16, 2026
Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

May 16, 2026
DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

May 16, 2026
KH. Cholil Nafis, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah

Jamaah Haji 2026 Diizinkan Kemenhaj Bayar Dam di Tanah Air, Inilah Respon Kiai Cholil Nafis

May 16, 2026
SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

May 16, 2026
Gus Rosikh : KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

Gus Rosikh: KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

May 15, 2026
GP Ansor Bekasi Selatan Gembleng Kader Banser, Perkuat Jiwa Kepemimpinan dan Kebangsaan

GP Ansor Bekasi Selatan Gembleng Kader Banser, Perkuat Jiwa Kepemimpinan dan Kebangsaan

May 15, 2026
Abaikan Fatwa MUI, Kemenhaj Tetap Izinkan Dam Haji di Indonesia

Abaikan Fatwa MUI, Kemenhaj Tetap Izinkan Dam Haji di Indonesia

May 15, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, May 18, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Menyoal Ekosistem Kebudayaan

Oleh: Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya by Sulaiman Djaya
March 2, 2024
in Uncategorized
A A
4
Sulaman Djaya

Foro: Sulaman Djaya

499
SHARES
1.4k
VIEWS

LIPUTAN9.ID – Beberapa waktu lalu, seusai memberikan materi diskusi lesehan di Lebjar Coffee Ciracas Kota Serang, Banten, saya ditanya anak muda dari media digital: Bagaimana pendapat akang tentang ekosistem kebudayaan di Banten? Satu pertanyaan itu sesungguhnya mengandung tiga hal: ekosistem, ekosistem kebudayaan, dan kebudayaan itu sendiri. Artinya, untuk menjawab pertanyaan tersebut sesungguhnya kita pun harus memahami ketiga hal tersebut.

Ekosistem lazimnya dimengerti sebagai interaksi atau keterhubungan timbal-balik dalam suatu kehidupan, dan kebudayaan adalah sistem holistik pandangan hidup serta hasil dan kerja rasa karsa manusia dalam hidup mereka di dalam suatu komunitas dan lingkungan. Sedangkan ekosistem kebudayaan umumnya dimengerti sebagai interaksi yang saling menunjang antara pelaku (kebudayaan), pengguna (pengambil manfaat), lingkungan (tempat kebudayaan), dan unsur-unsur kebudayaan dalam suatu kawasan tertentu.

Lalu, timbul pertanyaan intinya: Bagaimana dengan ekosistem kebudayaan di Banten? Untuk menjawab pertanyaan ini secara jujur, maka saya mau tak mau agak sedikit bernada negatif, bahwa pemilik kebijakan di Banten belum sepenuhnya menyadari arti penting infrastruktur kebudayaan untuk memajukan kebudayaan dan kerja kreatif di Banten.

BeritaTerkait:

Khutbah Idul Fitri 1447 H: Dari Ramadan menuju Ketakwaan dan Kepedulian Sosial

Belajar dari Einstein

Seni yang Menyadarkan

Khutbah Jumat: Ramadan Energi Spiritual untuk Transformasi Sosial

Ketika kawasan khusus Ibukota Provinsi Banten, yang mencakup tempat dinas-dinas resmi, kantor-kantor eksekutif dan legislatif serta kantor-kantor lainnya begitu megah dan menelan biaya besar untuk pembangunannya, di Ibukota Provinsi Banten ini tidak ada Taman Budaya atau Gedung Kesenian seperti yang ada di provinsi-provinsi lain yang sesungguhnya secara pendapatan daerahnya tidak sekaya Banten.

Berkali-kali aspirasi dan usulan selama bertahun-tahun sepanjang usia Provinsi Banten yang sudah berusia puluhan tahun, untuk membangun infrastruktur kebudayaan di Banten, sampai saat ini, belum terpenuhi. Seakan utopia, hanya mimpi belaka. Padahal, keberlangsungan ekosistem yang baik dan tumbuh, membutuhkan penunjang dan infrastruktur yang akan memungkinkan terselenggaranya interaksi kebudayaan yang diinginkan.

Selama ini, event-event atau peristiwa-peristiwa kebudayaan di Banten, semisal di kota Serang, di selenggarakan di café-café yang sesungguhnya tidak mencukupi untuk kapasitas tampung massa hadir yang lebih banyak. Bagi mereka yang sanggup bayar tempat, biasanya akan menyelenggarakan acara atau panggung-panggung kebudayaan di area-area yang bisa disewa, baik milik swasta, perorangan atau pemerintah.

Menciptakan ekosistem kebudayaan yang baik dan sehat sesungguhnya meniscayakan ada dan hadirnya infrastruktur-infrastruktur yang akan menjadi wahana dan arena keberlangsungan ekosistem dimaksud. Jadi, sesungguhnya saya memang bingung untuk menjawab pertanyaan: Bagaimana ekosistem kebudayaan di Banten?

Dari segi sumber daya manusia kebudayaan dan geliat kesenian-kebudayaan di Banten sebenarnya tidak buruk-buruk amat. Dalam arti selalu ada kegiatan di ruang publik atau di komunitas-komunitas seni budaya di Banten, seperti di Serang. Tapi bila harus jujur lagi, salah-satu hal lain di luar masalah infrastruktur yang belum terpenuhi secara baik di Banten adalah eksistensi kritik dan kritikus seni di Banten, di luar sastra yang memiliki terbitan berkala Majalah Sastra Kandaga Kantor Bahasa Banten yang setiap terbit selalu memuat tulisan-tulisan esai atau artikel kritik sastra.

Di sisi lain, persepsi saya, kecuali jika persepsi saya keliru, sebagian seniman di Banten sepertinya belum siap menerima kritik seni objektif. Selain tidak adanya institusi atau fakultas universitas atau perguruan tinggi di Banten atau institut yang khusus menyiapkan akademisi atau pun kritikus seni dan sastra di Banten, semisal Fakultas Ilmu Budaya atau pun Institut Seni. Berbeda dengan provinsi-provinsi lain semisal Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah dan Yogyakarta yang memilikinya.

Dengan demikian, berbicara tentang ekosistem kebudayaan atau bagaimana menciptakan atau melahirkan ekosistem kebudayaan tidaklah sederhana dan membutuhkan keseriusan serta komitmen bersama antara para seniman, para pekerja dan pegiat budaya dan pemilik kebijakan untuk sinergis dan sejalan mewujudkannya.

Persoalan-persoalan itu sesungguhnya telah saya sampaikan di setiap kesempatan saya diminta bicara, seperti di Radio Serang Gawe 102.8 FM, di Podcast Banten News dan di Sultan TV, selain di forum-forum dan panggung-panggung seni dan kebudayaan. Semoga harapan dan keinginan kita untuk membangun prasyarat ekosistem kebudayaan yang baik dan sehat di Banten terwujud.

Sulaiman Djaya, penyair di Kubah Budaya

Tags: BudayaEkosistemSosialSulaiman Djaya
Share200Tweet125SendShare
Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya, lahir di Serang, Banten. Menulis esai dan fiksi. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di Koran Tempo, Majalah Sastra Horison, Indo Pos, Pikiran Rakyat, Media Indonesia, Majalah TRUST, Majalah AND, Majalah Sastra Kandaga Kantor Bahasa Banten, Rakyat Sumbar, Majalah Sastra Pusat, Jurnal Sajak, Tabloid Kaibon, Radar Banten, Kabar Banten, Banten Raya, Tangsel Pos, Majalah Banten Muda, Tabloid Cikal, Tabloid Ruang Rekonstruksi, Harian Siantar, Change Magazine, Banten Pos, Banten News, basabasi.co, biem.co, buruan.co, Dakwah NU, Satelit News, simalaba, dan lain-lain. Buku puisi tunggalnya Mazmur Musim Sunyi diterbitkan oleh Kubah Budaya pada tahun 2013. Esai dan puisinya tergabung dalam beberapa Antologi, yakni Memasak Nasi Goreng Tanpa Nasi (Antologi Esai Pemenang Sayembara Kritik Sastra DKJ 2013), Antologi Puisi Indonesia-Malaysia, Berjalan ke Utara (Antologi Puisi Mengenang Wan Anwar), Tuah Tara No Ate (Antologi Cerpen dan Puisi Temu Sastra IV di Ternate, Maluku Utara Tahun 2011), Sauk Seloko (Bunga Rampai Puisi Pertemuan Penyair Nusantara VI di Jambi Tahun 2012)), Kota, Kata, Kita: 44 Karya Para Pemenang Lomba Cipta Cerpen dan Puisi 2019, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dan Yayasan Hari Puisi, Antologi Puisi ‘NUN’ Yayasan Hari Puisi Indonesia 2015, dan lain-lain.

BeritaTerkait

Khutbah Idul Fitri 1447 H: Dari Ramadan menuju Ketakwaan dan Kepedulian Sosial
Khutbah

Khutbah Idul Fitri 1447 H: Dari Ramadan menuju Ketakwaan dan Kepedulian Sosial

by liputan9news
March 17, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Idul Fitri adalah momentum untuk membuktikan keberhasilan diri dalam menjalani Ramadhan untuk membentuk pribadi yang bertakwa sebagai...

Read more
Sulaiman-Djaya

Belajar dari Einstein

March 10, 2026
Sulaiman Djaya

Seni yang Menyadarkan

February 27, 2026
Foto: Ilustrasi

Khutbah Jumat: Ramadan Energi Spiritual untuk Transformasi Sosial

February 26, 2026
Load More

Comments 4

  1. Donaldaverm says:
    2 years ago

    Точно стильные новинки индустрии.
    Исчерпывающие новости лучших подуимов.
    Модные дома, лейблы, высокая мода.
    Новое место для стильныех людей.
    https://km-moda.ru/style/525-parajumpers-istoriya-stil-i-assortiment/

    Reply
  2. RichardToivy says:
    2 years ago

    Кроссовки New Balance 574 легко можно купить в этом магазине.
    Нью Баланс 574 распродажа

    Reply
  3. balmorex says:
    4 months ago

    **balmorex**

    balmorex is an exceptional solution for individuals who suffer from chronic joint pain and muscle aches.

    Reply
  4. finessa says:
    3 months ago

    **finessa**

    Finessa is a natural supplement made to support healthy digestion, improve metabolism, and help you achieve a flatter belly.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2561
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Muhammad Ikhsanurrizqi, Ketua BEM PTNU Se-Nusantara.

Ketua BEM PTNU Sentil Pernyataan Presiden soal Rupiah: Rakyat Kecil Tetap Jadi Korban

May 18, 2026
Kongkalikong Tender Gedung BTN Sulampua? Logis 08 Desak BTN dan Danantara Buka-bukaan

Logis 08 Soroti Danantara, Proyek Perkampungan Haji di Mekkah Belum Tunjukkan Progres Nyata

May 16, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In