CILACAP | LIPUTAN9NEWS
NU Peduli Cilacap bersama NU Care-LAZISNU Cilacap terus bergerak membantu warga yang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Berdasarkan data penyaluran NU Care-LAZISNU Cilacap, hingga Selasa (08/09/2026), sebanyak 432.000 liter air bersih atau setara 54 tangki telah didistribusikan kepada masyarakat terdampak kekeringan.
Bantuan tersebut telah menjangkau 5.320 penerima manfaat yang tersebar di 28 desa pada 10 kecamatan, yakni Patimuan, Gandrungmangu, Bantarsari, Kawunganten, Jeruklegi, Adipala, Wanareja, Dayeuhluhur, Cimanggu, dan Karangpucung.
Kepala Cabang NU Care-LAZISNU Cilacap, Farahdiba, mengatakan program sedekah air bersih akan terus dilanjutkan selama masyarakat masih mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Aksi sedekah air bersih ini akan terus berlangsung selama krisis air belum usai,” ujar Farahdiba.
Salah satu penyaluran bantuan berlangsung di Desa Bojong, Kecamatan Kawunganten. Kedatangan armada tangki air disambut antusias warga yang telah menyiapkan jeriken, galon, dan ember untuk menampung air bersih.
Sejumlah relawan turut membantu proses pendistribusian agar warga dapat memperoleh air secara tertib.
Salah seorang warga, Tuminah (70), mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya. Ia mengatakan selama sekitar dua bulan terakhir harus mengambil air dari sumur milik tetangganya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sudah dua bulan ini saya ngangsu ke sumur tetangga untuk kebutuhan cuci, mandi, dan memasak,” tutur Tuminah saat penyaluran bantuan air bersih di Desa Bojong pada 28 Agustus 2026.
Sekretaris PCNU Cilacap, Aliman, menegaskan bahwa aksi penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian NU terhadap masyarakat yang sedang menghadapi krisis air akibat kekeringan.
Menurutnya, bantuan akan terus disalurkan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan. NU Peduli Cilacap dan NU Care-LAZISNU Cilacap menargetkan penyaluran sekitar tiga hingga empat tangki air per hari, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Krisis kekeringan di Kabupaten Cilacap tidak hanya berdampak terhadap kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga sektor pertanian.
Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Sigit Widayanto, yang diberitakan Media Indonesia pada 7 September 2026, sekitar 2.100 hektare lahan pertanian di Kabupaten Cilacap terdampak kekeringan. Sebagian lahan bahkan dilaporkan mengalami puso akibat kekurangan pasokan air.
Sigit menjelaskan, kondisi kekeringan yang cukup berat terjadi di sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Patimuan dan sebagian Kecamatan Kawunganten. Saluran irigasi di sejumlah lokasi tidak lagi mampu mengalirkan air ke persawahan, sementara upaya penyedotan air juga menghadapi kendala karena sumber air yang tersedia memiliki kadar garam tinggi.
Meski ribuan hektare lahan terdampak, Dinas Pertanian Cilacap menyatakan kondisi tersebut belum berdampak signifikan terhadap target produksi pertanian daerah. Produktivitas rata-rata sawah yang masih dapat dipanen berada di kisaran 6,4 ton gabah per hektare.
Pemerintah daerah, menurut Sigit, juga menyiapkan langkah percepatan tanam di wilayah yang masih memiliki sumber air. Selain itu, optimalisasi jaringan irigasi Serayu diharapkan dapat membantu kembali mengalirkan air ke sejumlah kawasan pertanian di Cilacap.
Di tengah kondisi tersebut, aksi NU Peduli Cilacap bersama NU Care-LAZISNU Cilacap menjadi salah satu upaya nyata membantu warga memenuhi kebutuhan paling mendasar, yakni ketersediaan air bersih.
Penyaluran bantuan pun akan terus dilakukan ke wilayah-wilayah terdampak sambil berharap hujan segera turun dan mengakhiri krisis air yang dirasakan masyarakat di sejumlah kawasan Kabupaten Cilacap.

























