TANGERANG | LIPUTAN9NEWS
Esensi peringatan Maulid adalah mengingatkan ummat Islam agar lebih mencintai nabi Muhammad shalallahu alayhi wasallam yang dibuktikan dengan meneladani akhlakNya, mengikuti dan mengamalkan sunnah-sunnahNya (ajaranNya.) serta gemar bersholawat kepadaNya.
قَالَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ، قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَمَنْ أَحْيَا سُنَّتِي فَقَدْ أَحَبَّنِي، وَمَنْ أَحَبَّنِي كَانَ مَعِي فِي الجنة(رواه امام ترميذي)
Anas bin Malik rohimahullah berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang menghidupkan (mengikuti dan mengamalkan) sunnahKu, maka berarti ia telah mencintaiKu dan barangsiapa yang mencintaiKu, maka berarti ia bersamaKu di Surga”. (HR.Imam Tirmidzi).
عن عائشة رضى الله عنها انها قالت . مَن احبَّ اللهَ تعالى اكثرَ ذِكرَه، وثمرتُه ان يَذكُرَه اللهُ برحمتِه وغفرانه ويُد خِلَه الجنةَ مع انبيائه واوليائه ويُكرِمَه برؤية جمالهِ، ومن احبَّ النبىَّ عليه السلام اكثرَمن الصلاة عليه وثمرتُه الوصولُ الى شفاعتِه و صُحبتهِ فى الجنة (كذافى الجامع الصغير).
Dari Aisyah RA, bahwa dia berkata: ”Barang siapa mencintai Allah Ta’ala, maka dia banyak mengingat-Nya, sedang buahnya ialah, bahwa Allah mengingat dia dengan rahmat-Nya dan ampunan-Nya serta memasukanya ke dalam surga bersama para Nabi-Nya dan para Wali-Nya, dan dimuliakan dia oleh-Nya dengan melihat keindahan-Nya. Dan barang siapa mencintai Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, maka dia banyak bershalawat kepadaNya, sedang buahnya ialah mencapai syafaatNya dan berteman denganNya di surga,” (Al-Jami ‘us-Shagir)
Sudah gak penting memasalahkan, apakah perayaan Maulid Nabi bid’ah atau tidak. Cuma buang-buang energi dan merusak persaudaraan dan persatuan umat Islam. Karena masalah ikhtilaf (perbedaan pendapat) tidak akan selesai sampai hari kiamat.
Yang perlu dipikirkan sekaligus bahan evaluasi bersama adalah mengapa sudah ribuan kali melaksanakan perayaan Maulid tapi ko masjid masih sepi dari jama’ah shalat fardhu dan masih males bersholawat kepada nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam ?
Yang tidak kalah pentingnya adalah meluruskan anggapan sebagian ummat Islam bahwa seakan peringatan maulid itu wajib. Kalau gak maulid berdosa bahkan dituduh gak cinta nabi. Akibatnya, ghiroh (semangat) menghadiri acara maulid mengalahkan ghiroh menghadiri shalat berjama’ah di masjid. Akhirnya jama’ah maulid membludak sampai keluar masjid. Sementara shalat subuh yang hukumnya jelas-jelas wajib jama’ahnya hanya segelintir.
Saat disebut nama idolanya, teriak histeris tapi pas disebut nama nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam diam dan biasa-biasa saja. Beleng- beleng …Lalu dimana esensi perayaan maulid ?
Peringatan Maulid Nabi akan kehilangan esensinya jika hanya menjadi acara seremonial, perayaan tahunan atau kumpul-kumpul biasa, makan-makan dengan jama’ah yang membludak tanpa ada perubahan nyata dalam sikap, akhlak dan amal ibadah sehari-hari sesuai teladan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Wallahu a’lam bisshowab
Hasan Yazid Al-Palimbangy, M.Ag., Juru Da’wah (da’i/muballigh). Khatib dan narasumber pengajian mingguan, bulanan di masjid-masjid perumahan dan kantor dan penulis buku-buku agama Islam.)
Domisili: Thali’a Clauster (Ps. Ceger) Jl. Musholla Nurul Huda No.1, blok B12Jurang Mangu Barat, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15222 HP/WA +62852-1737-0897.

























