• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Ukhuwah Wathaniyah dalam Koalisi Perubahan, Persatuan Aswaja dan Wahabi

Ukhuwah Wathaniyah dalam Koalisi Perubahan, Persatuan Aswaja dan Wahabi

September 15, 2023
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Muhammad Ikhsanurrizqi, Ketua BEM PTNU Se-Nusantara.

Ketua BEM PTNU Sentil Pernyataan Presiden soal Rupiah: Rakyat Kecil Tetap Jadi Korban

May 18, 2026
Kongkalikong Tender Gedung BTN Sulampua? Logis 08 Desak BTN dan Danantara Buka-bukaan

Logis 08 Soroti Danantara, Proyek Perkampungan Haji di Mekkah Belum Tunjukkan Progres Nyata

May 16, 2026
Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

May 16, 2026
DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

May 16, 2026
KH. Cholil Nafis, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah

Jamaah Haji 2026 Diizinkan Kemenhaj Bayar Dam di Tanah Air, Inilah Respon Kiai Cholil Nafis

May 16, 2026
SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

May 16, 2026
Gus Rosikh : KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

Gus Rosikh: KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

May 15, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, May 18, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Ukhuwah Wathaniyah dalam Koalisi Perubahan, Persatuan Aswaja dan Wahabi

Oleh: KH Imam Jazuli, Lc. MA

liputan9news by liputan9news
September 15, 2023
in Uncategorized
A A
1
Ukhuwah Wathaniyah dalam Koalisi Perubahan, Persatuan Aswaja dan Wahabi

Ukhuwah Wathaniyah dalam Koalisi Perubahan, Persatuan Aswaja, dan Wahabi/Foto: Istimewa

527
SHARES
1.5k
VIEWS

LIPUTAN9.ID – Memasuki Pemilu 2024, peta politik koalisi sangat mengejutkan. Trigger utamanya adalah paska deklarasi bakal calon presiden Anies Baswedan berpasangan dengan bakal calon wakil presiden Muhaimin Iskandar. Paslon ini didukung oleh partai-partai Nasdem-PKB dan PKS. Yang menarik 2 partai religius PKB dan PKS memiliki corak ideologi keagamaan terkesan berseberangan satu sama lain; Partai Kebangkitan Bangsa (Ahlus Sunnah wal Jama’ah), dan Partai Keadilan Sejahtera sering di persepsi Wahabiah.

Koalisi PKB- PKS dan Nasdem memang pantas disebut koalisi perubahan. Bukan saja menghadirkan visi-misi dan program kerja yang akan memperbaiki hal-hal kurang baik, dan meneruskan hal-hal yang sudah baik, tetapi juga menghadirkan kebaharuan perilaku dan pemikiran politik. Anggapan bahwa partai politik berideologi Aswaja (PKB) mustahil berkoalisi dengan partai politik berideologi Wahabi-Salafi (PKS) telah dipatahkan.

Patahnya hipotesa perseteruan abadi antara politik Aswaja dan politik Wahabi-Salafi disebabkan kemunculan Koalisi Perubahan. Sebab, koalisi ini dibangun di atas dua spirit utama: pertama, persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyah), dan kedua, persatuan kebangsaan (wahdah wathaniyah). Dua terminologi ini sudah sangat populer di ruang-ruang akademik.

BeritaTerkait:

Kasus Kardus Durian, Nama Cak Imin Kembali Disorot

Reformasi Agama Sebagai Pemikiran Politik

Merawat Rahim, Menjaga Aset: Mewujudkan Relasi Harmonis NU dan PKB

Kiai Imam Jazuli: NU Harus Melahirkan Ulama Digital, Hadapi Realitas Zaman

Persaudaraan kebangsaan melandasi lahirnya kecintaan pada bangsa (nasionalism), dan perjuangan membela bangsa (patriotisme). Cinta lahir karena saling mengenal satu sama lain, merasa nyaman saat bersama, dan terhubung lahir dan batin. Sementara bila cinta sudah tumbuh mekar, berjuang dan berkorban demi bangsa dan negara menjadi sebuah keniscayaan. Saat itulah lahir yang disebut Persaudaraan Kebangsaan atau Ukhuwah Wathaniyah.

Persaudaraan Kebangsaan juga merupakan akar bagi pohon Persatuan dan Kesatuan Kebangsaan (Wahdah Wathaniyah). Persaudaraan adalah awal bagi persatuan dan kesatuan. Tanpa persaudaraan, persatuan mudah pecah dan runtuh. Sebuah negara yang gagal bersatu, diwarnai konflik dan perpecahan, disebabkan anak bangsanya tidak bersaudara. Dengan kata lain, Persatuan Bangsa dan Negara (Wahdah Wathaniyah) adalah buah manis Persaudaraan Kebangsaan. Koalisi PKB dan PKS adalah cerminan dari persaudaraan ini, dalam rangka mewujudkan persatuan.

Dalam buku “Al-Islam wa al-Hadharah Al-Gharbiyah,” Muhammad Muhammad Husain (1912-1982) mengatakan bahwa ukhuwah wathaniyah dari sekedar ukhuwah Islamiah. Siapapun yang tinggal di sebuah negara (wathan), maka wajib baginya untuk gotong royong (ta’awun) menyempurnakan kehidupan dan sistem (nizham) negaranya tersebut. Ada sebuah hikmah dari pasa sahabat Nabi saw., yang mengatakan: “sesuatu yang wajib dilakukan seorang muslim terhadap muslim lainnya juga wajib dilakukan terhadap seluruh warga negaranya (ahlun wathan)” (hlm. 20).

Persaudaraan Kebangsaan ini sangat penting, terutama sejak sistem politik monarki terkubur sejarah, kemudian negara bangsa (nation state) lahir ke dunia, bersamaan pula dengan perlawanan terhadap kolonialisme. Negara bangsa hadir sebagai imaji baru, yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Imaji ini tentang kedaulatan manusia dalam mengatur dirinya sendiri, dan menentukan nasibnya sendiri. Walaupun pada gilirannya berganti perspektif, dimana negara yang telah menerima mandat dari rakyat akan berperan dalam mengatur rakyatnya.

Kedaulatan manusia dalam mengatur dan menentukan, termasuk untuk bernegara, tidak serta merta muncul tanpa alasan. Bisa saja kesamaan identitas, bahasa, budaya, dan keyakinan menjadi alasan bersama manusia yang berdaulat dalam bertindak, berinteraksi, dan membangun pemerintahan sebuah negara. Namun, alasan-alasan bersama tersebut lahir dari proses panjang dialektika, dinamika, hingga sintesa berbagai kepentingan. Sering pula kesamaan identitas, bahasa, budaya, dan keyakinan menjadi faktor perpecahan.

Sementara Hasan Hanafi (1935-2021), dalam bukunya “Al-Yasar Al-Islami wa Al-Wahdah Al-Wathaniyah,” memberi porsi percakapan yang sangat luas tentang pentingnya persaudaraan kebangsaan sebagai basis utama terciptanya persatuan dan kesatuan. Hasan Hanafi mengatakan, “al-wahdah al-wathaniyah laisat mujarrad syi’ar wa da’wah bal hiya wahdah tubna bi al-hiwar baina al-tiyarat al-fikriah al-mukhtalifah allati hiya fi jawhariha tiyarat siyasiyah” (hlm. ).

Persatuan kebangsaan bukan semata-mata berdakwah dan menyampaikan syi’ar Islam. Tetapi juga persatuan kebangsaan yang lahir dari dialektika diantara berbagai pemikiran kebangsaan yang beragam; lebih-lebih aliran politik. Dengan kata lain, persatuan kebangsaan bukan pemaksaan, melainkan kesadaran yang tumbuh sepanjang proses dialektika dan musyawarah sehingga mencapai mufakat. Pemaksaan persatuan malah kontraproduktif, bahkan bisa menyebabkan perpecahan.

Telah begitu banyak bukti, ketika dialektika politik gagal melahirkan persatuan, maka keimanan akan Tuhan Yang Maha Esa dan kerasulan Muhammad saw bukan jaminan berhentinya konflik dan perpecahan. Sebut saja perang saudara di Yaman; dimana pihak pemerintah Yaman mendapat dukungan dari Arab Saudi dan pihak sipil (Houthi) yang anti-pemerintah didukung penuh oleh Iran (BBC, 23/03/2021). Atau, perang saudara yang terjadi di Suriah, dimana pihak pemerintah didukung oleh golongan Syi’ah Alawi dan pihak sipil yang anti-pemerintah didominasi warga Sunni, seperti ISIS dan Jabhat al-Nushra (Kompas, 12/02/2020).

Dengan demikian, koalisi PKS dan PKB merupakan cerminan dialektika dan musyawah politik yang diharapkan Hasan Hanafi. Koalisi pemikiran politik ala Aswaja dan pemikiran politik ala Wahabi-Salafi adalah pekerjaan bidan-bidan ideologi, yang membantu kelahiran persatuan dan kesatuan yang tidak dipaksakan melainkan didialogkan. Koalisi PKS dan PKB bukan saja menguntungkan bagi kepentingan pragmatis dan elektoral mereka, tetapi juga kepentingan para akademisi.

Para akademisi sangat butuh pada kehadiran fenomena baru, yang bisa dipakai untuk menguji hipotesa Hasan Hanafi bahwa Ukhuwan Wathaniyah maupun Wahdah Wathaniyah hanya akan lahir dari proses percakapan (hiwar) di antara pemikiran politik kebangsaan yang berbeda-beda (tiyarat al-fikriah al-mukhtalifah).Hasan Hanafi telah mewanti-wanti kita agar tidak terjebak pada kasus dunia Arab di Timur Tengah, yang diwarnai oleh konflik karena penyeragaman pemikiran dan raibnya percakapan pemikiran yang berbeda-beda (hlm. 448).

Dengan adanya koalisi PKS dan PKB, atau tepatnya koalisi ideologi Aswaja dan Wahabi, maka kegagalan dialog politik di Timur Tengah bisa diantisipasi sejak awal, agar tidak terjadi di Negara Republik Indonesia tercinta ini. Di masa depan, jika koalisi PKS dan PKB ini berhasil mewujudkan persatuan kebangsaan (wahdah wathaniyah), maka sudah tiba waktunya untuk ukhuwah ormas-ormas keagamaan lainnya.

Dialektika (al-Hiwar), dengan demikian, adalah kunci penting dalam proses mencapai persaudaraan dan persatuan kebangsaan. Karenanya, dialektika harus dilakukan dengan kepala dingin, hati yang tenang, sehingga dialektika tidak berubah menjadi ajang perdebatan dan pintu masuk perpecahan yang lebih mendalam. Dialektika pemikiran-pemikiran politik berbeda, apabila gagal dijalankan, maka berdampak pada kehidupan sosial, politik, dan kebudayaan di tingkat akar rumput.

Untuk menjamin dialektika pemikiran politik yang beragama (Aswaja dan Wahabisme-Salafisme) berjalan dengan damai dan kepala dingin, Hasan Hanafi memberikan batasan tegas, yaitu: “tatahaqqaqu wahdah wathaniyah idza ma a’thaina insan huquqahu awwalan tsumma thalabnahu bi wajibatihi tsaniyan,”(hlm. 136). Persatuan dan kesatuan bangsa terwujud bila hak-hak manusia dijamin lebih dulu, baru kemudian kewajiban-kewajibannya dituntut. Hak manusia harus diutamakan di atas kewajiban.

Ideologi Aswaja punya hak untuk eksis di tengah kehidupan umat, begitu pula dengan ideologi Wahabisme-Salafisme. Hanya dengan menjamin hak-hak yang beragam itu, maka kehidupan bangsa Indonesia akan selamanya terus majemuk, plural, dan harmonis. Setiap individu dan kelompok memiliki hak yang sama untuk eksis, berekspresi, dan didengarkan. Karenanya, kaolisi PKB-PKS (Aswaja-Wahabi) diharapkan berhasil, baik dalam pemenangan Pemilu maupun dialektika ideologi kebangsaan. Sudah tiba saatnya untuk tetap bersatu dengan keragaman masing-masing.

Artikel ini tayang juga di Disway.id dengan judul yang sama Ukhuwah Wathaniyah dalam Koalisi Perubahan, Persatuan Aswaja, dan Wahabi, pada hari Kamis, 14 September 20223.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA, Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: Anies BaswedanAswajaMuhaimin IskandarPKBPKSPolitikWahabi
Share211Tweet132SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Kasus Kardus Durian, Nama Cak Imin Kembali Disorot
Nasional

Kasus Kardus Durian, Nama Cak Imin Kembali Disorot

by Choirul Rochman
May 4, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Kasus dugaan korupsi yang dikenal sebagai “kardus durian” kembali menjadi perhatian publik. Sorotan ini muncul setelah tulisan...

Read more
Gus Din

Reformasi Agama Sebagai Pemikiran Politik

May 1, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

Merawat Rahim, Menjaga Aset: Mewujudkan Relasi Harmonis NU dan PKB

March 12, 2026
Kiai Imam Jazuli: NU Harus Melahirkan Ulama Digital, Hadapi Realitas Zaman

Kiai Imam Jazuli: NU Harus Melahirkan Ulama Digital, Hadapi Realitas Zaman

February 11, 2026
Load More

Comments 1

  1. finessa says:
    3 months ago

    **finessa**

    Finessa is a natural supplement made to support healthy digestion, improve metabolism, and help you achieve a flatter belly.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2561
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In