• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Syekh Taqiyuddin An-Nabhani

Se-NU Apakah Taqiyuddin An-Nabhani?

February 4, 2025
Kritik Pertumbuhan Ekonomi 2026 Kepada Prabowo, Lebih Beresensi Pujian dan Dukungan

Kritik Pertumbuhan Ekonomi 2026 Kepada Prabowo, Lebih Beresensi Pujian dan Dukungan

May 19, 2026
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Muhammad Ikhsanurrizqi, Ketua BEM PTNU Se-Nusantara.

Ketua BEM PTNU Sentil Pernyataan Presiden soal Rupiah: Rakyat Kecil Tetap Jadi Korban

May 18, 2026
Kongkalikong Tender Gedung BTN Sulampua? Logis 08 Desak BTN dan Danantara Buka-bukaan

Logis 08 Soroti Danantara, Proyek Perkampungan Haji di Mekkah Belum Tunjukkan Progres Nyata

May 16, 2026
Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

May 16, 2026
DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

May 16, 2026
KH. Cholil Nafis, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah

Jamaah Haji 2026 Diizinkan Kemenhaj Bayar Dam di Tanah Air, Inilah Respon Kiai Cholil Nafis

May 16, 2026
SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

May 16, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, May 19, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Se-NU Apakah Taqiyuddin An-Nabhani?

Oleh: Ayik Heriansyah

liputan9news by liputan9news
February 4, 2025
in Opini
A A
0
Syekh Taqiyuddin An-Nabhani

Foto: Ilustrasi Syekh Taqiyuddin An-Nabhani

510
SHARES
1.5k
VIEWS

Bandung | LIPUTAN9NEWS

Pada faktanya, Taqiyuddin an-Nabhani tidak mewarisi ilmu dan tradisi keilmuan sang kakek yang bermadzhab dan bertarekat.

Ada satu video tentang biografi singkat Taqiyuddin an-Nabhani pendiri Hizbut Tahrir (HT). Di dalam video dikatakan kakek Taqiyuddin an-Nabhani dari sebelah ibu bernama Yusuf an-Nabhani.

Syaikh Yusuf an-Nabhani ulama besar yang dikenal para Kiai, ustadz dan santri NU. Maksud video tersebut ingin menghubung-hubungkan antara Hizbut Tahrir dengan Nahdlatul Ulama. Apakah benar ada hubungannya?

BeritaTerkait:

Muktamar NU: ABUKTOR-Asal Bukan Koruptor

Merevitalisasi Dakwah NU: Menuju Substansi, Meninggalkan Gebyar Seremonial

NU dan Tantangan Abad Kedua: Menjadikan Kesehatan Sebagai Program Prioritas

Merawat Rahim, Menjaga Aset: Mewujudkan Relasi Harmonis NU dan PKB

Syekh Yusuf an-Nabhani seorang ulama terkemuka di akhir masa Khilafah Utsmaniyah. Beliau ulama ahlu sunnah wal jama’ah. Menganut aqidah Asy’ariyah, bermadzhab fiqih Syafi’iyah dan bertarekat Syadziliyah.

Kakek pendiri HT ini masyhur di kalangan pesantren di Indonesia karena kitab-kitabnya dipelajari. Diantaranya kitab Al-Anwar al-Muhammadiah Mukhtasar al-Mawahib al-Ladunniah, Wasail Wusul ila Syamail al-Rasul, dan Jami’ Karamatil Auliya.

Oleh aktivis HTI kemasyhuran ini dijadikan pintu masuk ke pesantren-pesantren. Khususnya pesantren-pesantren basis NU. Mereka membuat narasi seolah-olah NU dan HT satu guru satu ilmu yaitu melalui Syaikh Yusuf an-Nabhani.

Pada faktanya, Taqiyuddin an-Nabhani tidak mewarisi ilmu dan tradisi keilmuan sang kakek yang bermadzhab dan bertarekat.

Taqiyuddin an-Nabhani bukan seorang Asy’ariyah. Taqiyuddin an-Nabhani mengkritik dan menolak konsep kasbul ikhtiari yang diungkapnya ketika membahas qadha qadar.

Menurutnya pembahasan qadha qadar berhubungan dengan area yang menguasai manusia (musayyar) dan area yang dikuasai manusia (mukhayyar). Karena itu dia juga mengkritik dan menolak konsep tentang qadar ghaibiyah.

Taqiyuddin an-Nabhani bukan pengikut madzhab Syafi’iyah. Madzhab Syafi’iyah menjadikan ijma ulama, ijma umat dan istishab sebagai dalil syar’i. Taqiyuddin an-Nabhani menolaknya. Menurutnya ijma yang dapat dijadikan dalil syar’i hanya ijma sahabat. Adapun istishab bukan dalil, melainkan terduga dalil.

Syaikh Yusuf an-Nabhani meskipun memiliki ilmu yang mumpuni memilih bermadzhab. Dia memposisikan dirinya sebagai muqallid. Berbeda dengan sang cucu.

Taqiyuddin an-Nabhani memang tidak pernah secara terbuka mendeklarasikan diri sebagai mujtahid muthlaq yang membangun madzhab sendiri. Akan tetapi metode ushul fiqih dan pendapat-pendapat fiqihnya yang tersendiri tanpa merujuk kepada metode dan pendapat empat madzhab fiqih secara tidak langsung memposisikan dirinya sebagai imam madzhab. Dia memposisikan dirinya sejajar dengan empat imam madzhab.

Kedudukannya sebagai mujtahid muthlaq diakui dan diterima oleh aktivis HT di seluruh dunia. Shiddiq al-Jawi seorang ahli fiqih HTI menulis dalam tulisannya Seputar Masalah Madzhab mengatakan; Sebab, beliau (Taqiyuddin an-Nabhani) adalah mujtahid mutlak yang memiliki metode istinbâth (ushul fikih) tersendiri dan meng-istinbâth hukum-hukum syariat berdasarkan ushul fikih tersebut.

Ihsan Sammarah dalam kitabnya Mafhûm Al-‘Adalah Al-Ijtima’iyah (1991: 267) berkata, “Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani adalah seorang mujtahid yang mengikuti metode para fukaha dan mujtahidin, namun beliau tidak mengikuti satu mazhab dari mazhab-mazhab yang telah dikenal. Sebaliknya, beliau mengadopsi ushul fikih yang khas bagi beliau dan menggali hukum-hukum syariat berdasarkan ushul fikih tersebut.”

Dalam hal tasawuf dan tarekat, Taqiyuddin an-Nabhani berpandangan minor. Dia bukan pengikut salah satu tarekat.

Bahkan menurutnya, maraknya gerakan kerohanian di antara biang dari kemunduran umat Islam yang berujung kepada runtuhnya Khilafah Utsmaniyah. Kemudian dia berpendapat, perbaikan akhlak bukan solusi kebangkitan umat. Baginya solusi kebangkitan umat melalui gerakan politik ideologis.

NU adalah organisasi Asy’ariyah. Bermadzhab fiqih 4 imam madzhab. Bertasawuf dan bertarekat. Jadi, darimana aktivis HTI dapat menghubung-hubungkan antara Hizbut Tahrir dengan Nahdlatul Ulama, sedangkan kadar ke-NU-an Taqiyuddin an-Nabhani sangat minim.

Ayik Heriansyah, Pengurus Lembaga Dakwah PWNU Jawa Barat, Aktivis kontra terorisme dan radikalisme, Mahasiswa Kajian Terorisme SKSG UI, dan Direktur Eksekutif CNRCT, Penulis artikel produktif yang sering dijadikan rujukan di berbagai media massa, pemerhati pergerakkan Islam transnasional, khususnya HTI yang sempat bergabung dengannya sebelum kembali ke harakah Nahdlatul Ulama. Kini aktif sebagai anggota LTN di PCNU Kota Bandung.

Tags: Hizbut TahrirHTINUTaqiyuddin An-Nabhani
Share204Tweet128SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Warga NU Kyai Kampung
Opini

Muktamar NU: ABUKTOR-Asal Bukan Koruptor

by liputan9news
April 23, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Nahdlatul Ulama akan menyelenggarakan Muktamar ke-35 pada Juli–Agustus 2026, didahului oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar...

Read more
KH Imam Jazuli

Merevitalisasi Dakwah NU: Menuju Substansi, Meninggalkan Gebyar Seremonial

March 2, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc., MA., Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

NU dan Tantangan Abad Kedua: Menjadikan Kesehatan Sebagai Program Prioritas

March 2, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

Merawat Rahim, Menjaga Aset: Mewujudkan Relasi Harmonis NU dan PKB

March 12, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2561
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Kritik Pertumbuhan Ekonomi 2026 Kepada Prabowo, Lebih Beresensi Pujian dan Dukungan

Kritik Pertumbuhan Ekonomi 2026 Kepada Prabowo, Lebih Beresensi Pujian dan Dukungan

May 19, 2026
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In