• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama Tambakberas, Jombang, Jawa Timur

Akankah Pemilihan Ketum PBNU Dihasilakan Musyawarah Kiai Sepuh, Voting atau Hibrid

August 19, 2026
Perang Laporan Gus Ipul-Gus Lilur, Abd. Aziz Serukan Rekonsiliasi

Perang Laporan Gus Ipul-Gus Lilur, Abd. Aziz Serukan Rekonsiliasi

October 18, 2026
Sajadah Ekologi di Tengah Bara Karhutla: Ikhtiar Langit dan Bumi Santri Bina Insan Mulia

Sajadah Ekologi di Tengah Bara Karhutla: Ikhtiar Langit dan Bumi Santri Bina Insan Mulia

October 17, 2026
Refleksi Hari Kesaktian Pancasila, Hari Santri, dan Sumpah Pemuda, Gus Wal Soroti Intoleransi hingga Dampak Amandemen Konstitusi

PNIB Serukan Kembali ke Pancasila dan UUD 1945 Asli

October 17, 2026
Surat Terbuka untuk Prabowo, BEM PTNU Soroti Nasib Petani

BEM PTNU: BBM Langka, MBG Membengkak Ke Mana Arah Prioritas Anggaran Negara?

October 17, 2026
Jangan Cuma Sibuk Sidak! Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Ditantang Kawal Tuntas Proyek Jalan Milyaran Rupiah

Jangan Cuma Sibuk Sidak! Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Ditantang Kawal Tuntas Proyek Jalan Milyaran Rupiah

October 17, 2026
Puluhan Ribu Warga Antar Tuan Guru Bagu ke Peristirahatan Terakhir

Wafat! Puluhan Ribu Warga Antar Tuan Guru Bagu ke Peristirahatan Terakhir

October 17, 2026
Gus Lilur: Wahai Para Penyuap Jangan Berpura-pura soal Dugaan Suap Muktamar NU

Gus Lilur: Wahai Para Penyuap Jangan Berpura-pura soal Dugaan Suap Muktamar NU

October 17, 2026
Tokoh Agama dan Ormas Kemang Soroti Narasumber Toleransi

Tokoh Agama dan Ormas Kemang Soroti Narasumber Toleransi

October 16, 2026
Nusron Wahid

Dua Kali Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Nusron Wahid

October 16, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Perlawanan dari Pesantren

October 16, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Sunday, October 18, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Akankah Pemilihan Ketum PBNU Dihasilakan Musyawarah Kiai Sepuh, Voting atau Hibrid

Dalam perjalanan sejarah jam’iyah, pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah mengalami banyak dinamika.

liputan9news by liputan9news
August 19, 2026
in Nasional
A A
0
Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama Tambakberas, Jombang, Jawa Timur

Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama Tambakberas, Jombang, Jawa Timur (Foto: Istimewa/MSn)

506
SHARES
1.4k
VIEWS

JOMBANG | LIPUTAN9NEWS
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, tinggal menghitung hari. Salah satu isu utama yang mengemuka adalah mengenai tata cara penentuan pucuk pimpinan, tidak hanya pada posisi Rais Aam, tapi juga Ketua Umum PBNU.

Jika sebelumnya kita telah membahas bagaimana marwah ulama dijaga melalui Ahlul Halli wal Aqdi dalam pemilihan Rais Aam, kini patut kiranya kita menelusuri bagaimana model pemilihan Ketua Umum PBNU dari masa ke masa.

Dalam perjalanan sejarah jam’iyah, pemilihan Ketua Umum PBNU telah mengalami berbagai dinamika. Perubahan mekanisme ini pada hakikatnya mencerminkan adaptasi NU terhadap perkembangan zaman, sekaligus ikhtiar mencari bentuk demokratisasi ideal yang sesuai dengan akhlak pesantren.

Sejak awal berdirinya NU pada 1926 hingga era kepemimpinan KH Idham Chalid, penentuan sosok yang menduduki kursi Ketua Umum PBNU sangat jauh dari hiruk-pikuk kampanye politik. Pada masa itu, proses pemilihan sangat dipengaruhi oleh musyawarah para kiai sepuh nan kharismatik. Keputusan sering kali diambil secara langsung di forum muktamar melalui restu dan kesepakatan para kiai, tanpa gesekan kompetisi perolehan suara yang ketat.

BeritaTerkait:

Gus Syafak Usul PC-PAC Kawal Pilihan AHWA

Gus Mus dan Kursi yang Tak Diperebutkan: Ketika Tidak Hadir Justru Menjadi Kehadiran Paling Terang

Yenny Wahid Puji 9 AHWA Muktamar NU: Ulama Mumpuni, Bukan Sekadar Cerdas Akal

Lima Nama di Meja AHWA! Rais Aam Terpilih Setujui Caketum PBNU, Siapa yang Bakal Terpilih?

Ilustrasi mengenai pemilihan ketua umum PBNU di masa-masa awal, tampaknya masih cukup identik dengan napas atau spirit Ahlul Halli wal Aqdi. Meskipun memang harus diakui, secara konsep Ahlul Halli wal Aqdi sendiri saat itu belum dilembagakan. Namun spiritnya sebagai ahlus syaukah atau orang-orang yang memiliki pengaruh dan kekuatan moral sebagaimana dijelaskan oleh al-Mawardi telah berjalan secara kultural. Tokoh yang ditunjuk sebagai ketua umum adalah mereka yang benar-benar dinilai mampu melaksanakan amanah oleh para kyai khas dan kharismatik.

Seiring berjalannya waktu, di mana jam’iyah dituntut untuk terbuka terhadap modernisasi, dan semangat desentralisasi, muktamar mulai menerapkan sistem pemilihan langsung untuk posisi Ketua Umum PBNU. Lewat model yang umum digunakan pada beberapa dekade terakhir ini, penentuan ketua umum ditentukan oleh perolehan suara sah dari para utusan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).

Dalam konteks ini, proses pemilihan ketua umum biasanya melalui dua tahap, yaitu pencalonan dan pemilihan. Bakal calon ketua umum yang berhasil meraup dukungan minimal suara, sesuai tata tertib muktamar akan melaju ke putaran kedua untuk memperebutkan suara terbanyak. Sistem ini dinilai demokratis karena mengakomodasi aspirasi dari para pengurus, baik di tingkat cabang maupun wilayah.

Namun di sisi lain, mekanisme voting bebas semacam ini kerap kali melahirkan efek samping yang cukup riskan.

Dalam sebuah diskusi yang bertajuk “Muktamar Untuk Semua” yang digagas oleh Forum Nahdliyyin Bersatu pada tanggal 7 Agustus 2026, ada gagasan yang cukup menarik oleh Idy Muzayyad, salah seorang narasumber. Menurutnya, untuk mencegah maraknya praktik politik uang dan meminimalisir perpecahan atau kubu-kubuan pasca-Muktamar serta dampak voting head-to-head, maka pemilihan Ketua Umum PBNU dikembalikan kepada otoritas ulama melalui sistem Ahlul Halli wal Aqdi. Adapun cabang dan wilayah cukup melakukan penjaringan nama. Namun, keputusan akhir pengangkatan Ketum tetap berada di tangan Ahlul Halli wal Aqdi dengan melibatkan istikharah.

Sistem pemilihan langsung yang bertumpu murni pada one man one vote atau satu cabang, satu suara nyatanya rentan menghadirkan kegaduhan. Hal itu bisa berimbas pada polarisasi antar-pendukung, hingga mengundang masuknya praktik politik transaksional. Tentu saja, fenomena ini tidak perlu diperpanjang karena sudah barang tentu mencederai nilai-nilai luhur dan marwah para kiai yang sejak awal menjadi pondasi berdirinya NU.

Mempertimbangkan kenyataan itu, wabil khusus menjelang perhelatan muktamar NU ke-35, muncul diskursus dan opsi baru di dalam internal Komisi Organisasi PBNU untuk mengevaluasi sistem pemilihan langsung. Tujuannya satu, yaitu mereduksi kegaduhan dan menutup celah politik transaksional. Salah satu opsi terkuat yang belakangan sering disuarakan adalah wacana mengkombinasikan hak suara utusan daerah dengan sistem Ahlul Halli wal Aqdi. Ide yang bersifat hibrid ini menawarkan jalan tengah dengan elegan.

Konsepnya cukup sederhana, yaitu pemilik suara di tingkat PCNU dan PWNU tetap memiliki hak untuk menjaring atau mengusulkan sejumlah nama calon Ketua Umum. Namun, nama-nama yang lolos penjaringan itu tidak lagi divoting secara bebas di arena terbuka, melainkan diserahkan kepada tim Ahlul Halli wal Aqdi untuk disaring, direstui, dan diputuskan.

Sebagaimana nama dan visi serta misi Ahlul Halli wal Aqdi yaitu orang-orang yang berwenang “melepaskan dan mengikat”, maka dengan melibatkan AHWA dalam penentuan Ketua Umum, diharapkan tokoh yang terpilih tidak hanya populer atau memiliki modal logistik yang kuat. Lebih dari itu, Ketua Umum sejatinya adalah figur yang secara integritas, keilmuan, dan kapasitas benar-benar diakui oleh para kiai yang tergabung dalam Ahlul Halli wal Aqdi.

Pada akhirnya, Muktamar yang sebentar lagi dihelat di Jombang, paling tidak menjadi saksi sejarah NU di abad keduanya. Mengenai pertanyaan, apakah mekanisme pemilihan ketua umum PBNU akan tetap mempertahankan model pemilihan langsung, atau akan menerapkan sistem hibrid yang mengintegrasikan suara PCNU dan PWNU dengan kebijaksanaan kolegial Ahlul Halli wal Aqdi, biarlah muktamirin yang akan menjawab.

(Ai/MSn)

Tags: AhwaHibridMuktamirinMusyawarah Kiai sepuhPcnuPemilihan Ketum PBNUPWNUVoting
Share202Tweet127SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Jangan Lindungi Dapur, Utamakan Penerima Manfaat MBG Gus Syafak Soroti Tata Kelola, Pendanaan hingga Penambahan Titik Dapur
Nasional

Gus Syafak Usul PC-PAC Kawal Pilihan AHWA

by liputan9news
September 29, 2026
0

Gus Syafak Usul PC-PAC Kawal Pilihan AHWA

Read more
Gus Mus dan Kursi yang Tak Diperebutkan: Ketika Tidak Hadir Justru Menjadi Kehadiran Paling Terang

Gus Mus dan Kursi yang Tak Diperebutkan: Ketika Tidak Hadir Justru Menjadi Kehadiran Paling Terang

September 2, 2026
Yenny Wahid Puji 9 AHWA Muktamar NU: Ulama Mumpuni, Bukan Sekadar Cerdas Akal

Yenny Wahid Puji 9 AHWA Muktamar NU: Ulama Mumpuni, Bukan Sekadar Cerdas Akal

August 31, 2026
Lima Nama di Meja AHWA! Rais Aam Terpilih Setujui Caketum PBNU, Siapa yang Bakal Terpilih?

Lima Nama di Meja AHWA! Rais Aam Terpilih Setujui Caketum PBNU, Siapa yang Bakal Terpilih?

August 31, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Perang Laporan Gus Ipul-Gus Lilur, Abd. Aziz Serukan Rekonsiliasi

Perang Laporan Gus Ipul-Gus Lilur, Abd. Aziz Serukan Rekonsiliasi

October 18, 2026
Sajadah Ekologi di Tengah Bara Karhutla: Ikhtiar Langit dan Bumi Santri Bina Insan Mulia

Sajadah Ekologi di Tengah Bara Karhutla: Ikhtiar Langit dan Bumi Santri Bina Insan Mulia

October 17, 2026
Refleksi Hari Kesaktian Pancasila, Hari Santri, dan Sumpah Pemuda, Gus Wal Soroti Intoleransi hingga Dampak Amandemen Konstitusi

PNIB Serukan Kembali ke Pancasila dan UUD 1945 Asli

October 17, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In