• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Perlawanan dari Pesantren

October 16, 2026
Gus Lilur: Wahai Para Penyuap Jangan Berpura-pura soal Dugaan Suap Muktamar NU

Gus Lilur: Wahai Para Penyuap Jangan Berpura-pura soal Dugaan Suap Muktamar NU

October 16, 2026
Tokoh Agama dan Ormas Kemang Soroti Narasumber Toleransi

Tokoh Agama dan Ormas Kemang Soroti Narasumber Toleransi

October 16, 2026
Nusron Wahid

Dua Kali Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Nusron Wahid

October 16, 2026
PNIB Apresiasi Kapolri, Pelaku Intoleransi Jadi Tersangka

PNIB Apresiasi Kapolri, Pelaku Intoleransi Jadi Tersangka

October 16, 2026
Foto: Ilustrasi

Khutbah Jumat: Pentingnya Mengonsumsi Makanan dan Minuman Bersertifikat Halal

October 16, 2026
Ade Muzaini Aziz

Khutbah Jumat: Hari Santri dan Cinta Negeri

October 15, 2026
Buka Gebyar Hari Santri 2026, Arifin dorong kolaborasi NU dan pemerintah untuk memperkuat kesehatan warga, kebersihan lingkungan, serta akses pendidikan.

Wali Kota Jakpus Gandeng NU Perangi Stunting dan Sampah

October 15, 2026
KH Cholil Nafis, Wakil Ketua Umum MUI dan Rais Syuriyah PBNU

MUI Kecam Serangan Houthi, Desak Perlindungan Jamaah Umrah

October 15, 2026
PCNU Jakpus Gelar Gebyar Hari Santri 2026, Perkuat Kemajuan Umat dan Bangsa

PCNU Jakpus Gelar Gebyar Hari Santri 2026, Perkuat Kemajuan Umat dan Bangsa

October 15, 2026
Sambut Hari Santri dan Sumpah Pemuda, PNIB Salurkan 30.000 Liter Air Bersih

Sambut Hari Santri dan Sumpah Pemuda, PNIB Salurkan 30.000 Liter Air Bersih

October 15, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, October 16, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Perlawanan dari Pesantren

Oleh: Dr. Nurul Huda SA

liputan9news by liputan9news
October 16, 2026
in Opini
A A
0
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

498
SHARES
1.4k
VIEWS

YOGYAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Catatan tebal yang tidak boleh dilupakan adalah fakta bahwa para ulama desa dan guru-guru agama (komunitas pesantren) selalu memberikan perlawanan terhadap penjajah sejak mula colonial hadir. Strategi melawan penjajah baru mengalami perubahan setelah berakhirnya  tiga peristiwa penting pada paruh kedua abad XIX, yaitu Perang Paderi (1821-1837) yang dipimpin Tuanku Imam Bonjol, Perang Jawa (1825-1830) yang dipimpin Pangeran Diponegoro) dan Perang Aceh (1873-1904).

Ketiga perang besar tersebut berakhir dengan kekalahan. Wilayah-wilayah Mingkabau, Jawa, Aceh dikuasai Belanda. Akibat Perang yang panjang ini Belanda memberlakukan kebijakan politik dan kontrol yang sangat kejam supaya mendapatkan kekayaan setelah menghabiskan banyak biaya dalam perang. Kebijakan yang paling terkenal kejam, memiskinkan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia adalah tanam paksa.

Kebijakan yang keras dari Belanda ini menyebabkan rakyat (khususnya umat Islam) terpinggirkan ke pedalaman desa. Pada situasi ini, karena rakyat tidak mungkin   mengakses pendidikan Belanda, maka pesantren menjadi satu-satunya tempat bagi pendidikan rakyat. Dampak lain dari situasi ini adalah berubahnya strategi perlawanan kepada penjajah, dari pola perang secara militer ke perlawanan damai dan terorganisir melalui  pendidikan dan kebudayaan. Maka berdirilah banyak pesantren yang dipimpin oleh para mantan pasukan perang, dan lahir pula berbagai organisasi yang bertujuan meningkatkan kondisi ekonomi, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan yang luas.

Pesantren dan organisasi-organisasi itulah yang dipergunakan sebagai sarana meneguhkan perlawanan kepada penjajah dan menghindari-menolak kebudayaan barat. Tokoh-tokoh pesantren mendirikan berbagai institusi yang menunjukkan kecintaannya kepada bangsa dan negara seperti Nahdlatul Wathon (Kebangkitan Tanah Air), Syubbanul Wathon (Pemuda Tanah Air). Selan itu tokoh-rokoh pesantren  terlibat dalam berbagai gerakan seperti di Sarekat Islam yang dipimpin HOS Cokroaminoto dan Studi Klub Indonesia yang dipimpin tokoh nasionalis Dr. Sutomo.

BeritaTerkait:

Penyegelan Ponpes Darun Naim Bogor Tuai Sorotan, KH Imaduddin Sampaikan Keberatan

Kampung Bahari Jadi Kampung Santri, KH Misbahul Munir Siap Merawat Legasi Jenderal Suyudi

Groundbreaking Pondok Pesantren NU Kepulauan Seribu, Perkuat Pendidikan Keagamaan Masyarakat

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Para tokoh  pesantren sangat menyadari pentingnya persatuan umat Islam, sehingga ketika pertentangan antara pengikut madzhab yang mayoritas berafiliasi ke pesantren dengan kelompok modernis (seperti Sarekat Islam, Muhammadiyah, dan Persatuan Islam) meruncing, maka KH. Hasyim Asy’ari mengajak untuk mengakhir konflik atas hal-hal  furu di dalam Islam supaya bisa bersama-sama melawan penjajah Belanda. Hasilnya, lahirlah badan federasi bagi organisasi Islam yang diikuti 13 organisasi Islam tradisional dan modernis, bernama MIAI (Majlis Al-Islam A’la Indonesia) pada tahun 1937.  Selain sebagai tali pemersatu antar umat Islam, MIAI juga menjadi sarana melawan penjajah secara non kooperatif. Untuk mendekatkan pada cita-cita kemerdekaan, MIAI bergabung dengan badan federasi kelompok nasionalis GAPI (Gabungan Politik Indonesia).

Namun harus di catat pula bahwa tidak semua gerakan melawan penjajah yang dilakukan komunitas pesantren (dan juga kelompok Islam yang lain) dilakukan secara non kooperatif. Pada masa Jepang melalui Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia) komunitas pesantren kepada Jepang  sangat kooperatif. Pada masa itu jabatan-jabatan strategis diserahkan kepada tokoh muslim seperti KH. Hasyim Asy’ari. Politik Akomodasi ini dikritik sebagai kemunduran pesantren terhadap perlawanan penjajah. Namun KH. A. Wahid Hasyim memberikan argumentasi, bahwa dengan kooperatif dimaksudkan sebagai cara untuk memperjuangkan dan menyiapkan pencapaian kemerdekaan Indonesia yang lebih cepat. Karena Jepang telah menipu, maka harus ditipu dengan cara kita untuk Indonesia merdeka. Ini merupakan cara membangun relasi kuasa yang lebih strategis dan taktis dalam rangka pencapaian cita-cita nasional yang lebih besar, Indonesia merdeka.

Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon. Menyelesaikan Pendidikan sarjana dan magister di UIN Sunan Kalijaga. Mendapatkan gelar  Doktor Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP) dari Universitas Negeri Yogyakarta. Anggota Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI). Alumni Pondok Pesantren Al-Qur’aniyy Mangkuyudan Solo dan Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta. Salah satu pendiri  Pondok Pesantren Bumi Cendekia dan Pondok Pesantren Inovasi Bangsa Yogyakarta.

Tags: PerlawananPesantren
Share199Tweet125SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

KH-Imaduddin-Utsman-al-Bantani-
Nasional

Penyegelan Ponpes Darun Naim Bogor Tuai Sorotan, KH Imaduddin Sampaikan Keberatan

by Moh. Faisal Asadi
October 7, 2026
0

Penyegelan Ponpes Darun Naim Bogor Tuai Sorotan, KH Imaduddin Sampaikan Keberatan

Read more
KH Misbahul Munir

Kampung Bahari Jadi Kampung Santri, KH Misbahul Munir Siap Merawat Legasi Jenderal Suyudi

October 6, 2026
Groundbreaking Pondok Pesantren NU Kepulauan Seribu, Perkuat Pendidikan Keagamaan Masyarakat

Groundbreaking Pondok Pesantren NU Kepulauan Seribu, Perkuat Pendidikan Keagamaan Masyarakat

September 27, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Gus Lilur: Wahai Para Penyuap Jangan Berpura-pura soal Dugaan Suap Muktamar NU

Gus Lilur: Wahai Para Penyuap Jangan Berpura-pura soal Dugaan Suap Muktamar NU

October 16, 2026
Tokoh Agama dan Ormas Kemang Soroti Narasumber Toleransi

Tokoh Agama dan Ormas Kemang Soroti Narasumber Toleransi

October 16, 2026
Nusron Wahid

Dua Kali Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Nusron Wahid

October 16, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In