KEPULAUAN SERIBU | LIPUTAN9NEWS
Pembangunan Pondok Pesantren Nahdlatul Ulama (NU) Kepulauan Seribu resmi dimulai melalui groundbreaking. Berdiri di atas lahan seluas sekitar 3.000 meter persegi, pondok pesantren ini disiapkan sebagai wadah pendidikan keagamaan sekaligus sarana pengembangan sumber daya manusia bagi masyarakat Kepulauan Seribu.
Groundbreaking tersebut menjadi tonggak baru bagi NU Kepulauan Seribu dalam memperluas akses pendidikan keagamaan di wilayah kepulauan. Kehadiran pondok pesantren diharapkan dapat menjadi pilihan masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan.
Ketua Yayasan NU Kepulauan Seribu, Sumarno M. Amin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan pondok pesantren tersebut.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan partisipasi, dukungan dan bantuan sehingga gedung Pondok Pesantren NU Kepulauan Seribu ini dapat terbangun dan digunakan,” ujar Sumarno dalam keterangan, Ahad (27/09/2026).
Menurutnya, pembangunan pondok pesantren bukan sekadar menghadirkan fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kepulauan Seribu.
Sementara itu, KH. Mawardi, selaku Rais Syuriah sekaligus Pembina Yayasan NU, menyambut gembira terwujudnya pembangunan Pondok Pesantren NU Kepulauan Seribu.
Ia menyebut pembangunan tersebut sebagai capaian penting dalam perjalanan NU di Kepulauan Seribu. Dengan lahan mencapai sekitar 3.000 meter persegi, pondok pesantren tersebut masih terbuka untuk terus dikembangkan sesuai kebutuhan pendidikan masyarakat.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kita. NU Kepulauan Seribu kini telah memiliki pondok pesantren yang menjadi bagian dari ikhtiar untuk membangun pendidikan keagamaan bagi masyarakat,” ungkap KH. Mawardi.
Saat ini, kegiatan pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren NU Kepulauan Seribu telah berjalan pada jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs). Tercatat sekitar 100 siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar yang terbagi dalam lima rombongan belajar.
Rinciannya, kelas VII terdiri dari dua kelas, kelas VIII dua kelas, dan kelas IX satu kelas.
Berjalannya kegiatan pendidikan tersebut menunjukkan bahwa Pondok Pesantren NU Kepulauan Seribu mulai hadir secara langsung untuk memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.
KH. Mawardi berharap keberadaan pondok pesantren tersebut dapat terus berkembang dan menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam mendapatkan pendidikan yang menggabungkan ilmu pengetahuan dan pendidikan keagamaan.
“Semoga pendidikan keagamaan di Kepulauan Seribu terus berjalan dengan baik dan pondok pesantren ini dapat menjadi pilihan lembaga pendidikan bagi masyarakat sekitar. Kami berharap NU benar-benar dapat dirasakan keberadaannya dan manfaatnya di tengah-tengah masyarakat,” katanya.
Dengan dimulainya pembangunan Pondok Pesantren NU Kepulauan Seribu, NU memperluas kiprahnya tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan.
Pondok pesantren tersebut diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi generasi muda Kepulauan Seribu sekaligus menjadi pusat pendidikan dan pembinaan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

























