• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Gus Yahya Ditinggalkan Gerbongnya Sendiri? Dari Kemenangan Lampung hingga Tersingkir di Tambakberas

Gus Yahya Ditinggalkan Gerbongnya Sendiri? Dari Kemenangan Lampung hingga Tersingkir di Tambakberas

September 1, 2026
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

September 24, 2026
Sulaiman Djaya

Tentang Penulisan Puisi – Robert Frost dan Walt Whitman

September 24, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Daya Pesona Perpustakaan

September 24, 2026
Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

September 23, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, September 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Gus Yahya Ditinggalkan Gerbongnya Sendiri? Dari Kemenangan Lampung hingga Tersingkir di Tambakberas

Abdus Saleh Radai by Abdus Saleh Radai
September 1, 2026
in Nasional
A A
0
Gus Yahya Ditinggalkan Gerbongnya Sendiri? Dari Kemenangan Lampung hingga Tersingkir di Tambakberas

Gus Yahya Ditinggalkan Gerbongnya Sendiri? Dari Kemenangan Lampung hingga Tersingkir di Tambakberas (Foto: Dok. Muktamar NU)

558
SHARES
1.6k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Peta kekuatan Nahdlatul Ulama (NU) mengalami perubahan tajam dalam rentang lima tahun. Jika Muktamar ke-34 NU di Lampung menjadi panggung kemenangan KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, Muktamar ke-35 di Tambakberas, Jombang, justru menghadirkan konfigurasi politik organisasi yang berbeda.

Di balik pergantian kepemimpinan itu, muncul pertanyaan besar: apakah Gus Yahya akhirnya ditinggalkan oleh sebagian gerbong yang dahulu mengantarkannya menuju kursi Ketua Umum PBNU?

Pada Muktamar ke-34 NU di Lampung, Gus Yahya berhasil memenangkan kontestasi Ketua Umum PBNU dengan mengalahkan petahana, KH Said Aqil Siroj. Kemenangan tersebut menandai perubahan besar dalam arah kepemimpinan PBNU.

Gus Yahya kemudian memimpin PBNU bersama sejumlah tokoh penting, termasuk Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Sementara di jajaran Syuriyah, KH Miftachul Akhyar menjadi Rais Aam PBNU.

BeritaTerkait:

Sekjen dan Wasekjen: Mesin Organisasi yang Harus Menguatkan Gus Kikin

Sisi Tersembunyi Gus Kikin: Biasa Mendengar, Teduh Berbicara, Menghargai Gagasan

NU dan Kepemimpinan Gus Kikin: Kompas Moral dan Visi Tranformatif Abad Kedua

Isu “PKB Come Back” Mencuat, Gus Lilur Bela Gus Kikin: PBNU Bukan PWNU Jawa Timur

Namun, perjalanan kepemimpinan lima tahun berikutnya tidak sepenuhnya mulus.

Dari Satu Gerbong, Menjadi Jalan yang Berbeda

Dinamika internal kemudian berkembang. Relasi antartokoh dalam struktur PBNU mengalami perubahan seiring munculnya berbagai persoalan dan perbedaan pandangan mengenai arah organisasi.

Gus Yahya, Gus Ipul, dan Kiai Miftach yang pernah berada dalam satu konfigurasi kepemimpinan, pada akhirnya menghadapi situasi berbeda menjelang Muktamar ke-35.

Di Tambakberas, konfigurasi tersebut berubah secara drastis.

Gus Ipul berada dalam posisi penting dalam penyelenggaraan Muktamar, sementara Kiai Miftach kembali mendapatkan amanah sebagai Rais Aam. Pada saat yang sama, Gus Yahya menghadapi dinamika politik organisasi yang akhirnya membuatnya tidak kembali memimpin PBNU.

Muktamar ke-35 kemudian menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031.

Perubahan itu sekaligus memperlihatkan bahwa kekuatan politik organisasi di NU tidak pernah benar-benar permanen.

Hegemoni yang Berubah Menjadi Konflik?

Perjalanan dari Lampung menuju Tambakberas juga memunculkan refleksi mengenai bagaimana sebuah kemenangan dalam muktamar dapat membentuk konfigurasi kekuasaan baru.

Kemenangan Gus Yahya di Lampung membawa gerbong kepemimpinan baru ke PBNU. Namun, ketika perjalanan berlangsung, muncul berbagai dinamika dan konflik internal yang membuat hubungan antarkekuatan di dalam organisasi semakin kompleks.

Karena itu, menarik untuk melihatnya bukan sekadar sebagai pergantian ketua umum, tetapi sebagai pergeseran gerbong kekuasaan di tubuh NU.

Apa yang dahulu menjadi kekuatan pengusung Gus Yahya di Lampung, tidak sepenuhnya tampil dengan konfigurasi yang sama di Tambakberas.

Justru sejumlah tokoh yang sebelumnya berada dalam satu pemerintahan organisasi kemudian berada pada posisi berbeda dalam kontestasi dan dinamika Muktamar ke-35.

Tambakberas Membalik Peta

Muktamar ke-35 akhirnya menjadi titik balik. Kepemimpinan baru di bawah Gus Kikin bersama Rais Aam Kiai Miftachul Akhyar membawa harapan agar episode panjang dinamika internal segera ditutup dan NU kembali berkonsentrasi pada agenda yang lebih besar: pesantren, pendidikan, ekonomi umat, kaderisasi, serta kemaslahatan Nahdliyin.

Pelajaran paling penting dari perjalanan Lampung–Tambakberas adalah bahwa tidak ada satu gerbong yang selamanya berada di jalur yang sama.

Kemenangan Muktamar bukanlah akhir perjalanan. Ia justru menjadi awal dari ujian yang jauh lebih panjang.

Dan kini, setelah Tambakberas melahirkan kepemimpinan baru, pertanyaan publik bukan lagi sekadar siapa yang menang dan siapa yang kalah.

Pertanyaan yang lebih besar adalah; Mengapa gerbong yang dahulu membawa Gus Yahya memenangkan pertarungan di Lampung, lima tahun kemudian tidak lagi tampil dengan kekuatan yang sama?

Jawabannya akan menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan NU memasuki abad keduanya.

(ASR/MSn)

Tags: Gus KikinGus YahyaKetua Umum PBNULampung-Tambakberas
Share223Tweet140SendShare
Abdus Saleh Radai

Abdus Saleh Radai

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Abd. Aziz
Opini

Sekjen dan Wasekjen: Mesin Organisasi yang Harus Menguatkan Gus Kikin

by liputan9news
September 21, 2026
0

Sekjen dan Wasekjen: Mesin Organisasi yang Harus Menguatkan Gus Kikin

Read more
Abd. Aziz, Founder dan Senior Managing Partner Firma Hukum PROGRESIF LAW Jakarta; Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK); Ketua Umum Kaukus Intelektual Nahdlatul Ulama (KALAM NU)

Sisi Tersembunyi Gus Kikin: Biasa Mendengar, Teduh Berbicara, Menghargai Gagasan

September 20, 2026
NU dan Kepemimpinan Gus Kikin: Kompas Moral dan Visi Tranformatif Abad Kedua

NU dan Kepemimpinan Gus Kikin: Kompas Moral dan Visi Tranformatif Abad Kedua

September 16, 2026
Gus Lilur

Isu “PKB Come Back” Mencuat, Gus Lilur Bela Gus Kikin: PBNU Bukan PWNU Jawa Timur

September 10, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In