JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Susunan jajaran kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031 resmi terbentuk. Di bawah komando Ketua Umum terpilih, KH Abdul Hakim Mahfudz, nakhoda baru ormas Islam terbesar di Indonesia ini siap tancap gas memulai khidmahnya kepada umat dan masyarakat luas terhitung mulai Kamis (01/10/2026) besok.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh pria yang akrab disapa Gus Kikin saat mengumumkan struktur kepengurusan di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (30/09/2026) malam.
“Mudah-mudahan dengan diumumkannya susunan pengurus ini, mulai besok pagi kita mulai berkhidmah,” ujar Gus Kikin dengan nada optimistis di hadapan awak media.
Bagi Gus Kikin, amanah memimpin PBNU lima tahun ke depan bukan sekadar jabatan struktural, melainkan tanggung jawab besar untuk membina umat yang dititipkan oleh para muassis (pendiri) NU. Ia menegaskan bahwa seluruh langkah organisasi harus linier dengan visi awal pendirian Nahdlatul Ulama.
“Selesai ini kita memiliki tanggung jawab kepada masyarakat sebagaimana NU didirikan untuk membina umat, melaksanakan apa yang diamanahkan oleh muassis,” tuturnya.
Dalam menjalankan roda organisasi, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng ini menekankan bahwa PBNU periode 2026–2031 akan menjadikan Qanun Asasi sebagai kompas utama. Kitab prinsip dasar yang disusun oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari tersebut bakal dihidupkan kembali sebagai rujukan total di abad kedua NU.
“Di periode ini, ada dokumen lalu yang dulu disusun Muassis, yaitu buku Qanun Asasi, menjadi rujukan NU secara keseluruhan untuk kita melaksanakan kegiatan berbasis mencari rida Allah SWT,” jelas Gus Kikin.
Ia pun berharap langkah besar ini senantiasa mendapat bimbingan dan tuntunan dari Yang Maha Kuasa.
Kerja Keras Tim Formatur Selama Satu Bulan.
Rampungnya susunan pengurus ini tidak lepas dari kerja keras tim formatur yang berjumlah sembilan orang. Gus Kikin mengungkapkan, tim formatur yang dibentuk pada Muktamar Ke-35 NU tersebut telah memaksimalkan batas waktu satu bulan yang diberikan untuk menyaring nama-nama terbaik.
Komposisi tim formatur sendiri merepresentasikan keterwakilan wilayah yang berkeadilan, mulai dari perwakilan Indonesia bagian Timur, Tengah, Barat, hingga unsur tuan rumah dari Jawa Timur.
Dalam strukturnya, Rais Aam terpilih bertindak sebagai ketua formatur, sementara Ketua Umum terpilih mengawal sebagai sekretaris.
“Kita butuh waktu, memanfaatkan waktu yang diberikan selama satu bulan. Selesai secara keseluruhan,” imbuhnya.
Menariknya, struktur PBNU masa khidmah 2026–2031 kali ini tampil dengan postur yang lebih gemuk dibanding periode sebelumnya hasil Muktara Ke-34 Lampung. Tercatat, total pengurus baru mencapai 210 orang, meningkat cukup signifikan dari periode 2021–2026 yang hanya diisi oleh 189 orang.
Gus Kikin menegaskan, bertambahnya jumlah personel ini diharapkan mampu mengoptimalkan pembagian kerja organisasi dalam mengawal keputusan-keputusan strategis Muktamar Ke-35 NU.
“PBNU kini bersiap memasuki babak baru, membawa energi segar untuk mengabdi pada agama, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

























