JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam serangan militer yang dikaitkan dengan kelompok Houthi Yaman di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi. Serangan yang dilaporkan menewaskan 13 orang dan melukai 309 lainnya itu memicu keprihatinan atas keselamatan warga sipil di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis menegaskan, Islam menjunjung tinggi kehormatan jiwa manusia dan melarang segala bentuk kekerasan yang mengakibatkan jatuhnya korban sipil.
Pengasuh Pondok Pesantren Cendikia Amanah, Depok, tersebut juga menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa dalam serangan di kawasan bandara itu.
“Islam mengajarkan penghormatan terhadap jiwa manusia dan melarang segala bentuk kekerasan yang menimbulkan korban sipil,” ujar Kiai Cholil dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas di tengah konflik bersenjata. Ia mengecam tindakan yang mengancam warga sipil sekaligus menghambat upaya mewujudkan perdamaian dan stabilitas kawasan.
“Karena itu, kami mengutuk setiap tindakan yang mengancam keselamatan masyarakat dan mengganggu upaya mewujudkan perdamaian serta stabilitas kawasan,” terangnya.
Selanjutnya, Kiai Cholil Nafis menilai eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi memperbesar penderitaan masyarakat. Dampaknya tidak hanya menyangkut keamanan negara yang terlibat, tetapi juga kehidupan sosial, kegiatan ekonomi, dan pelaksanaan ibadah umat Islam.
Karena itu, ia mendesak seluruh pihak yang bertikai untuk menahan diri, menghentikan kekerasan, serta mengutamakan dialog dan diplomasi sebagai jalan penyelesaian konflik.
“Kami juga menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat agar menahan diri dan mengedepankan jalur dialog serta diplomasi. Konflik yang terus meningkat hanya akan memperbesar penderitaan masyarakat, mengganggu aktivitas ibadah, ekonomi, dan kemanusiaan, serta berpotensi memperluas ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah,” jelasnya.
Bagi MUI, perlindungan terhadap warga sipil merupakan prinsip kemanusiaan yang harus dijunjung tinggi oleh semua pihak. Kekerasan yang meluas justru berisiko memperburuk situasi dan menghambat terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.
Selain menyerukan penghentian kekerasan, Kiai Cholil Nafis mengingatkan Pemerintah Indonesia agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi, khususnya yang berkaitan dengan jalur penerbangan menuju dan dari negara tersebut.
Ia menekankan perlunya langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI), mulai dari jamaah umrah, jamaah haji, pekerja migran, hingga masyarakat Indonesia yang tinggal di kawasan tersebut.
“Kepada Pemerintah Republik Indonesia, kami berharap agar terus memantau perkembangan situasi keamanan, khususnya yang berkaitan dengan jalur penerbangan menuju dan dari Arab Saudi. Langkah antisipatif perlu dilakukan untuk menjamin keselamatan warga negara Indonesia, termasuk jamaah umrah, jamaah haji, pekerja migran, dan masyarakat Indonesia yang berada di kawasan tersebut,” ungkapnya.
Seruan ini menjadi perhatian penting mengingat Arab Saudi merupakan tujuan utama ibadah umrah dan haji bagi jutaan umat Islam, termasuk dari Indonesia. Situasi keamanan dan kelancaran penerbangan menjadi faktor penting dalam menjamin perjalanan serta keselamatan para jamaah.
Berdasarkan informasi otoritas penerbangan sipil Arab Saudi sebagaimana tercantum dalam laporan yang menjadi dasar pemberitaan ini, serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, pada Sabtu (10/10/2026), menyebabkan 13 orang meninggal dunia dan 309 lainnya terluka.
Korban tewas dilaporkan terdiri atas empat warga negara Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga negara Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.
Para korban luka menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Beberapa di antaranya dilaporkan berada dalam kondisi kritis.
Besarnya jumlah korban menegaskan seriusnya dampak serangan terhadap keselamatan manusia. Di tengah situasi tersebut, MUI kembali menekankan pentingnya penghormatan terhadap jiwa manusia, penghentian kekerasan, dan penguatan diplomasi.
MUI berharap seluruh pihak yang terlibat dalam konflik mengutamakan kemanusiaan agar masyarakat sipil tidak terus menjadi korban. Pemerintah Indonesia juga diharapkan mengambil langkah perlindungan yang diperlukan untuk memastikan keamanan WNI di Arab Saudi.

























