KEPULAUAN SERIBU | LIPUTAN9NEWS
Semangat Resolusi Jihad yang dikobarkan para ulama pada 1945 terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa. Jika dahulu para santri turut berjuang mempertahankan kemerdekaan, kini perjuangan itu dilanjutkan melalui pendidikan, penguatan akhlak, penguasaan ilmu pengetahuan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Masjid Agung Nurul Huda, Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Rabu (21/10/2026). Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, kegiatan berlangsung setelah salat Isya berjamaah dan istighosah dalam suasana religius dan penuh semangat kebangsaan.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kelurahan Pulau Tidung, serta Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Nurul Huda.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu, H. Nasruddin, Lc., M.M., Camat Kepulauan Seribu Selatan M. Nur, Ketua DMI Kepulauan Seribu Ahmad, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam merawat kehidupan keagamaan sekaligus memperkuat nilai kebangsaan di tengah masyarakat Kepulauan Seribu.
Dalam sambutannya, perwakilan PCNU Kepulauan Seribu, Jihadi, mengulas sejarah lahirnya Hari Santri Nasional yang berkaitan erat dengan Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.
Saat itu, kemerdekaan Indonesia menghadapi ancaman kembalinya kekuasaan kolonial. Seruan para ulama membangkitkan semangat umat Islam, termasuk kalangan santri, untuk mempertahankan kemerdekaan dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Resolusi Jihad menjadi salah satu pemantik perlawanan rakyat terhadap ancaman penjajahan dan turut mewarnai perjuangan heroik 10 November 1945 di Surabaya.
Sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi ulama dan santri dalam sejarah perjuangan bangsa, pemerintah menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015.
Bagi kalangan pesantren, peringatan Hari Santri bukan sekadar mengenang peristiwa bersejarah, melainkan juga momentum untuk meneruskan nilai perjuangan dalam menghadapi tantangan zaman.
Santri Dituntut Menguasai Ilmu dan Menjaga Akhlak
Selanjutnya, Jihadi menegaskan, semangat perjuangan santri harus terus hidup dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai keberanian, keikhlasan, kedisiplinan, serta kecintaan terhadap tanah air perlu menjadi bekal generasi muda dalam membangun bangsa.
Jika dahulu perjuangan dilakukan melalui pengorbanan untuk mempertahankan kemerdekaan, kini santri menghadapi tantangan berbeda. Pendidikan, penguatan karakter, penguasaan ilmu pengetahuan, dan kepedulian sosial menjadi bagian penting dari perjuangan masa kini.
Santri juga dituntut mampu menjaga tradisi keagamaan sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, nilai-nilai pesantren dapat terus berkontribusi dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Pulau Tidung menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada kecerdasan intelektual, tetapi juga membutuhkan kekuatan moral, keteguhan iman, dan tanggung jawab sosial.
Tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” menegaskan pentingnya peran santri dalam mempersiapkan masa depan Indonesia. Generasi pesantren diharapkan tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mengambil bagian dalam kemajuan pendidikan, kehidupan sosial, dan pembangunan nasional.
Dari Masjid Agung Nurul Huda, semangat Resolusi Jihad kembali menemukan relevansinya. Perjuangan para ulama dan santri pada masa lalu menjadi inspirasi untuk terus menjaga persatuan, memperkuat karakter, serta mengabdikan ilmu bagi kemaslahatan masyarakat.
Semangat itulah yang diharapkan terus tumbuh di Pulau Tidung dan seluruh penjuru negeri, mengantarkan generasi santri menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas.

























