• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Imam Jazuli

Memahami Makna Politik Identitas, Meluruskan Gus Yaqut

October 5, 2023
Membangun kesadaran bahwa pelipatan pahala ibadah tidak hanya di bulan Ramadan.

Kiat Menjaga Ketaqwaan Pasca Ramadan

April 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

April 2, 2026
Ketua Umum DPP Kesatuan Tour Travel Haji Umroh Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Azis Taba. (Foto: Antara)

Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ketum Kesthuri Asrul Azis Taba Diminta Pulang dari Saudi

April 1, 2026
Hilmab Latief, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) saat melaksanakan tugas di Makkah (Foto: Dok. Kemenag)

KPK Ungkap Hilman Latief Akui Terima Uang Terkait Korupsi Kuota Haji

April 1, 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (04/03/2026). (Foto BPMI Setpres)

Pemerintah Aktifkan Kembali 625 Ribu Penerima BPJS Kesehatan

April 1, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu (kiri) didampingi juru bicara KPK, Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026. (Foto Niaga.Asia/G Sitompul)

KPK Sebut Ismail Adham Berikan Uang Kepada Hilman Latief, Diduga Terkait Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur (Foto: Antara/MSN)

KPK Tetapkan Direktur Maktour dan Ketum Kesthuri Tersangka Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Thursday, April 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Memahami Makna Politik Identitas, Meluruskan Gus Yaqut

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc. MA

liputan9news by liputan9news
October 5, 2023
in Uncategorized
A A
1
Imam Jazuli

KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

552
SHARES
1.6k
VIEWS

LIPUTAN9.ID – Gus Yaqut Cholil Qoumas, menteri Agama RI, jauh dari kata ideal sebagai nakhoda kementerian. Sebagai figur publik yang menjadi cermin masyarakat, seorang negarawan harus menjadi teladan, bukan target cibiran dan cemoohan.

Sebagai pembantu presiden, tutur kata dan sikap seorang Menag mestinya selaras dengan visi besar Jokowi Widodo, yang telah lama memperjuangkan kebersamaan, persatuan, dan politik anti-pecah belah. Ini yang bapak presiden lakukan sejak mengajak para rival dalam pemerintahan.

Presiden Jokowi sejatinya telah berhasil mendamaikan kubu “cebong” dan “kampret”, yang memecah belah bangsa. Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno diberi posisi yang mapan dalam kabinet. Namun, mengapa Menaq Gus Yaqut harus bertindak seperti arahan Pak Jokowi ?

BeritaTerkait:

Ray Rangkuti Sinyalir Kejanggalan Kado Yaqut Cholil Qoumas

KPK Isyaratkan Tersangka Baru di Kasus Korupsi Kuota Haji

Yaqut Kembali Dipenjara, Setelah KPK Jadikan Tahanan Rumah

Diketahui Yaqut Tak Terlihat di Rutan, KPK Katakan Akan Kami Cek

Pertama sekali terjadi pada tahun 2020, ketika mantan Fachrul Razi diberhentikan, dan kemudian Gus Yaqut diangkat sebagai pengganti Razi. Entah keceplosan entah disengaja, Gus Yaqut mengatakan bahwa Kemenag adalah jatah untuk ormas NU. Betapa sungguh menyakitkan kata-kata sarkas semacam itu bagi golongan lain di luar NU?

Kejadian paling parah dilakukan setelah Koalisi Perubahan mengusung AMIN (pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar). Gus Yaqut dalam kapasitasnya sebagai menteri agama berkampanye terang-terangan, mengajak publik untuk tidak memilih “AMIN”, karena bid’ah.

Satu dua kali keceplosan dan bercanda masih bisa ditolerir. Tetapi, kesalahan ketiga tidak bisa diampuni begitu saja. Menag Gus Yaqut memainkan politik identitas dengan mengungkit Pilgub DKI Jakarta 2017 dan Pemilu 2014 dan 2019.

Gus Yaqut mengatakan “Kita masih ingat, kita punya sejarah yang tidak baik atas politik penggunaan agama dalam politik. Kita punya sejarah tidak baik beberapa waktu yang lalu. Ketika pemilihan gubernur DKI Jakarta kemudian dua pilpres terakhir, agama masih terlihat digunakan sebagai alat untuk mencapai kepentingan kekuasaan”.

Jika Pilgub DKI Jakarta 2017 adalah praktik politik identitas, yang mengantarkan Anies Baswedan keluar sebagai pemenang, maka itu sama artinya dengan mengatakan adalah kesalahan. Pendukung Anies kala itu bukan saja PKS, tetapi juga Gerindra dan Prabowo.

Jika Pemilu 2019 juga praktek politik identitas, namun Presiden Joko Widodo merangkul Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, dan Gerindra dalam pemerintahan, maka itu sama artinya dengan mengatakan bahwa Jokowi melakukan kesalahan. Pemerintahan kedua Jokowi, 2019-2024, adalah pemerintahan yang diisi orang-orang pengusung politik identitas.

Makna Politik Identitas

Dengan mengamati cara berpikir dan bertutur kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, tampaknya salah paham tentang arti politik identitas.

Definisi klasik, politik identitas adalah penggunaan identitas-identitas tertentu untuk tujuan mendapatkan kekuasaan. Namun, definisi klasik ini dirasa tidak cukup. Karenanya, pengertian baru terus diformulasikan.

Para advokat politik identitas kontemporer sudah menggunakan apa yang mereka sebut sebagai “perspektif interseksional”, yaitu cara pandang yang kompleks tidak tunggal. Karenanya, banyak sudut pandang harus dipertimbangkan secara matang dan komprehensif.

Misalnya, setelah menang dalam Pemilu 2019, Jokowi ingin mengakhiri perpecahan di tengah masyarakat. Karena itulah, jalan yang ditempuh dengan menggandeng Prabowo dan Sandiaga dalam pemerintahan. Ini sudut pandang presiden.

Jika sudut pandang presiden seperti itu tidak dipahami, maka hanya akan ada satu sudut pandang, yang mungkin mengatakan bahwa Jokowi menerima para aktor politik identitas di dalam tubuh kabinetnya. Tentu saja, sudut pandang tunggal ini tidak bisa diterima siapapun.

Tidak soal perspektif interseksional, tetapi syarat lain bisa disebut praktek politik identitas adalah adanya tekanan (oppression) yang membahayakan hidup orang lain (person’s life), yang bersumber dari keragaman identitas.

Syarat kedua ini terpenuhi dalam ucapan Gus Yaqut sebagai Menteri Agama ketika mengatakan bahwa Kemenag adalah jatah bagi ormas NU. Pernyataan semacam ini mengancam perasaan kelompok lain di luar NU, merusak citra Kemenag sebagai institusi publik, dan menciderai nama baik orang Nahdliyyin yang terkenal moderat, toleran.

Bisa dikatakan bahwa Menag Gus Yaqut adalah pelaku politik identitas itu sendiri, tepatnya politik identitas yang sempit. Sebab, tidak semua politik identitas itu salah. Selagi mengandung nilai-nilai universal dan nilai-nilai universal tersebut adalah identitas bersama maka politik identitas adalah kewajiban.

Seluruh partai politik yang hidup di Indonesia harus mempromosikan politik identitas yang universal, misalnya: demokrasi, pluralitas, gotong-royong, keadilan dan lainnya. Sebab, demokrasi adalah pilihan identitas terbaik bagi bangsa dan negara kita, pada saat negara-negara lain memilih untuk komunis, seperti China, Korea Utara dan lainnya.

Pluralitas juga identitas yang melekat pada bangsa-bangsa yang majemuk, seperti Indonesia, pada saat negara-negara lain yang mengaku demokratis tetapi terjebak dalam politik rasial. Jadi, mempromosikan identitas yang plural melalui praktik politik adalah kewajiban.

Hemat penulis, Gus Yaqut tidak memiliki kapasitas yang cukup sebagai pejabat publik, dan intelektualitas yang mumpuni untuk memimpin bangsa yang plural. Tindakannya menentang praktek politik identitas menjerumuskan dirinya sendiri ke dalam jurang politik identitas itu sendiri. Semoga ini segera berakhir.

Artikel ini tayang juga di Disway.id dengan judul Memahami Makna Politik Identitas, Meluruskan Gus Yaqut, pada hari Rabu, 04 Otober 2023.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA, Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.
Tags: IdentitasMenag YaqutPolitikPolitik IdentitasYaqut Cholil Qoumas
Share221Tweet138SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Ray Rangkuti, Direktur Lingkar Madani (LIMA)
Nasional

Ray Rangkuti Sinyalir Kejanggalan Kado Yaqut Cholil Qoumas

by liputan9news
March 26, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Ray Rangkuti, Direktur Lingkar Madani (LIMA) mensinyalir adanya kejanggalan dari alasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tindakan KPK...

Read more
Fuad Hasan Masyhur

KPK Isyaratkan Tersangka Baru di Kasus Korupsi Kuota Haji

March 25, 2026
Banser Ansor Geruduk KPK, Protes Penahanan Yaqut Cholil Qoumas

Yaqut Kembali Dipenjara, Setelah KPK Jadikan Tahanan Rumah

March 23, 2026
KPK

Diketahui Yaqut Tak Terlihat di Rutan, KPK Katakan Akan Kami Cek

March 22, 2026
Load More

Comments 1

  1. finessa says:
    2 months ago

    **finessa**

    Finessa is a natural supplement made to support healthy digestion, improve metabolism, and help you achieve a flatter belly.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2539
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Membangun kesadaran bahwa pelipatan pahala ibadah tidak hanya di bulan Ramadan.

Kiat Menjaga Ketaqwaan Pasca Ramadan

April 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In