• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Duet KH. Imam Jazuli Lc., MA dan Prof. KH. Asep Saifuddin Chalim Mungkin Jawaban untuk Muktamar NU ke-35

Duet KH. Imam Jazuli Lc., MA dan Prof. KH. Asep Saifuddin Chalim Mungkin Jawaban untuk Muktamar NU ke-35

January 2, 2026
KPK Nyatakan Nama Raffi Ahmad Muncul dalam Perkara Uuap impor Barang KW

KPK Nyatakan Nama Raffi Ahmad Muncul dalam Perkara Suap Impor Barang KW

June 9, 2026
Relawan Emak-Emak Prabowo Apresiasi Pengangkatan Ibu Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN, Dorong Program Gizi Tepat Sasaran

Relawan Emak-Emak Prabowo Apresiasi Pengangkatan Ibu Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN

June 8, 2026
Soliditas NU Bengkulu, Gus Salam; Teladan Khidmah Demi Kemashlahatan Umat

Soliditas NU Bengkulu, Gus Salam: Teladan Khidmah Demi Kemaslahatan Umat

June 8, 2026
Kiai Imam Jazuli Ingatkan Respons terhadap Disrupsi, Gus Yahya Tekankan Kekuatan Ruhani Pesantren

Kiai Imam Jazuli Ingatkan Respons terhadap Disrupsi, Gus Yahya Tekankan Kekuatan Ruhani Pesantren

June 8, 2026
Prabowo Mania 08 Apresiasi Penunjukan Kepala BGN Baru Naniek S. Deyang

Prabowo Mania 08 Apresiasi Penunjukan Kepala BGN Baru Naniek S. Deyang

June 7, 2026
Warga Negara Yaman dideportasi imigrasi Lampung, ini masalahnya

Warga Negara Yaman dideportasi imigrasi Lampung, ini masalahnya

June 7, 2026
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan KH. Imam Jazuli, Lc., MA Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon.

Kiai Imam Jazuli Soroti Ego Sektoral Menuju Harmoni Kolektif

June 7, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc., MA Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) bersama Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf

Nahnu NU: Dari Ego Sektoral Menuju Harmoni Kolektif

June 7, 2026
KH. Khotimi Bahri, Katib Syuriah PCNU Kota Bogor dan Sedang Menyelesaikan Program Doktoral di SPI UNUSIA

Salafi-Wahabi Dalam Sejarah Gerakan Radikalisme Islam

June 6, 2026
Gus Salam; Inovasi Khidmah NU Sulsel Berbasis Potensi Dan Kearifan Lokal

Gus Salam: Inovasi Khidmah NU Sulsel Berbasis Potensi Dan Kearifan Lokal

June 6, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Wednesday, June 10, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Duet KH. Imam Jazuli Lc., MA dan Prof. KH. Asep Saifuddin Chalim Mungkin Jawaban untuk Muktamar NU ke-35

Oleh: Moh Rusdiyanto

liputan9news by liputan9news
January 2, 2026
in Opini
A A
0
Duet KH. Imam Jazuli Lc., MA dan Prof. KH. Asep Saifuddin Chalim Mungkin Jawaban untuk Muktamar NU ke-35
609
SHARES
1.7k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), dinamika kepemimpinan organisasi Islam terbesar di dunia ini menuntut arah baru yang lebih substansial. Di tengah tantangan disrupsi global dan target Indonesia Emas 2045, NU membutuhkan nakhoda yang tidak hanya paham administrasi, tetapi memiliki akar kuat pada jati diri aslinya: Pesantren.

Duet calon KH. Imam Jazuli, Lc., M.A. (Pengasuh Pesantren Bina Insun Mulia, Cirebon) sebagai Ketua Umum Tanfidziyah dan Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. (Pengasuh Pesantren Amanatul Ummah, Surabaya & Pacet) sebagai calon Rais Aam, muncul bukan sekadar sebagai alternatif, melainkan sebagai jawaban atas kegelisahan basis massa akar rumput.

Berikut adalah sejumlah alasan mengapa duet ini merupakan pasangan ideal untuk memimpin PBNU periode berikutnya.

Pertama, Rekonsiliasi Historis: Mengembalikan NU sebagai Rumah Besar Pesantren

BeritaTerkait:

Kiai Imam Jazuli Ingatkan Respons terhadap Disrupsi, Gus Yahya Tekankan Kekuatan Ruhani Pesantren

Kiai Imam Jazuli Soroti Ego Sektoral Menuju Harmoni Kolektif

Nahnu NU: Dari Ego Sektoral Menuju Harmoni Kolektif

Gus Salam Sebut pada Muktamar NU Ke-35 PC dan PWNU Ingin Perubahan di PBNU

Secara ontologis, NU lahir dari rahim pesantren. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, ada kesan pergeseran di mana struktur NU lebih didominasi oleh teknokrat dan politisi murni. Duet KH. Imam Jazuli dan Prof. Asep adalah upaya “pulang ke rumah.”

KH. Imam Jazuli memimpin salah satu pesantren dengan pertumbuhan tercepat dan santri terbanyak di Jawa Barat. Sementara itu, Prof. Asep mengelola puluhan ribu santri di Jawa Timur—salah satu yang terbesar di Indonesia setelah Gontor. Memilih mereka berarti memastikan bahwa kebijakan PBNU ke depan akan selalu berbasis pada kepentingan santri dan nahdliyin (umat), bukan sekadar kepentingan elite organisasi.

Kedua, Transformasi SDM: Visi Pendidikan Menuju Indonesia Emas

Alasan paling kuat dari pasangan ini adalah bukti nyata (proven track record) dalam memodernisasi pendidikan pesantren tanpa kehilangan nilai salafnya. Keduanya adalah arsitek pendidikan yang visioner. Bina Insan Mulia di bawah asuhan KH. Imam Jazuli dikenal mampu meloloskan alumninya ke berbagai universitas ternama di luar negeri (Eropa, Timur Tengah, Australia).

Amanatul Ummah di bawah Prof. Asep secara konsisten mencetak lulusan yang menembus fakultas kedokteran dan universitas favorit di dalam maupun luar negeri. Di tangan beliau berdua NU akan memiliki cetak biru (blueprint) pendidikan yang kompetitif secara global, menyiapkan SDM unggul untuk menjemput bonus demografi dan visi Indonesia Emas 2045.

Ketiga, Keseimbangan Geopolitik dan Geografis: Poros Jabar-Jatim

Dalam sosiologi politik NU, keterwakilan wilayah adalah kunci stabilitas. Setelah periode kepemimpinan dari Jawa Tengah, saatnya terjadi rotasi kepemimpinan yang adil. KH. Imam Jazuli merepresentasikan Jawa Barat—wilayah dengan pertumbuhan pemilih dan jamaah NU yang dinamis. Prof. Asep merepresentasikan Jawa Timur—basis tradisional dan jantung kekuatan NU.

Duet Jabar-Jatim ini menciptakan keseimbangan “dua kutub” yang akan menyatukan kekuatan kultural dan struktural NU di tanah Jawa secara komprehensif.

Keempat, Kemandirian Ekonomi dan Independensi Organisasi.

Salah satu masalah klasik organisasi besar adalah ketergantungan pada donatur atau tekanan politik. Duet ini telah “selesai dengan dirinya sendiri” secara ekonomi. Sebagai pengasuh pesantren yang sukses dan mandiri, mereka tidak akan menjadikan NU sebagai alat untuk mencari penghidupan atau posisi politik praktis.

Hal ini sangat krusial bagi posisi NU sebagai elemen Civil Society. Dengan kemandirian ekonomi, PBNU di bawah mereka akan berani mengambil jarak yang proporsional dengan pemerintah—menjadi mitra kritis yang sehat (balance of power) demi menjaga kepentingan umat, bukan sekadar menjadi “stempel” kebijakan.

Kelima, Integrasi Jalur Langit: Kekuatan Tirakat dan Tradisi

NU bukan organisasi sekuler. Kekuatan NU terletak pada barakah dan riyadhah. Keduanya adalah praktisi “jalur langit”. KH. Imam Jazuli dikenal sebagai pengamal dan penggerak Dalailul Khairat, sementara Prof. Asep dikenal dengan kekuatan sedekah dan shalat malamnya yang luar biasa. Kepemimpinan yang menggabungkan kecanggihan manajerial dengan spiritualitas yang dalam adalah apa yang dibutuhkan untuk menjaga marwah organisasi para ulama ini.

Enam, Duet Progresif-Sepuh: Harmoni Idealisme dan Kebijaksanaan

Secara demografis, pasangan ini adalah kombinasi sempurna antara energi muda yang progresif dan kearifan kiai sepuh. Keduanya sudah berpengalaman dan menjadi aktifis sejak muda. KH. Imam Jazuli adalah sosok intelektual muda yang tajam, berani melakukan terobosan, dan memiliki pengalaman di RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyah) PBNU.

Prof. KH. Asep Saifuddin Chalim adalah kiai alim, tenang, namun eksekutor yang handal (terbukti memimpin PERGUNU dengan sangat aktif). Kombinasi ini akan menghasilkan kepemimpinan yang dinamis dalam aksi, namun tetap terkendali dalam koridor akhlak dan ilmu yang mendalam.

Ketujuh, Ada Kedekatan Khusus dengan Tokoh Kunci.

Baik Kiai Imam Jazuli maupun Prof. KH. Asep memiliki kelebihan yang saling melengkapi. Salah satu poin penting adalah kedekatan khusus mereka dengan tokoh-tokoh kunci dan partai politik; Kiai Asep memiliki kedekatan khusus baik dengan Jokowi maupun Prabowo, sementara Kiai Imam memiliki kedekatan khusus dengan PKB dan partai nasionalis.

Keduanya dipandang sebagai pemikir sekaligus eksekutor yang efektif. Selain itu, baik Kiai Asep maupun Kiai Imam secara konsisten membagikan pemikiran mereka—yang dapat didengar dan dilihat melalui tulisan-tulisan mereka—serta memiliki visi yang jelas tentang masa depan Pesantren, NU dan Indonesia.

Muktamar ke-35 adalah momentum krusial. Memilih duet KH. Imam Jazuli dan Prof. KH. Asep Saifuddin Chalim bukan hanya soal memilih figur, melainkan memilih arah masa depan NU yang mandiri, berakar pada pesantren, dan unggul dalam peradaban global. Inilah pasangan yang akan membawa NU kembali ke jati dirinya: dari pesantren, oleh kiai, untuk umat dan dunia.

Moh Rusdiyanto, Pengamat Isu-Isu Sosial dan Anggota JNPK (Jaringan Nasional Penegak Khittah) NU.

Tags: Asep Saifuddin ChalimImam JazuliMuktamar ke-35PBNU
Share244Tweet152SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Kiai Imam Jazuli Ingatkan Respons terhadap Disrupsi, Gus Yahya Tekankan Kekuatan Ruhani Pesantren
Nasional

Kiai Imam Jazuli Ingatkan Respons terhadap Disrupsi, Gus Yahya Tekankan Kekuatan Ruhani Pesantren

by liputan9news
June 8, 2026
0

CIREBON | LIPUTAN9NEWS Di era ketika perubahan datang tanpa mengetuk pintu, pesantren tampaknya tidak cukup hanya bertahan. Pesantren dituntut untuk...

Read more
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan KH. Imam Jazuli, Lc., MA Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon.

Kiai Imam Jazuli Soroti Ego Sektoral Menuju Harmoni Kolektif

June 7, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc., MA Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) bersama Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf

Nahnu NU: Dari Ego Sektoral Menuju Harmoni Kolektif

June 7, 2026
Mantan Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), di Surabaya, Rabu (03/06/2026).(Foto: kompas.com/Adhi Dwi)

Gus Salam Sebut pada Muktamar NU Ke-35 PC dan PWNU Ingin Perubahan di PBNU

June 5, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2582
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KPK Nyatakan Nama Raffi Ahmad Muncul dalam Perkara Uuap impor Barang KW

KPK Nyatakan Nama Raffi Ahmad Muncul dalam Perkara Suap Impor Barang KW

June 9, 2026
Relawan Emak-Emak Prabowo Apresiasi Pengangkatan Ibu Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN, Dorong Program Gizi Tepat Sasaran

Relawan Emak-Emak Prabowo Apresiasi Pengangkatan Ibu Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN

June 8, 2026
Soliditas NU Bengkulu, Gus Salam; Teladan Khidmah Demi Kemashlahatan Umat

Soliditas NU Bengkulu, Gus Salam: Teladan Khidmah Demi Kemaslahatan Umat

June 8, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In