• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Sulaiman-Djaya

Felix Siauw dan Moral Buzzer

June 23, 2025
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

September 24, 2026
Sulaiman Djaya

Tentang Penulisan Puisi – Robert Frost dan Walt Whitman

September 24, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Daya Pesona Perpustakaan

September 24, 2026
Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

September 23, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, September 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Felix Siauw dan Moral Buzzer

Oleh: Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya by Sulaiman Djaya
June 23, 2025
in Opini
A A
1
Sulaiman-Djaya

Sulaiman Djaya, Esais, Penyair, dan Pengurus Majelis Kebudayaan Banten

524
SHARES
1.5k
VIEWS

Banten | LIPUTAN9NEWS

Felix Siauw wajar kecewa, karena sampai kapanpun idolanya, yaitu Turki, tidak akan berperang dengan Israel. Meski begitu, mestinya ia menahan diri untuk tidak mencibir Iran, apalagi sampai menampakkan kedangkalan analisisnya.

Saran yang sama juga berlaku untuk Buaya (bukan abuya) Zulkifli, buzzer berbaju agama lainnya yang serupa dengan Felix Siauw.

Kasihan masyarakat Indonesia yang belum terbangun literasinya, terhasut oleh buzzer-buzzer seperti itu, menyalakan pergesekan hingga kebencian sesama muslim. Mengikuti orkestrasi Barat: pecah belah dan taklukkan!

BeritaTerkait:

ABI Bantah Keras Zahir Yahya dan Abdullah Assegaff Terlibat IRGC

IRGC Klaim Rudal Balistik Hantam Kapal Induk AS, Dua Kapal Perang Disebut Rusak

Mewaspadai Agenda Normalisasi Zionisme dalam Kunjungan Ali Rashid Al-Nuaimi ke PBNU

Kemlu: Ketum PBNU dan Muhammadiyah Ikut Kunjungan Delegasi ke Iran

Felix Siauw tidak paham tentang sejarah Islam dan Khilafah, sehingga tidak bisa membedakan mana yang asli dan mana yang merupakan kamuflase Barat berslogan dan berbaju khilafah.

Ada beberapa hal yang perlu kita perjelas keberadaannya –baik dalam batasan wacana maupun realitas dalam politik Islam. Pertama, kelompok yang sengaja memolitisasi Islam. Kedua, dugaan-dugaan politik yang ingin di-Islam-kan. Ketiga, etika dan roh politik Islami.

Perang Shiffin sudah dimulai. Pasukan Ali bin Abi Thalib hampir saja memenangkan pertempuran. Sebuah hasrat dan nafsu yang mengental kotor telah tersirat di benak Muawwiyah bin Abu Sufyan dan Amr bin Ash manakala ia menancapkan al Qur’an di ujung tombak seraya berteriak nyaring, “Bainana wa bainakum al Qur’an” (Antara kami dan kalian terdapat al Qur’an). Muawwiyah dan Amr bin Ash dapat melihat dengan jelas, bila perang itu berlanjut terus, maka ia akan terpecundangi. Oleh karena itu, al Qur’an mereka jadikan alat dan legitimasi untuk dapat mengambil simpati massa –dan massa pun harus tertipu dengan cara mereka yang mengatasnamakan kitab suci itu.

Mereka memolitisasi Islam dan ummat. Muawwiyah dan para sekutunya adalah aktualisasi yang paling transparan dalam memolitisasi Islam untuk sebuah ambisi politik yang di dalamnya terdapat segenap intrik, konspirasi, kolusi dan ribuan bentuk kelicikan lainnya.

Pada akhirnya semua itu bersatu dalam bentuk destruktif. Sementara Ali bin Abi Thalib, dengan nurani Islaminya, bangkit seraya mengatakan, “Mereka adalah orang-orang pencari kebatilan dan telah mendapatkannya”.

Di luar itu, ada segelintir pengikut Imam Ali bin Abi Thalib yang juga terkontaminasi. Mereka adalah orang-orang Khawarij –orang-orang yang gemar larut pada simbol-simbol luaran, serta memiliki dugaan-dugaan politik yang ingin mereka Islamkan, sembari mengatakan “La hukma illa-Allah”.

Sayangnya, anggapan-anggapan dan dugaan-dugaan mereka melumat semua akal sehat mereka, dan karenanya mereka masuk dan terjebak pada sebuah kondisi di mana atribut harus didahulukan daripada substansinya. Imam Ali memberi penilaian terhadap mereka, “Adapun Khawarij adalah orang-orang yang senantiasa mencari kebenaran, tetapi mereka telah keliru dalam memahaminya, akhirnya mereka terjerumus dalam kesesatan”. Untuk memahami al Qur’an, kita perlu memiliki ilmu pengetahuan yang memadai. Tanpa hal tersebut, kita hanya mengikuti dugaan-dugaan tanpa dasar. Imam Ali sebenarnya hanya ingin memberi-tahu keadaan dan kondisi intelektual mereka yang rapuh, jiwa mereka yang labil, dan mudah diombang-ambing karena tak bersandarkan ilmu yang sahih.

Kelompok-kelompok (Khawarij) ini tak hanya berhenti sebatas di stasiun Shiffin saja, mereka terus menggelinding ke dalam kancah sejarah Islam –bahkan berganti-ganti bentuk. Namun, isinya tak pernah jauh berbeda dengan sejarah lamanya. Gerbong-gerbong Khawarij akhir-akhir ini penuh dan berada di sekitar kita dengan ciri-ciri khusus mereka: bodoh, memaksakan kehendak, dan intinya penuh dengan dugaan-dugaan yang tak jelas yang ingin mereka Islamkan, terutama dalam pandangan-pandangan politik mereka.

Kelompok yang terakhir adalah etika (akhlaq) dan ruh politik Islam. Kelompok ini adalah manusia Qur’ani dan sekaligus diwakili oleh washi-nya (pengemban wasiat) Rasulullah, Ali bin Abi Thalib. Beliau sadar ketika melihat al Qur’an yang sedang ditancapkan di ujung tombak, ketika beliau tak mudah tertipu oleh kulit luaran, sementara batin mereka penuh dengan kebatilan. Maka, beliau mengatakan, “kalimatul haq yurodu biha bathil”, artinya kalimat bahwa al Qur’an yang terpampang di ujung tombak itu benar –namun tujuan mereka penuh dengan intrik-intrik kebatilan.

Tak hanya sebatas itu, Imam Ali pun menegaskan, “Itu adalah al Qur’an yang bisu, yang terlihat oleh kalian. Sementara aku yang berada di hadapan kalian adalah al Qur’an yang berbicara”. Sebenarnya Imam Ali ingin mengatakan bahwa al Qur’an yang sudah menyatu dalam diri manusia akan membentuk penjernihan dalam akal dan jiwa manusia tersebut. Ia akan tercerahi dengan ma’rifat-ma’rifat rabbani.

Maka, manusia yang telah memiliki esensi al Qur’an dan berada di dalam al Qur’an, tak akan mudah disesatkan oleh segala bentuk yang tampak di permukaan –walau pun keberadaannya dalam lambang-lambang yang religius. Semoga kita tidak mudah menganggap ocehan tak berdasar para buzzer sebagai kebenaran. Apalagi buzzer berbaju agama tidak kalah berbahayanya dengan buzzer yang membela para pelaku korupsi.

Sulaiman Djaya, Pengasuh Kajian Demokrasi dan Ekonomi Politik Sekretariat KAHMI Banten

Tags: BuzzerFelix SiauwIranIsraelMoralPalestina
Share210Tweet131SendShare
Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya, lahir di Serang, Banten. Menulis esai dan fiksi. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di Koran Tempo, Majalah Sastra Horison, Indo Pos, Pikiran Rakyat, Media Indonesia, Majalah TRUST, Majalah AND, Majalah Sastra Kandaga Kantor Bahasa Banten, Rakyat Sumbar, Majalah Sastra Pusat, Jurnal Sajak, Tabloid Kaibon, Radar Banten, Kabar Banten, Banten Raya, Tangsel Pos, Majalah Banten Muda, Tabloid Cikal, Tabloid Ruang Rekonstruksi, Harian Siantar, Change Magazine, Banten Pos, Banten News, basabasi.co, biem.co, buruan.co, Dakwah NU, Satelit News, simalaba, dan lain-lain. Buku puisi tunggalnya Mazmur Musim Sunyi diterbitkan oleh Kubah Budaya pada tahun 2013. Esai dan puisinya tergabung dalam beberapa Antologi, yakni Memasak Nasi Goreng Tanpa Nasi (Antologi Esai Pemenang Sayembara Kritik Sastra DKJ 2013), Antologi Puisi Indonesia-Malaysia, Berjalan ke Utara (Antologi Puisi Mengenang Wan Anwar), Tuah Tara No Ate (Antologi Cerpen dan Puisi Temu Sastra IV di Ternate, Maluku Utara Tahun 2011), Sauk Seloko (Bunga Rampai Puisi Pertemuan Penyair Nusantara VI di Jambi Tahun 2012)), Kota, Kata, Kita: 44 Karya Para Pemenang Lomba Cipta Cerpen dan Puisi 2019, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dan Yayasan Hari Puisi, Antologi Puisi ‘NUN’ Yayasan Hari Puisi Indonesia 2015, dan lain-lain.

BeritaTerkait

ABI Bantah Keras Zahir Yahya dan Abdullah Assegaff Terlibat IRGC
Internasional

ABI Bantah Keras Zahir Yahya dan Abdullah Assegaff Terlibat IRGC

by liputan9news
September 13, 2026
0

ABI Bantah Keras Zahir Yahya dan Abdullah Assegaff Terlibat IRGC

Read more
IRGC Klaim Rudal Balistik Hantam Kapal Induk AS, Dua Kapal Perang Disebut Rusak

IRGC Klaim Rudal Balistik Hantam Kapal Induk AS, Dua Kapal Perang Disebut Rusak

September 6, 2026
Mewaspadai Agenda Normalisasi Zionisme dalam Kunjungan Ali Rashid Al-Nuaimi ke PBNU

Mewaspadai Agenda Normalisasi Zionisme dalam Kunjungan Ali Rashid Al-Nuaimi ke PBNU

July 24, 2026
https://liputan9.id/inilah-pesan-pemimpin-tertinggi-iran-di-peringatan-40-hari-gugurnya-ayatullah-ali-khamenei/

Kemlu: Ketum PBNU dan Muhammadiyah Ikut Kunjungan Delegasi ke Iran

July 11, 2026
Load More

Comments 1

  1. herpafend says:
    7 months ago

    **herpafend**

    herpafend is a natural wellness formula developed for individuals experiencing symptoms related to the herpes simplex virus.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In