JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Sebuah tindakan provokatif kembali dilakukan pasukan Pendudukan Israel di wilayah Lebanon selatan. Sebagaimana dilansir dari Al Mayadeen, sebuah foto yang beredar luas di media sosial memperlihatkan seorang tentara Israel IDF (Israel Defense Forces) menghancurkan patung Yesus menggunakan palu godam di desa Kristen Debl, Lebanon Selatan, dekat perbatasan Palestina yang diduduki.
Dalam gambar tersebut, tentara pendudukan terlihat memukul kepala patung Yesus yang berada di atas salib setelah patung itu dijatuhkan dari tiangnya. Pemerintah kota Debl mengonfirmasi kepada AFP bahwa patung tersebut memang berada di wilayah desa mereka.
“Aksi vandalisme ini terjadi hanya beberapa saat setelah perjanjian gencatan senjata mulai berlaku pada Jumat 17 April lalu, memperlihatkan bahwa pasukan pendudukan tetap melanjutkan tindakan agresif dan penghinaan terhadap simbol-simbol suci,” tulis Media Kalisator, Selasa (20/04/2026)
Insiden ini bukanlah kejadian yang berdiri sendiri. Dalam beberapa bulan terakhir, pasukan Israel berulang kali terdokumentasi melakukan penodaan terhadap tempat-tempat ibadah dan simbol keagamaan di berbagai wilayah.
“Dari Gaza hingga Lebanon Selatan, beredar berbagai video dan foto yang menunjukkan tentara Israel menembaki masjid, merusak gereja, hingga menghancurkan patung-patung tokoh agama,” lanjutnya.
Tindakan semacam ini memperlihatkan pola sistematis penghinaan terhadap tempat-tempat suci, yang tidak hanya menargetkan infrastruktur sipil, tetapi juga menyasar simbol keimanan masyarakat setempat.
Di sisi lain, agresi Israel di Lebanon selatan juga terus berlangsung dalam bentuk penghancuran rumah-rumah dan fasilitas umum. Surat kabar Haaretz, mengutip pejabat militer Israel, melaporkan bahwa puluhan kendaraan teknik telah dikerahkan ke Lebanon selatan dalam beberapa pekan terakhir guna meratakan bangunan-bangunan warga.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa sebagian besar pembongkaran dilakukan oleh kontraktor sipil yang diberi insentif finansial berdasarkan jumlah bangunan yang berhasil dihancurkan. Sumber yang mengetahui operasi itu juga mengungkapkan bahwa sejumlah kontraktor yang sama sebelumnya terlibat dalam penghancuran rumah-rumah warga Palestina di Gaza.
Di tengah operasi penghancuran tersebut, pasukan Israel juga menghadapi kerugian yang meningkat. Media Israel melaporkan dua tentara cadangan tewas dan sedikitnya belasan lainnya terluka dalam serangan bom rakitan di wilayah Lebanon selatan. Serangan ini menunjukkan bahwa perlawanan di lapangan tetap aktif menghadapi pelanggaran gencatan senjata dan pendudukan yang terus berlangsung.

























